[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] Inside My Heart (spesial ultah)

Title                       : Inside My Heart

Author                  : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating                   : NC17/Straight/Oneshoot

Genre                   : Romane/Angst/Life/Tragedy

Cast                       :

Super junior-Yesung,Donghae

Kim Yoonmi

Disclaimer          : Super junior are belong to God,SM Entertaiment,and their parents.

                                       It’s just for fun.Please don’t sue me.This story is mine.

                                        Don’t copy this fanfic without permission from me.

                                       If you want to take this. Please take with full credit.

 

If you don’t like this fanfic.Please No Bash.

Don’t like Don’t read

Saengil Chukahamnida

Saengil Chukahamnida

   Saranghaneun nae omma

  Saengil Chukahamnida

This Fanfic is dedicated to Cynthia Riady my beloved omma

Ini  ff special ultah omma yang baru sempet aku kerjain sekarang (25/01/2012)

padahal ultahnya yang ketujuhbelas jatuh pada tanggal 26/10/2011

MIANHAEYO karena ff ini telat 3 bulan dari tanggal deadlinenya.

Semoga ff ini memuaskan😀

so enjoy this fic

gomawo *bow    


Author pov

            “ Annyeong chagi,kau sudah lama menungguku?” Yoonmi menaruh tasnya lalu memandang namja yang berada di hadapannya. Tatapan puppy eyes andalannya.

“ Aniya,aku juga baru sampai,Saengil chukahamnida,chagi.” namja itu berdiri dan memeluk Yoonmi yang tidak lain adalah yeojachingunya.

“ Ne,hae-ah,gomawo..” Yoonmi duduk dan tersenyum manis pada namjachingunya. Namja bernama Donghae itu hanya tersenyum tipis,seolah tidak bahagia dengan adanya Yoonmi di hadapannya.

“ Aku punya sesuatu untukmu.” Donghae mengeluarkan sebuah kotak dari saku kemejanya dan membukanya tepat di hadapan Yoonmi. Membuat yeoja itu terpaku sesaat sebelum berteriak.

“ Omo… indah sekali..” Yoonmi terperangah dengan kemilau sebuah benda cantik yang berada dalam kota berbeludru biru.

“ Aku memesannya khusus untukmu.” Donghae mengeluarkan benda itu dan menaruhnya di telapak tangannya,kemudian memakaikan benda itu ke leher Yoonmi.

Sebuah kalung dengan bandul hati..

Sederhana memang,tapi kesederhanaan itulah yang membuat semuanya berarti. Hari ini adalah ulang tahun Yoonmi yang ketujuhbelas. Ulang tahun paling penting dalam kehidupan seorang yeoja. Donghae hanya memandang Yoonmi dengan tatapan kosong. Ini adalah hari ulang tahun yeojachingunya,haruskah ia merusaknya?”

“ Chagi..” Panggilan Donghae membuat Yoonmi menghentikan sejenak kegiatannya mengagumi keindahan kalung itu.

“ Ada apa,chagi? Kenapa wajahmu pucat seperti itu?”

“ Aku mengajakmu bertemu di sini memang untuk merayakan ulang tahunmu,yoonmi-ah,tapi ada hal penting yang aku ingin bicarakan denganmu.”

“ Ada apa,hae-ah?”

“ Aku ingin putus denganmu..”

Kata-kata itu bagaiakan sebuah hantaman keras pada dada Yoonmi. Membuat yeoja itu seakan kesulitan bernafas. Menyakitkan dan membekas.

“ Ap.. apa salahku,hae-ah?”

“ Kita sudah tidak cocok,Yoonmi,aku yakin kau akan menemukan namja lain yang lebih baik dariku.”

“ Aniyaa.. Hanya kau satu-satunya yang bisa membuatu tersenyum,hae-ah. Tidak cocok? Apa tidak ada alasan lain yang bisa kau pakai? HUH?! Jangan memakai alasan klise seperti itu,aku tidak terima.”

“ Yoonmi,aku benar-benar minta maaf,tapi kita memang harus berpisah.”

