[Korean Fanfiction/straight/Mini Drama] You are…? (prolog+chapter 1)

 

Title : You are…?
Author: Kim Sae na a.k.a Devi
Rating : PG 15
Genre : Fantasy romance / straight/mini drama
Cast:
main cast :
Kim Sae na
Park Hye soo
SHINee- Minho
Onew
Taemin
2PM – Junsu

other cast :
Jung Yue lee
SHINee – Key & Jonghyun
2PM – Junho

Disclaimer : SHINee are belong to SM entertainment and their parents
2PM are belong to JYP entertainment and their parents
I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue
me. This story is mine. Don’t take this fanfic without permission from me.If you want to take this. Please take with full credit.

 

If you don’t like this fanfic. Please no bash.

Don’t Like Don’t read

 

Annyeong😀

Sebelumnya saya mau meminta maaf atas bertebarannya typo di sana sini ahahaha. Maklum saya kadang suka males ngedit Xp. Ini Ff fantasy pertama saya dan saya bikinnya waktu awal-awal belajar bikin ff jadinya maaf  kalo ceritanya masih amburadul dan bahasa yang saya gunakan masih semi baku.

Nanti kedepannya saya akan berusaha lebih baik lagi

Gomawo *bow

Prolog

            Disuatu malam,saat semua orang berada di dalam mimpinya masing-masing

            Aku terbangun karena mimpiku terlalu buruk

            Aku sangat ketakutan sampai aku tidak ingin memejamkan mata lagi

            Mimpi itu terasa nyata

            Aku bahkan tidak sanggup untuk menceritakan mimpiku pada siapa pun

            Aku harap itu semua hanya bunga tidur dan itu tidak akan pernah jadi kenyataan

 

——————————————————————————

Chapter 1

Sae na pov

Aku melihat jam dinding di kamarku. Baru jam setengah empat pagi,tetapi aku sudah tidak dapat memejamkan mataku lagi. Aku baru saja memimpikan sesuatu yang buruk. Aku harap itu hanya bunga tidur,kalau saja itu terjadi mungkin sahabatku Hye soo akan sangat kecewa.

Aku menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhku dan bangun dari tempat tidur. Aku melangkahkan kakiku menuju jendela kamarku. Masih gelap,karena matahari pun belum menunjukkan wajahnya,ia masih bersembunyi di balik awan bahkan bulan pun masih enggan meninggalkan singgasananya.

Aku tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi di dalam hidupku.Aku selalu memimpikan hal-hal yang bahkan aku tidak mengerti apa maksudnya. Tetapi entah mengapa beberapa dari mimpiku itu selalu jadi kenyataan. Omma dan appaku berkata mungkin itu hanya suatu kebetulan dan aku berharap begitu.

Lagipula tidak semua mimpiku jadi kenyataan,hanya beberapa saja. Aku berharap aku tidak pernah lagi memimpikan sesuatu yang akan jadi kenyataan. Kalau saja mimpiku indah,mungkin aku tidak akan ragu berharap agar mimpi itu jadi kenyataan. Tetapi selama ini mimpiku yang menjadi kenyataan adalah mimpi yang buruk. Aku sungguh takut jika memimpikan hal seperti itu lagi.

Sejak aku kecil aku sudah melihat beberapa kejadian dalam mimpiku dan aku pernah mendengar ada anak yang mempunyai kekuatan istimewa. Ia bisa melihat kejadian lewat mimpinya dan biasanya kejadian itu kejadian penting misalnya saja bencana alam dan mimpinya itu benar-benar menjadi kenyataan.

Untung saja kejadian yang aku lihat selalu berhubungan dengan kehidupanku sehari-hari.Walaupun begitu,aku tidak suka jika dihantui dengan kejadian itu,semua itu selalu membuatku merasa bersalah apalagi jika kejadian itu menjadi nyata,aku selalu berpikir kenapa harus aku yang memimpikan itu?

End of the pov

“ Sae na…” Hye soo berlari-lari menghampiri Sae na yang sedang berjalan menuju kelasnya.

“ Annyeong.” Hye soo tersenyum ke arah Sae na dan ke arah beberapa orang yang ia lihat. Sae na merasa iri pada Hye soo,gadis itu kelihatan selalu senang dan tenang seperti air yang mengalir. Sae na ingin sekali menjadi gadis normal seperti Hye soo. Tidak perlu khawatir apa yang akan dia mimpikan nanti malam.

