[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] Mollayo(Vers 1)

Title : Mollayo(Vers 1)

Author  : Kim Saena a.k.a Devi

Rating                : PG 13/straight/ oneshoot

Genre : Romance/School life

Cast :   Choi Min ho – SHINee

Kim Sae na

Park Hye soo

Kim Yue lee

Oh Ha young – A pink

Son Na eun    – A pink

Disclaimer          : SHINee  Choi Minho is belong to God,SM Entertaiment,and his parents

                                        Apink Ha young and Na eun are belong to God,A cube Entertaiment,and their parents

                                       It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.

                                      Don’t take this fanfic without permission from me.

                                       If you want to take this fanfic.Please take with full credit.

 

If you don’t like this fanfic. Please No Bash.

Don’t like. Don’t read

 

Seperti biasa saya cuap2 dulu hahaha,sekilas tetang fanfic ini.saya mohon maaf sekali lagi karena fanfic ini saya buat waktu awal-awal belajar bikin oneshoot jadi bisa dibilang ini Oneshoot pertama saya.. Dan bahasanya juga masih berantakan banget.. Hehehe.. Jadi mohon maklum kalo kalian masih nemuin bahasa2 gaul bertebaran di ff ini,saya iseng waktu nemu ff ini di lappie,langsung deh saya kepikiran buat ngepost. 

So Enjoy this fic

          Kau membuatku ragu-ragu

          Aku masih tak mengerti jalan pikiranmu

          Kau memberiku terlalu banyak kata yang ambigu

          Bersamamu hanya menambah banyak tanda tanya

          Aku tak mau berharap terlalu jauh

          Selama kau masih membisu

          Aku takut kau tidak menganggapku lebih

          Kau hanya menganggapku sama dengan yang lainnya

          Namun bagaimana caranya membuatmu mengerti

          Aku butuh jawaban darimu

—————————————————————

 Author pov 

“ Eh siapa dia?” Ha young menunjuk sesosok pria yang sedang berjalan menuju kelas mereka.

Yue lee, Sae na, Hye soo,dan Na eun serempak menoleh ke arah yang dimaksud Ha young. Mereka terdiam seolah terhisap oleh pesona pria itu. Mereka tidak mampu berkata-kata bahkan ketika pria itu masuk dan melewati mereka.

“ Omo… Jangan-jangan dia malaikat yang dikirim Tuhan ke bumi.” Yue lee berbisik-bisik dengan teman-temannya.

“ Anak baru mungkin.” Kali ini Sae na yang berbicara tapi tatapannya terpaku pada sosok itu.

“ Aku jadi ingin kenalan sama dia. Aku ke sana ah..” Hye soo langsung berdiri dari bangkunya hendak menghampiri bangku pria yang dalam sekejap membuat mereka semua jatuh hati.

“ Eehhh,nanti saja sebentar lagi bel. Jam istirahat saja.” Na eun menahan tangan Hye soo. Hye soo langsung cemberut,tapi ia menuruti kata-kata Na eun dan duduk lagi di bangkunya.

“ Hahayy,ternyata namanya Min ho ya. Tapi sepertinya dia tipe namja cool yang jarang berbicara.” Hye soo menunjuk Min ho yang sedang mendengarkan lagu dan membaca buku di bangku taman dengan dagunya.

“ Mungkin dia belum mempunyai teman,lagipula dia anak baru.Katanya kita mau kenalan.Jadi?” Kata Yue lee sambil membetulkan letak kacamatanya.

“ Kita kenalannya sendir-sendiri,bagaimana?. Kalau langsung kita datang berlima,nanti dia malah risih. Lagipula nanti pembicaraannya canggung,karena kita berlima dan dia sendiri.” Sae na memberikan saran pada teman-temannya.

“ Aku setuju sama  Saena,yang ada nanti dia malah kabur lagi,kita ini kan biang ribut.”

“ Ehhh bukannya kau saja ya yang tukang buat masalah?” kata Nae eun sambil tertawa dan diikuti yang lainnya.

