[Korean Fanfiction/Straight/Mini Drama] Always Be My Hero (Chapter1)

Title : Always be my hero

Author            : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating            : PG13/Straight/Mini Drama

Genre  : Fantasy/Romance/action/adventure/Comedy

Cast     : All member B1A4

DBSK – Changmin

KARA  –  Goo Ha-ra a.k.a Jung Hara

Jung Nicole

Disclaimer      : B1A4 is belong to God, WM Entertaiment,and their parents

DBSK is belong to God, SM Entertaiment and their parents

KARA is belong to God,DSP Entertaiment and their parents

It just for fun. Please don’t sue me. Don’t take this fanfic without permission from me.

If you want to take this,please take with full credit.

Summary        : Sebuah trauma masa lalu,membawa seorang gadis hidup di dalam ketakutannya sendiri. Ia menderita  Sciaphobia(takut terhadap bayangan). Ia tidak bisa hidup dengan tenang,setiap detiknya dilalui dengan perasaan takut berlebihan. Ia membutuhkan seorang pelindung yang membawanya berani menghadapi rasa takutnya.

 

If you don’t like this fanfic. Please No Bash.

Don’t like. Don’t read.

Chapter 1 

Author pov

“ Akhirnya selesai juga kegiatan hari ini.” Jinyoung melemparkan tubuhnya ke sofa ruang tengah dorm mereka.

“ Hari-hari terasa semakin membosankan saja.” CNU menyenggol tubuh Jinyoung agar mau menggeser posisi duduknya. Jinyoung hanya cemberut karena posisinya sudah nyaman tadi,sekarang terganggu oleh adanya CNU.

“ Mau mencoba sesuatu yang menarik,hyung?” Gongchan berdiri di depan CNU dan Jinyoung dengan seringai licik. Tapi tampak imut di depan Jinyoung dan CNU.

“ Yaa! Jangan macam-macam..” Tiba-tiba Baro memukul kepala Gongchan dari belakang. Membuat maknae itu menoleh dan memasang wajah memelas.

“ Yaa! Appo,hyung..kaukanbelum tahu apa yang mau aku katakan pada CNU hyung dan Jinyoung hyung.” Gongchan memegangi kepala bagian belakangnya yang masih terasa sakit akibat pukulan Baro tadi.

“ Memangnya apa yang mau kau katakan?’ Jinyoung terlihat mulai tertarik dengan apa yang akan dikatakan Gongchan.

“ Bagus sekali kalian ini mengadakan diskusi tanpa aku.” Sandeul tiba-tiba muncul dan langsung lompat ke sofa berusaha menyusup di tengah-tengah CNU dan Jinyoung.

“ Yaaa! Sandeul apa –apaan kau menginjak kakiku.” CNU mulai protes karena kedatangan Sandeul yang tiba-tiba.

“ Minaheyo,hyung,hhahahahaha.. Jadi kalian sedang mendiskusikan apa?”

“ Lanjutkan yang tadi Gongchan.” Baro menyenggol Gongchan yang masih tertawa melihat tingkah ketiga hyungnya yang sedikit gila.

“ Mari kita berpetualang..” Gongchan tersenyum semakin lebar. Wajahnya jadi semakin imut dengan senyumnya itu.

“ Mwo?? Kau sudah gila ya? Mana ada di zaman modern seperti ini pulau harta karun.” Baro membulatkan matanya.

“ Ani,hyung,kita bukan mau pergi ke pulau harta karun. Aishhh kau ini umur berapa,hyung? Masa pikiranmu seperti anak-anak?” Gongchan refleks menutup kepalanya saat Baro bersiap memukulnya lagi.

“ Aishhh kalian jangan bertengkar seperti anak-anak saja.” Jinyoung hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua dongsaengnya.

“ Jadi begini,hyung,kemarin saat aku melewati jalan memutar untuk sampai ke dorm kita ini. Aku melihat sebuah rumah tua,hyung,dan tampaknya tidak berpenghuni.”

