[Korean fanfiction/straight/series] Love scandal (chapter 1)

Title : Love scandal

Author : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating : PG 13/straight/Series/On writing

Genre : comedy/romance/friendship

Cast:

Kim Sae na

Jung Yue Lee

Park Hye soo

All member SHINee

Tvxq –  Jung Yun ho

SNSD – Jessica, Tiffany , Seohyun

Length  : Chapter 1/?

Disclaimer : SNSD,TVXQ,and SHINee are belong to SM entertaiment and their parents.I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue me.Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this,please take with full credit.

“ Apakah ini mimpi?” teriak Sae na sambil terus memandangi tiket konser Shinee di tangannya.

“ Alangkah beruntungnya dirimu.Aku ingin sekali seperti kau.Dulu kau terpilih untuk mendapatkan hadiah dari Yunho saat konser TVXQ. Sekarang kau berhasil mendapatkan tiket gratis konser SHINee.VVIP pula.” Kata Yue lee sambil memandang iri ke arah tiket di tangan Sae na.

“Ahh dewi fortuna memang selalu bersamaku.”

“ Eh nanti pasti ada fans meetingnyakan?” kata Hye soo dengan mata berbinar-binar.

Sae na memandang curiga ke arah tatapan mata Hye soo biasanya kalau ia sudah menatap seperti itu. Ia mengiginkan sesuatu dan biasanya itu menyulitkan.

“ Hei mengapa kau memandangku seperti itu? ” kata Hye soo tersinggung.

“ Sudahlah katakan apa maumu.”

“ Tolong mintakan tanda tangan Jonghyun di foto ini ya.” Kata Hye soo sambil menyerahkan foto Jonghyun. Foto itu selalu dibawanya ke manapun dan ia selalu memandangai foto itu. Hanya foto itu yang mampu membuat hatinya senang.

Sae na mengambil foto itu,memperhatikannya. Foto itu sangat berarti bagi Hye soo. Sae na menghela nafas panjang dan mengangguk.

“ Gomawo chingu. “ Hye soo melompat dan memeluk Sae na yang terkaget-kaget dengan tingkah Hye soo.

“ Tapi aku tidak janji ya. Melihat mereka dari dekat saja sudah merupakan mikpi bagiku. Apalagi berkomunikasi dengan mereka.”

“ Yaaaa. Kaukandapat tiket VVIP. Kaukantahu hanya orang yang memegang tiket itu yang bisa ikutan fans meeting.”

“ Tapi berapa banyak shawol yang ada disana. Sudah biasa masuk saja bagus.”

“ Ayoo dong Sae na lakukan ini untukku.” Kata Hye soo sambil merajuk.

“ Ya sudahlah. Tapi kalau tidak dapat. Jangan salahkan aku ya.”

“ Heiii Yue lee kenapa kau diam saja? “

“ Aku masih kesal karena iri padamu.Huh.” kata Yue lee sambil membalikkan badannya pada Sae na. Pura-pura marah.

“ Hahahahahaha. Nanti aku bawakan fotoku bersama Minho deh.’ Kata Sae sambil mengedipkan matanya pada Hye soo. Dan di balas Hye soo dengan kedipan mata yang jahil.

Mendengar nama Minho disebut Yue lee langsung berbalik badan dan mendapati dua sahabatnya sedang tertawa cekikikan. Yue lee mengambil bantal yang ada di sebelahnya dan melemparnya ke arah mereka. Tetapi mereka tidak juga berhenti tertawa.

“ Sudahlahh hentikan.” Kata Yue lee kesal.

Lalu ia beranjak pergi meninggalkan Hye soo dan Sae na yang masih tertawa. Begitu menyadari Yue lee sudah tidak ada di hadapan mereka. Sae na memandang Hye soo dengan pandangan bertanya-tanya. Hye soo pun mengangkat bahunya. Bingung dengan sikap Yue lee. Padahal mereka hanya bermaksud bergurau.

***

          “ Sabar ya, chagiya. Mungkin hubungan kita memang tidak bisa dipublikasikan dan kita harus terus bersembunyi seperti ini.”

