[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] Can you learn to love me?

Title                : Can you learn to love me?

Author           : Kim Saena a.k.a Devi

Rating            : PG13/straight/oneshoot

Genre             : Romance/Angst/Friendship

Cast                 : SHINee – Key a.k.a Kim Kibum

F(x)    –  Krystal a.k.a Jung Soo Jung

Kim Sae na

Disclaimer      : Kibum SHINee and Krystal F(x) are belong to God, SM Entertaiment, and their parents.

This story is mine. Don’t copy this fanfic without permission from me.

If you want to take this please take with full credit.

 

Hiyaaaaaaaaaaaaa proyek FF gagal

Mianhae jeongmal mianhae *bow*

aku emang ga bakan bikin FF oneshoot

tapi aku pasti berusaha lebih baik lagi

gomawo😀

 

Perhaps if I have never encountered you, it would have been the best

If I had need been living in another world

If I had need to become strangers in life

It will not have been left with this inflicting pain in my heart

(K Will – Love is punishment)

Author pov

“ SAENGIL CHUKAHAMNIDA.Jung Soo Jung.” Sae na membawa sebuah kue tart ukuran sedang. Saat ini Sae na dan Kibum sedang berdiri di depan rumah Soo jung. Sedang memberikan surprise lebih tepatnya,karena hari ini Soo jung berulang tahun. Sudah cukup hari ini mereka mengerjainya,sampai ia marah.

http://rissachul.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Soo jung berdiri mematung di depan rumahnya. 10 menit lagi ulang tahun Soo jung berakhir dan kedua sahabatnya malah baru memberikannya surprise.

“ Yaa! Sudah jangan melamun seperti itu. Kau tega membiarkan kami di luar seperti ini. Kau tahu malam ini sangat dingin.” Kibum berkata dengan nada mengejek.

Soo jung hanya mendengus kecil,lalu menyingkir untuk memberikan jalan bagi dua orang tamu tak diundang,untuk masuk ke dalam rumahnya. Walaupun hari ini,ia sangat kesal. Tetapi ia tidak cukup sadis untuk membiarkan mereka berdua membeku di depan rumahnya.

“ Kau masih marah ya? Mian tadi kami memang agak keterlaluan mengerjaimu.” Sae na berusaha membujuk Soo jung yang masih cemberut memandangi mereka.

“ Ne,tunggu saja waktu ulangtahunmu nanti,aku akan mengerjaimu lebih parah dari ini.”

“ Sudahlah,kau tiup lilin dulu,waktu ulangtahunmu tinggal 5 menit lagi.” Soo jung meniup lilinnya kemudian menutup mata. Membuat permohonan.

“ Apa yang kau minta?”

“ Rahasia… Tapi yang pasti aku ingin persahabatan kita bertahan selamanya.” Soo jung memeluk Sae na,lalu beralih memeluk Kibum. Dua sahabatnya yang paling dicintai. Walaupun terkadang ia merasa risih,karena harus berada ditengah-tengah dua sahabatnya yang sedang menjalin cinta.

“ Aku punya sesuatu untukmu.” Kibum mengeluarkan sebuah kado dari dalam saku jaketnya. Sebuah kotak berukuran kecil yang terbungkus cantik dengan pitanya.

“ Wah  Gomawo..”

“ Tapi bukanya nanti setelah kami pulang.”

“ Ahh ya dan ini dari aku.” Sae na memberikan bungkusan yang sedari tadi dipegangnya ke arah Soo jung.

“ Wah tumben kado kalian tidak jadi satu seperti tahun sebelumnya.”

“ Hahahaha,molla,Tahun ini katanya Kibum ingin memberikan kado special untukmu. Aku saja tidak tahu apa isinya.”

“ Kenapa kau memandangku seperti itu?” Kibum merasa risih karena tiba-tiba Soo jung memandangnya dengan tatapan maut.

“ Aku curiga padamu. Jangan-jangan kau ingin mengerjaiku ya?”

“ Ani.. Aku tulus memberikannya padamu. Buka saja nanti.”

“ Baiklah kali ini aku percaya padamu.”

 

End of the pov

 

***

Soo jung Pov

 

            Aishhh hari ini harusnya jadi hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Umurku bertambah lagi satu tahun. Artinya aku semakin tua. Aku sedih sekaligus bahagia.Aku kesal dengan dua sahabatku itu. Mereka kompak mengerjaiku hari ini.Pantas saja seharian ini aku merasa banyak kemalangan terjadi padaku.