“ Lalu?” Sandeul tiba-tiba jadi bersemangat mendengar kata ‘rumah kosong’ dan diyakininya mengandung unsur horor.

“ Aku sempat bertanya pada beberapa orang yang berada di sekitar situ,tentang rumah itu. Dan kata mereka rumah itu tidak sepenuhnya kosong,hyung,

Mereka sempat melihat seseorang berpakaian sangat aneh yang keluar masuk dari rumah itu.”

“ Berpakaian aneh? Maksudmu?” CNU bertanya dengan mimic wajah serius.

“ Ne,orang itu,entah yeoja atau namja,selalu memakai topi yang menutupi wajahnya,lalu jas panjang seperti yang dipakai dektektif itu,walaupun hari sangat panas,ia selalu berpakaian seperti itu saat keluar rumah.”

“ CNU hyung,jangan-jangan dia temanmu.” Baro berkata sambil melirik CNU.

“Yaa! Andwemnida..” CNU berteriak di depan wajah Baro.

“ Habisnya diakanberpakaian dektektif,hyung,berarti dia sejenis denganmu.” Gongchan jadi ikut-ikutan meledek CNU,namun ia langsung diam setelah CNU melemparkan death glare ke arahnya.

“ Hmm,kira-kira kenapa ya di begitu misterius?” Jinyoung menopang dagunya sambil berpikir. Sepertinya hanya dia satu-satunya yang berpikir serius mengenai cerita Gongchan.

“Hwaaa,tidak asyik,aku pikir ada hantu-hantunya.” Sandeul memasang tampang kecewa.

“ Aishhh,hyung,pikiranmu horor sekali.Masalahnya aku mau menguslkan kita menyelidika rumah itu.” Gongchan tersenyum lagi.

“MWOYA??!” Serempak semua member kecuali Gongchan berteriak.

“ Waeyo,hyungdeul?”

“ Aishh,Shireo,kalau kau mau menyelidiki rumah itu,aku tidak ikut.” Baro memasang tampang cuek.

“ Sepertinya menarik..” Jinyoung bergumam sambil memikirkan sesuatu.

“ Aishhh..” Baro mendengus kesal.

“ Ne,aku pikir kita bisa melakukan itu untuk mengisi kebosanan. Kalian tidak lelah apa hanya di dorm saja kalau kita tidak ada jadwal? Lagipula bulan ini bukannya kita sedang banyak hari yang free. Bulan depan baru kita penuh dengan berbagai kegiatan.” CNU menambahkan,sedangkan Jinyoung hanya mengangguk menyetujui.

“ Wahhh,aku tertarik,jangan-jangan sosok misterius itu sesuatu makhluk yang tidak bisa kelihatan.” Sandeul bersemangat kembali.

“ Nah,yaa,Baro hyung,semua hyungdeul sudah setuju kecuali kau. Jadi kau ikut atau tidak? Apa kau mau mati bosan di dorm?” Gongchan memasang tampang mengejek pada Baro.

“ Aishhh,ne aku ikut.”

“ Aku akan menanyakan pada manager hyung. Kapan kita ada waktu kosong.” Jinyoung bangun dari sofa dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponsel.

***

          Sesosok manusia berjalan perlahan memasuki sebuah rumah yang jauh dari kata nyaman. Bayangan terhadap rumah-rumah dalam film horor terpampang dengan jelas bahkan sangat jelas pada rumah ini. Halamannya yang luas bagaikan hutan karenapadangilalang yang tumbuh sangat tinggi.

Pohon-pohon besar yang terdapat di halaman rumah itu,juga menambah kesan misterius dan angker. Rumah dengangayaEropa klasik,dengan jendela-jendela besar di seluruh penjurunya,indah adan artristik. Tetapi sayang tidak ada yang mengurus rumah itu. Kelihatan jelas dari keadaan rumah yang sangat berantakan.

