[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] Imaginary Love (spesial ultah Yunho)

Title       : Imaginary Love

Author  : Kim Saena a.k.a Devi

Rating   : PG13/Straight/Oneshoot

Genre   : Fantasy/Romance/Angst

Cast       : TVXQ – Jung Yunho

Yoon Sa gwa

Disclaimer :  I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue me.

This story is mine. Please don’t take this fanfic without permission from me.

 If you want to take this. Please take with full credit.

 If You don’t like this fanfic. Please No Bash

Don’t Like. Don’t read

A.N : Annyeong kali ini aku datang membawa FF spesial ultah bias saya di TVXQ nih😀

Ya emang FFnya telat sih T.T dikarenakan stock ide saya tiba2 macet dan baru bisa dituangkan sekarang

Seperti biasa doa untuk sang Leader adalah:

makin berwibawa sebagai leader,bisa memimpin dengan lebih baik lagi,main dewasa,Panjang umur,diberkati Tuhan,makin cakep,makin sukses,dan selalu bahagia.

Dan doakan aku bisa beli album TVXQ karena itu yang diinginkan Yunho untuk ulang tahunnya hehehehe..

Sekilas tentang FF ini: aku terinspirasi dari lagunya Beast yg fiction,ya walaupun ceritanya beda jauh ma lagunya malah jadi gaje begini,dan aku terisnpirasi dari kenangan waktu kecil yaitu teman khayalan. Adakah yang masih ingat rupa teman khayalan kalian sewaktu kecil?

Bila kita berpisah

Siapa yang harus disalahkan atas perpisahan yang terjadi?

Takdirkah? yang membuat kita bertemu dan memisahkan kita

Aku? yang terlalu mencintaimu dan enggan melepasmu

Atau bahkan kau yang dengan mudahnya datang dan pergi di kehidupanku

***

Author pov

            Sinar matahari pagi itu masuk melalui celah-celah jendela yang tertutup gorden berwarna cokelat tua.Berhasil menembus kaca bening yang berbingkai kayu berbordir klasik.

Di tempat tidur,seorang namja masih tertidur dengan damainya,tidak terusik sedikit pun oleh sinar matahari yang menyilaikan,maupun dari deringan jam weker di sebelahnya. Ia tetap melanjutkan tidurnya dan mungkin ia masih berpetualang di dalam dunia mimpinya.

“ Yaa! Ireonaaa… Namja pemalas.” seorang yeoja dengan tampang galak menendang-nendang kaki namja itu yang terjulur ke bawah.

“ Aishh.. ne..ne..aku bangun.” Namja itu duduk di tempat tidurnya sambil mengucek matanya agar sesuai dengan keadaan ruangan yang terang.

Setelah bisa melihat dengan jelas sekelilingnya,namja itu terkaget melihat seorang yeoja yang tidak dikenalnya berdiri di depannya sambil berkacak pinggang. Yunho memperhatikan struktur wajah yeoja itu,mungkin ia pernah bertemu yeoja itu.

“ Ada apa dengan wajahku?” Yeoja itu refleks memegang wajahnya dan menghindari tatapan namja bermata tajam itu.

“ Siapa kau? Dan katakana bagaimana caranya kau bisa masuk ke kamarku dan juga ke rumahku?”

“ Itu tidak penting Yunho. Aku ke sini karena aku ingin membantumu.”

“ Hahhahaha.. membantu apa? Aku sudah mempunyai banyak pelayan di rumah ini dan aku rasa aku tidak membutuhkan tambahan pelayan di sini.” namja bernama Yunho itu menatap sinis ke arah yeoja yang bahkan tidak ia ketahui namanya.

“ Chonun Yoon Sa gwa imnida. Mannaso bangapseumnida.” Sa gwa membungkukkan badannya di hadapan Yunho dan tersenyum manis.

Yunho menjadi salting karena perlakuan yeoja itu. Tadi ia bersikap galak layaknya ibu tiri terhadap anak tirinya,sekarang ia tersenyum manis seperti anak kecil. Tetapi Yunho mengakui senyuman yeoja itu membawa sensasi tersendiri dalam tubuhnya. Ia bagaikan tersengat listrik melihat senyuman yeoja itu.

“ Pergilah dari rumahku,kau itu tidak sopan sekali,masuk ke rumah orang sembarangan.”

“ Jadi kau tidak mau berterima kasih dulu atas kebaikanku?”