Aku pikir mereka lupa hari ulangtahunku ini. Lagipula mereka aneh,mana ada orang yang merayakan ulangtahunnya beberapa menit sebelum ulangtahun mereka berakhir. Ada-ada saja. Tapi aku memahami alasan mereka. Katanya sih biar ulangtahunku kali ini berkesan karena mereka yang terakhir kali mengucapkan selamat padaku dibanding orang yang pertama kali mengucapkan selamat.

Aku penasaran dengan kado yang diberikan teman-temanku hari ini. Walaupun ulangtahunku tidak dirayakan,tapi aku cukup kebanjiran kado. Hmm.aku tidak begitu tertarik membuka kado dari teman yang lain. Aku penasaran sekali dengan isi kado dari dua sahabatku yang jahil dan menyebalkan itu.

Pertama kado dari Sae na dulu. Entah mengapa aku yakin sekali bahwa Kibum hanya berniat mengerjaiku waktu memberikan kado itu,jadi daripada moodku berantakan,lebih baik nanti saja aku buka belakangan. Aku merobek pembungkus kado itu dan aku melihat sebuah kotak berpita.

Perlahan aku membuka kotak itu dan melihat isinya.OMO……. sebuah scrapbook. Aku yakin Sae na bekerja sangat keras untuk membuatnya. Di halaman pertama terdapat foto kami berdua dan ada tulisan di bawahnya.

Saengil Chukhahamnida. Aku tahu kau sangat kesal padaku hari ini. Tapi semua ide mengerjaimu bukan ideku tapi ide Kibum! Jadi jangan marah padaku.OKibum?

 

            Sudah kuduga. Pasti ini semua ulahnya. Dasar anak jahil. Tunggu saja Kibum,pas nanti ulangtahunmu,aku akan membalas dendam.

Yak! Aku sebenarnya bingung mau memberimu hadiah apa. Aku sudah memberimu berbagai benda yang kuanggap unik dan aku tahu kau menyimpan semuanya dengan baik. Tapi kali ini aku ingin memberikanmu hadiah yang berbeda. Hadiah yang mungkin kau ingat selamanya.

 

Aku terharu dengan Sae na,ia selalu memberiku barang-barang bagus saat ulangtahunku dan aku sangat menyukai semuanya. Dia sangat mengenal diriku.

 

            Aku menuliskan serangkaian perjalana persahabatan kita di buku ini. Dari awal kita bertemu dan bisa menjadi sahabta seperti ini. Kau tahu itu semua sangat menyenangkan dan aku tidak mau melewatkan kejadian itu. Tetapi tidak mungkin kan aku harus menceritakan semuanya? Lagipula kau pasti sudah ingat! Jadi aku menuliskannya lewat untaian puisi dan foto-foto ini. Selamat berpetualang di dalam,aku berharap kau menyukai hadiahku ini dan satu lagi persahabatan kita abadi selamanya..

 

Aku membuka lembaran demi lembaran buku itu dan aku mulai terhanyut dalam setiap ceritanya. Kenangan indah yang tidak akan kulupakan bersama sahabatku Sae na. Setelah puas melihat buku itu. Mataku beralih pada kotak pemberian Kibum tadi. Rasa penasaranku muncul. Lalu aku meraih kotak itu dan membuka bungkusnya. Terdapat sebuah kotak kecil berbentuk hati. Aku membuka kotak itu dan terkejut dengan apa yang ada di dalamnya. Sebuah kalung berbentuk kunci. Aku meraih surat yang terdapat di bagian bawah kotak itu.

Saengil Chukahamnida.. Aku tahu kau akan marah padaku atas ideku itu. Hahahaha…Aku puas sekali melihat tampang keslmu tadi. Kau pasti bingung kenapa tahun ini aku memberikanmu hadiah tersendiri. Hmm… sebenarnya ada satu hal yang ingin kusampaikan padamu. Aku tahu kau heran apa maksudnya aku memberikanmu kalung itu.

            Kalung itu melamangkan kunci hatiku..

            Aku memberikan seluruh ruang dalam hatiku padamu. Sejujurnya sudah lama aku ingin mengatakannya padamu. Aku menyukaimu..Aniya…Aku mencintaimu lebih tepatnya.

            Kau pasti akan menganggapku aneh. Bagaimana mungkin aku menyatakan cinta padamu sedangkan aku masih mempunyai yeojachingu?

