[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] I want to be your soul (spesial ultah Jaejoong)

Title        : I want to be your soul

Author   : Kim Saena a.k.a Devi

Rating    : PG13/Straight/Oneshoot

Genre      : Romance/Angst

Cast : JYJ – Kim Jaejoong

          Jung Min yun

Other Cast     : Park Hye ra

Disclaimer          : I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue me.

                       Please don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this.

                       Please take with full credit.         

                       

If you don’t like this fanfic. Please No Bash.

Don’t like. Don’t Read.

Annyeong FF ini saya persembahkan untuk Jaejoong oppa yang berulang tahun ke-27 pada tanggal 26/01/2012

Aku hanya bisa berdoa semoga di ulang tahun kali ini,dia selalu bahagia dan mendapatkan apa yang terbaik

aku ga bisa minta banyak-banyak*ntar dikira maruk* * plak 

cukup ngeliat dia bisa tersenyum setiap saat aja itu udah cukup

Sukses dan maju terus ya oppa!! ^^

P.S : Maafkan atas kegajean FF ini dan alurnya yang terlalu cepat. Saya akan berusaha lebih baik lagi😀


Author pov

“ Berhenti mencintainya,kau tahu kau tidak akan bisa menggapainya,tapi kenapa kau senekat itu?” suara itu terus terngiang-ngiang di telinga Minyun. Membuatnya tidak bisa tidur.

Minyun bangun dari tempat tidurnya dan mengambil ponselnya yang terletak di meja di samping tempat tidurnya. Ia memandangi wallpaper ponselnya yang menampilkan foto seorang namja. Minyun tersenyum sambil sesekali mengelus foto itu.

“ Kalau mencintaimu menjadi begitu sulit,bolehkah aku tetap melakukannya?” Minyun berkata lirih pada foto itu. Suatu benda abstrak yang tidak akan tergapai olehnya.

Sama seperti rasa cintanya pada namja itu. Rasa cinta yang tidak mungkin terjadi,ini bukan sebuah rasa cinta biasa,bukan cinta terlarang yang melanggar norma,bukan cinta yang bisa diungkapkan,karena apakah rasa ini bisa disebut cinta ataukah hanya kekaguman semata?

“ Saranghaeyo,Kim Jaejoong..” Minyun biasa merasakan air mata mengalir dari kedua matanya.

“ Kenapa kita ditakdirkan berbeda? Kenapa kita dilahirkan dalam dunia yang bertolak belakang? Bisakah..bisakah kau rasakan apa yang kurasakan?” Minyun meletakkan ponselnya kembali di meja dengan sedikit bantingan karena tangannya bergetar hebat.

“ Bisakah aku mencintaimu? Bisakah kau biarkan aku menyimpan rasa ini selamanya?”

Minyun tersenyum getir saat mengetahui jawaban atas pertanyaannya tadi sudah jelas. Ia tidak mungkin menggapai semua itu. Mungkin ia bisa mencintai Jaejoong selamanya dan hanya bisa memendam rasa itu selamanya juga. Jaejoong tidak akan pernah membalas perasaannya.

“ Aku hanya berharap bisa bertemu denganmu.. Satu kali saja.. secara langsung bukan dari televisi,video,majalah,atau pun benda abstrak lainnya. Sebelum aku benar-benar pergi meninggalkan dunia ini. Jaejoong.. bisakah kita bertemu? Aku mohon untuk sekali ini saja,mungkin yang pertama dan yang terakhir bagiku.”

***

Jaejoong pov

Flashback

“ Suatu saat nanti,akan ada salah satu fansmu yang terluka karenamu.”

          “ Mianhaeyo,tapi saya tidak percaya dengan ramalan.” Aku berusah menolak dengan halus tawaran seorang halmoni berpakaian aneh yang mengaku dirinya adalah peramal.

          “ Anak muda,dengarkan perkataanku,kau akan menjadi artis terkenal dan dipuja banyak orang,tapi itu akan membawa petaka bagi satu orang fansmu. Ia akan terluka saat berusaha menemuimu. Berhati-hatilah anak muda,kau harus menjadi pelindungnya.”

