[Korean Fanfiction/Straight/Two shoots] The Reality (Spesial Ultah Kyuhyun)

Title       : The Reality

Author  : Kim Saena a.k.a Devi

Rating   : PG13/Straight/Twoshoots

Genre   : Romance

Cast       : Super Junior – Cho Kyuhyun

Kim Yoonmi

Kim Saena

Disclaimer           : Super junior Kyuhyun is belong to God,SM Entertaiment,and his parents.

                                  I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue me.

                                 This story is mine. Please don’t take this fanfic without permission from me.

                                 If you want to take this. Please take with full credit.

If you don’t like this fanfic. Please No Bash.

Don’t like. Don’t read.

 

Huwaaaahh tadinya aku mau post ini bertepatan dengan ulang tahun salah satu pangeranku >.<

tapi berhubung tadi belum selesai ffnya jadinya aku telat ngepostnya huwaaaaaaaaaaaaaaaaahhh sedih sedih T.T

nah FF ini sebenernya pengen aku bikin Oneshoot aja tapi berhubung nanti kalo oneshoot kepanjangan jadi aku bikin Two shoots aja hehehehehee

Okehh berhubung ini FF spesial ulang tahun Kyuhyun aku cuma berharap dia panjang umur,sehat selalu,sukses,bahagia dan tersenyum selalu. 

So Enjoy This Fic

Kyuhyun Pov

“ Aku masih ingat dengan jelas tempat ini. Pertama kalinya kita bertemu dan pertama kalinya kita berpisah.” Aku seolah-olah berbicara pada angin lalu. Saat ini aku berada pada sebuah tempat. Kenangan antara aku dan dia.. Seseorang yang akan aku ingat selamanya.

Sebentar lagi tanggal 3 Februari dan itu berarti ulang tahunku. Tapi aku sama sekali tidak bahagia menyambut ulang tahunku. Ada kenangan buruk saat ulang tahunku tahun lalu yang membuatku sadar atau tidak sadar jadi membenci ulang tahunku sendiri.

Tahun lalu untukku adalah saat-saat bahagia karena aku menemukan yeoja yang tadinya aku pikir akan menjadi takdirku selamanya. Dialah satu-satunya yang bisa membuatku tersenyum. Tapi sayangnya itu semua hanya menjadi impian dan harapanku saja. Ia meninggalkanku tepat di ulang tahunku. Membuatku sangat kecewa,karena ia meninggalkanku tanpa alasan yang jelas.

Selama ini aku hanya berpura-pura merasa baik. Padahal hatiku hancur dan aku hanya hidup dalam kekosongan saja. Aku merasa dikhianati oleh yeoja yang paling aku cintai dan aku sayangi. Aku tidak tahu apa tahun-tahun berikutnya aku akan hidup dengan baik atau tidak.

Yeoja itu telah mempengaruhi hidupku sebegitu besarnya.Sehingga aku bisa membenci ulang tahunku sendiri. Ini salah satu hal terburuk yang pernah terjadi dalam ulang tahunku dan aku sendiri tidak tahu bagaimana menyembuhkan luka yang sudah terlanjur tertanam dalam hatiku.

Sebuah kotak berisi cokelat terjulur ke hadapanku,aku mendongak dan mendapati seorang yeoja berdiri di hadapanku sambil tersenyum dan tanpa meminta izin ia segera duduk di sebelahku. Membuatku semakin tidak mengerti dengan tingkahnya yang aneh.

“ Aku pikir kau sedang bersedih,jadi aku memberikan cokelat ini padamu.” Yeoja itu memalingkan wajahnya ke arah lain,sambil sesekali membenarkan rambutnya yang berantakan tertiup angin.

“ Ahh,ghamsahamnida,tapi aku sedang tidak ingin memakan sesuatu.”

“ Lalu berarti tebakanku benar kan? Kau sedang bersedih?”

“ Ne.. Ada kisah sedihku yang terjadi di taman ini.”

“ Dengan yeojachingumu?”