            Jujur aku tidak mencintai Sae na..

            Silahkan marah padaku,tapi aku mau menjadi namjachingu Sae na karena aku tidak mau mengecewakanmu. Kau yang mengenalkan Sae na padaku dan aku ingat usahamu untuk menjodohkan kami berdua. Aku hargai itu.

            Aku tidak bermaksud bermain dengan perasaan Sae na. Yaa! Aku juga tidak setega itu. Tapi semakin lama aku semakin menyadari kalau aku tidak bisa mencintai Sae na,dan selama ini aku hanya berusaha membohongi diriku sendiri.

            Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa padamu,Soo jung..

            Yang harus kau tahu adalah jika kau mempunyai perasaan yang sama padaku,maka aku akan melepaskan Sae na dan berbalik padamu.

 

Saranghaeyo..

Kibum

 

End of the pov

 

***

Sae na Pov

            Perasaan apa ini? Cemburu? Entahlah aku selalu merasakan perasaan ini ketika melihat Kibum dan Soo jung. Harusnya aku bisa lebih mempercayai mereka. Terutama Soo jung. Dia adalah sahabatku,mana mungkin ia mengkhianatiku. Lagipula kalau bukan karena dia,aku tidak akan bisa berpacaran dengan Kibum.

Tetapi sekuat apapun aku berusaha untuk percaya pada mereka,tetap saja rasa takut menghantui. Apalagi mengingat Kibum sangat perhatian dengan Soo jung bahkan melebihi perhatiannya padaku. Aku takut kehilangannya. Aku memang egois jika aku tidak mengijinkan mereka untuk dekat.

Aku bisa melihatnya,ada yang berbeda saat Kibum dekat dengan Soo jung. Perasaan khusus bukan hanya sebagai seorang sahabat. Aku belum pernah melihat Kibum seperti itu,tidak saat bersamaku. Ia menunjukkan reaksi berbeda ketika bersama dengan Soo jung.

Tatapan penuh cinta,yang tidak ia berikan padaku,tapi Soo jung mendapatkannya. Aku iri,sangat iri tentu saja. Lebih dari itu,aku sedih dan ini sangat menyakitkan. Bagaimana perasaanmu saat kekasihmu lebih memperhatikan sahabatmu daripada ia memberikan perhatiannya padamu?

Aku belum mempunyai cukup bukti kalau sebenarnya Kibum menyukai Soo jung dan bukan aku. Aku hanya bisa berharap selama ini tebakanku salah. Soo jung adalah sahabat terbaikku,tidak mungkin ia mau menyakitiku. Aku tidak boleh menuduhnya sembarangan,hanya saja sekarang aku perlu mendapatkan kepastian kalau Soo jung dan Kibum memang tidak mempunyai perasaan khusus satu sama lain.

End of the pov

 

***

 

Kibum Pov

 

Aku memang jahat. Aku sudah mempermainkan perasaan orang lain demi keegoisanku sendiri,tetapi aku tidak bisa lagi berbohong. Selama ini aku sudah berusaha mencintai Sae na,tapi pada kenyataannya aku tidak bisa berpura-pura.

Aku tidak sanggup lagi harus menahan perasaanku pada Soo jung,satu-satunya yeoja yang aku cintai. Aku tidak tahu apakah ia akan marah padaku ketika mengetahui bahwa aku mencintainya.Apalagi Sae na adalah sahabatnya. Aku memang sungguh kejam karena menyakiti orang yang kucintai dan yang mencintaiku.

Tetapi rasa yang kupunya untuk Sae na tidak lebih dari sekedar perasaan seorang kakak untuk adiknya. Tidak lebih,hanya itu saja. Tapi kurasa ia salah mengartikan kedekatan kami selama ini.Aku tidak ingin mengecewakan Soo jung,karena ia berharap aku bisa menjadi namjachingunya Sae na.

Aku bisa menarik kesimpulan bahwa Soo jung tidak mencintaiku. Itulah alasan mengapa aku mau berpacaran dengan Sae na,padahal tidak sedikitpun aku mencintainya.

End of the pov

***

Soo jung pov

 

            “ Soo jung,bolehkah aku bertanya satu hal padamu?”

“ Waeyo?”

“ Bagaimana jika orang yang kau cintai mencintai orang lain?”