Yoonmi mengambil tasnya dan berlari keluar dari café itu. Donghae hanya bisa terdiam memandangi kepergian Yoonmi.Ia juga sama hancurnya dengan yoeja itu. Tapi ia berharap keputusan ini adalah yang terbaik baginya dan bagi Yoonmi.

***

Yoonmi pov

Aku memandang diriku di cermin. Berantakan sekali penampilanku saat ini. Sejak Donghae memutuskan hubungan denganku. Aku seakan kehilangan semua energiku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ada satu hal penting yang belum aku sampaikan pada Donghae. Satu hal yang akan mengubah masa depanku. Menjadi hancur.. karena ia sudah meninggalkanku bersama dengan benihnya dalam rahimku.

Aku memang sedang mengandung anaknya. Aku ingin sekali memberitahunya tentang keadaanku yang sebenarnya. Aku berharap jika ia tahu semuanya,ia tidak akan meninggalkanku. Tapi aku tidak berani mengatakan hal itu padanya,aku takut ia menghinaku dan menyuruhku menggugurkan bayi ini. Aku takut orangtuaku mengetahui semuanya.

Umurku baru tujuh belas tahun dan aku sudah akan mempunyai bayi dan parahnya lagi appa dari bayiku tidak akan bertanggung jawab. Lengkap sudah penderitaan hidupku ini. Aku terduduk lemas di lantai kamarku yang terasa dingin. Air mata mengalir begitu saja dari pipiku. Aku terisak,aku berusaha menutupi wajahku dengan bantal,agar appa dan ommaku tidak tahu aku menangis.

Aku ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya untuk menghilangkan semua rasa sakit ini. Semua rasa sesak ini yang akan membunuhku kapan saja. Aku merasa kecewa dengannya,dengan namja yang sangat kupercayai tapi ia meninggalkanku begitu saja. Aku bagaikan sesuatu yang tidak berharga baginya.

Aku meraih ponselku dan menghubungi nomer seseorang. Mungkin ia tahu sesuatu.

“ Yeoboseyo..” suara di seberang sana membuatku tersadar dari lamunanku.

“ Yesung-ah?”

“ Ne,Yoonmi,ada apa?”

“ Bisakah kita bertemu?”

“ Ne,kapan dan di mana?”

“ Aku akan mengirimkan pesan di mana kita akan bertemu. Gomawo.” Aku mematikan sambungan teleponku. Aku kembali larut dalam pikiranku. Yesung adalah sahabat baik Donghae,entah mengapa aku yakin ia tahu sesuatu tentang Donghae. Terutama alasan kenapa dia memutuskan hubungan denganku.

***

          “ Ada apa,Yoonmi-ah?” Yesung memandangku dengan tatapan aneh. Tentu saja,karena aku menangis semalaman dan aku yakin sekarang mataku bengkak dan memerah. Tapi apa peduliku,aku sudah tidak bisa hidup.

“ Euhmm,aku putus dengan Donghae..”

Bisa kulihat ada raut kekagetan dari wajah Yesung,tapi sedetik kemudian ia mengubah mimik wajahnya.Menjadi teduh dan menenangkan. Sesuatu yang sedang kubutuhkan saat ini.

“ Ada masalah apa dengan kalian? Bukankah hubungan kalian selama ini baik-baik saja?”

“ Molla,aku baru saja putus dengannya kemarin . Saat ulang tahunku,Donghae sukses membuat hadiah paling berkesan dalam ulang tahun terpenting di hidupku.” ku tertawa getir,berusaha menutupi kepingan hatiku yang mulai runtuh.

“ Yoonmi-ah..” Yesung memegang pundakku,berusaha menghiburku.

“ Kau adalah sahabatnya yang paling dekat dengannya. Apakah ia menceritakan sesuatu padamu? Alasan yang membuatnya mungkin memutuskan hubungan denganku.. Yesung-ah,bisa kau ceritakan padaku?”

“ Mianhae,Yoonmi,tapi Donghae selalu tertutup padaku. Termasuk hubungannya denganmu,jadi aku tidak tahu alasannya.”

Aku sangat kecewa mendengar penuturan Yesung. Jadi darimana aku tahu alasan Donghae yang sesungguhnya?

