[Korean Fanfiction/Straight/Series] Love Scandal (chapter 6)

 

 

Title : Love scandal

Author : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating : PG 13/straight/Series/On writing

Genre : comedy/romance/friendship

Cast:

Kim Sae na

Jung Yue Lee

Park Hye soo

All member SHINee

Tvxq –  Jung Yun ho

SNSD – Jessica, Tiffany , Seohyun

Length  : Chapter 6/?

Disclaimer : SNSD,TVXQ,and SHINee are belong to SM entertaiment and their parents.I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue me.Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this,please take with full credit.

 

If you don’t like this fanfic. Please no bash.

Don’t Like Don’t read

 

Chapter 6

“ Yaa. Pergilah. Aku sudah mendingan kok.”

“ Lagian kok kamu bisa sampai demam begini sih?” Hye soo mengambil  thermometer dari mulut Sae na dan melihat angka yang tertera di sana.

“ MWO?? 39 derajat?”

“ Yaaa sudahlah kau pergi sana.”

“Jadi kau mengusir nih?”

“ Bukan begitu tapi nanti kau dan Yue lee terlambat.”

“ Sarapan sudah siap.” Yue lee masuk ke kamar Sae na sambil membawa baki berisi bubur dan air putih.

“ Gomawo Yue lee , gomawo Hye soo. Kalian berangkatlah. Satu jam lagi kelas dimulai.Nanti kalian terlambat lagi.”

“Ne. Kau tidak apa-apa kami tinggal.”

“ Ne.”

“ Jeongmal?”

“ Yaa sebaiknya kalian berangkatlah.”

” Ne. Ayo Yue lee.”Hye soo menarik tangan Yue lee keluar dari kamar Sae na.

 

“ Ahh bosan nih.” Sae na melirik jam dinding yang tergeletak di atas lemari bukunya. Jam 11,artinya sudah satu jam ia berdiam diri di dalam kamar.

“ Ngapain nih?” Sae na bangun dari tempat tidurnya dan megambil sebuah buku dari atas meja.

 

Ting tong

Suara bel membuat Sae na meletakkan kembali buku itu dan melangkah keluar dari kamarnya.Ia membuka pintu apartemennya dan mendapati seorang wanita yang mengenakan jaket berwarna hitam dan kacamata hitam.

“ Annyeonghaseyo. Kim Sae na-ssi?”

“ Ne. Ada perlu apa ya?”

“ Bolehkah saya masuk?”

“Ohh ne. Mianhaeyo.”

“ Gwechana.”

Wanita itu masuk dan duduk di sofa kemudian ia melepas kacamatanya. Dan Sae na dapat segera mengenali wanita itu.

“ Seohyun-ssi? Mian aku tidak mengenalimu.”

Seohyun hanya tersenyum dan mengangguk mengerti. Memang tadi ia sengaja berpakaian seperti itu. Hari ini ia tidak ada jadwal latihan jadi ia memutuskan untuk menemui Sae na hari ini.

“ Kau mau minum apa Seohyun-ssi?”

“ Ah kalau tidak merepotan kopi saja deh.”

Sae na berjalan ke dapur untuk membuatkan kopi. Dalam hati ia khawatir setengah mati. Soal hubungan Seohyun dan Minho ia tidak pernah bercerita pa siapapun. Bahkan pada teman-temannya sekalipun.

“ Ada apa Seohyun-ssi? Aku benar-benar tidak berbicara pada siapapun soal kau an Minho-ssi.” Sae na meletakkan cangkir berisi kopi di hadapan Seohyun lalu duduk di sebelahnya.

“ Panggil aku Seohyun saja. Kelihatannya kau gugup sekali.”

“ Eh iya. Aku memang jarang bertemu artis kelas atas dan terkenal sepertimu apalagi bisa mengobrol seperti ini. Aku gugup.”

“ Aku hanya manusia biasa Sae na. Terkadang aku malah bingung dengan para fans yang gugup bila bertemu denganku.”

Sae na hanya tersenyum menaggapi perkataan Seohyun.

“ Ah ya,kedatanganku ke sini bukan karena kau mengetahui hubunganku dengan Minho. Memang sih masih ada hubungannya namun bukan karena kau membocorkan rahasia kami atau apa.” Seohyun ngambil cangkir berisi kopi lalu meminumnya sedikit.

“ Lalu ada hal apa ya?”

“ Sae na maukah kau membantu kami?”

Sae na tertegun sejenak. Membantu Seohyun dan Minho? Memang apa yang bisa dilakukannya. Apalagi ia sudah terlanjur kesal dengan Minho.

“ Aku tahu aku memang tidak pantas meminta bantuanmu. Namun aku sangat membutuhkan itu.”

“ Gwechana Seohyun. Apa yang bisa aku lakukan?”

“ Apakah kau mau berpura-pura menjadi kekasih Minho?”