“ Kebaikan apa?” Yunho mengerutkan dahinya. Bingung. Ia baru mengenal yeoja itu beberapa menit yang lalu,tetapi ia sudah dibuat pusing oleh kelakuannya yang ‘ajaib’.

“ Membangunkanmu. Kau itu tidur atau mati suri? Aku sampai pusing memikirkan cara membangunkan orang sepertimu.”

“ Mwo? Aigoo siapa yang menyuruhmu membangunkanku? Aku sudah mengatur jam weker.”

“ Jam weker?” Sa gwa berjalan santai ke meja tempat Yunho meletakkan jam wekernya,Sa gwa mengambil jam itu dan menunjukkannya ke wajah Yunho.

“ Kau lihat? Sekarang sudah jam 10! Padahal jam wekermu sudah berbunyi dari jam 8.Harusnya kau berterima kasih aku sudah bersedia membuang waktuku yang berharga hanya untuk membangunkanmu.”

Yunho melotot menyadari bahwa dirinya sudah terlambat untuk meeting dengan client pentingnya. Ia segera bangkit dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.

15 menit kemudian Yunho sudah berpakaian rapi dan berlari menuju mobilnya.

“ Apa yang kau lakukan?” Yunho melihat ke arah Sa gwa yang sudah duduk manis di sebelahnya.

“ Aku mau ikut denganmu ke kantor. Apakah boleh?”

“ Aniyaaa.. turunlah dan pergilah!”

Tetapi Sa gwa tidak bergeming sama sekali. Ia tidak mempunyai niat untuk bergeser sedikit pun dari tempat duduknya.

Yunho hanya bisa mendelik kesal dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan setan,membiarkan Sa gwa tetap duduk di sana dengan senyumannya. Tadinya Yunho ingin berdebat dengan yeoja itu,tetapi ia sadar kalau ia sudah sangat terlambat,dan tidak ada waktu untuk  bertengkar.

“ Kau boleh ikut,tapi tunggu saja di mobil.” Yunho berbicara di tengah-tengah kesibukannya menyetir.

“ Yaa! berhentii!” Sa gwa berteriak dan membuat Yunho reflek menginjak rem dan menimbulkan suara decitan yang keras.

“ Ada apa?”

“ Kau lihatlah itu! Kau sudah mempunyai surat ijin mengemudi kan? Masa kau tidak hafal rambu lalu lintas?” Sa gwa menunjuk lampu lalu lintas yang berwarna merah,menandakan kendaraan harus berhenti.

“ Aishhh..”

Yunho menoleh ke arah sampingnya dan mendapati dua orang yang sedang berboncengan motor melihat ke arahnya dengan tatapan aneh. Ketiak mereka menyadari Yunho menatap balik mereka,mereka langsung membuang muka dan memasang sikap seolah-olah tidak terjadi apa pun.

Yunho tidak memperdulikan sikap mereka yang terbilang aneh. Pikirannya terlalu terfokus pada bagaimana caranya ia bisa sampai ke kantornya secepat mungkin.

“ Wajahmu tegang sekali. Tenanglah sedikit..Kau mau mati kalau menyetir dengan cara gila seperti itu?”

“ Diam kau! Client ini sangat penting dan aku ada rapat dengannya jam setengah sepuluh tadi.”

“ Aigoo.. kau itu galak sekali,aku kan hanya mengingatkan.”

***

Yunho pov

“ Jeongmal Mianhamnida atas keterlambatan saya.” Aku memasuki ruang rapat dan memasang tampang wibawaku.

Aku segera memulai presentasiku pada client,saat kulihat sosok yeoja itu duduk di salah satu kursi rapat yang ada dan memberikan senyuman padaku. Herannya semua orang seolah tidak menyadari kehadirannya,bahkan ia tidak diusir dari ruang meeting ini.

“ Tuan Jung?”

Aku tersadar dari kegiatanku memandangnya dan tersenyum malu karena ketahuan melamun saat presentasi. Aku memberikan kode padanya agar bangun dan keluar dari ruangan ini.

“ Tuan Jung,anda baik-baik saja?”

“ Ahh ne..”

Aku terus memberi kode pada Sa gwa untuk keluar,tetapi yeoja itu hanya menggeleng dan memasang wajah cemberutnya.

“ Anda menyuruh saya untuk keluar?” salah satu stafku berdiri dan menunjuk dirinya sendiri. Memang Sa gwa duduk di sebelahnya dan mungkin ia salah paham dan mengira aku menyuruhnya keluar.