“ Yoonmi,mungkin nanti aku bisa menanyakannya pada Donghae.”

“ Ne,gomawo,aku pulang dulu.” Aku mengambil tas dan bersiap pulag saat Yesung menahan tanganku.

“ Aku akan mengantarmu.”

Aku tidak menolak ajakannya karenaku tahu,aku sendiri butuh tempat bersandar. Karena kejadian ini membuatku sangat terpuruk.

“ Gwechanayo?”

“ Ne,nan gwechana,mungkin aku masih dalam masa patah hati.”

“ Donghae pasti mempunyai alasan yang kuat dibalik semua ini,Yoonmi,jangan berpikiran jelek tentangnya.”

“ Aku tahu itu,hanya saja aku benar-benar tidak boleh berpisah dengannya,karena..” kata-kataku terputus begitu aku melihat sesosok namja yang baru saja lewat di depan mataku. Donghae dan seorang yeoja..

Tubuhku menegang saat aku melihat Donghae tertawa bersama yeoja itu. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Aku merasa marah. Jadi karena ia sudah menemukan penggantiku ia memutuskan hubungan denganku? Harusnya aku sudah tahu dari awal kalau Donghae sama seperti namja brengsek lainnya. Aku menyesal memberikan bagian diriku yang paling berharga padanya.

“ Yoonmi,ada apa?” Aku menoleh pada Yesung dan terdiam.Yesung seolah mengerti dan melihat ke arah pandanganku. Rahangnya mengeras saat ia melihat Donghae bersama dengan seorang yeoja.

“ Sialann… Jadi itu alasannya menyakitimu?”

Yesung bersiap menghampiri Donghae saat aku menahan tangannya dan menggelengkan kepalaku. Aku rasa aku sudah cukup tahu seperti apa Donghae sebenarnya dan aku tidak mau ada keributan.

“ Kenapa Yoonmi? Kenapa kau masih melindunginya?”

“ Karena aku mencintainya.”

“ Dia sudah menyakitimu,Yoonmi,sadarlah!”

“ Ne,tapi aku tidak akan melepasnya begitu saja sebesar apa pun ia menyakitiku karena aku sedang mengandung anaknya!”

End of the pov

***

Yesung pov     

Aku menyayangi Yoonmi seperti dongsaengku sendiri. Apa aku akan diam saja jika ia disakiti? Bahkan aku tidak akan rela,walaupun yang menyaikitinya adalah sahabatku sendiri.Donghae sudah keterlaluan,dia sudah menghamili Yoonmi dan sekarang ia peergi begitu saja dengan yeoja lain. Apa-apaan dia?

Aku mempercepat laju motorku menuju apartemennya. Setelah sampai,aku berusaha keras menahan emosi yang sudah meluap-luap. Aku berusaha untuk menyampaikan maksud dan tujuanku dengan tenang tanpa emosi sedikit pun.

“ Tumben sekali kau datang,masuklah.” setelah Donghae mempersilahkan aku masuk. Aku segera berjalan menuju pintu balkon apartemennya. Aku melihat pemandangan kota Seoul pada malam hari. Aku berusaha mengalihkan perhatian,agar emosiku mereda.

“ Ada apa?”

“ Aku dengar kau putus dengan Yoonmi.”

“ Ne..Lalu?”

“ Kenapa kau putus dengannya? Bukankah kau sangat mencintainya?”

“ Kami sudah tidak cocok.”

“ Tidak cocok? Yaa! Bahkan kau dan dia jarang sekali bertengkar.”

“ Tapi aku merasa ia bisa mendapatkan yang lebih baik dariku,jadi aku melepaskannya.”

“ Hae-ah,apakah ada orang lain?”

Donghae terdiam sejenak dan memikirkan kata-kataku. Lalu ia melangkah ke sampingku dan ikut melihat pemandangan dari kaca bening berbingkai itu.

“ Selama aku berpacara dengan Yoonmi. Ia memang sangat baik padaku. Tapi aku tidak puas hanya dengannya.”

Kata-kata Donghae sukses membuatku menoleh dan memandangnya dengan tatapan tajam.Apa maksud perkataannya itu?