Aku cukup kaget dengan pertanyaan Sae na.Tidak seperti biasa,hari ini ia tampak aneh,apalagi pertanyaannya barusan. Apa ia sudah tahu?

“ Hmm,aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tapi yang pasti aku akan berpaling darinya dan mulai mencari orang lain.” Aku menjawab sekenanya,karena memang itu yang akan aku lakukan. Aku berharap Kibum tidak serius dengan kata-katanya padaku di suratnya kemarin. Aku tidak mau ia menyakiti Sae na.

“ Ahh begitu ya.”

“ Memangnya ada apa kau bertanya seperti itu?”

“ Aniya,aku hanya bertanya saja.”

Aku menangkap kesedihan yang terpancar pada kata-katanya. Apakah ia baik-baik saja? Aku tidak menyalahkan Kibum yang mencintaiku,aku juga tidak bisa melarang orang untuk jatuh cinta. Tetapi lain halnya kalau Kibum menjadikan Sae na pelarian seperti ini. Sebagai sahabatnya aku juga tidak bisa terima.

***

          “Aku ingin bicara padamu.” Aku menarik tangan Kibum menuju taman belakang sekolah. AKu harus memastikan sesuatu.

“ Ada apa?”

“ Kau tidak serius kan dengan kata-katamu di surat itu?” Aku langsung berbicara pada topic inti,karena aku bukan orang yang suka berbasa-basi.

“ Bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak bercanda?”

“ Aku tidak mengerti.”

“ Apanya yang kau tidak mengerti?” Kibum mulai mengeraskan volume suaranya. Aku bisa menangkap ada amarah yang dipendam mati-matian di sana.

“Aku tidak pernah melarangmu jatuh cinta padaku. Tapi kumohon satu hal lupakan aku,tolong belajarlah mencintai orang lain.”

“ Sae na maksudmu?”

Aku hanya terdiam. Tidak menananggapi kata-katanya. Harusya ia sudah tahu apa yang sebaiknya ia perbuat. Bukankah lebih baik belajar mencintai orang yang mencintai kita?

“ Aku tidak mencintainya. Bukankah aku sudah mengatakannya?”

“ Aku tidak mau kau hanya mempermainkan perasaannya. Belajarlah mencintainya mulai sekarang dan lupakan aku.” Aku berlari meninggalkan Kibum yang masih diam di tempatnya.

Aku memang tidak mencintainya,selama ini aku hanya menganggapnya sahabat. Dia sama berartinya dengan Sae na bagiku. Aku tidak tahu harus membencinya atau tidak.

End of the pov

***

Sae na pov

 

            Aku merasa ada yang aneh dengan Soo jung dan Kibum. Sudah satu bulan ini mereka seperti menjaga jarak satu sama lain. Ketika kutanya apa penyebabnya mereka tidak mau menjawab. Jujur saja aku sedikit lega karena mereka tidak sedekat dulu. Aku tahu aku jahat karena aku senang mereka berjauhan.

Aku tidak tahu ada alasan apa dibalik semua ini. Walaupun aku cukup senang mereka tidak sedekat dulu. Aku juga merasa sedih karena persahabatan kami terasa canggung dan aneh. Mungkin kali ini aku harus menyingkirkan rasa egoku dan mulai mendamaikan mereka. Walaupun aku tidak tahu apa penyebab pertengkaran mereka.

“ Soo jung,kau sedang bertengkar dengan Kibum?”

“ Ahh ani..waeyo?” Aku menangkap ada kebohongan dalam nada suaranya.

“ Lalu mengapa kau dan dia seperti dua orang yang tidak saling mengenal?”

“ Aku dan dia baik-baik saja. Mungkin karena kita sama-sama sibuk,jadi tidak bisa seperti dulu lagi.”

“ Aku berharap kita seperti dulu lagi. Kalau kau ada masalah dengannya,segera selesaikan jangan biarkan berlarut-larut seperti ini.” Aku melihat ekspresi Soo jung yang berubah menjadi sedih. Aku sudah menduganya pasti ia tidak mau jujur denganku.

“ Ne.Gomawo.. Mungkin aku akan berbicara padanya nanti. Mianhae karena aku tidak bisa membicarakan masalah ini denganmu.”

“ Gwechana,aku harap kalian segera berbaikan.”

“ Oh iya,besok kau ulang tahun,siap-siap untuk aku kerjai ya?”

