[Korean Fanfiction/Straight/Series] Love Scandal (chapter 4)

Title : Love scandal

Author : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating : PG 13/straight/Series/On writing

Genre : comedy/romance/friendship

Cast:

Kim Sae na

Jung Yue Lee

Park Hye soo

All member SHINee

Tvxq –  Jung Yun ho

SNSD – Jessica, Tiffany , Seohyun

Length  : Chapter 4/?

Disclaimer : SNSD,TVXQ,and SHINee are belong to SM entertaiment and their parents.I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue me.Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this,please take with full credit.

Chapter 4

“Yaa! kenapa wajahmu murung begitu?” kata Hyo ree heran karena dari awal konser hingga sekarang,saat mereka sedang menunggu pintu ruang itu dibuka, Sae na terlihat lesu dan seperti patung.

“Gwechana eonni,hanya sedikit pusing.” Kata Sae na. Hatinya sangat takut. Apalagi ia harus menemui Minho untuk meminta tanda tangannya di atas Poster milik Yue lee. Kalau yang lain tidak akan menjadi masalah. Kalau Minho? Ingin  rasanya Sae na tidak bertemu pria itu selamanya. Namu tadi Minho mengatakan urusan mereka belum selesai. Mau apa lagi dia? Rasa kagum Sae na terhadap Minho langsung menguap entah ke mana. Dulu ia mengaggap Minho cool,keren,dan sangat menarik. Walaupun yang ia suka adalah Key.

“Semoga saja mereka tidak sibuk lagi.” Kata Hye roo eonni sambil berusaha melihat ke depan. Pandangan matanya memang terhalang dengan ratusan orang lain didepannya.

Sae na memang mengarang alasan mereka sedang sibuk jadi tidak bisa diganggu sehingga ia tidak jadi meminta tanda tangan mereka tadi. Padahal kenyataannya ia malah mendapat masalah yang sangat sulit seperti ini.

“Eh sudah dibuka pintunya. Kajja…”Hyo ree eonni menarik tangan Sae na yang masih melamun.

“ Kau antri di bagian Key dulu saja. Sebelahnya kan Minho jadi bisa langsung. Aku mau ke Onew dulu ahh.” Kata Hyo ree eonni sambil berlari ke arah antrian sang leader.

Sae na berjalan lunglai ke arah barisan Fans Key. Rasanya ia sudah tidak semangat lagi,namun inilah impiannya selama bertahun-tahun. Masa hanya karena Minho jadi gagal semuanya.

Sae na kembali tersenyum,semangatnya pulih kembali.

Tinggal 7 orang lagi

Sae na menahan nafasnya,sebentar lagi adalah gilirannya. Keringat dingin langsung membasahi kaosnya. Ia memegang erat-erat foto dan cd yang nantinya akan dimintai tanda tangan olehnya.

Tinggal 3

Sae na makin gugup,keringat dingin masih mengucur deras di seluruh tubuhnya.

Tinggal 2

Sae na menoleh ke arah sebelah. Tampak Minho memandangnya dengan tatapan membunuh.

Astaga tatapan itu lagi

Sae na menelan ludah karena takut.

“Annyeong.”

Sae na dikagetkan oleh orang didepannya. Sae na melonjak kaget Key duduk didepannya sambil tersenyum. Sae na memaksakan diri untuk tersenyum. Astaga bibirnya terasa kaku.

“Key,apakah kau mau menandatangani ini untukku?” seru Sae na dengan segenap kekuatan yang dikumpulkannya.

Key terseyum lalu meraih foto dan cd itu menandatanganinya dan mengembalikannya pada Sae na.

“Apakah kau mau berfoto bersamaku?”

“Tentu saja.”

Apa? Sae na merasa salah dengar. Tentu saja katanya? Ini pasti mimpi.

Sae na segera mengambil kamera digitalnya. Setelah dua kali berfoto bersama Key. Sae na meninggalkan barisan dengan hati berbunga-bunga.

Berarti tinggal Jonghyun dan Minho?

Aduh celaka barisan Jonghyun penuh sekali. Kalu mau mengejar lebih baik Minho dulu. Tapi  apa yang harus dikatakannya.

Akhirya dengan tekad sekeras baja Sae na mengantri di barisan Minho. Ia memperhatikan gerak-gerik Minho dari jauh.

“Huh senyum palsu dan dipaksakan.” Seru Sae na dalam hati.

Saat ia tiba di depan Minho,dengan senyum yang dipaksa. Sae na meminta Minho menandatangani poster milik Yue lee. Minho hanya mendengus kecil dan melakukan apa yang Sae na minta. Ia mengembalikan poster itu ke tangan Sae na dengan senyuman. Palsu. Sae na bisa melihat itu. Key meperhatikan perubahan ekspresi Minho saat berhadapan dengan Sae na.Memang terlihat wajar. Namun samar-samar Key bisa melihat perubahan yang jelas di mata Minho.