“ Yaa,Sae na,wajahmu pucat,mimpi apa kau semalam?” Hye soo memandang Sae na dengan tatapan khawatir.

“ Aku tidak sanggup bercerita padamu,Hye soo,mianhae.”Sae na menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tampak ia sangat frustasi.

Hye soo pov

            Aku khawatir dengan Sae na. Hampir setiap hari ia muncul di sekolah dengan wajah kusut dan mata membengkak seperti kurang tidur. Tentu saja aku tahu apa penyebabnya. Mimpi yang dialaminya setiap malam telah merubahnya menjadi gadis yang penakut dan pendiam. Ia terlalu takut mimpinya akan jadi kenyataan.

Aku bukannya tidak percaya dengan apa yang dia katakan padaku. Tetapi terlalu sulit bagiku untuk percaya bahwa ada hal semacam itu di kehidupan nyata. Yang aku tahu hal-hal seperti itu hanya terjadi di dalam film atau pun cerita dongeng. Apalagi hal itu dialami oleh sahabatku sendiri.

Aku hana bisa menghiburnya dan mengatakan padanya kalau itu hanya kebetulan. Aku tidak tega mengatakan kalau ia hanya mengada-ada ataupun itu hanya khayalannya saja. Bagiku apa yang dia katakan sangat sulit untuk dipercaya.

End of the pov

            “ Ahh ya jadi hari ini kau akan ikut seleksi untuk lomba lari tingkat nasional. Bukankah begitu Hye soo?” Yue lee membetulkan letak kaca matanya. Hye soo hanya tersenyum,memang hari ini hari yang sangat penting bagi Hye soo karena ia akan ikut seleksi lomba. Saingan terberatnya tentu saja Sulli,anak kelas sebelah,yang kemampuan berlarinya hampir sama dengan Hye soo.

“ Ne.Aku sudah berlatih dengan keras untuk menghadapi hari ini dan aku yakin aku bisa mengalahkan Sulli.” Hasil percobaan kemarin Hye soo dan Sulli seri,mereka sampai di garis finish secara bersamaan. Oleh karena itu, kali ini Hye soo berambisi mengalahkan Sulli.

“ Hwaitingg!!!! Aku yakin kamu pasti bisa,Hye soo-ahh.” Yue lee menepuk bahu Hye soo pelan tanda untuk menyemangatinya.

“ Sae na,kau kenapa? Masih kepikiran soal mimpimu itu ya?” Hye soo menyentuh lengan Sae na. Sae na segera tersadar dari lamunannya. Wajahnya sudah semakin pucat.

“ Ahhh,ne,tapi sudahlah aku tidak akan memikirkannya lagi.Lebih baik kalau aku menyemangatimu kan?” Sae na berusaha tertawa tetapi hatinya tidak. Hatinya diliputi perasaan takut.

Sae na Pov

Aku memimpikan Hye soo semalam.Aku memimpikan hal buruk terjadi padanya hari ini. Ya,hari di mana harusnya ia megikuti seleksi lomba lari. Aku sangat takut,aku tidak berani berbicara tentang mimpiku itu padanya. Itu hanya akan mematahkan semangatnya.

End of the pov

            “ Aku yakin itu semua hanya khayalanmu,Sae na,sudahlah lupakan semua itu. Kau tidak bercita-cita jadi pengkhayalkan?” Yue lee memandang sinis ke arah Sae na.

“ Aniya,Yue lee,sudahlah aku juga tidak memikirkan hal itu lagi.” Sae na mengambil bukunya lalu keluar dari kelas.

***

Sae na pov

            Aku sudah menduga hal ini akan terjadi. Selalu begitu,lagi dan lagi. Aku tahu tidak ada seorang pun yang mempercayaiku. Bahkan orang tuaku dan keluargaku,sahabat-sahabatku semua menganggap aku tidak waras. Aku tahu itu semua tanpa diberitahu siapa pun.

Bukankah itu Minho? Aku berjalan mendekati Mi ho yang sedang duduk sendirian di pinggir lapangan. Minho adalah sahabat masa kecilku. Sebenarnya aku dan dia tidak begitu akrab tetapi suatu hal membuat kami menjadi akrab sampai sekarang.