“ Apa maksudmu? Huh? Kau hanya mau mempermainkan Yoonmi?”

“ Yesung kau tahu selama masih berpacaran aku bebas memilih siapa yeoja yang pantas dan tidak pantas untukku.”

“ Lalu? Apa hubungannya dengan Yoonmi.”

“ Aku merasa ia tidak pantas untukku. Ia tidak bisa memuaskanku baik secara hati maupun fisik.”

“ Fisik?”

“ Ia tidak bisa memuaskanku di tempat tidur.”

Buaghh!

Sebuah pukulan melayang begitu saja dariku. Emosiku sudah tidak bisa kutahan lagi mendengar perkataannya. Ia hanya menganggap Yoonmi seperti sampah. Apa maksudnya? Ia hanya menginginkan tubuhnya bukan cintanya? Lalu setelah ia mendapatkan mahkota itu,ia membuangnya bagaikan barang bekas pakai? Sungguh aku tidak tahu sedangkal itu pemikiran Donghae selama ini.

“ APA YANG KAU LAKUKAN?” Donghae mengelus pipinya yang membiru akibat pukulanku.

“ Kau! Berhentilah menyakitinya!”

“ Apa pedulimu? Huh!Kau pikir kau siapa?”

Sekali lagi aku melayangkan tinjuku pada wajahnya dan kali ini ia tidak tinggal diam. Ia membalas semua seranganku. Perkelahian tidak dapat dihindai. Kami saling memukul dan mengumpat dengan kata-kata kasar.

“ Cukup..” Donghae menepis pukulanku.Aku bisa melihat kalau hidungnya mengeluarkan darah.

“ BERHENTI MEMBUATNYA MENDERITA,DONGHAE,KAU KETERLALUAN!”

“ APA? APA YANG KAU KETAHUI TENTANGNYA?”

“ AKU HANYA INGIN MELINDUNGINYA DARI NAMJA TIDAK TAHU DIRI SEPERTIMU..”

Aku membuka pintu apartemennya dengan kasar kemudian membantingnya sampai terdengar bunyi yang sangat keras.

End of the pov

***

Yoonmi pov

“ Jadi kau sudah tahu apa alasan dia memutuskanku?” aku masih penasaran dengan alasan Donghae memutuskan hubungan denganku. Walaupun mungkin jawabannya sudah jelas,yaitu apa yang kulihat kemarin. Ada sesosok lain dalam kehidupannya dan mungkin ia jauh lebih baik dariku.

“ Lupakan dia,Yoonmi,dia tidak pantas untukmu.” Yesung terlihat aneh saat ia bertemu denganku. Aku yakin ia bertengkar hebat dengan Donghae. Bisa kulihat luka-luka yang terdapat di tubuhnya.

Aku yakin apapun alasan Donghae memutuskan hubungan denganku. Pasti alasan itu akan sangat menyakitkan bagiku. Yesung melindungi alasan itu. Ia tidak akan membiarkanku tahu. Aku sudah siap,seberapa sakitnya alasan itu. Aku yakin aku sudah siapa mengetahuinya,tapi Yesung tidak mau mengeluarkan sepatah kata pun tentang hal itu. Ia hanya menyuruhku melupakan Donghae. Hanya itu saja yang ia katakan.

“ Yesung,kau tidak bilang soal keadaanku padanya kan?” Aku hanya tidak ingin Donghae tahu kalau aku sedang mengandung.

“ Aniya.. aku sudah melaksanakan keinginanmu.”

“Gomawo.”

“ Yoonmi,aku akan menjagamu,aku yang akan jadi pelindungmu. Percayalah padaku.”

“ Aku tahu kau akan menjadi teman yang baik untukku. Gomawo Yesung-ah..”

***

Hari-hari berlalu dengan baik. Aku merasa sangat tertolong dengan keberadaan Yesung di sisiku. Semuanya memang masih terasa sangat berat tapi aku yakin aku bisa melewati semuanya dengan baik. Aku tahu ia sudah memberikan seluruh cintanya padaku,tapi entah mengapa aku tidak bisa membalasnya.

