[Korean Fanfiction/Straight/Series] Wasurenaide (chapter 5)

Title : Wasurenaide

Author : Deviyana cassiopeia a.k.a Yunnie_Dv a.k.a Kim Sae na

Rating : PG 13

Genre : Straight/On writing

Cast :

Kim Chae eun

Lee Jang mi

Kim Sae na

All member TVXQ

dislaimer : Tvxq are belong to SM entertaiment and their parents

I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun

Please don’t sue me.

 

If you don’t like this fanfic. Please no bash.

Don’t Like Don’t read

Chapter 5

 

            “Aku harap kau tidak terlalu dekat dengan Yoo chun.” Nyonya Park mengambil cangkir tehnya dan meminumnya sedikit.

“ Mianhaeyo,ahjuma,kalau aku boleh tahu. Apa alasan anda melarangku dekat dengan Yoo chun?” Jang mi berkata sambil menunduk.

“ Karena kau membawa dampak buruk baginya.”

Jang mi hanya terus menunduk,ia tidak berani berkata apapun. Walaupun sangat ingin dibantahnya perkataan nyonya Park,namun ia tidak mempunyai sedikitpun keberanian.

“ Lagipula Yoo chun sudah mempunyai seseorang yang akan membantunya pulih dan orang ini jauh lebih baik daripadamu. Jang mi,aku bukannya orang yang tidak tahu berterima kasih,aku masih mengizinkanmu bertemu Yoo chun,hanya saja tidak terlalu sering.”

“ Tapi… aku juga membantu Yoo chun pulih,ahjuma,apa ini adil untukku?” Jang mi hampir saja mentikkan air matanya namun sekuat tenaga ditahannya semua itu.

“Jang mi,aku juga ingin yang terbaik untuk Yoo chun,sudah hampir setahun Yoo chun bersamamu,namun tidak ada kemajuan yang berarti,gadis ini adalah teman masa kecil Yoo chun dan aku yakin dia bisa membuat Yoo chun mengingat masa kecilnya yang bahagia.”

“ Aku kekasihnya,ahjuma,kau tidak bisa membuatku berpisah dengannya.” Tanpa sadar Jang mi sudah membentak nyonya Park.

Tetapi nyonya Park hanya bergeming. Mungkin ia tidak terlalu kaget Jang mi membentaknya.

“ Kau memang kekasihnya dulu,tapi Yoo chun belum mengenalkanmu padaku,aku tidak tahu kau berbohong atau tidak,kalau saja aku tidak menemukan fotomu dan Yoo chun dalam dompet anakku,mungkin aku tidak akan percaya. Jang mi aku hanya bisa berharap Yoo chun kembali mengingat semuanya dan jika kau telah gagal. Apa itu bisa dipaksakan?”

Jang mi hanya terdiam lalu dengan langkah gontai ia membungkukkan badannya di hadapan nyonya Park dan meninggalkan ruangan itu.

“ Omma,Jang mi ke mana?” Yoo chun muncul di sana setelah Jang mi melangkah keluar,kemungkinan Yoo chun tidak tahu apa yang terjadi.

“ Dia ada urusan,jadi hari ini dia tidak bisa menemanimu seperti biasa. Bagaimana kalau aku menghubungi Hee jin? Kau sudah melihat fotonya kan? Dan aku juga sudah menceritakan tentang dia padamu.”

Yoo chun hanya bisa mengangguk, dalam hatinya ia yakin ada sesuatu antara Jang mi dan ommanya.

***

          Yun ho berdiri di depan rumah Chae eun, ditangannya terdapat sebuah buket bunga mawar putih yang cantik. Ia memencet bel dan disambut oleh salah satu pelayan Chae eun. Yun ho duduk di ruang tamu sambil tersenyum,ia yakin Chae eun akan menyukai kejutannya.

“Yun ho mengapa kau datang ke sini?” Chae eun tidak bisa menyembunyikan rasa herannya.

“ Aku ingin meminta maaf chagiya.” Yun ho menyerahkan buket bunga yang ia bawa kepada Chae eun. Chae eun menerima bunga dari Yun ho kemudian ia tersenyum kecil dan duduk di samping Yun ho. Entah mengapa,Chae eun sudah bosan dengan perlakuan manis Yun ho,karena ia tahu Yun ho akan melakukan kesalahan lagi dan kembali meminta maaf dengan cara yang sama.

“ Ne. Aku sudah memaafkanmu,Yun ho.” Yun ho mengerutkan dahinya. Bingung. Tidak mungkin Chae eun memaafkannya semudah itu. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Namun yang dilakukan Yun ho hanya diam dan mengusap kepala Chae eun pelan.

“ Yun,aku sedang tidak enak badan,sebaiknya kau pulang saja ya.” Chae eun berkata sambil melepaskan tangan Yun ho dari kepalanya.

