[Korean Fanfiction/Straight/Series]Love scandal (chapter 2)

Title : Love scandal

Author : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating : PG 13/straight/Series/On writing

Genre : comedy/romance/friendship

Cast:

Kim Sae na

Jung Yue Lee

Park Hye soo

All member SHINee

Tvxq –  Jung Yun ho

SNSD – Jessica, Tiffany , Seohyun

Length  : Chapter 2/?

Disclaimer : SNSD,TVXQ,and SHINee are belong to SM entertaiment and their parents.I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue me.Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this,please take with full credit.

Chapter 2

“ Annyeong.” Sapa Yue lee saat memasuki kelas.

Sae na dan Hye soo yang sedang asyik membaca buku menoleh pada Yue lee yang baru datang. Mereka memang tidak berangkat bersama Yue lee karena tadi pagi Yue lee tidak bisa bangun. Semalam ia pulang larut sekali.

Sae na menangkap sesuatu yang dipakai Yue lee.

 

Kalung? Sejak kapan Yue lee memakai kalung?

 

“Yue lee,kalungmu bagus sekali. Beli di mana?” tanya Sae na penasaran.

“ Ohh ini. Hahahaha. Kalung ini aku temukan kemarin saat berjalan-jalan. Bagus ya.” Kata Yue lee sambil memainkan kalung itu.

Hye soo memandang ke arah Yue lee.

“ Waw bagus sekali!” teriak Hye soo keras. Karena teriakan Hye soo itu,seluruh penghuni kelas menoleh ke arah Yue lee dan mereka pun mengagumi kalung milik Yue lee itu.

Yue lee merasa tersanjung karena biasanya ia dikenal dengan prestasi yang bagus. Namun karena memakai kalung ini, ia menjadi pusat perhatian.

“Eh ayo duduk semua. Seongsaenim udah dateng tuh.” Teriak salah satu dari mereka sambil menunjuk pintu kelas.

Secepat kilat anak-anak berlari ke bangkunya masing-masing dan kehebohan pagi itu berakhir dengan dimulainya pelajaran.

 

 

“Halus,detailnya sempurna.” Gumam Hye soo sambil memperhatikan baik-baik detail kalung itu.

“ Sudahlah. Nanti kau malah iri.”kata Yue lee sambil tertawa.

Hye soo masih terus memperhatikan kalung itu. Ia mencoba mencari keunikan kalung itu. Ia menemukan sebuah tombol tersembunyi di dekat kaki beruang kecil itu. Memang kalau tidak teliti, tombol itu hanya seperti hiasan biasa.

“ Yaa huruf f ? Apa maksudnya ini?” seru Hye soo kagum. Teriakan Hye soo membuat Sae na dan Yue lee yang sedang asyik ngobrol menghentikan kegiatan mereka dan menatap ke sesuatu yang ditunjuk Hye soo lekat-lekat.

“ Mana?” tanya Yue lee yang penasaran.

Hye soo menunjukkan bagian dalam liontin itu di sisi dalam liontin itu terdapat huruf f yang terukir sederhana namun cantik.

“Mungkin saja ini barang yang istimewa bagi pemiliknya.” Seru Sae na setelah memperhatikan huruf f itu.

“ Mungkin juga. Tapi aku tidak tahu siapa pemiliknya.Bagaimana kita mengembalikan liontin ini?” seru Yue lee bingung.

“Hmm.Yasudahlah untuk sementara kau pakai saju dulu. Anggap saja rejeki.”

 

***

          “Annyeong.Apa akau mengganggumu?” sapa Jessica.

Key yang sedari tadi hanya mengutak-atik hpnya pun menoleh ke arah Jessica yang sudah duduk disampingnya.

“ Oh annyeong noona.Kau tidak mengganggu kok. Kebetulan aku juga sedang istirahat.” Kata Key sambil tersenyum hangat ke arah Jessica.

“ Key maukah kau membantuku?”

Key mengerutkan keningnya. Bantuan? Untuk seorang Jessica? Apa yang bisa ia lakukan. Walaupun dalam hati Key mengakui dirinya senang dapat membantu Jessica.

“Adaapa noona? “

“Ajari aku koreografi ya?”

 

***

          Seohyun sedang mencari-cari sesuatu di tasnya ketika ia menemukan sehelaisuratyang terdapat diantara tumpukan barang-barangnya. Seohyun langsung menyadarisuratitu dari Minho. Tetapi bagaimana ia melakukannya? Jangan-jangan ada yang melihat saat ia memasukkansuratitu ke dalam tas Seohyun.