Seohyun menatap Minho dengan pandangan sedih. Dalam hati ia mengakui kebenaran kata-kata Minho. Mereka memang tidak bisa memberitahu publik soal hubungan mereka. Peraturan yang melarang artis dari satu entertainment untuk berpacaran memang menyulitkan posisi mereka.

“ Ya. Tapi aku capek. Aku tidak ingin kehilangan karierku. Tapi aku juga tidak ingin kehilangan dirimu.” Kata Seohyun. Matanya mulai basah oleh air mata.

Perlahan Minho mendekati Seohyun dan memeluknya.

“ Aku juga begitu. Capek harus menahan diri untuk tidak mendekatimu. Harus berpura-pura menganggapmu hanya teman. Padahal kita lebih dari itu.”

Tapi kita harus bertahan.”

Seohyun menghela nafas. Ia tidak mau keluar dari SNSD. Nama yang membawanya seperti sekarang. Nama yang membawanya terkenal.

Begitu juga dengan Minho. Mereka memutuskan untuk merahasiakannya. Tapi entah sampai kapan. Yang jelas saat ini mereka telah menjalankan apa yang terbaik. Walaupun mereka telah melanggar peraturan SM Entertaiment.

“ Untuk sementara waktu. Kita harus tetap seperti ini.” Kata Minho sambil tetap memeluk Seohyun.

***

          “ Jessica , seperti biasa tarianmu kurang bersemangat.” Kata Eun Jae, pelatih koreografi SNSD.

“ Tapi aku sudah berusaha sebisaku.” Teriak Jessica kesal. Hampir setiap kali latihan. Hanya dirinya saja yang ditegur. Padahal ia merasa gerakannya tidak ada yang salah.

“ Temui aku sepulang latihan. “ Kata Eun Jae.

“ Istirahat sepuluh menit kemudian kita lanjut ke lagu berikutnya.”

***

          Kota Seoul pada malam hari terlihat sangat indah. Jutaan lampu menambah semarak dan daya tarik tersendirikotaSeoul. Yue lee menelusuri jalan dengan gelisah. Ia masih kesal dengan kedua temannya tadi.

“ Huh mereka itu kalau bercanda memang suka kelewatan. Mereka mebuat aku iri saja dengan menyebut-nyebut nama Minho.”

Yue lee berjalan sambil mengumpat-umpat. Tanpa disadarinya,ia menabrak seseorang yang berjalan di depannya. Keduanya pun terjatuh. Orang itu segera berdiri dan mengambil topinya. Yue lee berusaha berdiri walaupun lututnya masih terasa sakit.

“ Jeongmal mianhaeyo, aku benar-benar tidak sengaja.” Seru Yue lee sambil menunduk.

Orang yang tadi di tabraknya hanya diam lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Yue lee.

“ Sombong sekali dia. Akukansudah minta maaf.” Kata Yue lee sambil membersihkan tangan dan bajunya yang kotor terkena debu.

“ Tunggu dulu sepertinya aku pernah melihat pria itu. Tapi di mana ya? Ahh sudahlah.”

Yue lee masih memandangi sosok pria itu yang mulai menjauh. Lama- kelamaan hanya terlihat seperti titik. Mata Yue lee menangkap sesuatu yang berkilau yang terletak di tanah. Lalu ia memungutnya.

Sebuah kalung dengan liontin berbentuk beruang yang berwarna keperakan.

“ Cantik sekali kalung ini. Sederhana namun berarti banyak. Aku ambil saja ahh.” Yue lee memasukkan kalung itu ke saku jaketnya.

***

          Jessica berjalan sendirian di koridor yang telah sepi. Teman-temannya memang sudah pulang dari satu jam yang lalu. Hanya ia sendirian sekarang. Sambil menunggu jemputan, Jessica berjalan mondar-mandir tak tentu arah. Ia memikirkan kata-kata Eun jae eonni.

          “ Jessica cobalah perbaiki koreografimu. Suaramu memang bagus tapi itu tidaklah cukup. Kau harus banyak berlatih. Kalau koreografimu seperti ini terus. Kau bisa tertinggal banyak dari teman-temanmu.”