“ Kau sakit,chagiya? Ayo kita ke dokter.” Yun ho segera menggenggam tangan Chae eun dan menatapnya khawatir.

“ Aku akan baik-baik saja,Yun,setelah minum obat juga aku sembuh.” Chae eun menolak dengan halus,ia tidak ingin embuat Yun ho khawatir. Sebenarnya Chae eun tidak sakit,hanya saja ia tidak ingin menemui Yun ho,untuk pertama kalinya Chae eun ingin menjauh sementara dari Yun ho.

“ Baiklah,chagiya,aku pulang dulu ya. Semoga cepat sembuh.” Yun ho bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu. Chae eun mengantarkan Yun ho sampai ke depan pintu gerbang dan melambaikan tangannya. Setelah mobil Yun ho perlahan menjauh,Chae baru masuk ke dalam rumahnya.

Chae eun membawa masuk buket bunga dari Yun ho ke dalam kamarnya dan mencampakkan bunga itu ke dalam salah satu lemarinya. Hal yang tidak pernah dilakukan Chae eun sebelumnya,biasanya jika ia mendapat bunga seperti itu,ia akan langsung memeluk Yun ho dan mengucapkan terima kasih. Lalu menaruh bunga itu dalm vas di kamarnya dan memandanginya sebelum tidur sambil membayangkan wajah Yun ho.

Jae joong,perlahan tapi pasti pria itu merasuki kehidupannya. Entah apa namanya perasaan yang ada di hatinya sekarang. Chae eun merasa lebih nyaman berada di dekat Jae joong dibandingkan jika ia berada di dekat Yun ho. Chae eun merasa bersalah kepada Yun ho,namun hatinya tidak bisa berbohong,ia memang lebih senang bersama Jae joong disbanding Yun ho dan Chae eun tidak kuasa menahan gejolak perasaannya sendiri.

***

          “ Ada apa ya dengan kalian? Kemarin aku menemukan Sae na menangis sendirian di taman. Sekarang kau yang merenung di sini. Wajahmu seperti menahan tangis. Jang mi,ada masalah apa?” Jun su mendekati Jang mi dan duduk di sebelahnya.

Jang mi hanya terdiam sepertinya ia tidak berniat menjawab pertanyaan Jun su. Ia hanya membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Ia tidak menangis,tetapi hatinya sesak sekali. Ia ingin menangis,namun ia tidak ingin kelihatan seperti gadis yang lemah.

“ Sepertinya kau tidak akan menjawab pertanyaanku. Aku hanya ingin bilang,kalau kau mau menangis,menangislah di punggungku.” Jun su membalikkan badannya hingga ia membelakangi Jang mi.

“ Aniya,oppa,aku tidak akan menangis.” Jang mi menatap punggung Jun su dengan tatapan kosong.

“ Jangan ditahan ,Jang mi,menangis akan membuatmu merasa lebih lega.” Jun su berkata sambil tetap dalam posisi membelakangi Jang mi.

“Hahahahahahahahahahahaha….”

Jun su kaget dan langsung membalikkan badannya,ia melihat Jang mi sedang tertawa sampai mengeluarkan air mata. Jun su heran,bukankah Jang mi ada masalah lalu kenapa dia malah tertawa? Gadis ini memang unik.

“ Oppa kau lucu sekali. Aku tidak akan menangis oppa. Seberat apapun masalahku aku tidak akan pernah menangis.” Jang mi berkata sambil tersenyum.

“ Baguslah kalau begitu,aku tidak mau punggungku menjadi sakit karena menahan tangisanmu.”

“ Ohhh jadi kau tidak tulus menawarkan bantuan ya oppa?” Jang mi langsung memelototi Jun su. Namun bukannya takut,Jun su malah tertawa habis-habisan,membuat Jang mi merasa semakin kesal dan rasa sedihnya menguap entah ke mana.

“ Yaa,Jang mi,kau tidak pantas melotot seperti itu,wajahmu jadi lucu tahu.” Jun su segera menghentikan tawanya ketika melihat Jang mi sedang menatapnya dengan pandangan aneh. Tanda kalau ia akan marah besar.

“ Oppa aku kan sedang ada masalah.”

“ Lalu apa hubungannya denganku?Kau kan yang sedang ada masalah bukan aku.” Jun su berkata tanpa dosa.

Jang mi tidak membalas perkataan Jun su,tetapi ia mengambil tasnya dan bersiap pergi dari sana. Tetapi baru satu langkah dia berjalan,tangannya ditahan oleh Jun su.

“ Yang terpenting buatku adalah kau bahagia,Jang mi,jangan sedih lagi ya.”Jun su bangun dari bangku yang didudukinya dan menepuk pelan kepala Jang mi kemudian berjalan meninggalkannya.

***

          “ Eh kau tahu tidak nona Hee jin mau pergi ke mana? Tumben sekali ia tidak ada di cafenya.” Sae na berkata kepada Ha ni,teman sesama pekerja,yang sedang membersihkan meja bersamanya.

