[Korean Fanfiction/Straight/Series] Wasurenaide (chapter1)

Title : Wasurenaide

Author : Deviyana cassiopeia a.k.a Yunnie_Dv a.k.a Kim Sae na

Rating : PG 13

Genre : Straight/On writing

Cast :

Kim Chae eun

Lee Jang mi

Kim Sae na

All member TVXQ

dislaimer : Tvxq are belong to SM entertaiment and their parents

I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun

Please don’t sue me.

Chapter 1

“ Yaaa,mau sampai kapan kau tidur?” Jang mi membuka jendela kamar Sae na. Sae na yang masih berada di alam mimpi segera terbangun karena sinar matahari yang menyilaukan matanya dan teriakan Jang mi yang membuat telinganya menjadi sakit.

“ Ne. Aku bangun,bisa tidak sih kau tidak usah teriak-teriak seperti itu?” Sae na bangun dari tempat tidur dan melirik jam weker di samping tempat tidurnya.

          “ MWO?? Sudah jam setengah sepuluh. Aishhh aku akan terlambat nih.”

“ Kalau begitu sampai nanti. Aku berangkat dulu ya. Annyeong.” Jang mi meninggalkan Sae na yang masih membereskan tasnya berusaha memasukkan buku-bukunya secepat mungkin.

“ Ini semua gara-gara aku nonton drama di televisi sampai malam nih.” Sae na segera menyambar handuknya dan berlari ke kamar mandi.

Sia-sia sudah usaha Sae na, sesampainya di kampus kelasnya sudah dimulai. Tidak mungkin ia bisa masuk, Dosen yang sedang mengajar di kelasnya terkenal galak dan sangat disiplin. Sae na melangkah gontai menuju kantin. Perutnya terasa lapar karena tadi ia belum sarapan.

“ Yaa,kau bolos ya?” Changmin menepuk pundak Sae na.

Sae na terbatuk-batuk dengan heboh karena tersedak jus semangka yang sedang diminumnya.

“ Beraninya kau.” Sae na memukul lengan Changmin.

“ Ampun. Aku tidak akan mengulanginya deh. Aku mohon hentikan Sae na.”

“ Nah rasakan kau ya.” Sae na menaruh kembali buku yang tadi dipakainya untuk memukuli Chang min.

“ Kau tidak masuk kelas?” Chang min duduk di sebelah Sae na dan meletakkan piring berisi kentang goreng di meja.

“ Telat… Mana dosennya galak lagi.”

“ Hahahahaha kau sih. Makanya jangan nonton drama sampai larut malem. Jadi telat kau sekarang.”

Sae na hanya diam. Pikirannya terpaku pada kejadian 2 tahun yang lalu.

          “ Kau yakin akan pergi ke Seoul? Tapi untuk apa? Kau kan bisa kuliah di sini.”

Sae na hanya diam saat ommanya bersikeras melarangnya kuliah di Seoul.

          “ Omma, appa. Aku kan sudah berusaha mendapatkan beasiswa untuk kuliah di sana. Masa harus ku buang begitu saja sih?”

          “ Sudahlah,kalau memang Sae na ingin kuliah di sana biarkan saja.” Appanya mulai angkat bicara. Setelah dari tadi ommanya terus membujuknya untuk menghentikan keinginannya.

          “ Tapi, di mana ia akan tinggal? Kita tidak mempunyai saudara yang tinggal Di Seoul.”

          “ Aku akan tinggal di apartemen bersama Jang mi.Kami kan sudah mencari apartemen untuk tempat tinggal kami nanti.”

          “ Omma dan Appa ijinkan kau pergi tapi berjanjilah untuk sering megirim kabar kepada kami.”

          “ Ne. Ghamsahamnida Omma. Ghamsahamnida appa.”

 

Ia memang ingin melanjutkan kuliah diSeoul. Selain itu ia pergi karena menghindari perjodohannya dengan Chang min. Sejak kecil ommanya sudah terobsesi untuk menjodohkannya dengan Chang min. Namun usahanya menghindar tidak cukup berhasil karena Chang min menyusulnya keSeoul. Namun tujuan utamanya datang keSeouladalah karena…

Tiba-tiba Sae na melihat Jang mi keluar dari kelas. Sae na melirik jam tangannya. Jam sebelas. Tidak terasa sudah setengah jam ia bengong di situ.