          Aku hanya tersenyum kemudian melangkah meninggalkan halmoni itu. Aku sama sekali tidak memperdulikan ucapannya padaku. Pelindung? Bagaimana bisa aku melindungi seseorang yang bahkan tidak kukenal?

Flashback End    

Entah mengapa hari ini aku teringat ramalan itu. Padahal kejadian itu sudah bertahun-tahun yang lalu dan sampai sekarang perkataan peramal itu tidak menjadi kenyataan dan aku hampir saja melupakan ramalan itu kalau saja tiba-tiba hari ini aku tidak mengingatnya.

“ Kalian tidak bisa masuk,mian kalian harus pergi.”

“ Aku hanya ingin bertemu dengan Jaejoong oppa.. Sebentar saja,jeball…”

“ Ne,ahjussi,aku akan menunggu di luar tapi biarkan dia masuk.”

Aku mendengar ada suatu keributan di luar ruang latiahn kami. Saat ini memang hanya aku sendiri yang tersisa di sini. Yang lainnya sedang pergi ke luar karena memang sedang waktu istirahat. Aku mendengar seorang yeoja menyebut namaku. Aishh pasti fans lagi.. Aku tidak menggubris kejadian itu dan kembali mengutak-atik I-Phoneku.

“ Kau ingin bertemu dengan Jaejoong,agashi? Ayolah masuk..Kau bisa bertemu dengannya.”

Aku mendengar suara Junsu menyuruh yeoja,yang aku yakin adalah fasnku itu,untuk masuk dan bertemu denganku. Apa-apaan si lumba-lumba itu?

“ Jae hyung,ada penggemarmu tuh.” Junsu menunjuk seorang yeoja yang berjalan sambil menunduk di belakangnya.

Aku hanya memandang yeoja itu sekilas dan mengalihkan pandanganku pada hal lainnya. Paling ia hanya meminta tanda tangan atau foto bersama.

“ An.. Anyeong haseyo,Jaejoong-ssi..”

“ Apa maumu? Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk menuruti permintaanmu yang aneh-aneh. Jadi cepat katakan apa maumu.”

“ Aku.. A..aku hanya ingin bertemu denganmu saja,Jaejoong-ssi..”

“ Sekarang kau sudah bertemu denganku kan? Sudah.. Kalau kau tidak ada keperluan.. Silahkan pergi..”

“ Ah ne,Mian sudah mengganggu Jaejoong-ssi.” Aku mengangguk sekilas tanpa menoleh padanya. Saat mendengar pintu tertutup barulah aku meletakkan I-phoneku.

“ Jae hyung.. kau keterlaluan sekali..dia datang jauh-jauh hanya untuk bertemu denganmu. Kau dingin sekali.” Junsu duduk di sebelahku dan langsung memarahiku.

“ Aku sedang lelah,su,jadi wajar saja kalau aku bersikap dingin padanya.Ia datang pada saat yang tidak tepat.”

“ Ne,aku mengerti,tapi kenapa kau tidak mencoba untuk lebih ramah padanya? Jae hyung,kau bahkan tidak melihat wajahnya sama sekali. Aku pikir itu sangat keterlaluan.”

Aku memikirkan kata-kata Junsu. Memang benar selelah apapun aku,harisnya aku bisa bersikap professional apalagi di depan para fans. Tapi.. aku tidak akan menyalahkan dia kalau setelah dia bertemu denganku hari ini,dia tidak akan mengidolakanku lagi. Mungkin aku pantas mendapatkannya atas perlakuanku yang mungkin keterlaluan tadi.

“ Kenapa kau melamun? Hahaha.. kau memikirkan yeoja tadi kan?”

“ Ne,mungkin aku agak keterlaluan tadi,hh… kalau bertemu dengannya lagi,aku akan meminta maaf padanya.”