Sae na tersedak,hingga kopi yang ada dimulutnya keluar meninggalkan noda-noda menjijikan. Noda kopi itu membasahi dagu dan bajunya. Serta meninggalkan noda menjijikan di atas meja. Sae na merengut nanti ia terpaksa mengepel lantai dan membersihkan meja akibat ulahnya sendiri. Lalu noda kopi di bajunya itu pasti akan sulit hilang. Mana ia pakai baju putih lagi.

“ Mianhae Sae na. Gwechanayo?” Seo hyun mengelus pelan bahu Sae na.

“ Gwechana. Tunggu sebentar ya Seohyun,aku ke kamar mandi dulu.” Sae na bangun dari duduknya lalu berlari kecil masuk ke dalam.

“ Ahh pabo. Apa yang harus ku lakukan masa aku telah berbuat hal memalukan di depan Seo hyun?” Sae na melepas bajunya lalu melemparkannya secara asal ke tumpukan cucian kotor di dalam kamarnya. Lalu ia memilih baju berwarna abu-abu gelap. Agar nanti kalau ada insiden kopi lagi. Nodanya tidak akan begitu terlihat. Lalu ia berlari lagi ke dapur untuk mengambil lap.

“ Mian menunggu lama Seohyun.” Sae na kembali ke tempat duduknya lalu mulai mengelap noda kopi pada meja dan melepas taplaknya yang kotor.

“ Harusnya aku yang meminta maaf karena membuatmu kaget begitu.” Wajahnya terlihat begitu menyesal.

“ Ah itu bukan salahmu. Aku saja yang ceroboh.”

“ Oh ya soal yang tadi. Mau kan kau berpura- pura menjadi kekasih Minho?”

Untuk beberapa waktu Sae na malah bengong memandangi Seohyun lekat-lekat. Seakan Seohyun adalah mahluk luar angkasa yang berbicara bahasa yang tidak dimengertinya.

“ Yaa kau bengong. Waeyo?” Seohyun mengibaskan tangan kanannya di hadapan wajah Sae na.

“ Ohh ehh. Mian aku hanya kaget saja.” Wajah Sae na memerah menahan malu. Sudah berapa banyak kebodohan yang dia lakukan di hadapan Seohyun.

“ Wajar kalau kau kaget. Aku hanya bingung harus meminta tolong pada siapa lagi.” Wajah Seohyun berubah menjadi sedih. Sae na iba melihatnya.

“ Tapi aku tidak tahu apa aku pantas untuk Minho. Eh maksudku apa aku pantas menjadi kekasih Minho walaupun hanya pura-pura.” Apa yang Sae na katakana memang beralasan kuat. Dirinya memang tidak ada apa-apanya dibanding Seohyun.

“ Yaa jangan berkata seperti itu. Hanya kau yang dapat menolong kami Sae na. Kau tahu kan wartawan sudah mecium adanya hubungan khusus antara aku dan Minho?”

Sae na mengangguk, kemarin ia memang menonton berita itu di tv bersama Yue lee dan Hye soo. Yue lee malah senang kalau Seo hyun dan Minho bisa pacaran. Ya selain suka dengan Minho,Yue lee juga menyukai Seohyun. Makanya waktu Seohyun datang,Sae na khawatir,dirinya dicurigai membocorkan rahasia mereka berdua.

“ Jujur saja,hanya kau yang mengetahui hubungan kami. Aku dan Minho memang belum lama berpacaran. Karena itulah hanya kau yang

Bisa kami mintai tolong.”

“ Tapii….”

“ Sae na. Ku mohon. Aku tidak mau kehilangan Minho.” Seohyun memandang Sae na dengan wajah memelas.

“Baiklah aku akan menolongmu. Tapi dari mana kau tahu namaku dan alamatku?”

“ Ohh itu. Aku kan tahu dari database forum. Kau mengisi nama,alamat,kampus,dan nomer ponselmu kan? Oh ya, apakah kau sedang libur?”

Seohyun melirik jam tangannya. Jam setengah dua belas.

“ Aniya,aku sedang tidak enak badan.”

“ Mian aku menganggumu.”

“ Ah aku juga bosan kok tadi.”

“ Sae na,aku pulang dulu ya. Annyeong.” Seohyun memakai kacamatanya dan mengambil tasnya.

“Ne. Mari kuantar ke pintu.”

***

 

“ Kau ingin putus denganku?”

Jonghyun mengangguk dan memandang wajah Cheo jin lekat-lekat.

“ Jonghyun-ah kau bercanda kan?” Cheo jin sangat syok mengetahui Jonghyun memutuskannya.

“ Aniya,Cheo jin. Aku serius.”

“ Kau tidak bisa minta putus dariku. Kau tidak boleh memperlakukanku seperti ini Jonghyun-ah. Apa salahku?”

“ Kau tidak salah apa-apa. Aku rasa kita hanya tidak cocok saja.”

“ Jonghyun,mianhaeyo kalau aku kemarin membentak fansmu. Aku menyesal dan aku janji tidak akan ku ulangi lagi.” Cheo jin mulai menangis. Jonghyun merasa iba melihatnya,ingin sekali ia peluk gadis dihadapannya,namun ia tahu ia tidak bisa. Keputusannya untuk putus dari Cheo jin sudah bulat.

