[Korean Fanfiction/straight/Mini Drama] Playing With my heart(chapter1)

Title                 : Playing with my heart

Author                        : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating                        : PG13/straight/Mini Drama

Genre                        : Romance/hurt/life/friendship

Cast                : SS501 – Kim Hyungjoon,Heo Youngsaeng

                         SNSD – Tiffany,Jessica

                         Kim Sae na

Disclaimer    : SS501 are belong to God,DSP Entertaiment,and their parents.

                          SNSD are belong to God,SM Entertaiment,and their parents.

                          This fanfic is just for fun. Please don’t sue me. This story are mine.

                          Don’t copy this fanfic without permission from me.

   If you want to take this. Please take with full credit.

Summary             : Aku tidak akan pernah menyangka tujuanmu yang sebenarnya hanya ingin bermain dengan hatiku. Apakah karena aku ini tidak pantas untukmu sehingga kau melakukan ini padaku?

 

Chapter 1

Author pov

Seorang yeoja duduk sendirian di pojok kelas. Menatap sendu pada pemandangan yang terhampar di hadapannya. Pemandangan bahagia,dimana semua orang tertawa.Tersenyum dengan riangnya menyambut kehangatan mentari pagi ini. Tersingkir… tidak ada yang peduli padanya,bahkan untuk sekedar merasakan kehadirannya di sana.

Merasa sendirian dalam komunitas bahagia.Ingin rasanya tidak peduli pada kebahagiaan mereka,ingin rasanya menulikan telinga dari suara tawa yang membuat iri,ingin rasanya membutakan mata dari semua senyuman yang terasa menghina. Karena ia tidak bisa tersenyum. Ia tidak tahu apa yang harus ditertawakan dari kesendiriannya.

Memutuskan untuk bergabung,tapi ternyata hanya cibiran dan dengusan yang didapatkan. Tatapan sinis yang menghujam,secara tidak langsung mengusirnya menjauh dari mereka. Apa yang salah? Seorang manusia yang tidak memiliki cacat secara fisik. Ia bisa melihat,bisa mendengar,bisa berbicara,layaknya manusia normal.

Ia bisa tertawa,menangis,melakukan berbagai ekspresi tanda bahwa ia makhluk yang bernyawa. Hanya saja batinnya menjadi tersiksa. Oleh perilaku penolakan yang dilakukan oleh semua orang terhadapnya. Berusaha sabar menghadapi semuanya,berusaha tabah untuk pergi ke tempat itu setiap harinya. Tempat yang membuatnya menderita.

Membuatnya ingin pergi selamanya dari sana. Tapi seakan ada tangan tak terlihat yang menahannya tetap di sana. Menyaksikan semua pemandangan yang memperdalam luka batinnya. Menggores kalbu,meremukkan jantung,sehingga fisik yang sempurna itu menjadi lemah.

Fisiknya memang sempurna,hanya saja penampilan luarnya buruk. Semua orang memandang jijik padanya. Seolah-olah ia adalah makhluk asing dan membawa virus berbahaya.

Berusaha menjadi sama dengan orang lain. Berusaha merubah apa yang ada. Tapi tidak merubah sikap semua orang padanya. Entah apa yang membuatnya dijauhi. Apakah karena sifatnya yang terlalu pasif? Sehingga orang lain merasa bosan padanya.

Suatu saat ada sebuah tangan terulur. Membantunya berdiri. Menghadapi terpaan penderitaan seakan tidak berujung. Membuatnya bisa tersenyum. Dialah sosok yang bernama sahabat.

“ Annyeong namaku Jessica,kau bisa memanggilku Sica.” Sosok sempurna itu tersenyum. Wajah cantiknya membuat hati yeoja itu tenang. Sebersit rasa takut muncul,apakah orang ini tidak akan menghinanya? Apakah orang itu tulus padanya?

“ Chonun Kim Sae na imnida. Mannaso bangapseumnida.”  Akhirnya yeoja itu bisa tersenyum. Senyum yang tulus terukir di bibirnya. Berharap penuh mendapat perlakuan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Kita sudah seminggu kan masuk di kelas ini? Lalu kenapa kau masih sendirian?” Jessica,sosok yang dianggap malaikat oleh seorang Kim Sae na.