Dengan perasaan senang bercampur was-was Seohyun membuka lipatan kertas kecil berwarna pink itu.

 

Temui aku di taman nanti jam 9 malam

 

Saranghaeyo

Minho

 

Seohyun tersenyum saat membaca kertas itu.Kira-kira apa yang akan dilakukan Minho untuknnya.Minhomemang dingin dan cool di luar tetapi dia lembut dan manis. Karena itulah Seohyun menyukai Minho.

 

Minho duduk dengan gelisah di bangkunya. Sudah hampir jam 9 malam. Seohyun belum juga datang. Tetapi kegelisahannya sirna saat dilihatnya Seohyun berlari mendekatinya. Ia memakai mantel tebal berwarna hitam dan kacamata hitam,rambut panjangnya yang indah dibiarkan tergerai hampir menutupi sebagian wajahnya.

Minho ingin tertawa melihat penampilan Seohyun. Jelas saja mantel tebal yang ia gunakankanuntuk musim dingin walaupun dari modelnya tidak menunjukkan itu digunakan di musim dingin. Tapi Minho pernah melihat Seohyun memakainya di musim dingin. Lagipula sekarang masih musim panas. Namu sebisa mungkin ditahannya rasa geli diperutnya. Ia takut Seohyun akan marah padanya.

“ Jadi mengapa kau memanggilku ke sini?”

“ Memangnya tidak boleh bertemu kekasih sendiri?” tanya Minho sambil merangkul Seohyun.

“Aishh Minho-ah,kau tahu aku ke sini mengendap-endap seperti pencuri tahu. Di saat yang lain sedang asyik main. Kalau ketahuan aku menemuimu secara diam-diam lagi. Maka habislah aku.” Ucap Seohyun berapi-api.

Minho tertawa mendengarnya. Ia lebih beruntung dari Seohyun,sepulang latihan tadi teman-temannya langsung tidur. Mungkin karena kelelahan. Jadi ia bisa bebas pergi. Walalupun harus tetap berhati-hati.

“Ini untukmu.” Minho menyerahkan sebiah kotak berwarna biru tua. Seohyun menerimanya dengan perasaan campur aduk. Antara senang dan bingung.

Di bukanya kotak itu perlahan. Dan aahh Seohyun kaget bukan main.

 

Sebuah gelang berwarna perak yang sangat cantik. Terdapat dua di situ. Motifnya sederhana.

 

Melihat Seohyun tidak juga mengalihkan pandangannya dari kotak itu. Minho menjadi heran. Apakah Seohyun tidak suka pada hadiah yang dia berikan?

“ Waeyo chagiya?”

“Oh Gwecana. Bagus sekali. Kenapa ada dua?”

Minhomenjentikan jarinya di atas hidung Seohyun dengan gemas. Yang membuat Seohyun mendelik marah.

“ Untuk kita berdua dong.”

“ Bagaimana kalau mereka tahu kita memakai gelang yang sama.”

“ Siapa bilang gelang ini sama?”

Seohyun menatap Minho lekat-lekat. Bingung. Bukankah gelang ini sama?

“Sekilas ini memang terlihat sama. Tapi perhatikanlah modelnya berbeda.”

Seohyun kembali mengalihkan pandangannya pada kotak itu. Dan menemukan perkataan Minho ada benarnya.

“ Aku benar-benar tersanjung Minho.” Kata Seohyun sambil tersenyum. Manis seperti biasanya.

Minho hanya tertawa pelan lalu diraihnya salah satu dari kedua gelang itu dan memakaikannya di tangan Seohyun.

“ Sekarang giliranmu.”

Seohyun melakukan hal yang sama seperti yang Minho lakukan.

Aku tidak ingin semua ini berakhir

Tapi mungkinkah ?   

***

          “ Ke mana sih benda itu?” seru Tae min putus asa.

Sudah hampir dua jam ia mengobrak-abrik kamarnya. Isi lemari berserakan di lantai. Semua benda sudah tidak teratur berada di tempatnya.

“Hei Tae min apakah ada angin topan melanda kamarmu?”

“Hyung apa yang kau lakukan di kamarku?” seru Tae min kaget melihat Jonghyun yang tiba-tiba masuk ke kamarnya.

“Dari dua jam yang lalu.Kau tidak keluar kamar. Aku pikir kau kenapa-napa tahu.”

“Aku sedang mencari sesuatu yang berharga.”

“Apa itu?”

“Tapi jangan bilang siapa-siapa ya hyung.”

“Astaga kau ini.Main rahasiaan segala.Benda apa sih yang kau cari?”

“Sebuah kalung.”