End of the pov

***

Hye ra Pov

“ Sudah aku duga,kau pulang dengan wajah kusut. Pasti tadi ia ketus sekali padamu. Aku benar kan?” Aku mencecar Minyun dengan berbagai pertanyaan.

“ Ne,aku yang salah,aku datang di waktu yang tidak tepat. Hhhh…Tapi setidaknya aku sudah bertemu dengannya.”

“ Aishh sehebat apa dia sampai bisa membuatmu begitu? Kau datang jauh-jauh hanya untuk disakiti olehnya?” Aku tidak habis pikir dengan Minyun,ia malah menyalahkan dirinya sendiri padahal aku tahu ia terluka.

“ Molla,sudahlah yang penting aku bertemu dengannya,untung saja ada Junsu.. Aku tertolong olehnya.”

“ Memangnya sebesar itu rasa inginmu bertemu dengannya?”

“ Ne,aku kan sudah bilang aku ingin bertemu langsung dengannya. Walaupun hanya sekali tidak apa-apa.”

“ Kau sangat mengidolakannya? Aishh kau ini..”

“ Aniya.. aku mencintainya?”

“ OMO.. Kau sudah gila? Kau itu hanya fans biasa dan dia adalah super star.”

“ Aku tahu.. kau tidak usah berlebihan seperti itu. Aku sudah puas menyimpan rasa ini hanya untukku sendiri.Untunglah aku sudah bertemu dengannya sebelum aku pergi.”

“ Minyun-ah,jangan berbicara seperti itu..” Aku merasa sedih setiap kali Minyun menyebutkan kata-kata ‘pergi’,seolah ia akan meninggalkanku.

“ Hahahahaha… Ne,aku tidak akan membahasnya lagi.”

“ Sekarang kita pulang?”

“ Pulang? Kau bercanda? Kita pergi saja ke suatu tempat,aku malas kalau berada di rumah.”

Minyun melangkah mundur dan melihat ke arah langit yang berwarna biru cerah. Hari ini matahari seakan enggan menunjukkan rupanya. Langit biru hanya tertutup oleh awan putih yang berarak pelan.

“ Aw..” Minyun memegangi dadanya. Aku berlari mengahmpirinya yang sudah berjalan sambil terbungkuk-bungkuk.

“ Minyun,Gwechanayo?”

Minyun hanya mengangguk sambil masih memegangi dadanya. Aku tahu ia tidak dalam keadaan baik-baik saja.

“ Ahh..” Tubuh Minyun terkulai lemas dan aku segera menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

“ MINYUN…”

End of the pov

Author pov

“ Hye ra,ghamsahamnida,kau sudah mengantarkan Minyun ke rumah sakit.” Omma Minyun berkata pada Hye ra sambil melihat kondisi anaknya yang masih belum stabil.

“ Ne,ahjuma,cheonmaneyo.”

“ Sebenarnya tadi kau dan Minyun pergi ke mana?”

“ Ahh itu,kami mengunjungi seseorang,ahjuma..”

“ Seseorang? Nugu?”

“ Euhmm..kami..kami mengunjungi..”

“ Ahjuma tahu kalian mengunjungi siapa,Minyun sudah banyak bercerita tentang sosok namja yang dikaguminya itu. Sampai kapan anak itu sadar.”

“ Ne,ahjuma,kami memang mengunjungi artis idola Minyun,Kim Jaejoong..”

“ Lalu apa kalian bisa bertemu dengan artis itu?”

“ Ne,Minyun memang bertemu sebentar dengan artis itu dan setelah bertemu wajahnya pucat dan sepertinya ia mendapat pengalaman yang tidak menyenangnya setelah bertemu dengan Kim Jaejoong.”

“ Ahjuma sudah tahu,pertemuan itu hanya akan menyakiti Minyun,anak itu terlalu keras kepala,bahkan ia sering sekali mengatakan kalau ia tidak mau pergi sebelum bertemu dengan Jaejoong.”

“ Tapi sekarang Minyun sudah bertemu dengan Jaejoong,ahjuma,dia senang sekali,walaupun pertemuan itu mungkin tidak mengenakkan.”