“ Ahh aniya,aku hanya menyuruh yeoja yang duduk di sebelahmu itu untuk keluar.Bagaimana caranya ia bisa masuk ke sini?”

Sontak semua peserta menoleh ke arah yang kumaksudkan dan mereka semua hanya memandangku dengan tatapan sama anehnya dengan pengendara motor itu.

“ Siapa yang anda maksud,tuan?”

“ Itu.. yeoja yang ada di sana..” aku menunjuk ke kursi yang sedang diduduki Sa gwa bahkan yeoja itu masih duduk di sana dan dengan kepercayaan tinggi,melambaikan tangannya padaku.

“ Siapa? Kami tidak melihat siapa pun di sana,tuan,itu kursi kosong.”

Bagaikan tersambar petir di siang hari. Aku hanya bisa terdiam mendengar perkataannya dan aku melihat sekelilingku tampak berbisik-bisik mungkin sedang membicarakan keanehanku.

“ Ahh,ye,mian,mari kita lanjutkan rapat ini.” Aku berbicara dengan nada canggung dan berusaha memperbaiki imageku.

“ Mungkin anda perlu berkonsultasi dengan psikolog,tuan Jung.” Aku hanya tersenyum kikuk saat salah satu clientku berkomentar seperti itu.

***

          “ Siapa kau sebenarnya?” Aku berbicara pada Sa gwa saat kami sedang dalam perjalanan pulang.

Dia..

Sepertinya hanya aku yang mampu melihat dan berkomunikasi dengannya. Jangan-jangan dia ini… Hiii…. aigooo aku tidak pernah berurusan dengan hal seperti itu sebelumnya. Lagipula untuk apa aku yang dihantuinya?

“ Aku hanya ingin menjadi temanmu. Masa itu saja tidak boleh?”

“ Ta..tapi kau tidak nyata. Abstrak dank arena kau aku hampir dibilang gila.”

“ Tidak nyata? Yaa! Apa aku yang seperti ini masih tidak bisa kau bilang nyata? Jangan pedulikan kata mereka,yang penting kau bisa melihatku dan aku rasa aku ini nyata bagimu.”

“ Ne,hanya bagiku dan bagi yang lain kau itu … bayangan mungkin.”

Aku bisa melihat ekspresi sedih terpancar dari wajah Sa gwa saat aku mengatakan kalau ia hanyalah sebuah bayangan. Aku memang tidak bermaksud menyindirnya ataupun menghinanya,aku hanya mengatakan apa yang aku lihat darinya.

“Mianhae,aku tidak bermaksud mengataimu.”

“ Ne,aku tahu,aku memang sering tidak dianggap oleh orang lain.” Ia menghela nafas sedih.

“ Jangan bersedih lagi,aku mau jadi temanmu.”

“ Jeongmal?”

“ Ne..”

Bicara apa aku ini? Kenapa aku mau menjadi teman makhluk tidak nyata sepertinya. Apa aku sudah mulai gila? Atau pekerjaanku yang membuatku kelelahan sampai-sampai aku berhalusinasi seperti ini?

“ Jangan ikuti aku sampai di kamar!” Aku berbalik dan menatap tajam matanya. Apa-apaan yeoja ini? Kenapa ia selalu mengikutiku kemana pun aku pergi?

“ Ne.. aku akan menunggu di luar.” Sa gwa melangkah menuju pintu dan menghilang di baliknya.

***

          “ Apa tujuanmu mendekatiku? Kau mau meminta bantuan mencari kekasihmu dan mengatakan salam perpisahan seperti dalam drama-drama begitu?”

“ Hahahahahaha.. kau itu ternyata suka menonton drama juga. Aku bukan hantu yang bergentayangan tahu. Aku itu temanmu.”

“ Aishhh darimana kau muncul?”

“ Dari sana.”Sa gwa menunjuk kepalaku.

“ Apa maksudmu?”

“ Aku muncul dari pikiranmu,Yunho.”

“ Bagaimana caranya kau hilang? Lama-lama aku bisa gila sungguhan kalau terus bersamamu.”

“ Kau ingin aku pergi? Huh! Baru berjanji saja sudah mau mengingkari.”

“ Aku memang ingin menjadi temanmu asal kau nyata dan kenyataannya adalah kau tidak nyata dan kau malah membuatku jadi objek tontonan orang lain karena aku terus berbicara padamu.”