Jonghyun tertegun sejenak. Kemudian meledaklah tawanya. Tae min yang melihat Jonghyun tertawa langsung cemberut. Melihat perubahan ekspresi Tae min,Jonghyun langsung berhenti tertawa dan menormalkan kembali suaranya.

“Kalung ? Seberapa berartinya kalung itu? Kaukanbisa beli lagi.”

“ Ya hyung kalung itu sangat berarti bagiku.”

“Waeyo?”

“Rahasia dong.”

“Ahh kau ini masa sama hyungmu ini main rahasia-rahasiaan.”

“Belum saatnya hyung tahu.”

“Baiklah baik.Seperti apa bentuk kalung itu?
Tae min pun menjelaskan bentuk kalung yang dicarinya. Mereka pun mencari kalung itu. Sebenarnya Tae min merasa was-was takut Jonghyun hyung curiga padanya. Kalung itu memang berarti baginya. Lebih dari hidupnya. Kalung itu akan diberikannya pada seseorang. Seseorang yang membuat hidupnya berarti.

 

***

          “ Aku akan pulang keKorea.”

Onew membulatkan matanya. Tidak percaya. Akhirnya seseorang yang ditunggunya akan pulang dariKorea.

“ Hyung benarkah itu?” tanya Onew tak percaya.

“Ne.” jawab Yunho mantap. Setelah satu tahun debut di Amerika akhirnya dia bisa pulang. Dia sudah rindu sekali rumahnya,suasanakotaSeoul, dan tentu saja makanannya.

“ Kapan?”

“Hmm masih agak lama sih. 3 minggu lagi.”

“ Yah lama sekali..” desah Onew kecewa.  Tadinya ia pikir Yunho hyung akan pulang besok atau lusa. Ternyata masih tiga minggu lagi.

“ Ya onew jangan kecewa begitu. Tiga minggu tidak lama kok.” Kata Yunho sambil setengah tertawa.

“ Tidak lama dari mana? Itu lama sekali tahu.”

“ Sudahlah lewati saja harimu seperti biasa. Nanti juga tidak terasa sudah tiga minggu.”

“Baiklah hyung. Jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak ya.”

“ Hahahaha.Kau ini. Lihat saja nanti.”

***

          “Eh ke mana nih kita? “ Kata Sae na ketika mereka sudah selesai mengikuti kelas yang terakhir.

“Ke mana saja.” Kata Yue lee sambil masih memainkan Hpnya.

“Ke K-pop collection yuk. Aku mau beli kaos nih.” Kata Hye soo bersemangat.

“ Mau beli kaos apa sih? “ tanya Sae na penasaran.

“ Jonghyun dong.”

“Ya sudah ayo. Aku juga mau lihat-lihat kali aja ada barang yang menarik.” Kata Yue lee sambil membetulkan letak kacamatanya.

 

“Annyeong eonni ada barang yang baru tidak?” sapa Sae na begitu memasuki K-pop collection langganan mereka.

“Kebetulan sekali.Ada tuh di ujungsana.”

“Wahh. Kami kesanadulu ya eonni.” Kata Hye soo sambil menuju rak yang di maksud Hyo ree eonni,penjaga sekaligus pemilik toko kecil namun bernuansa nyaman ini.”

          Sae na menyusuri setiap rak yang ada di bagian ujung toko tersebut. Mencari-cari barang yang hendak di belinya.

“ Eh yang ini bagus tidak?” Hye soo berteriak dari rak di sebrang rak tempat Sae na berdiri. Sae na dan Yue lee menghampiri Hye soo dan memperhatikan bros bunga matahari yang di pegangnya.

“ Bagus.Tapi heiii ini sangat mirip seperi punya Cheo Jinkan?” kata Sae na.

“ Iya benar-benar mirip.”kata Yue lee sambil memperhatikan bros itu leka-lekat.

“ Kau beruntung. Bros itu hanya di kirim tiga buah. Mungkin karena Cheo Jin tidak akan suka barang-barang milikya ditiru.Apalagi yang memberikan itukanJonghyun kekasihnya.”kata Hyo ree eonni yang ternyata sudah berdiri di belakag mereka.

“Ahh iya. Aku jadi ingat bahwa bros ini diberikan Jonghyun pada Cheo jin. Coba diberikan padaku.” Kata Hye soo sedih.

“Tidak apalah. Siapa tahu setelah kau memakai itu. Jonghyun langsung jatuh cinta padamu.” Kata Sae na sambil tertawa.

“Sudahlah aku beli saja.” Ucap Hye soo sambil membawa bros itu ke kasir.

***

 To Be Continued


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s