Pertanyaan itu dengan tepat menohok Kyuhyun. Pertanyaan yang tepat memang dan sudah pasti jawabannya adalah ya,tapi untuk saat ini bukan pertanyaan itu yang ingin Kyuhyun dengar. Tiba-tiba Kyuhyun tersentak dan menyadari sesuatu..

Flashback

          “ Aku pikir kau sedang banyak masalah.” Aku menoleh dan mendapati seorang yeoja dengan rambut cokelat gelapnya memegang sebuah gelas yang entah isinya apa berdiri di depannku.

          “ Ne?” Aku sedikit tersentak karena saat ini pikiranku sedang suntuk dan dia tiba-tiba datang dan mencoba menebak isi hatiku.

          “ Aku sudah menduganya kau pasti sedang banyak pikiran. Ini minumlah..” Tiba-tiba dia menyodorkan gelas itu padaku.

          “ Mwo?” Aishhh kenapa aku ini,hari ini sepertinya bukan hari yang bagus untukku. Tiba-tiba aku merasa bodoh di hadapan yeoja ini.

          “ Minumlah. Ini adalah teh dengan perasan jeruk lemon. Mungkin ini bisa membuat pikiranmu sedikit tenang.”

          Dengan ragu-ragu aku menerima gelas itu,memegangnya,tapi aku belum meminumnya.

          “ Kau takut aku akan meracunimu? Hahahaha.. Kau terlalu menaruh curiga padaku. Apakah kau tidak lihat? Yeoja secantik aku tidak mungkin adalah orang jahat.”

          “ Justru semakin rapi dan cantik penampilan seseorang. Maka aku harus lebih berhati-hati,karena yang tampilan luarnya baik belum tentu hatinya baik.”

          “ Aishh,tenanglah,aku jamin kau tidak akan keracunan.” Yeoja itu dengan santainya mengambil gelas dari tanganku dan meminumnya.

          “ Lihat? Aku tidak mati kan? Minumlah!” Yeoja itu menyerahkan gelas,yang tadi sudah bersentuhan dengan bibirnya,padaku.

          “ Waeyo? Kau… Ah aku tahu! Kau takut berciuman tidak langsung denganku kan?”

          “ Aishhh… Ne,kemarikan gelasnya..” Aku mengambil gelas itu dari tangannya dan meminum isinya.

          “ Nah.. baiklah karena kau sudah meminumnya,gantikan uangku untuk membeli minuman ini!” Perkataannya sukses membuatku memuntahkan minuman itu di kemejaku.

Flashback End

“ Euhmm… Yaa! Gwechanayo?” Yeoja itu mulai mengibaskan tangannya di depan wajahku,membuatku tersadar.

“ Ah,ye,Yoonmi-ah,nan gwechana..”

“ Yoonmi? Namaku Saena..” Yeoja itu berkata sambil mengerutkan dahinya.

Aishh kenapa aku bisa salah menyebut nama.. Aku teringat dengan Yoonmi,yeoja yang sudah merebut hatiku sekaligus yang mencampakkannya. Saena sangat mirip dengan Yoonmi,bahkan ritme waktu pertemuan kami hampir sama.

“ Ahh ne,Minahaeyo,Saena-ssi,chonun Cho Kyuhyun imnida. Mannaso banagpseumnida.”

“ Kim Saena imnida..” yeoja itu mengulurkan tangannya padaku dan aku meyambut uluran tangannya dengan senyum di wajahku.

“ Jadi bisakah kau jelaskan padaku kenapa kau memanggilku dengan nama Yoonmi? Padahal kita belum saling kenal.”

“ Pertama aku ingin bilang kalau kau benar,aku memang sedang memikirkan yeojachinguku dan entah mengapa kau mirip sekali dengannya.”

Raut wajah Saena berubah menjadi sedikit keruh. Aku rasa aku telah melakukan dua kesalahan,salah memanggil namanya dan sekarang tanpa sadar membandingkannya dengan Yoonmi.