“ Yaa itu Jang mi. Chang min,aku pergi dulu ya. Annyeong.” Sae na membereskan buku-bukunya dan memasukkannya ke dalam tas dan meninggalkan Chang min yang memandang kepergian Sae na dengan tidak rela.

 

Aku akan tetap mencintaimu, Sae na. Walaupun kau tidak pernah mencintaiku…

 

***

          “ Chagiya, kau mengertikan? Aku ada urusan penting, aku janji akan menemanimu belanja. Hanya setengah jam kok. Kau maukanmenungguku?” Yun ho berusaha menyamakan langkahnya dengan langkah Chae eun yang semakin cepat.

“ Urus saja lah urusanmu.” Chae eun malah semakin ngambek dan berjalan cepat hampir berlari.

“ Aku janji habis ini aku akan menemani ke mana pun kau pergi.”

Chae eun menghentikan langkahnya dan menatap Yun ho. Yun ho tersenyum dan matanya berbinar-binar lucu. Chae eun memang tidak bisa berlama-lama marah dengan Yun ho.

“ Ne. Nanti setelah selesai hubungi aku ya.”

“ Pasti,chagiya.”

 

Chae eun melangkah di koridor kampus yang sepi. Ia sudah menunggu Yun ho selama setengah jam di taman namun Yun ho belum muncul juga. Pasti ia ngaret lagi. Chae eun tertarik dengan pintu ruang music yang sedikit terbuka. Chae eun melangkah masuk ke dalamnya. Dan mendapati seseorang yang sedang memainkan jari-jarinya di atas piano. Chae eun terpesona dan diam menikmati setiap detik lagu itu.

Jaejoong menghentikan permainan pianonya,ia merasa ada seseorang yang memperhatikannya.Ia menoleh ke belakang dan mendapati Chae eun sedang melihat ke arahnya. Seulas senyum tercetak di bibir Chae eun.

“ Annyeong, jega Kim Chae eun imnida. Aku suka permainan pianomu.”

“ Annyeong.Ghamsahamnida. Tapi bisakah kau keluar,aku tidak suka diganggu saat sedang bermain.”

Senyum di bibir Chae eun perlahan menghilang digantikan dengan kerutan di dahinya.

Sombong sekali dia.

“ Ne. Aku keluar. Mianhae telah menganggumu. Mannaso pangawoyo.”

Jae joong tidak membalas perkataan Chae eun, ia kembali melanjutkan permainan pianonya yang tertunda.Chae eun keluar dengan perasaan dongkol.

 

“ Chagiya, kau di sini? Aku mencarimu ke mana-mana tahu.” Yun ho memeluk Chae eun dari belakang.

“ Yaa, mian tadi aku bosan menunggumu di taman. Makanya aku ke sini.” Chae eun berusaha tersenyum semanis mungkin ke arah Yun ho. Walaupun hatinya masih kesal dengan perlakuan cowok tadi.

“ Gwechana. Ayo sekarang kita pergi ke mana?”

“ Oh ya, aku punya sesuatu untukmu.” Chae eun mengeluarkan selembar brosur berwarna dari tasnya.

Yun ho melihat brosur itu,lalu sejurus kemudian wajahnya menjadi pucat pasi.

“ Chagiya, waeyo?”

“ Euhmm,Chae eun,kau yakin mau mengikuti lomba pemilihan putri dan pangeran kampus?” Yun ho bertanya takut-takut kepada Chae eun dan berharap Chae eun tertawa dan mengatakan ia hanya bercanda.

“ Ne. Aku serius,Yun ho-ah,aku ingin sekali menang,kanaku bisa jadi lebih popular dibanding sekarang.”

Yun ho bengong,ia tidak bisa membayangkan dirinya akan ikut acara membosankan seperti itu. Lebih baik ikutan acara uji nyali deh daripada harus ikut acara seperti itu.

“ Kau maukanYun ho?”

“ Ehh. Kau saja deh yang ikut. Aku tidak usah.” Yun ho berusah menghindari tatapan mata Chae eun.