Jessica menghela nafas panjang,selama ini ia sudah banyak berlatih. Tetapi latihannya tidak pernah memuaskan Eun jae eonni. Selalu saja ada yang salah, ada yang kurang, ada yang tidak sempurna. Entah apa itu. Ia pun tidak pernah mengerti.

“Aku menunggunya di luar saja ahh.” Kata Jessica sambil melangkah pergi dari koridor itu. Namun saat akan mencapai tangga, matanya terpaku pada pintu yang berada di ujung koridor itu. Pintunya terbuka setengah. Dan tampaklah anak-anak SHINee yang sedang berlatih.

“ Rajin sekali mereka. Sudah malam begini masih saja latihan.”

Jessica tidak jadi pergi keluar,ia malah asyik menonton SHINee latihan dari depan pintu sambil esekali tersenyum melihat salah satu dari mereka melakukan gerakan lucu.

“Bagus sekali koreografinya. Terutama dia.” Kata Jessica sambil terus memperhatikan mereka.

“ Aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. ”

***

          “Hei,hyung,kenapa wajahmu kusut begitu?”

Minho menoleh pada Tae min yang berdiri di sebelahnya. Memang sejak latihan hingga sekarang ketika mereka telah sampai di apartement. Wajahnya tidak bisa ceria.

“ Cuma sedikit capek.” Jawab Minho singkat. Saat ini memang ia sedang tidak ingin diganggu.

Tae min memandang Minho dengan alis berkerut. Tinggal bertahun-tahun dengan Minho,membuat ia mengenal Minho dengan baik. Minho pasti menyembunyikan sesuatu. Entah apa itu, ia pun tidak tahu.Yang jelas sesuatu itu telah membuat Minho kehilangan sinarnya.

“ Kau yakin?”

“ Ya. Aku cuma perlu waktu untuk menyendiri.”

“ Baiklah. Segeralah beristirahat,hyung. Wajahmu pucat sekali.”

“ Ne. Gomawo.”

Tae min meninggalkan Minho,ia tahu tidak ada gunanya memaksa Minho bercerita sekarang. Nanti malah ia yang dimarahi. Minho memandang Tae min dengan ekspresi yang sulit dibaca. Ia ingin sekali bercerita tentang masalahnya, perasaanya, keinginannya. Ingin rasanya ia berteriak dengan penuh kekesalan,namun tidak bisa. Ditahannya semua itu hingga membuatnya sakit.

Ia harus melindungi Seohyun apapun yang terjadi. Ia tidak ingin satu orang pun tahu hubungannya dengan Seohyun. Tidak seorangpun..

***

          “ Kau bagaikan bintang bagiku. Posisimu dihatiku tidak akan tergantikan oleh siapapun. Oh Key, hanya dirimu yang selalu ada di mimpiku. Bertemu denganmu adalah mimpi terbesarku. Melihatmu dari jauh saja aku tidak mampu membayangkannya. Tetapi sekarang aku akan bertemu denganmu.” Tanpa sadar Sae na mengusap air mata yang menitik di pipinya. Memang sudah lama ia mengincar tiket SHINee namun uangnya tidak pernah cukup. Banyak keperluan yang harus dibelinya apalagi semenjak kuliah. Ia memang memutuskan kuliah diSeoul. Agar impiannya bertemu dengan Key cepat terwujud.

Sae na memeluk foto Key di tangannya sambil tersenyum. Dipandanginya bintang-bintang di langit malam dengan sejuta mimpi dan harapannya.

“ Eh sedang apa kau di sini? Senyum-senyum sendiri lagi.” Tiba-tiba Hye soo sudah berada di belakangnya.

“ Hahahah aku hanya terlalu senang dengan hari ini. Tidak terasa sebentar lagi aku akan bertemu dengan pujaan hatiku.”

“ Enak sekali dirimu. Aku juga ingin bertemu Jonghyun namun belum sekarang.”

“Hye soo percayalah suatu saat nati kau akan bertemu dengannya.”

Hye soo tersenyum ke arah Sae na.

Benarkah saat itu akan datang?

Kapan?

Dan apabila itu terjadi apa yang harus kulakukan?

 

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s