“ Ne,aku akan menjaga jarak darimu,asal kau bisa mengingatku.”

“ Mengingatmu? Jangan bercanda! Aku bahkan baru bertemu denganmu dan baru menyadari kalau hanya aku yang bisa melihatmu.”

“ Cobalah kau lihat wajahku baik-baik,mungkin kau bisa mengingat sesuatu.”

Aku mencoba memperhatikan wajahnya lekat-lekat. Seuatu yang tidak asing berkelebatan dalam memoriku. Aku seperti dejavu,aku seperti pernah bersama yeoja ini sebelumnya. Tapi di mana dan kapan? Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?

***

          “ Tuan Jung,saya hanya bisa menyarankan anda agar berpikir realistis. Sosok yeoja yang selama ini anda lihat kemungkinan besar adalah sosok imajinasi yang timbul karena perasaan rindu anda pada seseorang yang membuat anda berhalusinasi melihat sosok tersebut dan bisa berkomunikasi dengannya.”

“ Itu tidak mungkin. Karena jika saya merindukan orang lain,yang saya bayangkan tentulah wajah orang yang saya rindukan,bukan seorang sosok asing.”

Aku memutuskan menemui psikolog kenalan temanku. Aku ingin tahu bagaimana agar Sa gwa bisa pergi dari kehidupanku. Memang ia tidak menganggu,hanya saja aku merasa risih setiap melihat dia ada di mana pun aku pergi dan mungkin saja ia bisa membuatku dianggap tidak waras karena berbicara sendiri.

“ Mungkin anda merindukan seseorang di masa lalu dan karena sudah lama tidak bertemu,anda jadi melupakan wajahnya,dan bayangan itu timbul akibat rasa rindu yang anda abaikan.”

Sesuatu dari masa lalu?

“ Ne,aku akan menjaga jarak darimu,asal kau bisa mengingatku.”

          “ Mengingatmu? Jangan bercanda! Aku bahkan baru bertemu denganmu dan baru menyadari kalau hanya aku yang bisa melihatmu.”

          “ Cobalah kau lihat wajahku baik-baik,mungkin kau bisa mengingat sesuatu.”

          Kata-kata Sa gwa perlahan terngiang lagi di telingaku. Ia bilang ia akan pergi kalau aku bisa mengingatnya. Tapi siapa dia? Kenapa otakku seolah-olah tertutup darinya?

“ Tuan Jung,ini ada beberapa resep obat yang bisa anda tebus. Cobalah untuk berpikir tenang dan usahakan jangan sampai anda melamun,jangan terlalu stress karena pekerjaan dan jangan lupa bergaul dengan teman anda. Itu akan membantu anda melupakan bayangan itu.”

“ Ah ne,ghamsahamnida.” Aku menerima kertas resep itu masih dengan pikiran melayang.

“ Kau benar-benar menginginkan aku pergi?” Sa gwa tiba-tiba muncul di depanku.

Aku hanya diam dan berusaha tidak melihatnya. Ini adalah tempat umum dan aku masih mau dianggap waras dan normal.

“ Baiklah..baiklah kau tidak usah menjawab perkataanku. Tapi aku tahu kau mendengarku.”

Sa gwa berusaha mensejajarkan langkahnya dengan langkahku yang sengaja aku percepat.

“ Aku akan pergi nanti setelah kau mengingatku. Mungkin kau akan ingat nanti dan aku tidak akan lama di sini. Aku harap kau bisa menerima kehadiranku yang hanya sebentar dan sementara.”

“ Aku akan membantumu mengingatku. Kau tenang sajalah.. aku janji tidak akan meninggalkanku sampai ingatanmu pulih.”

***

one month later..

Aku sudah bisa menerima kehadiran Sa gwa secara perlahan di hidupku. Aku sudah terbiasa melihatnya setelah aku bangun tidur. Aishhh ia sudah seperti istriku saja. Tetapi aku hanya bisa berkomunikasi saat tidak ada orang di sekelilingku.

“ Taraaaaaaa~” Aku melihat Sa gwa sudah muncul di hadapanku sambil membawa sebuah mainan anak-anak.

“ Apa itu?” Aku hanya memandang sekilas mainan di tangannya.

“ Mainan anak-anak. Aniyaaa mainanmu waktu kecil lebih tepatnya.” Aku mengambil mainan itu dari tangannya dan memperhatikan mainan itu. Terdapat ukiran namaku di sana. Sepertinya aku mengingat sesuatu yang berhubungan dengan ini.