“ Mungkin ia sudah bisa pergi..”

“ Ahjumma.” Hye ra mendekat dan memeluk omma Minyun.

“ Hye ra,ahjuma tahu pasti ini sulit,tapi bisakah kau menemui Jaejoong lagi dan memintanya bertemu Minyun?”

“ Ahh…itu permintaan sulit,ahjuma,tapi pasti akan aku coba.”

***

Jaejoong pov

“Jaejoong-ssi..”

Aku menoleh dan mendapati seorang yeoja sedang memandangku dengan tatapan.. Entahlah seperti tatapan memohon. Apa dia salah satu fansku? Kalau benar aku sudha berjanji pada diriku sendiri untuk tidak memperlakukannya seburuk kemarin.

“ Ne,nuguya?”

“ Chonun Hye ra imnida,euhmm aku..aku..”

“ Kau salah satu fansku? Ah ya siapa yang mengizinkanmu masuk ke sini?”

“ Aku bertemu Junsu di depan dan begitu melihatku ia langsung tahu kalau aku akan bertemu denganmu,makanya ia menyuruhku langsung masuk.Minhaeyo,kalau aku menganggumu,Jaejoong-ssi.”

“ Gwechanayo..Apa yang bisa aku lakukan untukmu?”

“ Jaejoong aku ingin meminta sesuatu yang mungkin agak aneh apalagi kita baru bertemu,jadi aku punya teman,ah temanku itu adalah yeoja yang waktu itu bertemu denganmu.”

“ Ahh mian,tapi sudah banyak yeoja yang bertemu denganku,Hye ra-ssi.” Yeoja? Jangan-jangan yang dimaksudnya adalah yeoja yang mendapat perlakuan buruk dariku kemarin.

“ Euhmm kejadiannya belum lama,sekitar seminggu yang lalu.” Aishh ternyata benar yeoja yang dimaksudnya adalah yeoja yang itu.

“ Ahh ne,aku ingat,ada apa?”

“ Dia..dia ingin sekali bertemu denganmu,Jaejoong-ssi,aku tahu ini benar-benar permintaan yang sangat tidak masuk akal apalagi kau tidak mengenalnya. Tapi..tapi.. dia sangat mengidolakanmu.”

“ Bukankah kemarin ia sudah bertemu denganku?”

“ Ne,tapi sekarang ia sedang sakit dan aku rasa ia ingin bertemu denganmu lagi,Jaejoong-ssi,aku tahu ini permintaan yang mengada-ada,tapi..Jebal.”

Aku memandang yeoja yang sedang menunjukkan wajah memelas di hadapanku. Apakah aku harus menjenguk yeoja itu? Tapi apa peduliku?

“ Ahh mianhae,tapi jadwalku sangat pada akhir-akhir ini.” Aku berbohong padanya saat ini jadwal kami sedang longgar sebelum bulan depan kami akan menghadapi jadwal penuh dan mungkin tidak akan ada waktu istirahat.

“ Jebal,Jaejoong-ssi..” Aku melihat yeoja itu berlutut di hadapanku. Refleks aku memegang tangannya dan menyuruhnya berdiri tapi,ia hanya menangis dan terus memohon padaku. Rasa ibaku muncul karena ia terus-terusan berkata ‘sekali ini saja’ membuatku tidak tega padanya.

“ Ahh ne,mungkin aku akan menyempatkan waktuku untuk bertemu dengannya besok. Apakah besok kau bisa mengantarku ke sana?”

“ Tentu saja,aku benar-benar berterima kasih padamu,Jaejoong-ssi,kau benar-benar berbeda dari perkiraanku selama ini.”

“Ah? Ne? Memang kau berpikir apa tentangku?”

“ Aku pikir kau sombong,apalagi setelah bertemu denganmu kemarin kondisi Minyun langsung drop dan ia belum sadarkan diri sampai saat ini.”