“ Annyeong,Minho.”  Minho menoleh dan hanya tersenyum tipis padaku. Aku sudah terbiasa didiamkan oleh Minho. Sahabatku ini memang pendiam,tetapi setidaknya ia tidak pernah mengatakan kalau aku aneh.

“ Apa yang menarik dari langit?” Aku mengalihkan padanganku mengikuti pandangan Minho. Langit biru tanpa awan sedikitpun.

“ Aniya,waeyo,Sae na,kau bermimpi sesuatu yang menakutkan?”

“ Ne. Seperti biasa,kau tahu,Minho-ahh,mimpiku selalu aneh dan buruk dan aku takut itu semua akan menjadi nyata.”

“ Sae na,harusnya kau bangga,tidak semua orang mempunyai kekuatan istimewa sepertimu.”

“ Aku malah berharap aku tidak mempunyai kekuatan ini,Minho-ahh,sangat menakutkan.”

End of the pov

Yue lee pov

            Sejujurnya aku tidak bermaksud menghina Sae na. Hanya saja kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Aku tidak tahu harus mulai mengontrolnya dari mana.Aku tidak terbiasa meminta maaf atas semua kata-kataku karena aku pikir aku punya hak untuk berkata seperti itu.

“ Annyeong,Minho,Sae na.” Aku mendekati Minho dan Sae na yang sedang duduk berdua di pinggir lapangan.

“ Annyeong,Yue lee.” Minho menjawab sapaanku sedangkan Sae na hanya tersenyum tipis padaku.

“ Tadi Shin Seongsaenim memanggil kita berdua untuk menemuinya di ruang kerjanya.” Aku berdiri tepat di hadapan Minho dan menarik tangannya agar berdiri. Minho menurut dan segera berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mengikutiku dengan sedikit seretan.

Aku sempat melirik ekspresi Sae na yang tiba-tiba menjadi aneh. Aku tidak peduli yang penting tugas dari Shin seongsaenim segera kulaksanakan.

End of the pov

***

          Sae na duduk sendirian di pinggir lapangan,ketika Yue lee dan Minho pergi,Sae a jadi tidak tahu harus melakukan apa. Pandangannya lurus ke arah lapangan. Tiba-tiba Sae na melihat satu sosok yang melewati lapangan. Sae na merasa tidak sia-sia berada di sana. Sosok itu adalah Junho,sang bintang lapangan,sosok yang membuat Sae na mati-matian menahan gejolak perasaannya.

Junho berjalan dengan santai melewati lapangan. Wajahnya tanpa ekspresi sedikitpun,ia hanya fokus pada jalanan dan pada musik yang sedang didengarnya lewat ipod yang dipegangnya. Sae na membuka mulutnya ingin berteriak menyapa Junho,tetapi semua itu tidak dilakukannya karena melihat Junho sepertinya cuek pada keadaan di sekelilingnya.

Sae na kecewa karena telah melewati moment penting itu,tapi apa yang bisa diperbuatnya Junho sudah melangkah jauh meninggalkannya,meninggalkan Sae na yang merasa semakin bingung dan kesepian. Akhirnya Sae na memutuskan untuk kembali ke kelas.

***

          “ Hye soo,semua peserta sudah disuruh ke lapangan untuk mendapat pengarahan.Kau tidak mau terlambat datang ke sana kan?” Sae na mengetuk pintu kamar mandi dengan sebelah tangannya,ia tampak kesulitan karena membawa tas Hye soo.

“Sae na aku gugup sekali.” Hye soo keluar dari dalam kamar mandi dengan ekspresi aneh. Ia tampak pucat dan bola matanya tidak bersinar seperti biasanya.

“ Aku yakin kau bisa,Hye soo,hwaiting!! Ayo.” Sae na menarik tangan Hye soo dan membawanya ke arah lapangan.

Sae na melihat semua peserta sudah berada di posisinya masing-masing dan Hye soo mendapat tempat di tengah. Peserta yang ikut seleksi ini tidak banyak hanya sepuluh orang saja.