Aku memang jahat,karena tidak bisa melihat ketulusan di matanya. Tetapi jika aku ingat tentang Donghae,aku merasa mengkhianatinya,mengkhianati Yesung,orang yang sudah membangkitkan hidupku. Aku tidak bisa membohongi perasaanku,aku tidak bisa mencintainya,aku hanya bisa menganggapnya sebagai oppaku saja,tidak lebih daripada itu.

Orang tuaku sudah tahu tentang keadaanku dan mereka sangat marah. Diusir.. aku sudah tahu itu akan terjadi,sekali lagi Yesung menjadi penolong dalam hidupku. Ia yang membangkitkan semangat hidupku dan membuatku tertawa tapi aku tahu akan sulit bagiku untuk menerimanya.

Ia terlalu baik untukku dan aku pikir ia akan mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku. Aku berusaha menjauhinya,aku tahu mungkin aku akan menyakitinya lagi. Tapi aku hanya ingin dia bahagia dan aku yakin ia tidak akan bahagia jika aku masih membayangi langkahnya.

Aku hanya akan menjadi beban baginya. Aku tidak mau itu terjadi. Aku akan semakin merasa bersalah,tetapi ia tidak pernah mau melepasku. Aku tidak tahu bagaimana caranya berterima kasih padanya. Kalau ada yang bisa aku lakukan untuknya,mungkin akan aku lakukan,tapi sayangnya aku tidak bisa melakukan apa yang dia inginkan. Aku tidak bisa mencintainya sama seperti ia mencintaiku.

“ Yoonmi,kita pergi sekarang?” Yesung menegurku yang sedang melamun di ruang tv. Sejak orang tuaku mengusirku,aku tinggal dengannya. Memang ini berbahaya karena aku dan dia tidak menikah,apalagi dengan keadaan aku hamil. Ini sangat memalukan dan aib untukku.

“ Ne..” Aku mengambil tasku yang aku letakkan di meja dan mengikuti Yesung berjalan keluar apartement.

***

            “ Sejujurnya saya katakana,anda tidak bisa meneruskan kehamilan ini,nyonya,ini akan membahayakan nyawa anda.”

Sebuah pukulan telak harus aku alami untuk yang kedua kalinya dalam hidupku. Aku harus kehilangan bayiku karena akan membahayakan bagi tubuhku. Sejujurnya ini adalah salah satu saat-saat terberat dalam hidupku. Aku hanya bisa menangis dalam pelukan Yesung.

“ Apakah tidak ada jalan lain,uisa-nim?”

“ Aniya,kalau nyonya Yoonmi tetap memutuskan untuk mempertahankan bayinya. Saya takut tubuhnya akan menolak,karena golongan darah yang dimiliki bayi ini dan yang dimiliki nyonya Yoonmi bertolak belakang.”

“ Aku akan tetap mempertahankannya apapun yang terjadi.” Aku menghapus air mataku dan menatap mata dokter itu. Menyakinkannya kalau aku bisa mempertahankan anak ini.

“ Nyonya pikirkan lagi kata-kata saya. Ini saya berikan resep vitamin dan obat.”

Setelah keluar dari ruang dokter aku hanya bisa terduduk lemas di kursi ruang tunggu. Menangis sejadi-jadinya di sana. Alasan aku bersikeras mempertahankan bayi ini adalah karena ini merupakan satu-satunya penghubung antara aku dengan Donghae. Aku akui aku masih sangat mencintainya. Kalau aku tidak diperkenankan untuk memilikinya,setidaknya aku masih mempunyai anak ini sebagai kenagan terakhir aku dengan Donghae.

Keterlaluan memang bahkan sampai detik ini aku masih tidak bisa melupakannya. Sedetik pun.. Aku selalu memikirkannya dan menunggunya. Menunggu agar ia bisa berpaling padaku dan mengatakan ia mencintaiku.

“ Yoonmi,sudahlah,percayalah kau dan bayimu akan baik-baik saja.”

“ Ne,Yesung-ah,kau sangat baik padaku,entah dengan cara apa aku bisa membalasmu.”

“ Menikahlah denganku Yoonmi,berbahagialah denganku.”

End of the pov     

***

Donghae pov

               “ Menikahlah denganku Yoonmi,berbahagialah denganku.”