Aku tertegun mendengar perkataany Hye ra.Jadi yeoja yang waktu itu menemuiku sakit karena aku?

“ Anak muda,dengarkan perkataanku,kau akan menjadi artis terkenal dan dipuja banyak orang,tapi itu akan membawa petaka bagi satu orang fansmu. Ia akan terluka saat berusaha menemuimu. Berhati-hatilah anak muda,kau harus menjadi pelindungnya.”

Kata-kata peramal itu kembali terngiang dalam pikiranku. Jadi apa ini maksudnya? Terluka karena aku? Aku benar-benar merasa bersalah karena hal ini. Aku bisa melihat raut wajah bersalah dari Hye ra,ia segera menutup mulutnya setelah berkata begitu padaku,mungkin ia merasa tidak enak.

“ Mi..mianhae,Jaejoong-ssi,aku tidak bermaksud menyalahkanmu atau apa..”

“ Aku tahu,Hye ra,aku memang keterlaluan kemarin,tadi siapa nama temanmu itu?”

“ Minyun..Jung Minyun.”

“ Ne,aku akan menjenguknya besok,kau bisa menemuiku di sini lagi,besok aku memang ada latihan sampai malam,tapi aku akan meminta waktu sebentar untuk menjenguk Minyun.”

“ Ghamsahamnida,Jaejoong-ssi..”

***

            Di sinilah aku sekarang,di sebuah tempat yang cukup asing bagiku. Sebuah kamar rumah sakit dan aku bisa melihat Minyun terbaring di sana. Aku merasa bersalah karena telah membuatnya seperti ini.

“ Mianhae,Minyun.” Aku berbisik saat melihat kondisinya.

“ Ahh Jaejoong-ssi,aku tinggal sebentar ya.”

Aku hanya mengangguk mengiyakan dan setelah Hye ra pergi,aku memberanikan diri duduk di sebelah Minyun dan memandangi lekuk wajahnya. Aku hanya berharap ia segera sadar dan bisa melihatku di sini.

“ Aku tidak bermaksud kasar padamu. Hhh.. Mianhae..jeongmal mianhae.”

“ Aku tidak tahu kalau aku akan membuatmu menjadi seperti ini.”

“ Aku menyesal,Minyun,bisakah kau sadar untukku?”

Aku melihat tangannya bergerak dan kelopak matanya juga menunjukkan reaksi. Apakah ia akan sadar?

“ Jaejoong saranghae..” kata-kata itu meluncur dari bibirnya,ia  belum sepenuhnya sadar,entah ia mendengar apa yang aku ucapkan atau tidak,tapi kata-kata itu sanggup membuatku terpaku memandanginya.

Saranghae? Apa maksudnya?

Aku melihat kelopak matanya yang menutup perlahan terbuka dan aku bisa melihat ekspresi kagetnya saat tahu aku berada persis di sebelahnya. Aku segera melemparkan senyumku padanya.

“ Jae..jaejoong?”

“ Ne,aku di sini,Minyun.”

“ Jaejoong? Itu benar kau?”

“ Tentu saja. Kau tunggu sebentar,aku akan memanggilkan uisa untukmu.”

Aku segera beranjak keluar untuk memberitahu Hyr ra dan omma Minyun,lalu memanggil dokter.

“ Ahjuma,Minyun sudah sadar.” Bisa kulihat binary kebahagiaan muncul pada wajah yeoja paruh baya itu.

“ Jeongmal? Ghamsahamnida Jaejoong-ssi,kau yang sudah membuat Minyun pulih secepat ini.”

“ Aku akan memanggil uisa-nim.” Hye ra segera berlari meninggalkan kami.

***

            “ Kau benar-benar,Jaejoong?” AKu hanya tertawa saat mendengar kata-kata itu kembali keluar dari mulut Minyun,mungkin ini sudah yang kesepuluh kalinya aku mendengar kata-kata itu. Setiap hari aku menyempatkan waktu untuk sekedar menjenguknya. Dan setiap aku datang untuk menjenguk dan mengobrol,ia selalu menyelipkan kata-kata itu pada pembicaraan kami.