Tidak ada kejadian yang aneh yang dilaporkan terjadi dari rumah itu. Hal itu menghancurkan rumor yang beredar tentang rumah hantu. Jika dilihat dari penampilah luar,rumah itu memang menyeramkan apalagi letaknya di tengah keramaiankotaSeoul,tapi tidak pernah ada kejadian aneh yang terjadi.

Begitupun dengan orang asing yang keluar masuk dari rumah itu. Begitu misterius,sama misteriusnya dengan rumah itu. Rumah dan penghuninya,entah ada berapa makhluk di dalam rumah itu,baik yang berwujud nyata atupun yang tidak kelihatan.

Tidak ada yang berani mendekati rumah itu,ataupun sekedar menegur pemilik dari rumah itu. Mungkin saja orang itu pemiliknya,mungkin juga dia orang yang mengalami gangguan mental sehingga berpakaian aneh dan menempati rumah itu. Entahlah tidak ada yang bisa menebaknya.

Sesosok itu berjalan cepat ke dalam rumah dan segera menaiki tangga menuju lantai atas. Ia melewati sebuah cermin besar yang ada di dalam koridor menuju kamarnya. Ia terdiam sebentar dan melepaskan topinya.Membiarkan rambutnya yang hitam dan panjang terurai menutupi sebagian wajahnya.

Lama ia terdiam memandangi refleksi dirinya di cermin. Ia melihat sekilas ke arah jendela besar yang terdapat tidak jauh dari tempatnya berdiri. Cahaya matahari sore perlahan memancar dari jendela itu.Membentuk siluet bayangan,banyangan tubuhnya sendiri.

Sesosok makhluk yang ternyata yeoja itu,segera menyingkir dari tempatnya berdiri. Ia menatap ke arah bayangan yang terbentuk dengan perasaan aneh. Ia menatap ke sekelilingnya. Ruangan yang gelap dan nampak sedikit berantakan itu membuat penglihatannya terbatas. Ia merasa ketakutan terhadap bayangan itu. Ia yakin ada suatu bayangan lain yang akan terbentuk.

***

          “ Kau masih memikirkan anak itu?” Seorang pria paruh baya memandnag istirnya yang sedang duduk di pinggir jendela dengan tatapan tajam.

“ Ahh,aniya..”

“ Jangan berbohong.”

“ Ne,memangnya kenapa? Diakanmasih putriku..” yeoja itu berteriak histeris pada suaminya.

“ Lupakan dia.Keluarga kita sudah sepakat untuk membuang yeoja gila itu.”

“ Yaa! Jaga mulutmu.Dia bukan saja anak kandungku,tapi anak kandungmu juga.”

“ Tapi yeoja itu sudah tidak waras,membuat malu keluarga kita,lagipula selama ini ia tidak mau mendegarkan kata-kata orang tuanya.”

“ Geumanaeyo!”

“ Berhentilah memikirkannya,sudah bagus aku masih mengizinkanmu mengiriminya uang setiap bulan.”

“ Aku ingin bertemu dengannya?”

“Mwoyaa? Andwae! Untuk apa? Kau mau kelihatan oleh orang lain saat sedang mengunjungi anak itu?”

“Tapi aku merindukannya.”

“HUH! Sudahlah,anggap saja kita tidak pernah mempunyai anak seperti dia.”

“ Kau sungguh orang tua yang kejam.”

***

          “ Hyung,kapan kita ada jadwal kosong?” Gongchan menghampiri Jinyoung yang masih memelototi daftar jadwal yang baru saja di fax oleh manager mereka.

“ Hmm,minggu ini kita masih full,walaupun hanya mungkin 1 sampai dua acara per harinya. Tapi minggu depan kita ada free dua hari,yaitu hari Kamis dan Jumat.”