Ha young mendelik tetapi kemudian ekspresi wajahnya jadi tersenyum ketika ia melihat Min ho memandang ke arah mereka sekilas.

“ Ehh tadi dia liat ke sini. Lebih baik kita berpencar sekarang.” Ha young mengambil bukunya dan bermaksud pergi dari sana. Yue lee, Sae na, Hye soo,dan Na eun melakukan hal yang sama. Mereka pura-pura berpencar untuk mencari makanan dan duduk di tempat yang berbeda.

Na eun memberi kode ke arah Yue lee menanyakan siapa yang akan pertama kali mengajak Min ho kenalan secara pribadi. Yue lee meneruskan kode Na eun kepada yang lain sehingga mereka semua tahu.

Hye soo dengan bangga langsung bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Min ho. Yang lainnya hanya bisa pasrah,dan memperhatikan gerak-gerik Hye soo dari jauh.

“ Annyeong,Min ho-ssi.”

Min ho menoleh dan mendapati Hye soo sudah duduk disebelahnya dan sedang tersenyum manis padanya.

“ Annyeong. Mian,namamu siapa ya? Aku belum hafal nama anak-anak satu kelas.”

“ Oh.. Chonun Park Hye soo imnida.” Hye soo menyodorkan tangannya ke arah Min ho.

Min ho menyambut uluran tangan Hye soo dan kemudian tersenyum.

“ Kalau kau kesulitan dan perlu bantuan,kau bisa menghubungiku,misalnya soal pelajaran atau PR atau ruangan-ruangan di sekolah ini.”

“ Gomawo,Hye soo-ssi.”

Dari jauh mereka melihat Hye soo mengobrol cukup akrab dengan Min ho.Terkadang enak menjadi Hye soo,dia ramah dan cepat akrab dengan orang lain. Beberapa saat kemudian Hye soo menyudahi obrolannya dengan Min ho. Satu per satu Sae na,Yue lee, Na eun,dan Ha young mendekati Min ho dan memulai obrolan dengannya.

***

“ Jadi kita semua sudah sepakat saingan secara sehat buat memenangkan hati Min ho?” Na eun memulai obrolan. Mereka sedang berkumpul di rumah Hye soo untuk membahas acara kenalan tadi sekaligus menentukan langkah selanjutnya.

“  Aku tidak terlalu ingin mendapatkannya aku hanya ingin berteman saja.” Sae na mengambil majalah milik Hye soo lalu mulai membacanya.

“ Siapa pun yang mau lebih dekat dengan Min ho jangan ada yang lewatin batas.” Ha young berkata sambil menulis sesuatu di bukunya.

“ Batas apa?” Hye soo bertanya dengan wajah bingung.

“ Saling fitnah satu sama lain dan membuat Min ho berpikian jelek tentang salah satu dari kita.”

“ Oh itu,tenang saja. Kita adalah sahabat tidak mungkin karena Min ho kita pecah.” Kata Yue lee sambil tersenyum.

“ Itu sudah jelas. Hahahaha. Siapapun yang nanti memenangkan hatinya Min ho,jangan sombong dan jangan pamer. Yang lainnya juga harus rela.” Ha young berkata sambil mengedipkan sebelah matanya.

“ Ne,itu sudah pasti.Tapi Min ho harus jadi temen kita semua ya?” Sae na berkata sambil masih membolak-balik halaman majalah yang sedang dibacanya.

“ Jelas itu bisa diatur.”

***

            “ Tumben kau ke sekolah membawa keranjang kue. Mau jualan?” Ha young tertawa melihat Hye soo datang sambil membawa keranjang yang biasa digunakan untuk meletakkan kue.

“ Aniya, di dalamnya ada sesuatu untuk Min ho.”

“ Ohh begitu,aku kira kau mau jualan kue sekarang.Hahahahahaha.”

“ Itu sesuatu yang tidak mungkin.”

Tiba-tiba Sae na masuk sambil bersenandung. Ia terdiam melihat Hye soo dan Ha young yang tiba-tiba aneh. Ha young membawa setangkai bunga daisy berwarna kuning cerah yang dihiasi pita berwara pink,sedangkan Hye soo membawa keranjang kue,Sae na bisa menebak untuk siapa semua benda-benda itu.