“ Aku tidak bermaksud..”

“ Gwechana,Kyuhyun-ssi,aku tahu kau masih teringat dengan yeojachingumu itu.. Ah ya,ini kalau kau mau. Cokelat ini aku sendiri yang membuatnya.”

“ Tapi setelah aku memakannya,aku tidak akan disuruh membayar kan?”

“ Ah membayar? Hahahaha.. kau ini lucu sekali,tentu saja tidak,ini gratis,lagipula apa wajahku terlihat seperti yeoja yang mata duitan?”

Aku tersenyum dan mengambil salah satu cokelat dari kotak itu dan memakannya. Kuakui yeoja ini mempunyai kemiripan yang sangat banyak dengan Yoonmi. Aishh kenapa aku masih mengingat yeoja itu lagi?

“ Memangnya seperti apa yeojachingumu itu?”

“ Dia menyenangkan dan baik,tapi terkadang ia jahil,sama seperti pertemuan pertama kami. Ia menyodorkan minuman padaku. Lalu setelah kuminum,ia langsung menangih uangnya. Hahahahaha.. setiap ingat kejadian itu,aku bisa tersenyum dan tertawa.”

“ Jeongmal? Sepertinya kau sangat mencintainya..”

“ Ne,tapi..setahun yang lalu,tepat pada saat ulang tahunku,ia pergi tanpa member kabar. Sampai sekarang aku tidak mengetahui bagaimana kabarnya dan bagaimana keadaannya sekarang.”

“ Aku yakin Kyuhyun-ssi,kau pasti bisa menemukan yeojamu itu atau kau mau mencari cinta baru?”

“ Aniyaa.. aku sangat ingin bertemu dengannya,walaupun aku tahu itu hal yang sangat sulit,mengingat satu tahun ini ia seperti sengaja menghindar dariku.”

Saena hanya tersenyum dan menepuk bahuku pelan. Aishh bagaimana mungkin aku bisa bercerita tentang Yoonmi pada yeoja yang baru saja aku kenal?

“ Minahaeyo,Saena-ssi,kau jadi mendengarkan ceritaku..”

“ Gwechana,aku ingin sekali menjadi cokelat untukmu.”

“ Cokelat?”

“ Ne,pasti kau sering mendengar kalau cokelat bisa memperbaiki suasana hati walaupun tidak bisa menyembuhkan. Aku ingin menjadi cokelat untukmu,karena aku ingin menjadi penyembuh luka bagimu.”

Aku hanya terdiam mendengar penuturannya. Aneh sekali,padahal ia baru saja kenal denganku,tapi ia seolah sudah mengetahui apa-apa yang menjadi sifatku,kebiasaan dan lainnya. Siapa dia sebenarnya?

“ Saena-ssi,aku harus pergi dulu. Annyeong dan terima kasih atas cokelat dan karena kau sudah mau mendengarkan ceritaku.”

Aku pergi meninggalkannya yang masih terdiam di kursi taman. Aku menengok sekilas dan mendapatinya melambaikan tangannya ke arahku,setelah membalas lambaian tangannya,aku melangkah menuju mobilku yang aku parkir tidak jauh dari taman.

End of the pov

***

Saena pov

            Hari ini aku berhasil berkomunikasi dengannya. Setelah sekian lama aku hanya menjadi pengangum rahasianya,mengamatinya dari jauhdan hanya berkomunikasi lewat khayalanku mungkin.

Cho Kyuhyun atau harusnya aku panggil Kyuhyun sunbae.. dia adalah kakak kelasku waktu aku masih SMA. Sama seperti puluhan siswi lainnya,aku pun tergila-gila padanya,aku ingin sekali mendekatinya,tapi aku tidak mempunyai keberanian untuk melakukan hal itu.

Aku hanya berani mengamatinya diam-diam dan menjadi pengagum rahasianya. Aku mencari tahu segala hal tentangnya. Makanan kesukaannya,hobinya,sifatnya,kebiasannya,apa yang ia sukai dan tidak ia sukai. Aku mencarinya hanya karena supaya aku mendapat kesempatan untuk dekat dengannya.