“ Ya sudah minggu depan saja kita ke rumah itu.” CNU menjawab tetapi matanya fokus pada layar televisi.

“ Ne,hyungdeul,kalian setuju tidak?” Gongchan berteriak pada Baro dan Sandeul yang sibuk dnegan kegiatan masing-masing.

Baro sedang asyik berkutat dengan laptopnya. Sedangkan Sandeul membuaka-buka sebuah buku kuno. Entah namja itu mendapatkan buku darimana.

“ Hmm,kalau aku sih terserah saja.” Baro sedikit menoleh dari laptopnya.

“ Sandeul hyung…Kalau kau?’’

“..”

“Hyung…” Gongchan berteriak lebih keras berharap mendapat tanggapan dari Sandeul.

“ …”

“YAAA!! HYUNGG..” Gongchan berteriak di depan Sandeul.

“ Mwo? Aishhh tidak usah berteriak.”

“ Habisnya kau seperti orang autis. Daritadi sibuk dengan bukumu itu. Apa sih yang kau baca?”

“ Enak saja menyebut autis. Aku membaca buku tentang hantu tahu.”

“ Omonaaaa..hyung..kau pikir kita mau memburu hantu apa?”

“ Ani,hanya bikin persiapan saja. Siapa tahu kita ketemu hantu beneran.”

“ Aishh.Tsk..Lalu apa yang dikatakan buku keramatmu itu?”

“ Hantu takut dengan takut dengan bawang putih.”

“ Aishhh kalau seperti itu saja sih,tidak usah membaca buku,semua orang sudah tahu,hyung.” Gongchan berdecak kesal karena Sandeul melakukan pekerjaan sia-sia.

“ Aku kan belum selesai membaca buku ini,kau sabarlah sedikit.”

“ Hyung,daripada kau membaca buku aneh itu mending kau masak saja,hyung,inikansudah jam makan malam.” Baro yang sejak tadi terus mengikuti pertengkaran Gongchan dan Sandeul,berceletuk ringan untuk menyadarkan Sandeul.

“ Aishh shireo,aku sedang malas masak..”

“ Ayolah,hyung,aku juga sudah lapar.” Gongchan jadi ikut merajuk Sandeul.

“ Sejak kapan kau jadi hobi merajuk?” Sandeul memandang Gongchan dengan tatapan aneh.

“ Sejak tadi..”

“ Tsk,ne,aku akan memasak.” Sandeul meletakkan bukunya di meja dan mulai beranjak ke dapur. Memasak makan malam untuk keluarga kecilnya.

***

          “ Kau yakin mau masuk ke dalam,hyung?” Baro menarik-narik baju Jinyoung yang berada di depannya.

“ Aishh,tenang saja,tidak akan terjadi apapun.” Jinyoung menjawab dengan mmik wajah yang ia bentuk seyakin mungkin. Walaupun dalam hati ia merasa sama cemasnya dengan Baro. Wajar,karena rumah itu tampak dua kali lebih menyeramkan daripada waktu mereka lihat siang tadi.

“ Yaaa! Hyung kau juga takutkan? Lalu mengapa kita mengunjungi waktu malam hari? Aishhh padahal siang tadikanmasih terang.” Baro semakin mengencangkan pegangannya pada Jinyoung. Saat ini mereka sudah melintasi halaman depan rumah itu.

“ Hyungdeul,bisakah kalian jangan berisik?” Gongchan menempelkan jari telunjuknya di bibir.

“ Sepertinya tidak ada kehidupan di dalmsana.” CNU menunjuk rumah yang ada di hadapannya dengan dagunya.

“ Hmm,Kita masuk saja,kajja..” Sandeul sudah memegang handle pintu depan. Bersiap untuk membukanya.

“ Aishhh kenapa tiba-tiba aura di sekitarku jadi mendingin begini?” Baro mengusap bagian belakang kepalanya.

Kriettt..