“ Aniya,mungkin saja mau bertemu dengan kekasihnya.” Ha ni menjawab sambil masih asyik menyemprotkan cairan pembersih ke arah meja dihadapannya.

“ Memangnya nona Hee jin sudah mempunyai kekasih?” Sae na berkata sambil memindahkan gelas-gelas kotor ke atas nampan yang dibawanya.

“ Mollayo,setahuku nona Hee jin belum mempunyai kekasih,ia sangat ramah kepada semua pegawainya,jarang sekali ada majikan yang mau beramah-ramah kepada kita. Kita kan hanya pelayan di sini.”

“ Ohh begitu.” Sae na membawa nampan berisi gelas dan piring kotor ke arah dapur. Entah mengapa ia menjadi penasaran dengan sosok Hee jin. Ah sudahlah,bukan itu tugasnya di sini. Ia akan sedang dalam proses melupakan seseorang. Lebih baik ia fokus pada pekerjaannya.

“ Mengapa kau menanyakan soal nona Hee jin?”

“ Ahh tidak,aku hanya penasaran saja dengannya. Mungkin ini yang namanya mengagumi.” Sae na melirik jam tangannya. Jam 11 malam. Harusnya café ini tutup satu jam lagi,namun para pengunjung yang datang sepertinya tidak ada habisnya,di luar masih ramai sekali dan belum lagi yang masih ada di ruang tunggu.

“ Aku juga mengaguminya,ia masih muda,tetapi sudah sukses seperti itu,aku saja untuk melanjutkan kuliah tidak ada biaya,jadi aku mau menabung sedikit demi sedikit saja untuk biaya kuliahku nanti. Ya ini juga tidak biasa,nona Hee jin pergi paling lama dua jam. Ia memang paling tidak tahan meninggalkan cafenya lama-lama. Tapi ini sudah hampir seharian,tapi ia tidak kembali.”

“ Aneh sekali ya.” Sae na memang belum seminggu bekerja di café itu. Jadi ia tidak tahu apa-apa tentang nona Hee jin.

“ Yaa,kalian berdua sedang apa di sana? Jangan mengobrol,kerja lagi sana. Nanti kalau nona Hee jin sudah kembali akan aku laporkan kalian berdua.” Sae na dan Ha ni terlonjak kaget dan mereka mendapati kepala pelayan sedang berkacak pinggang dan memelototi mereka. Sae na dan Ha ni segera mengambil nampan dan membawakan pesanan lagi ke meja-meja.

***

          Chae eun uring-uringan di kamarnya. Besok adalah hari pemilihan putri dan pangeran campus,namun ia malah tidak bersemangat sama sekali. Ia masi pusing dengan perasaannya sendiri. Yun ho atau Jae joong? Tiba-tiba ponsel Chae eun berbunyi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil ponselnya yang berada di atas meja rias.

“Yeoboseyo..”

“ Chagiya,kau sudah bangun? Bagaimana kondisimu? Sudah lebih baik?”

Chae eun tersenyum begitu mengetahui Yun ho menghubunginya. Chae eun lega karena Yun ho masih menaruh perhatian padanya. Namun kenapa baru sekarang hal itu terjadi? Di saat hatinya berada di perseimpangan?

“ Ne. Gomawo,Yun,aku sudah lebih baik mendengar suaramu.”

“ Hari ini aku mau mengajakmu ke sebuah tempat. Aku tahu kau sedang gugup mengahadapi esok. Tetapi jika kondisimu belum memungkinkan lebih baik kau istirahat di rumah saja,aku akan ke sana.”

“Aku sudah sehat kok. Kau mau membawaku ke mana?”

“ Rahasia. Nanti kau kujemput jam 4 sore ya?”

“ Ne,aku tunggu.”

“ Annyeong. Sampai nanti ya.”

“ Annyeong.” Chae eun menutup ponselnya dan segera berlari ke arah lemari.Sekarang baru jam 10 jadi masih ada waktu banyak untuk mempersiapkan diri. Ini pertama kalinya Yun ho mengajaknya jalan-jalan lagi. Dan Chae eun berharap waktunya dengan Yun ho kali ini tidak diganggu siapapun.

***

To Be Continued

Teaser chapter 6

“ Aku tidak tahu,Yoo chun,kau akan masuk lagi ke kehidupanku. Takdir telah mempertemukan kita lagi. Dan kali ini aku tidak akan melepaskanmu.”

“Ne,Mianhaeyo,Yun ho,aku juga mencintaimu,tetapi aku butuh waktu untuk berpikir.”Chae eun berkata sambil tersenyum ke arah Yun ho.

“Kecelakaan apa? Gwechanayo chagiya?” 

“ Apa yang membuatmu yakin kalau aku ingin menjadi temanmu?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s