Kata-kata itu seakan menghancurkan semuanya. Aku merasa bahagaia sekaligus sedih di saat bersamaan. Ini semua memang sudah menjadi pilihanku.Aku bahagia karena Yoonmi akan aman bersama Yesung. Aku percaya Yesung bisa membahagiakan seseorang yang paling aku cintai di dunia ini.

Aku merasa sedih karena bukan aku orang yang diizinkan untuk membahagiakan Yoonmi. Aku hanya bisa membuatnya menangis dan menderita. Aku sungguh tidak pantas untuknya.Hari ini aku ada jadwal check-up di rumah sakit dan tanpa sengaja aku melihat mereka berdua berpelukan. Sakit memang tapi itulah resiko yang harus aku tanggung.

Ketika aku mendengar Yesung berkata seperti itu pada Yoonmi,aku merasa tenang. Setidaknya aku tahu Yoonmi jatuh pada tangan yang tepat dan tidak mendapatan namja seperti aku yang tidak bisa menjaganya dengan baik. Jika aku harus pergi,aku bisa pergi dengan tersenyum.

“ Apa yang sedang kau pikirkan,Donghae-ah?” Jae hwa menepuk pundakku dari belakang. Membuatku tersadar dari lamunanku.

“ Ahh aniya..”

“ Kau pasti sedang memikirkan Yoonmi,Apakah aku benar?”

“ Ne,aku bahagia ia sudah menemukan penggantiku.”

“ Hae,apakah kau tidak mau bertemu dengannya?”

“ Aniya,itu akan membuatku tidak tenang.”

“ Tapi bukankah kau ingin menikmati waktu-waktu terakhirmu dengan orang yang kau cintai?”

“ Ne,tapi aku tidak mau membuatnya bersedih kehilanganku. Aku yakin ia sudah bahagia dengan orang lain dan aku percaya dia sudah berada di tangan yang tepat.”

“ Aku bangga padamu,hae-ah. Kau pasienku yang sangat kuat.”

End of the pov

***

Yoonmi pov

6 month later..

Kesehatanku memang semakin memburuk. Mungkin kata-kata dokter itu ada benarnya. Bayiku akan membahayakan nyawaku,tapi bagaimanapun juga aku tidak mau menggugurkannya. Aku bahagia sekarang,walaupun masih ada luka yang tidak bisa sembuh. Aku sudah menikah dengan Yesung 5 bulan yang lalu.

Aku memutuskan untuk menerima cintanya dan melupakan Donghae. Aku selalu merasa sakit kalau mengingat Donghae,tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengingat-ingat semua masa lalu kelamku lagi. Hubunganku dengan omma sudah mulai membaik walaupun appa masih tidak mau bertemu denganku.

Tok tok tok

Aku melangkahkan kakiku menuju pintu apartement. Usia kandunganku yang menginjak delapan bulan membuatku sedikit kesulitan berjalan. Aku membuka pintu dan melihat seorang yeoja yang tidak ku kenal berdiri di sana.

“ Nuguseyo?”

“ Annyeong haseyo. Jega Jae hwa imnida. Mannaso bangapseumnida.”

“ Ahh annyeong Jae hwa-ssi,jega yoonmi imnida.Silahkan masuk.”

Jae hwa masuk dan duduk di salah satu sofa. Aku pun berjalan ke dapur untuk membuatkan minum. Setelah aku meletakkan cangkir teh di atas meja dan duduk. Aku memandangnya yang terlihat pucat dan seperti orang yang ketakutan. Siapa dia dan apa tujuannya?

“ Anda siapa dan mau mencari siapa?”

“ Yoonmi-ssi,aku adalah dokter pribadi keluarga Donghae dan aku ke sini karena suatu hal.”

Donghae? Kenapa nama itu masuk lagi ke kehidupanku?

“ Mianhaeyo,Jae hwa-ssi,tapi aku dan Donghae sudah tidak hubungan apa-apa.”

“ Ne,aku tahu,tapi saat ini Donghae sedang mengalami masa kristis di rumah sakit karena sakit yang dideritanya dan ia ingin sekali bertemu denganmu,Yoonmi-ssi.”