Hingga ia lulus,aku tidak berhasil mendekatkan diriku padanya. Bahkan berkomunikasi pun aku tidak pernah. Aku berpikir cintaku akan kandas sampai di situ. Sampai aku lulus dan ternyata takdir mempertemukan kami lagi di Universitas. Sebenarnya bukan satu kebetulan,aku mendapat beasiswa di Kyunghee University.

Aku belajar mati-matian untuk itu. Aku berharap bisa satu universitas dengan Kyuhyun sunbae dan aku berhasil. Kali ini aku tidak ingin membuang-buang waktuku. Aku ingin dekat dengannya walaupun nantinya aku tidak akan menjadi kekasihnya. Minimal aku harus bisa menjadi teman atau sahabatnya.

Tapi aku sering mendengar kabar miring tentangnya. Seperti ia yang suka mempermainkan hati yeoja dan sebagainya. Sudah banyak yang mengaku menjadi korbannya. Aku akui ia memang tampan,tapi itu semua tidak ada gunanya kalau ia adalah namja yang jahat dan suka main-main dengan hati yeoja.

Aku takut jika aku juga akan menjadi salah satu mainannya dan aku menyesal telah melakukan hal yang menyebabkan Kyuhyun menjadi seperti sekarang. Patah hati karena seorang yeoja.

“ Bagaimana pertemuanmu dengan Kyuhyun tadi? Bukankah ia namja yang sangat baik?”

“ Ne,mungkin kabar miring itu salah.” Aku menoleh dan mendapati Yoonmi,sepupuku sedang mengambil botol minuman di kulkas dan menuangkannya di gelas yang sedang dipegangnya.

“ Lalu kau berhasil mendekatinya?”

Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku bisa mengenal Yoonmi? Ne,dia adalah sepupuku,lalu kenapa ia bisa berpacaran dengan Kyuhyun? Ceritanya sangat panjang dan mungkin bukan saatnya aku bercerita tentang hal itu.

“ Ne,tapi..”

“ Ada apa?”

“ Sepertinya ia sangat mencintaimu,Yoonmi-ah,bahkan tadi ia sempat salah memanggil namaku dengan namamu.”

Yoonmi terdiam dan melipat kedua tangannya seperti memikirkan sesuatu. Lalu ia menghela nafasnya dan berbalik memunggungiku.

“ Mungkin sejak awal kita tidak harus melakukan itu,Saena,aku menyesal membuatnya harus terluka seperti ini.”

“ Kembalilah padanya,Yoonmi.”

“ Aniyaaa… AKu tidak pernah sekali pun mencintainya dan kau tahu sekarang aku sudah hampir bertunangan dengan namjachinguku. Aku tidak mau menyakitu Kyuhyun lagi dengan kembali padanya,apalagi kalau ia tahu yang sebenarnya,kemungkinan ia akan marah padaku,jadi menghindar darinya adalah jalan terbaik.”

“ Tapi,Yoonmi-ah,aku bisa melihat kalau ia tulus mencintaimu bahkan ia bisa mengingat setiap detail waktu kebersamaan kalian dan untukku itu sudah bukti yang sangat akurat kalau ia benar-benar merindukanmu dan ia tidak akan pernah bisa melupakanmu.”

“ Lalu kau mau aku melakukan apa?”

“ Kau jangan meninggalkannya lagi,Yoonmi.”

“ Aku tidak meninggalkannya sama saja dengan menyakitinya lebih dalam dan juga menyakitimu.”

Memang benar apa yang dikatakan Yoonmi,mungkin aku akan merasa sakit jika Yoonmi kembali lagi pada Kyuhyun. Aku sudah menunggu lama sekali untuk bisa berkomunikasi dengan Kyuhyun,untuk dekat dengannya,dan kalau bisa aku ingin dia menjadi bagian dalam hidupku.