Pintu rumah itu sudah dibuka oleh Sandeul. Mereka berlima melangkahkan kaki masuk ke rumah itu.

“ Hyung,nyalakan senternya.” Gongchan menyenggol CNU yang memegang senter.

“ Ahh ne.” CNU menyalakan senter yang dibawanya dan menyorotkannya ke seluruh penjuru rumah. Hanya tampak beberapa barang yang sudah kotor dan berdebu. Tapi semuanya tampak rapi,seperti ada yang tinggal di dalamnya,tapi malas membersihkannya.

“ Hyung,sekarang bagaimana?” Baro sudah sedikit tenang,walaupun masih ada rasa takut yang menyelimutinya.

“ Kita naik ke lantai atas.” Sandeul menunjuk tangga menuju lantai atas. Serempak mereka semua terdiam. Baro segera menggeleng-gelengkan kepalanya tidak setuju. Jinyoung,Gongchan,dan CNU masih mengamati penjuru rumah ini.

“Hmm,Aku rasa memang tidak ada apa pun di sini.” Jinyoung masih mengamati design rumah yang terkesan kuno.

“ Kita pulang saja,kajja.” Baro sudah berbalik,tangannya baru akan meraih handle pintu saat bajunya ditarik oleh seseorang.

“HWAAAAAA..AMPUN….SAYA TIDAK AKAN BERANI MENGGANGGU KETENANGAN KALIAN LAGI. Mianhayo..Mianhae..Tuan,nyonya hantu..”Baro berteriak cukup kencang.

“Aishhhhhh,hyung,kau apa-apaan sih?”Gongchan melepas tarikannya pada baju Baro dan menatap hyungnya itu dengan tatapan aneh.

“ Ehemm..ehemm,ani,hanya terkejut saja.” Baro berusaha menetralkan suaranya yang sedikit bergetar karena takut.

“ Kita naik saja,kita sudah terlanjur ke sini,masa hanya sampai di bawah kita pulang lagi.” Sandeul memandang ke arah lantai atas yang sama gelapnya dengan lantai bawah dengan pandangan penuh minat.

“ Kajja..” Akhirnya mereka berlima menaiki tangga itu perlahan. Tangga yang terbuat dari kayu itu berderit pelan saat mereka menginjaknya. Membuat bulu kuduk mereka meremang.

“ Hmm,lorong-lorong seperti di film horor.” Sandeul bergumam pelan saat mereka melewati lorong yang entah menuju ke mana.

Sementara itu di satu sisi,seorang yeoja sedang meringkuk di sudut ruangan di depan kamarnya. Malam ini bulan purnama,dan kamarnya yang dilengkapi oleh jendela besar,dengan sangat jelas memantulkan sinar rembulan. Merefleksikan bayangan tubuhnya sendiri. Membuat yeoja itu tidak tenang.

Sebuah suara.. Ani… suara orang bercakap-cakap terdengar sayup-sayup di kejauhan. Yeoja itu memasang telinganya berusah meyakinkan kalau suara itu hanya halusinasinya belaka.Tetapi suara itu semakin lama semakin mendekat.

Yeoja itu menaikkan kepalanya melihat ke ujung lorong. Bayangan..

Mengejarnya..

Siap menerkamnya..

Yeoja itu terpaku. Bayangan itu semakin dekat..

“ARGHHHHHHHHHH……..”

***

To Be Continued

 

6 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Mini Drama] Always Be My Hero (Chapter1)

    • uwahhh akhirnya ada juga yang mau baca ff abal2 krya saya nih *terharu ^^
      oke chingu selamat datang di blog aku,tenang aja FF ini akan aku lanjutkan kok😀
      ditunggu aja ya
      gomawo ^^

    • Oke sip chingu aku lanjutkan secepanya ya
      cuma antri sama ff aku yang lain *author kebanyakan ff
      ditunggu aja ya chingu😀

      makasih udah komen +baca😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s