“ Mianhae Cheo jin, hubungan kita memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi.”

“ Apa kau mencintai gadis lain?”

“ Ne. Dan aku rasa dia lebih baik darimu.” Jonghyun berbohong,walaupun ia selingkuh dengan Min ah. Tetapi hanya Cheo jin yang ia cintai. Namun rasa cintanya sekarang telah menguap entah karena apa.

“ Siapa dia Jonghyun? Siapa? Beraninya dia merebutmu dariku. Keterlaluan dia.”Cheo jin mengelap air matanya dan menggeram menahan marah.

“ Cukup,Cheo jin. Aku yakin kau bisa menemukan yang lebih baik lagi dariku.” Jonghyun bangun dan meninggalkan Cheo jin yang masih tidak percaya dengan keputusan Jonghyun untuk putus darinya.

***

          “ Gomawo,Key. Berkatmu tadi Eun jae eonni tidak menegurku selama latihan. Malah ia memujiku karena gerakanku sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.” Jesica menemui Key yang baru selesai latihan dan sedang memasukkan sepatu latihannya ke dalam loker.

“ Cheonmaneyo,noona. Aku ikut senang mendengarnya.”

“ Eumm. Kalau sebagai tanda terima kasih kau ku traktir makan malam nanti bagaimana?”

Key sedikt terkejut mendengarnya. Jantungnya kembali berdegup cepat. Makan malam berdua dengan Jesica. Tentu ia tidak akan menolaknya.

“ Tentu saja aku mau,noona. Di mana?”

“ Di café dekat apartemen saja. Aku takut nanti kalau di tempat yang jauh. Kita ketahuan fans atau wartawan.”

“ Oh ne. Aku akan datang.”

“ Jam tujuh malam ya. Aku akan datang setelah latihan terakhir.”

“ Ne,aku tidak akan terlabat.”

“ Annyeong Key.”

“Annyeong.” Key membalas lambaian tangan Jesica yang sudah berlari pergi dari hadapannya.

 

***

          “ Yaa,bukankah itu Key SHINee. Mau apa dia ke sini?” salah seorang wartawan menunjuk Key yang baru masuk ke café tempat ia dan Jesica janjian tadi. Temannya menyipitkan matanya dan mendapati Key sedang berbicara pada salah seorang pelayan.

“ Ne. Ayo kita ikuti dia.”

Dua orang wartawan itu mengendap-endap menuju meja di belakang Key. Posisi mereka cukup aman,karena terletak di ujung. Key sedang asyik membaca menu dan tidak sadar dirinya tengah diawasi.

“ Annyeong,Key. Mian aku terlambat.” Key menoleh dari menu yang sedang dilihatnya dan tersenyum pada Jesica yang sudah duduk di depannya.

“Gwecana. Aku juga belum lama sampai kok.”

“ Sudah pesan?”

“ Sudah kok.” Key menyerahkan buku menu yang dipegangnya ke Jesica.

“ Ini semua gara-gara Taeyeon eonni terlalu curigaan. Ia bertanya macam-macam sebelum aku pergi dan ketika ia tahu aku akan pergi denganmu,ia malah semakin mengintrogasiku.” Jesica melambaikan tangannya pada pelayan.

Setelah Jesica mengatakan pesanannya dan Pelayan itu pergi barulah Key melanjutkan obrolan dengan Jesica.

“ Itu karena dia peduli padamu. Aku juga sering ditegur oleh hyung-hyungku.” Key tertawa dan membuat Jesica melemparan senyum padanya.

“ Tapi aku masih lebih baik dari Seohyun. Ia sering pergi diam-diampada malam hari. Dia mengira kami sudah tidur,tapi aku belum. Aku sering melihatnya keluar malam-malam. Mencurigakan sekali. Nanti akan aku laporkan pada Taeyeon eonni. Biar ditegur dia.”

Key terdiam sesaat. Bukankah Minho juga sering menghilang tiba-tiba? Apa jangan-jangan….?

Key segera meghapus bayangan itu. Lagipula mereka belum sempat menyelidiki ke mana perginya Minho. Karena belakangan ini Minho jarang sekali menghilang.

“Yaa,kau bengong,Key. Waeyo?” Jesica memegang tangan Key.

“ Ehh mian,noona.” Key segera menarik tangannya.

“ Ini baru berita panas. Key dan Jesica.” Kata wartawan itu sambil dam-diam mengambil gambar Key dan Jesica yang sedang tertawa berdua.

“ Sebaiknya kita rahasiakan dulu,karena berita mengenai Minho dan Seohyun belum lama turun.”

“Ne. Aku setuju. Ayo kita pergi.Sebelum mereka sadar kita memfoto mereka.” Wartawan itu memasukkan kameranya ke dalam tas lalu meminum kopinya seteguk dan meninggalkan meja.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s