“ Donghae? Kristis? Ia sakit apa?”

“ Sirosis,pengerasan hati. Penyakit yang mungkin akan merenggut nyawanya sebentar lagi.”

“ MWO??”

“ Ne Yoonmi-ssi,Donghae sudah banyak bercerita tentangmu padaku. Ia meninggalkanmu karena tidak ingin kau bersedih atas kepergiannya.”

“ Bisakah kau antarkan aku ke sana sekarang,Jae hwa-ssi?”

“ Ne..”

***

            Aku melihatnya terbaring lemah di sana. Sosok yang dulu selalu tersenyum dan ceria. Pangeran idamanku sekarang sedang berjuang di antara hidup dan mati. Aku memegang tangannya yang terasa dingin.

“ Hae-ah,ireonaa…Aku datang..” Aku berusaha menahan isak tangisku. Tapi keadaan Donghae yang seperti ini membuatku terluka.

Inikah yang disembunyikan Donghae selama ini dariku? Kenapa ia tega sekalu membiarkan dirinya terluka hanya karena tidak mau membuatku bersedih? Aku mengarahkan tangannya ke atas perutku dan membiarkannya di sana beberapa saat.

“ Hae-ah,ini anakmu,ia tumbuh dengan baik,kau harus sembuh.. untuknya..”

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang sangat kuat mencengkeram perutku. Rasanya sakit sekali. Aku hanya bisa merintih dan berteriak kesakitan memegang perutku. Aku hanya berharap bayiku baik-baik saja.

“ YOONMI,Ada apa?”

“ Perutku sakit..” Jae hwa segera meminta pertolongan.

Di tengah-tengah rasa sakitku,aku memegang tangannya,member isyarat aku ingin mengatakan sesuatu.

“ Ada apa,yoonmi-ah?”

“ Aku minta tolong satu hal,Jae hwa-ssi,kau harus memenuhinya. Sebelum itu tolong hubungi suamiku.” Aku memberikan ponselku padanya. Setelah ia berbicara dengan Yesung,aku menoleh padanya.

“ Tolong lakukan apa yang aku inginkan.”

End of the pov

***

Yesung pov

Aku berlarian di sepanjang koridor rumah sakit . Ada seseorang yang mengatakan kalau Yoonmi sedang berada di rumah sakit. Aku benar-benar cemas akan kondisinya saat ini. Aku hanya bisa berharap ia baik-baik saja.Aku melihat lampu ruang operasi masih menyala dan itu artinya Yoonmi masih berjuang di dalam sana. Aku hanya bisa menitikkan air mataku berharap semoga ia bisa selamat.

Entah berapa lama aku terduduk di sana dan hanya bisa menunduk mencemaskan keadaan istriku. Saat lampu di depan ruang operasi padam dan dokter keluar,aku segera berlari dan menyerbunya dengan pertanyaan.

“ Uisa-nim,istriku …dia selamat kan?”

Jawaban yang aku dapat adalah sebuah gelengan kepala dan permintaan maaf,aku sudah tahu itu berarti satu hal.

***

          Semua insan dalam dunia ini pasti akan menemui kebahagiaan abadi bersama Sang Penciptanya. Semua akan kembali pada-Nya. Hidup hanyalah sebuah cerita yang dituliskan Tuhan untuk kita. Pada akhirnya semua akan mendapkan kebahagiaan abadi bersama-Nya.

Aku menatap sebuah nisan di hadapanku dengan pandangan kosong. Yoonmi.. aku mencintaimu,walaupun aku tahu sampai saat terakhirmu kau hanya mencintai satu orang. Aku memandang Donghae yang sedang memegang nisan Yoonmi dan meneteskan  air matanya.

Aku menghampirinya dan menyerahkan sesuatu ke dalam tangannya. Ia memandangku dengan mata sendunya.

“ Itu surat dari Yoonmi untukmu,mungkin kau sudah mendengar beberapa pesan terakhirnya dari Jae hwa dan salah satunya ia menginginkanmu merawat anak kalian.”

“ Ne,gomawo Yesung-ah.”