“ Tidak akan ada gunanya jika ia bersamaku tapi hatinya milikmu.”

“ Saena,kau harus bisa menaklukkan hatinya.”

“ Aku tidak mengerti caranya,Yoonmi,kau tahu kalau ia tidak mudah jatuh cinta,dan mungkin juga kau adalah yeoja terakhir dalam hatinya.”

“ Aishh,aku tahu kau sangat mencintainya,Saena,kau tidak lagi sebatas hanya mengaguminya,aku tahu kau sangat ingin bersamanya,jangan buat aku berada dalam posisi yang semakin sulit.”

“ Ne,tapi aku takut ia hanya menganggapku refleksi darimu.”

“ Itulah yang harus kau tunjukkan padanya. Kau harus menjadi dirimu sendirir. Jangan berusaha mirip denganku kalau kau tidak mau menjadi bayangan.”

End of the pov

***

Kyuhyun pov

Hari ini aku bertemu dengan yeoja yang berhasil mengingatkanku akan Yoonmi. Aku tidak tahu itu kebetulan atau Tuhan sengaja mengirimkan pengganti Yoonmi untukku. Aku tahu ,kalau menyamakan Saena dnegan Yoonmi adalah hal yang salah apalagi mereka adalah dua pribadi yang berbeda.

Entah mengapa setiap kali aku melihat Saena dan perkataannya aku ingat pada Yoonmi,walaupun pertemuan aku dengan Saena sangat singkat,aku selalu merasa kalau ia adalah Yoonmi. Yeojachinguku yang sudah menghilang entah ke mana. Aku sudah lelah mencari dan menghubunginya. Kenapa begitu sulit untuk bertemu dengannya.

Aku mengambil sebuah bingkai foto yang terdapat di meja di samping tempat tidurku. Fotoku dan Yoonmi,saat kami merayakan natal bersama. Semua kenangan ini harusnya aku buang atau minimal harunya aku masukkan ke dalam tempat yang tidak bisa kujangkau agar aku lebih mudah melupakannya.

“ Yoonmi,sebenarnya kau di mana? Apa kesalahanku sehingga kau tidak mau bersamaku?”

“ Yaa! Kau sedang apa?” tiba-tiba Sungmin hyung masuk ke kamarku. Aku sudah tahu ia akan memengurku lagi,karena aku masih melihat foto itu.

“ Kyuhyun,memang berat kehilangan seseorang yang kita cintai apalagi kau tidak tahu apa penyebab jelasnya kenapaia meninggalkanmu.Tapi kau haru tahu,kalau kau berhak bahagia,Khuhyun,dan caranya adalah dengan melupakan yeoja itu dan mencari yeoja baru.”

“ Ah hyung,tadi aku bertemu seorang yeoja unik di taman.”

“ Mwo? Hahahahaha.. akhirnya kau bisa beralih juga.”

“ Tapi sayagnya perilaku yeoja itu mengingatkanku pada Yoonmi.”

“ Aigooo.. Kyuhyun kenapa kau masih mengingat yeoja itu dan sekarang membandingkannya dengan yeoja lain? Di mana perasaanmu?”

“ Aku tahu,hyung,aku salah membandingkan yeoja itu dengan Yoonmi.”

“ Satu hal lagi,kyu,jangan hanya berpacara dengan yeoja lain dnegan harapan kau bisa lupa dengan Yoonmi. Itu sangat keterlaluan!”

“ Ne,tentu saja,hyung aku masih punya perasaan,kau tenang sajalah.”

***

two months later..

Hubunganku dengan Saena semakin membaik. Jujur saja aku memang belum sepenuhnya bisa mengalihkan hatiku padanya. Ada saja beberapa hal yang membuatku mengingat Yoonmi secara tidak langsung dan Saena tidak marah jika terkadang aku sering menyebutnya dengan nama Yoonmi.