“ Ne,setiap hari aku di sini dan kau masih tidak yakin kalau aku adalah Jaejoong?”

“ Aku hanya takut ini mimpi,kalau ini mimpi aku tidak mau bangun.”

“ Sayangnya ini adalah kenyataan,Minyun-ah.”

“ Aku bahagia mengetahui hal itu. Ah ya sebentar lagi,kau akan berulang tahun,apa yang kau inginkan?”

“ Euhmm,molla,setiap tahun aku hanya berharap kebahagiaan dan kesuksesan yang menyertaiku tahun ini dan sampai tahun berikutnya lagi.”

“ Aku hanya berharap kau bahagia,aku hanya ingin kau berada di sisiku saat aku mungkin tidak bisa bernafas lagi.”

“ Aku akan menggantikan jiwamu yang hilang.”

“ Kau ini lucu sekali,sekarang kau baik padaku padahal kemarin aku ketus sekali,aku sampai takut padamu,aku tidak mau kalau kau melakukannya hanya karena kasihan padaku. Aku tidak mau dikasihanin,Jaejoong.”

“ Aniya,kau orang yang sangat menyenangkan,Minyun,mianhae karena kemarin aku sempat berlaku kasar padamu.”

“ Gwecahan bisa melihatmu ada di sini sungguh merupakan keajaiban bagiku. Kau mau kado apa dariku? Aku ini memang fansmu,tapi aku belum pernah memberimu kado,karena aku bingung mau menghadiahimu apa,aku rasa kau sudah memiliki segalanya.”

“ Aku.. tidak ingin apapun darimu.”

***

           “ Saengil Chukahamnida.. Saengil chukahamnida.. Saranghaneun uri Jaejoong.. Saengil chukahamnida.”

Ulang tahunku tahun ini memang berkesan dibanding tahun-tahun sebelumnya,karena aku merayakannya di sini.. Di taman rumah sakit,padahal biasanya aku merayakan ulang tahunku bersama managementku. Mungkin saat ini mereka bingung mencariku karena aku menghilang sejak pagi.

Hahahaha.. mereka tidak akan bisa mengerjaiku karena aku sudah kabur duluan. Rasakan.. Sejak tadi ponselku penuh panggilan masuk dan pesan berisi ucapan selamat ulang tahun. Belum lagi dari para fans yang mengucapkan lewat jejaring social.Tapi tentu saja yang paling berkesan adalah ucapan dari yeoja di depanku ini.

“ Umur 27 tahun ya  ahjussi?”

“ Mwo?? Ahjussi? Yaaa! Apa-apaan kau ini?”

“ Aku memang lebih muda darimu,ahjussi,lagipula kau tidak sadar? Umurmu sudah 27 tahun,pantaslah aku memanggilmu ahjussi.”

“ Tapi aku tidak suka panggilan itu,kesannya aku sudah tua sekali.”

“ Kau memang sudah tua,sadarilah itu.”

“ Tapi ulang tahun ini berkesan..karena aku bertemu denganmu.”

“ Mwo? kau bisa saja..aku kan hanya fans biasa.”

“ Saranghae..”

Aku sengaja mengecilkan volume suaraku saat berkata hal itu padanya. Aku sungguh malu mengucapkan kata-kata itu. Lagipula sepertinya ia tidak mendengarnya.

“ Mianhae,aku tidak memberimu hadiah,padahal aku ingin sekali..”

“ Kau sudah memberiku hadiah. Apakah kau tidak sadar?”

“ Apa? Aku tidak merasa pernah memberimu sesuatu.”

“ Yang pertama adalah karena aku merayakannya bersamamu dan yang kedua karena aku menemukan malaikat tanpa sayap..”

***FIN***

One thought on “[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] I want to be your soul (spesial ultah Jaejoong)

  1. satu kata dariku..gantuuuuunnggg…
    butuh sequel nih chingu..penasaran sm kelanjutan hubungan mreka akan kaya gmn..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s