“ Aku belum mempunyai teman.” Jawaban jujur mengalir keluar dari bibirnya. Itulah kenyataan yang dihadapinya.

“ Mulai saat ini kita berteman.Aku akan mengenalkanmu pada teman-temanku.” Jessica menarik tangan Sae na menuju ke arah mejanya. Di sana terdapat dua orang namja yang sedang asik membicarakan sesuatu.

“ Annyeong,aku bawa teman baru.” Jessica menyuruh Sae na duduk di salah satu kursi.

Kedua namja itu memandang Sae na dengan pandangan menilai. Apakah pantas dia bergabung dalam kelompok mereka? Ataukah dia hanya akan menjadi benalu dan sampah yang tidak berarti? Keadaan itu menjadi hening,sampai salah satu dari namja itu mulai berbicara.

“ Annyeong Kim Hyung joon imnida.” Namja itu menunjukkan senyuman.Senyuman yang mampu membuat semua hati para yeoja luluh.

Begitupun dengan Sae na. Tapi ia tidak seheboh yeoja lain. Ia hanya menanggapi senyuman Hyung joon dengan tatapan polos. Seolah tidak tersedot oleh pengaruh pesona yang ditebarkannya. Ia lebih memilih namja yang berada di hadapannya yang masih menatapnya dalam diam. Diam yang menakutkan. Seolah ingin membunuhnya saat itu juga.

“ Chonun Heo Youngsaeng imnida..” Akhirnya ada kata-kata yang keluar dari bibir namja itu. Membuat Sae na semaki tersedot dalam aura dingin yang ditebarkannya. Membuatnya ingin menikmati kedalaman sorot matanya. Ingin menyibak misteri dibalik senyumnya.

“ Nah Sae na mulai saat ini,kami semua temanmu,jangan ragu-ragu untuk bergabung bersama kami.” Jessica merangkul Sae na,berusaha memberikan kehangatan sebagai seorang sahabat pada yeoja itu.

Ingin membuat yeoja itu percaya bahwa apa yang dikatakannya saat ini adalah benar. Ia tidak melemparkan sedikit pun dusta dalam ucapannya,itulah mungkin yang ingin ditegaskannya pada Sae na.

Yeoja polos itu percaya pada semua perkataan Jessica. Bagaikan terhipnotis,ia tidak menaruh sedikitpun rasa curiga pada yeoja ini.

***

Sae na pov

            Aku menyesal masuk ke dunia ini. Dunia yang hanya mampu memberikan air mata untukku. Siapa yang patut disalahkan? Siapa yang membawaku ke dalam neraka  penuh tipu daya  ini?

Diriku bersalah.. Kehadiranku hanya membawa petaka bagi semua orang yang berdiri di sampingku. Mungkin itulah pemikiran semua orang tentangku. Pantas dibuang dan dicampakkan. Semakin aku mengerti apa arti hidupku ini.

Tetapi setelah datang penyelamat,aku merasa matahari mulai menyinari hidupku yang kelam. Memutar kembali jarum kehidupanku yang hampir berhenti berputar.Tanda bahwa aku menyerah pada kehidupan yang semakin memberatkan ini.

Pantaskah aku percaya begitu saja padanya? Apalagi aku tidak mengenalnya. Tetapi hanya dialah harapanku untuk lepas dari kesendirian ini.Aku hanya bisa menggantungkan seluruh hidupku dengan percaya padanya.

Ia mengenalkanku pada teman-temannya. Aku takut mengenai tanggapan mereka padaku. Seperti yang kuduga sebelumnya,mereka hanya diam melihatku. Menilaiku dengan pandangan tajam mereka. Menyakitkan ini semua. Apakah aku tidak pantas?

Salah satu dari kedua namja itu menarik perhatianku. Aku tahu ia sama seali tidak melihat ke arahku. Aura dingin yang dipancarkannya,membuatku ingin sekali mengetahui kedalaman  hatinya. Kenapa ia terasa begitu dingin dan jauh?

Youngsaeng..