Entah sampai kapan aku akan menyakiti hatinya,karena terus membandingkannya dengan Yoonmi. Aku tahu ia  sangat sabar menghadapi sikapaku yang masih menutup diri. Aku belum bisa membuka hati sepenuhnya hanya untuknya,masih ada beberapa kenangan tentang Yoonmi yang terus menghantuiku.

Soal status hubunganku dengannya,mungkin sekarang hanya sebatas teman,aku tidak mau menyakiti hatinya semakin dalam,jika kami berpacaran tapi aku masih mengingat Yoonmi. Nama itu seolah terpatri dalam hatiku dan jujur saja aku masih sangat mengharapkannya.

“ Kau melamun lagi,kyu.. Hahahaha sepertinya itu akan menjadi salah satu kebiasaanmu yang sulit dihilangkan.”

“ Ne,hahahaaha.. memang melamun adalah salah satu kebiasaan burukku.”

“ Aishh…Jinjja..kau jadi megajariku naik sepeda kan?” Saena berdiri di hadapanku sambil membawa sepedanya.

Satu hal yang baru aku tahu,dia tidak bisa naik sepeda! Hahahahaha… aku tertawa sangat keras saat dia memintaku mengajarinya naik sepeda dan sekarang di sinilah kami. Di taman tempat pertama kali kami bertemu,aku sudah berjanji akan mengajarinya.

“Kyu… jangan dilepas.” Saena memegang tanganku,mencengkeram lebih tepatnya,saat aku bermaksud membiarkannya mencoba sendiri tanpa aku pegang.

“ Kau harus mencobanya,Saena,ini mudah..”

“ Mudah bagimu..Tidak untukku..”

“ Ayolah kau pasti bisa…” aku berjalan mundur meninggalkannya yang sedang berusaha mengendarai dan menyeimbangkan sepedanya.

“KYUHYUNN!!” Ia tiba-tiba kehilangan keseimbangannya dan terjatuh dengan sepeda itu menimpa tubuhnya. Sontak aku berlari dan menolongnya.

“Ahh….Sakit sekali,kyu.” Saena terus menjerit dan memegang pergelangan kakinya yang sepertinya terkilir.

“ Tahan sebentar..” Aku mencoba memijat kakinya perlahan,untuk meredakan sakitnya.

“ Ahhh..kyu…kyu..sakit.” Saena menarik bajuku dan terus berteriak. Aku menjadi panic karena melihat tingkahnya.

“ Kajjaa… Kita ke rumah sakit.” Aku menggendongnya ala bridal style dan bersiap membawanya ke mobilku.

“ Kyu,antarkan aku pulang saja,jebal..”

“ Tapi kondisi kakimu..”

“ Nan gwechana,kyu,aku mau pulang,jebal..” entah mengapa Saena jadi seperti anak kecil.

“Ne,aku antarkan kau pulang.”

***

          “ Rumahmu sepi sekali..” Aku memapahnya menuju sofa ruang tamu,lalu aku duduk di sampingnya sambil memperhatikan keadaan rumahnya.

“ Ne,aku hanya tinggal berdua dengan sepupuku,tapi ia bekerja dari pagi hingga malam dan kami jarang bertemu.Aku juga sibuk dengan urusan kuliah,tapi sekarang kuliahku sedang libur jadi aku hanya sendirian di rumah kalau siang-siang begini.”

“ Ahh begitu..”

“ Lalu bagaimana skripsimu?”

“ Sudah hampir selesai dan sebentar lagi aku lulus.”

“ Wahhh chukae,kyu..”

Tiba-tiba pintu rumah Saena berbunyi,seperti ada yang baru saja masuk ke dalam. Mungkin itu saudaranya yang pulang lebih cepat. Aku bisa melihat raut wajah Saena berubah menjadi aneh. Ada apa ya?

“ SAENA.. Kau sudah pulang?” Aku melihat sesosok yeoja masuk ke ruang tengah dan ia terperangah saat melihatku. Begitu juga aku yang melihatnya.

“ Yoonmi..”

***

To Be Continued

 

4 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Two shoots] The Reality (Spesial Ultah Kyuhyun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s