Aishhh aku jadi lupa kalau besok adalah ulang tahunku. Apa yang akan dilakukan Soo jung untuk balas dendam padaku? Aku jadi tidak sabar menanti hari esok. Aku ingin tahu apa yang akan Kibum berikan untukku nanti.

***

          Hari ini aneh sekali,Kibum seolah-olah tidak ingat ulangtahunku. Aku tidak tahu apakah ia menyiapkan kejutan atau tidak. Kalaupun iya,aku harap ia tidak mengerjaiku sama seperti yang mungkin akan Soo jung lakukan.

Soal Soo jung,aku tidak tahu ke mana anak itu,tadi ia bilang padaku akan pergi ke toilet,tapi waktu aku menyusulnya,ia tidak ada. Apa ia sudah kembali ke kelas ya? Aku melangkahkan kakiku menyusuri koridor sekolah yang sepi. Jam istirahat memang kelas seperti kota mati. Yang lain pasti sedang berdesak-desakkan di kantin.

Bukankah itu Kibum dan Soo jung? Aku yakin Soo jung mengikuti saranku untuk berbaikan dengan Kibum. Aku senang mengetahui hal itu. Aku segera bersembunyi di balik dinding. Aku sebenanarnya ingin tahu apa masalah mereka. Walaupun aku tahu aku tidak sepantasnya ikut campur seperti ini.

“Soo jung kau harus mengerti aku tersiksa karena hampir satu bulan ini kau menjauhiku. Aku mencintaimu,Soo jung,hanya kau, bisakah kau mengerti perasaanku?”

Deg!

Aku tidak salah dengar kan? Ternyata dugaanku selama ini tidak salah. Kibum mencintai orang lain. Dan yang paling menyakitkan adalah orang itu adalah sahabatku sendiri.

Hari ini harusnya hari yang paling membahagiakan untukku. Tapi..tapi mengapa hadiah seperti ini yang harus kuterima? Kenyataan bahwa orang yang kucintai tidak mencintaiku.

 

End of the pov

 

***

Soo jung pov

 

            Mungkin sudah saatnya aku berbaikan dengan Kibum. Aku tidak tahan juga marah dengannya lama-lama. Aku sudah memutuskan akan bicara padanya hari ini agar perasaanku lega. Dan aku bisa mengerjai Sae na dengan bebas.

“ Sae na,aku ke toilet sebentar ya.” Aku menyapa Sae na yang masih asyik menulis di buku catatannya. Kesempatan bagus,karena aku bisa menemui Kibum sekarang.

“ Ohh ne..”

Aku melangkah menuju kelas Kibum,aku harap ia ada di kelasnya. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru kelasnya. Ahh itu dia.. Aku mendekatinya dan menarik tangannya menuju koridor dekat taman belakang. Aku yakin tempat itu sepi.

“ Ada apa?” Kibum bertanya saat aku masih berusaha menyeretnya.

“ Aku mau meluruskan masalah kita.” Aku melepaskan tanganku ketika kami sudah sampai.

“ Aku tidak bisa berhenti mencintaimu,Soo jung.”

“Gumanaeyo! Aku sudah bilang padamu untuk melupakanku. Lagipula aku lebih nyaman jika bersahabat denganmu.”

“Soo jung kau harus mengerti aku tersiksa karena hampir satu bulan ini kau menjauhiku. Aku mencintaimu,Soo jung,hanya kau, bisakah kau mengerti perasaanku?”

Aku hanya bisa menghela nafas. Anak ini,bisa tidak sih menghilangkan rasa keras kepalanya?

“ Aku juga tersiksa. Bukan hanya kau. Kau dan Sae na sahabatku,jangan membuat ini semakin sulit,kita hanya bisa bersahabat,lagipula aku tidak mempunyai rasa untukmu. Kau mau aku membohongi perasaanku dan perasaanmu?”

“ Ne,arraseo,tapi biarkan aku tetap mencintaimu.”

***

          Aku lega sekarang,akhirnya Kibum mau mengerti perasaanku dan posisiku. Aku bisa siap-siap untuk mengerjai Sae na sekarang. Aku melihat Sae na menundukkan kepalanya di atas meja.Kenapa dia? Bukankah tadi ia masih baik-baik saja?

“ Sae na,gwechanayo?” Aku menyentuh pundaknya.

Ia mengangkat kepalanya dan aku bisa melihat matanya memerah seperi habis menangis. Menangis? Kenapa?