Entah mengapa ia terasa begitu berbeda. Walaupun Hyungjoon lebih ramah dan baik daripada Youngsaeng,aku merasa risih dengannya,mungkin aku aneh. Semua yeoja di kelas ini ingin dekat dengannya atau minimal pernah berbicara dengannya.

Tapi yang berhasil dekat dengan Hyungjoon hanya Jessica dan mungkin aku salah satu yang beruntung karena pernah berbicara langsung padanya. Lagipula kami baru 1 minggu di kelas ini. Kelas yang tadinya terasa seperti neraka untukku.Pelangi muncul setelah hujan,mungkin itulah yang kurasakan saat ini.

Mungkin berteman dengan mereka,akan membawaku diterima di kelas ini. Sesuatu yang tadinya menolakku. Membuatku putus asa dan ingin semuanya segera berakhir. Tapi aku sadar ini semua baru dimulai.

End of the pov  

***

Author pov

            “ Ada apa denganmu?”

“ Apanya yang ada apa?” Jessica menjawab pertanyaan dari Hyungjoon tanpa menoleh ke arahnya. Ia sedang sibuk dengan ponselnya.

“ Kenapa kau tumben sekali ingin berteman dengan anak seperti itu? Bukannya kau itu tipe pemilih ya? Dan aku rasa Sae na tidak akan masuk criteria teman untukmu.”

Jessica hanya memberikan senyuman licik pada wajah cantiknya. Membuat Hyungjoon seolah mengerti apa maksud dari yeoja itu sebenarnya.

“ Apa sebenarnya maksudmu?”

“ Tidak ada.. Aku hanya kasihan padanya. Yeoja itu kan tidak mempunyai teman di sini. Apa salahnya kita berteman dengannya?”

“ Aku sudah mengenalmu Jessica,aku tahu bukan itu tujuanmu sebenarnya.”

“ Sudahlah.. Tidak penting kan membahas hal itu?… Baiklah aku beritahu kalau aku hanya ingin mempermainkannya.”

“ Mempermainkan?”

“ Kau tahu lah aku tidak akan mau bergaul dengan anak jelek dan aneh sepertinya.”

***

          “ Boleh aku bercerita sesuatu padamu?”

“ Ada apa? Kau bisa cerita semua hal padaku.” Senyum palsu itu mulai dilemparkan oleh Jessica. Berusaha membuat Saena lebih percaya padanya dan masuk dalam permainan yang telah dibuatnya.

“ Kau tahu tidak kalau Youngsaeng itu orangnya menarik sekali.”

Jessica menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Sae na. Senyuman palsunya berubah menjadi sebuah seringai. Berusaha menunjukkan taring transparannya.

“ Oh ya? Tapi menurutku ia biasa saja. Dia itu orangnya dingin,sulit bergaul dengannya.”

“ Hmm… tapi untukku dia bisa menjadi teman yang baik.”

“ Kau menyukainya?”

Perlahan wajah Saena memerah. Ia hanya tersenyum samar. Jessica bisa menangkap semua gelagatnya dengan jelas.

“ Benar ya?”

“ Molla,aku hanya ingin berteman dengannya. Mungkin itu jauh lebih baik.”

“ Aku akan membantumu untuk mendapatkannya.”

“ Aku tidak ingin mendapatkannya. Hanya teman,aku rasa itu sudah cukup.”

“ Kau tenang saja. Serahkan semuanya padaku..” Jessica merangkul Saena dan memberikan senyuman persahabatan. Tanda ia benar-benar ingin membantu dnegan tulus. Saena percaya sepenuhnya pada Jessica,ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

***

          “ Kenapa kau ada di sini?”

“ Ahhh itu.. euhmm..” Saena kesulitan menjawab pertanyaan Youngsaeng.Youngsaeng menatapnya dengan tatapan dingin. Saena merasa takut dengan tatapan yang keluar dari dua bola mata itu.

“ Bukankah ini tempat duduk Hyung joon? Lalu kenapa kau yang duduk di sini?”

“ Aku yang menyuruhnya.” Youngsaeng menoleh ke arah Jessica yang sedang berjalan ke arah mereka.