Aku meninggalkannya yang masih berada di sana dan membuka surat terakhir Yoonmi untukknya. Aku tersenyum,karena ku tahu Yoonmi sudah bahagia di atas sana.

End of the pov

***

Donghae pov

To my beloved one..

            Ketika kau mengatakan kau tidak lagi mencintaiku. Aku tahu duniaku sudah berakhir saat itu juga. Aku tidak bisa hidup tanpamu,hae-ah,kau pasti tahu itu. Aku terus berusaha mencari di mana letak kesalahanku sehingga kau memutuskan untuk meninggalkanmu. Tapi aku tahu itu akan sia-sia karena aku tidak lagi bisa menjangkaumu.

            Saat aku melihatmu bersama seorang yeoja yang belakangan baru aku tahu kalau itu adalah Jae hwa ^^,aku merasa itulah alasan kau  meninggalkanku,karena kau telah menemukan orang yang lebih baik dariku. Aku bisa menerima kalau kau ingin yang lebih dan aku tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu.

            Kau tahu hae-ah? Aku sangat bahagia saat tahu aku sedang mengandung anakmu karena aku pikir kita jadi mempunyai alasan untuk terus bersama. Tapi kenyataannya aku harus merawatnya sendiri. Aku sangat berterimakasih pada Yesung karena ia sudah menjagaku dan mencintaiku sepenuh hatinya,walaupun aku tidak membalas rasanya yang dipunyainya untukku.

            Saat aku tahu alasan sebenarnya kau meninggalkanku,aku merasa sangat bersalah. Berulang kali aku mengataimu bodoh karena membiarkan dirimu terluka hanya karena ingin aku bahagia.

            Aku memutuskan untuk menyerahkan hatiku padamu,hae-ah,jaga itu baik-baik,sanggap saja itu hadiah dariku untukmu selain anak kita. Aku tahu sejak awal aku mengandung dokter sudah mengatakan kalau bayi itu berbahaya bagiku. Tapi aku bersikeras mempertahankannya karena itu kenangan terakhir darimu.

            Aku sangat mencintaimu,hae-ah,kalau kau tidak percaya.. belahlah hatiku dan kau akan lihat tulisan namamu di sana. Hanya kamu dan tidak ada yang lain.

            Hmm aku hanya minta kau jangan bertengkar lagi dengan Yesung,dia adalah sahabat terbaikmu. Aku benar kan?

            Ah ya satu lagi… jaga anak kita baik-baik. Aku yakin kalau ia perempuan ia pasti akan cantik sepertiku ^^V dan kalau ia laki-laki ia pasti akan tampan seperti ayahnya.

 

Selamat tinggal         

 

Saranghaeyo

Kim Yoonmi

Aku meneteskan air mataku lagi. Aku sudah membaca surat itu berkali-kali dan aku merasa menyesal. Kenapa Yoonmi menyerahkan hatinya padaku? Aku merasa bersalah karena harusnya aku yang pergi,bukan Yoonmi yang mengorbankan  dirinya untukku.

Aku bahagia hidup bersama dengan putriku. Anakku dan Yoonmi perempuan. Ia sangat cantik seperti ibunya. Setiap aku melihat wajahnya aku selalu teringat akan Yoonmi. Aku akan menjaganya dengan baik karena itu adalah pemberian terakhir dari mutiara hatiku.

Yoonmi,kau sudah bahagia di atas sana kan? Kau lihat anak itu mirip sekali denganmu. Yoonmi aku berjanji akan merawatnya dengan baik. Kau tenang saja,tunggu aku dan putri kita,Jaga kami terus ya.

 

*** FIN***

10 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] Inside My Heart (spesial ultah)

  1. wuah….. ffnya keren intinya… cuma fellnya terlalu cepet dan pergantian pov juga terlalu cepet dan jujur saja itu bikin pusing. saranku sih kalo mau menggunakan pov banyak secara bergantian mending pake pov author aja. saranku lho.. hahaha
    tapi ffnya daebak lho….

  2. menitikkan air mata. sesek bacanya. tapi daebak. kurangnya cuman kecepetan aja, lainnya bagus. kalo bisa dilanjutin ya^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s