“ Jelaskan padaku Soo jung. Ada apa denganmu dan Kibum?”

End of the pov

Sae na pov

 

“ Jelaskan padaku Soo jung. Ada apa denganmu dan Kibum?” Aku bertanya dengan suara serak karena habis menangis. Aku memang terlalu lemah dan bodoh. Sehingga mereka bisa membodohiku seperti ini.

“ Apa yang kau bicarakan Sae na? Aku dan Kibum hanya berteman.”

Mianhae Soo jung,kau adalah sahabatku,tapi untuk urusan hati,aku terlalu egois untuk mengalah.

“ Aku tidak percaya padamu. Jujurlah Soo jung,kalau kau masih menganggapku sahabatmu.”

“ Aku tahu cepat atau lambat kau harus tahu Sae na.Tapi aku dan Kibum memang tidak mempunyai hubungan khusus. Kami hanya bersahabat,tapi Kibum mempunyai perasaan lebih padaku.”

“ Aku sudah menduganya..”

“ Jangan salah paham dulu,Sae na,aku tidak tahu kalau Kibum mencintaiku,aku lebih nyaman bersahabat dengannya dan aku sudah mengatakan itu padanya.”

“ Aku cemburu melihat kedekatan kalian selama ini. Terserah kalau kau mau mengatakan aku egois,tapi biasakah kau menjauh darinya?” Aku rasa air mataku akan tumpah lagi.

Aku melihat Soo jung terdiam. Aku tahu berat baginya untuk melakukan hal itu.

“ Ne,aku akan menjauhinya jika itu membuatmu tenang.”

End of the pov

Kibum pov

 

            Hari-hari belakangan ini terasa semakin sulit. Aku pikir sejak kejadian terakhir kami bertemu,masalah kami sudah selesai Tapi aku tidak tahu kalau ada masalah baru yang mungkin muncul setelahnya. Seperti saat ini, Soo jung masih menjauhiku tanpa sebab.

“ Kau kenapa?”

Aku menoleh dan melihat ke arah Sae na. Aku salah karena dari tadi aku terus mengacuhkannya.

“ Gwechana.”

“ Aku tahu apa yang membuatmu sedih,aku yang bersalah aku yang meminta Soo jung menjauhimu.”

Mwo? Apa maksudnya? Tapi kenapa Sae na melakukan ini semua?

“ Mwo? Waeyo?”

“ Karena aku tidak bisa membiarkan orang yang aku cintai dekat dengan orang lain. Aku takut kehilanganmu.”

“ Sae na,aku dan Soo jung hanya berteman.” Aku sekuat tenaga menahan emosiku. Yeoja ini membuatku kehilangan kesabaran. Bagaimana mungkin ia bisa membuat Soo jung  menjauhiku.

“ Aku tahu kau mencintainya Kibum. Kau mempunyai perasaan lebih dari sekedar sahabat padanya. Aku kecewa,mati-matian aku berusaha membuatku menoleh padaku tapi kau tidak pernah melakukan itu.”

“ Tapi aku sudah berusaha menjadikannya hanya sebagai sahabat.”

“ Kibum,aku ingin bertanya satu hal padamu..”

Aku menoleh dan menatapnya tajam. Aku tidak tahu apakah aku harus marah atau tidak dengan tindakan kekanak-kanakkannya ini.

“ Apakah kau bahagia bersamanya lebih daripada bersamaku?”

Aku hanya diam.Haruskah aku menjawab jujur? Kalau aku lebih bahagia bersama Soo jung daripada bersamanya?

“ Ne,aku bahagia bersamanya dan bersamamu.”

“Bukan itu yang aku tanyakan. Apakah kau bahagia bersamanya lebih daripada kau bersamaku?”

“ Ne..” Aku tahu ini menyakitinya.Tetapi ia akan lebih sakit kalau aku berbohong.

“Baiklah kalau begitu. Aku akan membiarkanmu bahagia bersamanya.”

End of the pov

 

***

Sae na pov

 

Seegois itukah aku?

Membiarkanmu tetap di sampingku

Walau kutahu hatimu bukan milikku

 

            Apa yang kulakukan? Berusaha menjadi pahlawan cinta? Huh! Kau bodoh Sae na,kau sudah menyakiti dirimu lagi. Aku memang bodoh,sangat bodohh. Aku telah merusak persahabatanku demi cinta. Aku harus meminta maaf pada Soo jung.