“ Bisa kita bicara sebentar..” Youngsaeng menarik tangan Jessica dan membawanya keluar kelas. Saena hanya menatap kedua orang itu dengan pandangan bingung.

“ Kenapa dia duduk di sebelahku?”

“ Aku yang mengaturnya.”

“ Aku tahu kau ingin bermain-main dengan yeoja itu. Tapi jangan bawa-bawa aku dalam rencana yang bahkan aku tidak tahu.”

“ Kau hanya harus mengikuti permainanku saja,Youngsaeng..”

“ Apa yang kau rencanakan sebenarnya?”

“ Bisakah kau dekati dia?”

“ Dekati? Untuk apa?” ada nada kaget dalam suara Youngsaeng. Jessica hanya tenang menanggapi sahabatnya yang keheranan.

“ Dia menyukaimu.”

“ Lalu? Bahkan aku baru mengenalnya.”

“ Aku tidak benar-benar menyuruhmu untuk menjadikannya yeojachingumu. Aku hanya ingin kau berpura-pura suka padanya,lalu kita jadikan ini hanya sebagai lelucon saja. Tidak serius. Kau tahu maksudku kan?”

“ Aku tahu,tapi untuk apa mempermainkan orang lain?”

“ Aku tidak suka padanya,ia tidak pantas berada dalam kelas ini. Ia terlalu pendiam dan polos,aku tidak suka ekspresi wajahnya yang terlalu memelas itu. Memuakkan sekali yeoja itu.”

“ Lalu maksudmu melakukan semua ini apa? Kau hanya membuang-buang energimu jika kau ingin bermain dengannya.”

“ Kenapa kau jadi marah? Kau tidak suka padanya kan?”

“ Memang aku tidak suka padanya,tapi bukan berarti kau bisa bermain seenaknya dengan perasaan yeoja itu. Kau tidak punya hati?”

“ Jadi apa maumu?” Jessica mulai emosi dengan perkataan Youngsaeng yang agak keterlaluan baginya.

“ Aku tidak mau mendekati yeoja itu hanya untuk bermain-main. Kalaupun aku tidak menyukainya sebagai kekasih,aku bisa berteman dengannya.”

“ Munafik sekali kau,Heo Youngsaeng..”

“ Carilah orang lain untuk menjalankan rencanamu itu. Tapi sekali lagi aku tegaskan padamu. Bukan aku orangnya.”

***

          “ Kenapa wajahmu muram begitu?” Hyungjoon menghentikan aktivitasnya menggoda para yeoja begitu melihat Jessica menghempaskan tubuhnya dnegan kasar di bangku miliknya.

“ Aku tidak mengerti jalan pikiran Youngsaeng.”

“ Kenapa dia?”

“ Dia tidak mau membantuku.”

“ Aku tidak heran jika ia tidak mau membantumu. Dia kan memang seperti itu. Kau tahu itu kan? Dia memang terlalu serius dan mungkin dia tidak cocok untuk menjalankan rencanamu itu.”

“ Lalu bagaimana? Aku malas harus melibatkan orang luar. Apalagi jelas-jelas Saena menyukai Youngsaeng.”

“ Yeoja itu menyukai Youngsaeng? Hahahahahhaahahah…. dia memilih patung es.”

“ Jadi kurasa cukup sulit untuk melibatkan pihak luar.”

“ Bagaimana kalau aku saja?”

“ Kau?”

“ Aku yakin bisa menaklukan yeoja itu,kau tenang saja.”

“ Tapi aku rasa sulit..”

“ Yeoja mana yang tidak menyukaiku sica? Semuanya tergila-gila padaku.”

“ Semua?”

“ Baiklah..baik.. kecuali Sae na.”

***

          “Sica,kau berniat mengenalkanmu pada sahabatmu tidak?”

“ Yang mana? Youngsaeng dan Hyungjoon maksudmu?”

“ Hanya Hyungjoon..” Wajah Tiffany menjadi semerah tomat saat ia mengatakan hal itu. Membuat Jessica mengerti maksud sahabatnya itu.

“ Memangnya kau menyukai dia?”

“ Kau taulah.. Dia itu sangat mempesona..”