Dari awal Hye soo dan Sulli sudah melesat meninggalkan yang lainnya. Mereka memang lebih unggul dari yang lain,oleh karena itu mereka adalah kandidat terkuat.Posisi mereka sekarang masih sama,tidak ada yang lebih cepat ataupun lebih lambat. Lima meter lagi mereka sampai di garis finish.Hye soo berhasil mengungguli Sulli sedikit tetapi saat hampir mencapai garis finish,kesimbangan Hye soo goyah,ia terjatuh saat tinggal satu meter menuju garis finish. Sulli berhasil mencapai garis finish lebih dahulu.

Hye soo menoleh menatap Sulli dengan tatapan tidak percaya. Di sana Sulli sedang tersenyum lebar seperti mengejek Hye soo. Sae na dan Yue lee segera berlari menghampiri Hye soo dan mengangkat gadis itu ke pinggir lapangan. Hye soo menatap sedih ke arah Sulli. Ia mengabaikan darah yang mengalir dari lututnya,semua rasa sakit di badannya tidak sebanding dengan sakit hatinya.

“ Ayo kita ke ruang kesehatan.” Hye soo hanya diam saat Sae na dan Yue lee memapahnya menuju ruang kesehatan. Saat mereka hampir sampai di koridor,tiba-tiba Hye soo pingsan dan mengagetkan Yue lee dan Sae na yang sedang berusaha memapahnya.

***

“Sudahlah,Hye soo,biarpun kau tidak bisa mewakili sekolah kita,buat kita semua kau tetaplah yang terbaik.” Hye soo mendegar hampir seluruh teman sekelasnya berkata seperti itu pada Hye soo. Hye soo hanya tersenyum menanggapi perhatian teman-temannya. Tidak ada yang bisa menghiburnya saat ini.

Sae na berdiri di pojok ruang kesehatan,wajahnya pucat dan seperti orang baru melihat sesuatu yang mengerikan. Mimpinya menjadi kenyataan,apalagi ini berhubungan dengan sahabatnya. Sae na merasa bersalah,entah mengapa mimpi itu datang padanya.

“ Kau kenapa,Sae na?” Yue lee menyentuh lengan Sae na pelan.

“ Ahh,gwechanayo,Yue lee-ahh,aku ke toilet dulu ya.” Sae na melangkahkan kaki nya keluar dari ruang kesehatan. Ia mempercepat langkahnya menuju toilet,langkahnya terasa semakin berat.

“ ARGHHHHH…” Sae na merasakan seseorang menepuk pundaknya dan spontan ia berteriak karena kaget.

“ Sae na,gwechanayo?” Minho memandang Sae na dengan khawatir,sekarang wajah Sae na sudah pucat seperti kapas.

“ Aku takut,Minho-ahh,aku takut,mimpiku mimpi itu jadi kenyataan Minho….” Tangan Sae na bergetar di dalam genggaman Minho. Minho segera memeluknya untuk menenangkan gadis itu. Sae na mulai menangis di pelukan Minho.Bahu gadis itu berguncang hebat,Minho memeluknya semakin erat berusaha menenangkan Sae na.

Yue lee melihat semua kejadia itu dari jauh,entah mengapa ia merasakan sakit. Yue lee tahu cepat atau lambat ia sudah jatuh cinta dengan Minho.Dan melihat Sae na dan Minho dalam posisi seperti itu,tidak urung membuat Yue lee merasa sakit. Sakit yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sejujurnya ia tidak rela jika Minho dekat dengan Sae na walaupun Sae na adalah teman masa kecil Minho danSae na yang mengenalkan Minho pada Yue lee dan Hye soo.

Minho melepaskan pelukannya dari Sae na dan menggengam tangan gadis itu dan membawanya ke suatu tempat.

***

3 thoughts on “[Korean Fanfiction/straight/Mini Drama] You are…? (prolog+chapter 1)

  1. keren cinghu, mian baru koment, baru nemu sih ffnya,,
    #oh y, aku kira yu le itu namja, ternyata yeoja,🙂
    😀😀❤😀😀

    • Gapapa chingu ^___^
      hahahah itu nama aku yang buat sendiri hehe
      aku mah ga bakat buat nama Korea jadinya abal bgtu >.<

      makasih udah baca + komen ya chingu ^___^

      • kemrent chingu tanya umurku kan di page chapter, ok aku mau bilng umurku bru 15 tahun, kelas 3 smp.
        berubung chingu udah sma, aku bolehkan panggil eonni?

        oh y seumpama aku minta pwnya, ff ini boleh gak ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s