***

          “ Hyung,kau merasa ada yang aneh dengan Minho?” tanya Key pada Onew ketika mereka telah sampai di apartement mereka.

Onew mengerutkan keningnya tidak mengerti. Namun belakangan ini memang Minho terlihat aneh. Ia sering menghilang tanpa jejak dan ketika ditanya ada saja alsannya. Awalnya ia memang tidak curiga. Namu perilaku Minho yang aneh membuatnya mau tidak mau berpikir juga.

“ Ne. Memang ada yang aneh dengan dia.”

“Aku ingin menyelidikinya,hyung.Tapi aku khawatir ia akan tersinggung jika kita diam-diam menyelidiki tentang dia. Bagaimana pun juga ia berhak mempunyai rahasia.”

“Ya kau benar namun jika hal seperti ini terjadi terus reputasi Minho bisa rusak.”

“Aku rasa kita harus tahu. Jika nanti Minho marah,itu urusan belakangan. Kita akan merasa sangat menyesal kalau  seandainya Minho butuh bantuan dan kita tidak ada untuknya.”

Sebuah suara dibelakang Onew dan Key,membuat mereka berdua refleks menoleh. Jonghyun sedang berjalan ke arah mereka.

“Kau bikin kaget saja,hyung.”seru Key.

“Hahahahha. Kau takut ya?”

“Aniyaa..” seru Key namun mukanya merah padam menahan malu.

Melihat itu Jonghyun dan Onew tertawa. Key hanya bisa cemberut melihat ulah kedua hyungnya itu.

“Jadi apa rencanamu?” tanya Onew kepada Jonghyun.

“ kita harus mengkuti dia.”

***

          “Kau memang sahabat terbaikku.” Seru Hye soo sambil memluk Sae na.

“ Iya.aku memang baik.Kau baru tahu ya?’” seru Sae na sambil masih membaca majalah yag baru dibelinya.

“Langsung GR dia.” Kata Yue lee sambil tertawa.

“Yaa! Menurutmu bagaimana Jonghyun itu? Apakah Jonghyun orangnya baik?” seru Hye soo antusias.

“Wahhh baik sekali dia. Senyumnya bikin aku jadi panas dingin. Ya walalupun manisan senyum Key sih. Hehehehehe.”

“ Jeongmal?”

“ Ne.Kalau kau bertemu dengannya buktikan sendiri ucapanku.”

“Ahh aku jadi ingin bertemu.”

“ Kalau Minho bagaimana?” Kata Yue lee tak kalah antusias dengan Hye soo.

Mendengar nama Minho, Sae na teringat kejadian semalam saat dia melihat dengan sangat jelas Minho berciuman dengan Seohyun,tatapan membunuh Minho dan suaranya yang terdengar seperti sebuah ancaman. Membayangkannya saja membuat Sae na mual. Ia sangat ketakutan hingga kepalanya terasa pusing lagi.

“ Ehmmm Minho ya? Seperti biasa cool.” Jawab Sae na sedikit gugup.

“ Ya itulah Minho idolaku.Hahahahhaha.”

Ingin rasanya Sae na bercerita pengalamannya namun tatapan Minho yang selalu terbayang-bayang olehnya membuat ia tidak berani buka mulu sedikitpun.

Sae na memfokuskan pandangannya pada artikel. Matanya langsung terbelalak membacanya. Tiba-tiba ia berdiri dan melonjak kegirangan. Yue lee dan Hye soo hanya berpandangan. Heran dengan kelakuan Sae na yang aneh.

“Eh kau kenapa? Menang undian ya?”

“Wah beruntung sekali kau.”

“Kalau uang bagi-bagi kami.Jangan kau simpan sendiri.”

“Aishh.. jangan-jangan dia tiba-tiba menjadi gila karena bertemu SHINee kemarin.”

“Apa yang kalian berdua katakan?” seru Sae sambil masih tersenyum kegirangan.

“ Lalu mengapa kau bertingkah seperti orang gila?”

“Silahkan kalian berdua membacanya sendiri.” Sae na menyerahkan majalahnya kepada Hye soo dan Yue lee. Hye soo dan Yue lee segera membacanya dan mereka segera menemukan penyebab tingkah aneh sahabat mereka itu.

“Yunho akan pulang dari Amerika? OMONAAA~” Hye soo terbelalak kaget membacanya.Sama halnya dengan Yue lee.