“Annyeong,Omonnaaa.. Kalian ini sudah siap sekali sampai membawa barang seperti itu ke sekolah.” Sae na duduk di kursinya dan melirik kursi sebelahnya,Yue lee yang biasa duduk disebelahnya belum datang.

Yoon mi teman sebelah Ha young,ikut-ikutan terheran-heran dengan teman-temannya yang berubah aneh.

“ Ada apa nih kalian?”

Ha young segera mengambil bunga yang ada di mejanya dan menjejalkannya di laci mejanya.

“ Bunga? Buat siapa tuh?” Terlambat Yoon mi terlanjur melihat bunga itu.

“ Ada deh. Hahahahha. Bukan buat siapa-siapa.”

Yoon mi duduk dan membuka bukunya. Ha young sempat melihat buku yang dibuka Yoon mi. Ia terpaku,bukankah buku itu yang kemarin dipegang Min ho? Ahh palingan hanya covernya yang sama. Ha young menatap bunga yang ada di lacinya. Sekarang bagaimana caranya memberikan bunga ini untuk Min ho?

***

Hye soo berjalan cepat menyusuri koridor sekolah yang dipenuhi oleh para siswi yang ingin menikmati jam istirahat.

Itu dia.

Hye soo segera menghampiri Min ho yang sedang duduk dan seperti biasa membaca sesuatu. Hye soo menyodorkan kue yang dibuatnya dengan susah payah. Min ho menoleh dan mendapati Hye soo menunduk dan tidak berani menatap matanya. Min ho mengambil kue itu dan tersenyum. Hye soo segera pergi dari situ dengan langkah cepat-cepat dan bersembunyi di balik dinding kantin memerhatikan Min ho yang masih memandangi kue buatannya.Lalu meletakkannya di sebelahnya dan mulai membaca lagi. Hye soo kecewa karena Min ho tidak langsung memakannya namun ia tersenyum dan berlalu dari sana.

Ha young berjalan pelan sambil membawa bunganya.Perlahan ia mendekati Min ho dan memberikan bunga yang dibawanya. Sama seperti Hye soo,Ha young langsung kabur tanpa bicara apa-apa. Min ho memandangnya dengan heran namun ia tersenyum memandang kue dan bunga yang berada di sebelahnya sekarang.

“ Aku gugup sekali,sampai tidak tahu harus berbicara apa dengannya”

“ Sama,aku juga,cuma  senyum aja. Tapi dia tadi tidak langsung memakan kue dariku.”

Ha young dan Hye soo berjalan beriringan kembali ke kelas mereka. Ha young cukup puas karena sudah bsa memberikan bunga itu untuk Min ho. Sedangkan Hye soo merasa sedikit kecewa karena Min ho tidak langsung memakan kue buatannya,ia ingin tahu ekspresi Min ho saat memakannya.

“ Tenang saja,yang penting kau sudah berhasil memberikan itu padanya.”

“Yaa,kalian pasti tadi bertemu Min ho kan?” Yue lee berdiri di depan kelas sambil melipat tangannya.

“ Kau tahu untuk pendekatan awal.” Ha young berjalan menerobos Yue lee yang masih berdiri menghalangi pintu masuk.

“ Lalu kapan kau,Na eun,dan Sae na akan memulai aksi kalian?”

“ Molla,aku saja masih memikirkan cara mendekatinya.”

“ Lebih baik kalian cepat,nanti dia keburu jatuh hati denganku. Hahahaha.” Hye soo tesenyum dan perlahan pipinya memerah.

“ Percaya diri sekali kau ini.”

***

            Na eun berjalan tergesa-gesa keluar kelas. Ia lupa membawa buku pelajaran matematika. Padahal pelajaran itu dimulai setelah istirahat nanti. Waktu istirahat tinggal 8 menit lagi. Sedangkan perpustakaan berada di lantai empat dan kelas mereka di lantai dua.