Bagaimana perasaanmu saat kau tahu orang yang kau cintai mencintai orang lain? Apalagi orang itu adalah sahabatmu. Sakit? Marah? Kecewa? Semua perasaan itu pasti berkecamuk di dadamu. Sesak sekali rasanya. Aku seperti kehilangan jiwaku.

Kenapa harus Soo jung? Mungkin rasanya tidak akan sesakit ini apabila Kibum jatuh cinta pada orang lain. Sakit itu sudah pasti tapi tidak akan sampai seperti ini rasanya. Sahabatku dan kekasihku. Dua orang yang mejadi bagian penting dalam hatiku.

Tapi setidaknya aku tidak ingin egois. Mempertahankan dia yang jelas-jelas akan bahagia bersama orang lain. Memang menyakitkan melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain. Tap akan jauh lebih menyakitkan jika melihat orang yang kita cintai tidak bahagia bersama kita.

***

          “ Soo jung,mianhae,aku egois.” Aku menundukkan wajahku dalam-dalam.Tidak berani menatap matanya.

“ Aku yang harusnya minta maaf,Sae na,aku menyakitimu.” Soo jung memelukku dan menangis di bahuku.

Sejahat apa aku ini? Selama ini aku tidak pernah melihat Soo jung menangis. Lalu aku adalah orang yang membuatnya menangis sekarang?

“ Aniya,aku sadar kalau cinta tidak bisa dipaksakan.ku akan membiarkan Kibum bahagia bersamamu.”

“ Aku tidak bisa,Sae na.”

“ Waeyo?”

“ Aku tidak mencintainya.”

“ Gwechana,kalau dia tidak bisa bahagia bersamaku ataupun bersamamu,biarkan ia bahagia bersama orang lain.”

 

***FIN***

10 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] Can you learn to love me?

  1. Aaah…keren, saeng.
    Feel-nya dapet banget, apalagi feel-nya Saena. Hadooh, hampir nangis baca FF ini.
    Aku kira endingnya Kibum akan sama Soo-jung, ternyata enggak, ya!?
    Kibum gak sama Saena, gak sama Soo-jung juga.
    Kalo gitu sama aku aja^^ #tarik Kibum #dikeroyok Lockets

    • hahaha jinjja eon?
      padahal bnyk yg bilang ga brasa walaupun aku ngetiknya udah nangis T.T
      ternyata eonni mengerti perasaanku >.<
      woo tidak bisa eon Kibum milikku *Ditimpuk sendal*
      eonni aku kasih Onew aja hahaha :p

  2. Jinjjayo. Bener2 hampir nangis bacanya…
    Hehehe…jangan2 ini kisah nyata, ya? #PLAK! #sotoy
    Eummm…okelah, kalo aku dikasi Onew, Saeng boleh ambil Kibum #lempar Kibum ke saeng

    • jiah hahahhaha eonni tau ajah aku suka ma Key :p
      dan emang Key milikku*dibacok Lockets
      ini kisah nyata? hmmmmm bener c hahahaha ^^
      tapi bukan aku yg ngalamin eon*malah curcol*
      gomawo eon ^^

  3. Keren eon ff nya🙂 *prokprok*
    Eh,tapi knp aku merasa kayak ini cerita nyata ya?😄
    Ayoloh ngaku ini pengalaman pribadi kah?
    Jiah,key dengan aku aja deh pasti bahagia lahir dan batin *plak*😀

    Overall keren eonnie,hwaiting ya!?

  4. keknya aku dah pernah baca ff ini deh😀 tapi lupa dimana kekek

    kerenn.. kibum nyebelin. tapi soojung ama saena mantep deh ^^

  5. susah yaa..terjebak disegitiga bermuda cinta *apadah* geleng2
    cinta gak ada ujung’a mah itu klo bgtu..ckckckck

  6. Eonnie aku nongol ni •⌣•hë•⌣•hë•⌣•hë mian eon baru bertandang jaringan super lelet di dusun -____- eonnie seneng banget jadi peran yang teraniaya kaya di weather or not (ups aku belum baca yang terakhir eon) apa-apa ngalah, apa-apa nangis, (ʃ_⌣̀ )/|

    Ini ff one shot pertama eonnie ya? Daebak eon🙂 brasa eonnie sudah proff banget

    ,,,,,
    ::‧(◦ˆ ⌣ ˆ◦)::‧(y)
    ‎​ SUGOI!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s