“ Ahh tak kusangka. Akhirnya belahan jiwaku pulang juga.” Kata Sae na sambil duduk di sofa.

“ Yaa bukankah belahan jiwamu itu Key?” kata Yue lee sambil tersenyum licik.

“ Aku suka keduanya.”

“ Ahhh tidak bisa kau harus memilih.”

“Mengidolakan seseorang tidak ada salahnya.” Kata Sae na membela diri.

“ Sudahlah sudah. Kalian mau kuliah tidak?” seru Hye soo sambil mengambil tasnya.

“Ne. tunggu.” Kata Sae na sambil mengambil sepatunya.

***

“ Benar-benar menyebalkan.” Seru Hye soo geram. Setelah kelas berakhir,ia harus berbelanja kebutuhan mereka berdua. Ia kalah suit dengan Yue lee dan Sae na. Jadi mau tidak mau ia harus pergi.

Tangan Hye soo penuh dengan barang belanjaan. Tiba-tiba ia melihat dia. Dia yang ditunggunya. Dia yang diharapkannya. Dia yang dimipikannya.

“Jonghyun……” gumam Hye soo tidak percaya.

Jonghyun sedang asyik bercanda bersama Cheo jin. Sesungguhnya ia sudah bosan jalan-jalan tidak menentu dari tadi. Tapi demi menyenangkan Cheo jin.Ia merelakan semuanya. Entah mengapa gadis ini sangat berarti baginya. Walaupun tingkahnya sering membuat Jonghyun bingung dan habis akal.

“Ap …apa..apa yang harus kulakukan?” Hye soo sangat gugup. Detak jantungnya liar tak terkendali. Hye soo membuka tasnya.

“Arghhhhhh ke mana sih benda itu?” Hye soo mengobrak-abrik tasnya.Mencari Hpnya.

“Ku harus minta berfoto dengannya. Tapi bukankah yang bersamanya itu Cheo jin. Eottokhe?” gumam Hye soo putus asa.

“Ahhh aku harus minta sekarang. Kalau tidak? Kapan lagi aku bertemu dengannya?”

Hye soo berjalan pelan ke arah Jonghyun dan Cheo jin yang asyik mengamati sesuatu di etalase salah satu toko.

“Jonghyun-sshi.”

Jonghyun menoleh dan mendapati Hye soo dengan wajah pucat. Ia bingung namun ia segera menyadari bahwa Hye soo pasti salah satu fansnya.

“Ne. Waeyo?”

“Boleh aku berfoto denganmu?”

Cheo jin menatap kesal ke arah Hye soo. Acara jalan-jalannya terganggu oleh kehadiran gadis ini. Apalagi setelah beberapa saat kemudian Jonghyun sudah asyik berfoto dengannya.

Tiba-tiba mata Cheo jin menangkap sesuatu yang berkilauan yang di pakai Hye soo di kemejanya. Sebuah bros. Cheo jin memperhatikan bros yang tersemat di bajunya. Sama persis. Cheo jin sangat marah mengetahui hal itu.

“Dari mana kau dapat bros itu?” tanya Cheo jin sambil menggertak Hye soo.

Hye soo pucat pasi. Ia segera menoleh ke arah kemejanya. Bros itu tersemat disana.

“A…aku membelinya di K-pop collection.” Kata Hye soo sambil menunduk. Takut.

“Chagiya. Kau bilang kau membuat bros itu hanya untukku?” seru Cheo jin keras.

Jonghyun hanya menatap Hye soo dengan pandangan bertanya-tanya.

“Tentu saja. Aku memesannya khusus.” Kata Jonghyun jujur. Ia memang memesan bros itu khusus.Ia memberikannya pada saat ulang tahun Cheo jin yang ke dua puluh 5 bulan yang lalu.

“Tapi kenapa dia memakai bros yang sama denganku?”

“Mungkin saja ada yang meniru barangmu. Sudahlah itu bukan masalah yang berat,chagiya..” Kata Jonghyun berusaha menenangkan Cheo jin yang mulai histeris.

“Lepaskan bros itu.SEKARANG!!!Aku tidak sudi memakai bros yang sama denganmu.” Bentak Cheo jin kepada Hye soo.

Mata Hye soo mulai berkaca-kaca dan ia segera melepas bros itu.

“Mianhaeyo. Cheo jin-sshi. Mianhaeyo Jonghyun-sshi.”

Setelah berkata seperti itu. Hye soo mengambil belanjaannya dan berlari meninggalkan Jonghyun dan Cheo jin. Jonghyun hanya menatap kepergian Hye soo dengan pandangan menyesal.

***

To Be Continued

One thought on “[Korean Fanfiction/Straight/Series] Love Scandal (chapter 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s