“ Ayouu.” Na eun memgang lengan kanannya yang terasa sakit. Ia menoleh hendak memaki-maki orang yang menabraknya. Namun ia tertegun melihat sosok Min ho menjulang di hadapannya.

“ Mian,Na eun-ssi, gwechanayo?” Min ho berusaha menyentuh Na eun. Namun Na eun tersenyum dan malah berlari meninggalkan Min ho yang masih terheran-heran.

Dari lantai tiga, Na eun memperhatikan Min ho yang berjalan kembali menuju ke kelasnya. Na eun tersenyum,ia memang belum memulai aksi pendekatannya. Namun keberuntungan membawanya ke arah Min ho.Ia terseyum dan kembali melangkah dengan perasaan riang. Kemudian ia tersadar satu masalah besar dan waktu istirahat tinggal 3 menit lagi.

***

            Dua bulan telah berlalu sejak mereka memutuskan untuk mendekati Min ho. Hye soo bahkan sudah dua kali janjian pergi keluar denan Min ho, yang disebutnya sebagai lampu hijau. Dan hal itu diprotes yang lainnya karena sikap Min ho terhadap mereka semua sama. Tidak ada yang diperlakukan istimewa. Semua masih dalam tanda tanya dan keraguan.

“ Aku yakin sebenarnya Minho menyukaiku hanya saja dia masih malu buat mengatakan perasaannya padaku.” Hye soo berkata sambil senyum-senyum sendiri.

“ Selama sikapnya masih sama kita  tidak bisa sembarangan memprediksi takutnya itu hanya sebatas tindakan biasa dan tidak istimewa.” Sae na berkata dengan nada sedikit sewot.

“Sudahlah sekarang lebih baik kita tetap oeduli dan perhatian sama dia tanpa ada maksud terselubung. Kita harus tulus sama dia,dia pasti bisa liat yang mana yang tulus yang mana yang ada maksud tertentu.” Ha young juga mulai putus asa dengan sikap Min ho yang penuh tanda tanya.

“ Lebih baik kalian jangan terlalu berharap,kemarin aku lihat sendiri Min ho jalan berdua dengan Yoon mi.” tiba-tiba Yue lee angkat bicara dan membuat semuanya kaget sekaligus banyak hati yang tiba-tiba patah.

“ Mwo?Jinjja? Mungkin kau salah liat .” Ekspresi Na eun tiba-tiba memucat.

“ Aniya,aku kenal betul siapa yang aku lihat kemarin. Aku saja baru tahu kalau Yoon mi mengincar Min ho juga.”

“ Mungkin hanya jalan biasa,kita juga udah pernah jalan berdua saja kan dengan Min ho. Jadi aku rasa itu tidak istimewa.” Ha young berkata dengan nada yang dibuat sesantai mungkin,walaupun dalm hatinya ia was-was juga.

“ Aku curiga Min ho tidak tahu kita sedang pendekatan dengan dia.” Tiba-tiba Sae na angkat bicara dan membuat semuanya berpikir ke arah sana.
“ Mungkin kau ada benarnya juga ya.” Hye soo langsung cemberut dan merasa usahanya sia-sia belaka.

“ Berarti kita harus berusaha lebih keras lagi. Hwaiting!!! “ Ha young mengepalkan tangannya ke udara dan tersenyum.

“ Ya kita harus membuat tanda-tanda yang semakin nyata.”

“ Bagamana kalau kita nyatain aja perasaan kita ke dia.”

“ Ahhh aku takut.”

“ Tapi kau mau digantung begini?”

“ Aniya, tapi…..”

“ Aku rasa ada baiknya kita tidak berdiam diri namun kalau menyatakan perasaan terlalu frontal rasanya.”

***

            “ Min ho sudah jadian dengan Yoon mi.” Ha young menutup wajahnya dengan kedua belah telapak tangannya dan terdengarkah isak tangisnya.

Yue lee segera mengeus pundak Ha young yang bergetar pelan.

“ Sudahah mungkin kau salah dengar. Kau tahu dari mana?” Sae na mencoba menenangkan Ha young.

Ha young menghapus air matanya dan mulai bercerita dengan suara yang serak karena habis menangis.