“ Kaukansudah janji akan memenuhi semua permintaanku?”

“ Ne. Tapi…”

“ Sudahlah,besok kita daftar.”

Yun ho hanya mengangguk dan tersenyum dengan terpaksa.

“ Nah ayo kita belanja sekarang.” Chae eun menggandeng tangan Yun ho dan setengah menyeretnya menju tempat parkir.

Yun ho hanya bisa pasrah dan berdoa semoga hari itu tidak terjadi. Pemilihan pageran dan putri kampus itu akan diadakan tiga minggu lagi bertepatan dengan ulang tahun kampus mereka. Selama kurun waktu tiga minggu Yun ho harus mencari cara untuk menghindari acara itu

 

***

 

Sae na dan Jang mi baru saja keluar dari supermarket yang terdapat di mall yang tidak jauh dari kampus mereka. Tangan mereka penuh dengan kantong belanjaan.

“ Jang mi,masih ada yang perlu dibeli tidak sih? Tanganku sudah lelah nih.” Sae na meletakkan barang belanjaannya dilantai. Sedangkan Jang mi masih asyik memilih-milih komik.

“Ne. Sebentar lagi kok. Aku mau beli manga nih sudah dua bulan aku ketinggalan seri dari komik ini tahu. Sekarang saatnya untuk memuaskan diriku.”

“ Yaa,cepatlah nanti keburu malam dan kita tidak bisa dapat bus untuk pulang.”

“ Ini sudah kok.”

Jang mi dan Saena berjalan dengan susah payah dengan dua kantong belanjaan di tangan kiri dan kanan.

“ Ayaaaa. Hati-hati dong.” Chae eun mengaduhkesakitan di lantai. Sedangkan Sae na masih memunguti belanjaan yang berceceran dari kantongnya.

“ Chagiya,gwechanayo?” Yun ho membantu Chae eun berdiri.

“ Mianhaeyo Chae eun sunbae. Aku tidak sengaja.”Sae na membungkukan badannya.

Chae eun segera pergi darisanadengan tatapan kesal dan marah. Yun ho segera berlari menyusulnya. Sae na menatap kepergian mereka dengan takut.

“ Ahh, kaukantidak salah. Mengapa jadi kau yang meminta maaf ?”

“ Ahh sudahlah, Chae eun sunbae memang begitu seperti kau tidak kenal dia saja.”

“ Tapi bukan berarti dia bisa seenaknya dong.”

“ Gwechana. Ayo kita pulang.”

 

***

 

“ Hari ini kau datang agak terlambat ,Jang mi.”

“Ne,ahjuma,mianhae tadi aku pergi dengan temanku.Aku mau langsung menemui Yoochun dulu ya.”

“ Temui dia.Aku yakin dia sudah menunggumu sejak tadi.”

Jang mi berjalan menuju kamar Yoochun yang terletak di lantai atas.Ia mengetuk pintu kamar Yoochun dan membukanya perlahan. Ia melihat Yoochun sedang duduk dan memainkan piano.

“ Annyeong. Kau sedang apa, chunnie?” Jang mi tersenyum dan berjalan ke arah Yoochun.

“ Annyeong,Jang mi. Aku sedang mencoba menciptakan lagu lagi. Kau bilang dulu aku suka menciptakan lagu.”

“ Ne,kau pianis yang hebat. Kau sering memainkan lagu-lagu untukku dulu. Kita adalah pasangan paling romantis.”

Yoochun tersenyum menanggapi perkataan Jiang mi. Sudah satu tahun berlalu dan ia masih belum bisa mengingat apa-apa. Untungnya Jiang mi setia dan berusaha membantunya mengingat kembali siapa dirinya. Setiap minggu Jiang mi datang dan bercerita padanya mengenai masa lalunya atau hanya sekedar menemaninya jalan-jalan.

“ Jadi,hari ini kau punya cerita apa untukku?”

***

To Be Continued

2 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Series] Wasurenaide (chapter1)

  1. annnyooong….
    saya reader baru disini…
    aku demen baca plus bigfans nya DBSK/JYJ ^^
    paling demen ff nya DBSK,
    mohon baca ff nya ya thor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s