“ Baiklah aku akan membuat kau dekat dengannya. Hanya saja tidak sekarang,mungkin nanti ya?”

“ Memangnya kenapa?”

“ Aku ada rencana dengannya.. Rencana apa?”

“ Annyeong yeoja-yeoja cantik.” Hyungjoon muncul bersama Youngsaeng. Dan hal itu sukses membuat Tiffany memberikan senyuman termanisnya pada Namja itu.

“ Annyeong..”

“ Apa yang sedang kalian bicarakan?” Hyungjoon memasang tampang penasaran.

“ Ayolahh kau sudah tahu kan?”

“ Tahu apa?” Tiffany mulai penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh namja itu. Sedangkan Youngsaeng merasa tidak tertarik sama sekali oleh rencana apapun yang akan dibuat oleh dua sahabatnya itu.

“ Aku baru saja akan memberitahu Tiffany soal rencana kita.”

“ Ohhh rencana yang kau bilang tadi ya? Memangnya ada apa? Apa yang kalian rencanakan?”

“ Di kelasku ada anak aneh yang ya kau tahu aku tidak menyukai tipe yeoja seperti itu. Kami ingin mempermainkan perasaannya.”

“ Bagaimana caranya?”

End of the pov

Sae na pov

Kemana Jessica pergi? Kenapa ia tidak menungguku seperti biasa?

Aku melangkahkan kakiku di koridor sekolah yang ramai karena jam pulang sekolah. Aku tidak berhasil menemukan mereka. Mungkin mereka ada urusan penting dan tidak ingin mengajakku.

Bukankah itu mereka?

Aku melihat Jessica,Youngsaeng,Hyungjoon dan satu yeoja yang tidak kukenal sedang membicarakan sesuatu. Aku ingin mendekati mereka,tapi aku ragu-ragu karena aku belum terlalu dekat dengan mereka. Aku tidak mau mereka mengira aku terlalu ingin menyampuri urusan orang lain.

Jujur saja aku penasaran sekali dengan apa yang mereka bicarakan. Aku tahu ini perbuataan tidak sopan. Menguping pembicaraan orang lain. Aku yakin sekali mereka akan marah padaku saat tahu aku menguping. Tapi aku penasaran sekali.

Ahh tidakk..

Aku tidak mau mengecewakan teman-teman baruku. Mungkin itu rahasia yang tidak boleh kuketahui. Apalagi aku baru mengenal mereka. Aku berusaha menundukkan kepalaku saat melewati mereka. Aku akan berpura-pura tidak tahu saat melewatinya. Mungkin itu lebih baik daripada menyapa mereka. Atau mungkin mereka akan terganggu.

“ Di kelasku ada anak aneh yang ya kau tahu aku tidak menyukai tipe yeoja seperti itu. Kami ingin mempermainkan perasaannya.”

Anak aneh?

Siapa yang dimaksud Jessica sebagai anak aneh? Di kelas kami tidak ada anak yang lebih aneh disbanding aku. Makanya mereka mengucilkanku. Itulah alasan mereka,karena aku aneh. Aku pantas dibuang dan bergaul denganku hanya akan membuat mereka disebut sebagai aneh juga. Mungkin itulah pemikiran mereka tentangku.

Lalu apa yang dimaksud Jessica adalah aku? Mengapa mereka membicarakanku? Tadi kalau aku tidak salah dengar. Mereka ingin mempermainkan perasaan anak aneh itu. Apa maksudnya mereka akan bermain dengan perasaanku?

Lalu aku mendengar suara yeoja yang aku tidak tahu namanya,menanggapi perkataan Jessica. Aku berharap kalau anak aneh itu bukan aku. Apa yang mereka maksudkan?

“ Bagaimana caranya?”

Cara? Cara apa? Cara untuk bermain-main dengan anak aneh itu? Apa anak yang mereka maksud benar-benar aku?

Aku semakin melambatkan langkahku untuk mendengarkan perkataan mereka. Sungguh aku penasaran dengan yeoja yang mereka maksud.

“ Bagaimana kalau aku meminta Sae na menjadi yeojachinguku?”

***

To Be Continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s