“ Kemarin aku lihat Yoon mi memakai kalung.Lalu aku iseng bertanya sekaligus berusaha bercanda,aku bilang kalung itu dari pacarnya. Tanpa kusangka ia tersenyum dan bilang ia baru saja punya pacar dan setelah ku paksa mengaku. Ia bilang ia pacaran dengan Min ho.”

“ Aku belum percaya sebelum aku mendengarnya sendiri dari mulut Min ho.” Hye soo berteriak dan kemudia menghambur pegi dari kelas yang memang sudah sepi karena jam pulang sudah lewat setengah jam yang lalu.

“ HYE SOOOO!!!”

***

            Hye soo berlari menyusri koridor yang mulai sepi,ia tahu Min ho belum pulang,entah bagaimana ia yakin akan hal itu. Ia mengubah larinya menjadi langkah-langkah panjang dan cepat. Ia melihat Min ho sedang duduk seperti biasa memegang buku itu. Buku yang tidak diketahuinya sampai sekarang.

“ Min ho…” Hye soo berusaha tersenyum walaupun dalam hati ia merasa sakit.

“ Annyeong,Hye soo,kau belum pulang?”

“ Aniya,aku boleh bertanya sesuatu?”

“ Ne,waeyo?”

Hye soo menelan ludah karena gugup. Lidahnya terasa kaku.

“ Mian,euhmmm kau berpacaran dengan Yoon mi ya?”

Perlahan wajah Min ho terlihat kaget tapi sejurus kemudian ia tersenyum ke arah Hye soo yang semakin memucat.

“ Pasti Yoon mi yang memberitahumu ya? Memang aku berpacaran dengannya.”

Kata-kata Min ho bagaikan sebuah petir yang menyambarnya. Hye soo terpaku tidak mampu berkata apa-apa.

“ Kau pasti heran kenapa aku bisa pacaran dengan Yoon mi.” Min ho seakan bisa membaca pikiran Hye soo.

“ Dia adalah teman masa kecilku,selama ini aku mencarinya. Dan kemarin tanpa sengaja aku melihatnya membawa buku yang sama persis denganku. Buku ini adalah kumpulan foto aku dan Yoon mi watu kecil. Selama ini aku murung karena tidak bisa menemukan teman masa kecilku ini. Tapi ternyata dia satu sekolah denganku.” Min ho berbicara sambil menunjukkan buku itu pada Hye soo.
“ Ohh begitu. Chukae..” Hye soo berusaha tersenyum kemudian ia pergi meninggalkan Min ho yang merasa heran.

“ Yoon mi pantas memiliki Min ho. Mereka sudah ditakdirkan bersama.” Yue lee berkata setelah mendengar cerita Hye soo.

“ Ne dan kita dapat pelajaran berharga kalau persahabatan kita terlalu berharga untuk dikorbankan demi cinta.”

“ Benar apa yang kau katakan. Lagipula di luar sana masih banyak laki-laki lain.”

“ Yaaa,itu Min ho dan Yoon mi ayo kita hampiri mereka.”

Yue lee,Hye soo, Sae na,Ha young dan Na eun menghampiri Min ho dan Yoon mi. Mereka sadar jawaban Min ho untuk mereka adalah tidak karena Min ho telah menemukan bintangnya sendiri

**The End**

2 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] Mollayo(Vers 1)

  1. Woaaa, lima yeoja mengincar Minho. Tapi sayangnya mereka harus patah hati karena Minho telah memiliki orang yang disukainya sejak kecil. Biar begitu mereka sadar kalau persahabatan adalah yang lebih penting, dan dengan kejadian ini justru persahabatan itu semakin kuat.
    Nice story.

    • FF ini terinspirasi dari lagunya Apink yg I don’t know
      tapi jadinya malah gaje gini
      mian kalo mengecewakan soalnya aku bikin FF ini waktu baru2 belajar *halah alesan~ * hehehehe
      iya bener~
      dari awal aku emang pengen nunjukkin sisi persahabatannya dibanding sisi romancenya
      gomawo😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s