Flashback

            “ Sa gwa..sa gwa ayo kita bermain.” aku memandang ke satu titik di depanku. Di mana seorang anak perempuan duduk dan tersenyum padaku.

          Aku selalu bermain dengannya setiap saat dan aku tahu kalau ia adalah sahabat terbaik yang pernah kupunya. Aku senang setiap kali ia muncul dan mau bermain bersamaku.

          “ Yunho.. kau berbicara dengan siapa nak?” Omm muncul dan memelukku dari belakang sambil mengelus kepalaku.

          “ Dengan Sa gwa.”

          Omma memandang arah yang kutunjuk dengan pandangan aneh.

          “ Tidak ada siapa-siapa di sana,sayang,kau bermain dengan teman khayalan lagi?”

          “ Dia bukan khayalan omma,dia benar-benar  ada dan menemaniku setiap saat.”

          Omma menggeleng pelan sambil masih mengelus rambutku.

          “ Dia tidak ada,sayang,omma yang akan menemanimu bermain.”

          “ Dia ada omma..dia ada dan nyata.”

Flashback End

“ Ka.. kau adalah Sa gwa?” Aku tidak percaya ini. Setelah bertahun-tahun aku melupakannya dan sekarang ia muncul lagi. Bahkan aku mulai berkhayal ia dewasa dan seumuran denganku,bukan sosok anak kecil yang selalu menemaniku bermain.

“ Ne,akhirnya kau mengingatku.”

“ Aku tidak ingin mengingatmu lagi,Sa gwa,kau membuatku terlihat seperti anak aneh!”

“ Aku merindukanmu,yun,sejak kau pergi menjalani terapi itu,kau melupakanku,tapi aku selalu menunggumu,menunggu kau mengingatku.”

“ Tapi tidak seharusnya kau ada di hidupku.”

“ Apa? Apa yang membuatku tidak pantas? Karena aku hanyalah khayalan? Yun,aku hidup! Di sini.” Sa gwa menunjuk kepalaku kemudian dadaku.

Aku akui aku memang merindukan sosok teman khayalanku waktu masih kecil,tapi tetap saja ia hanya akan hidup di imajinasiku,selamanya.

“ Bisakah aku menebus semua waktu yang kubuang?” Aku berkata lirih pada Sa gwa.

“ Ne,tentu saja.”

***

          Ini gila..

Aku pergi ke tempat ice skating bersamanya. Pertama kalinya aku mau bersenang-senang di tempat umum dan berusaha menulikan telingaku dari bisikan orang-orang di sekitarku.

“ Apa kau bahagia?” Aku bertanya di sela-sela kegiatanku bermain ice skate dengannya. Walaupun yang terlihat hanyalah aku bermain dan berbicara sendirian.

“ Ne,ini hal yang sudah kuimpikan sejak dulu,yun,bermain bersamamu lagi! Walaupun aku harus pergi..”

Semakin lama kehadirannya semakin berarti untukku. Apa aku jatuh cinta padanya? Ani..ani.. aku tidak mungkin jatuh cinta pada makhuk tidak nyata.

“ Saranghae,yun..” kata-kata itu terucap begitu saja dari bibirnya,membuatku terpaku sesaat sebelum aku mengembangkan seulas senyum untuknya.

“ Ne,aku juga,walaupun pertemuan kita sangat singkat,tapi aku akan menghargai setiap detik bersamamu.”

***

          “ Saengil Chukahamnida..Saengil Chukahamnida..Saranghaneun nae Yunho..Saengil Chukahamnida.” Pagi-pagi aku sudah dikejutkan oleh Sa gwa yang bernyanyi di sebelahku dengan suara merdunya.

“ Gomawo,kau sudha mengisi hariku..”

“ Ne,hari ini ulang tahunmu dan ulang tahun pertamamu yang dirayakan denganku,benar?”

“ Ne,dan aku berharap kau tidak pergi lagi.”

“ Sayangnya tidak bisa,yun,aku harus pergi.. Aku sudah puas melihatmu.”

“ Ta..tapi..”

“ Kau harus hidup normal,yun,aku tidak bisa memenjarakanmu.”

“ Aku baik-baik saja denganmu di sisiku.”

“ Ingat,yun,aku tetap hidup dalam imanjinasimu dan kau bisa membentukku lagi sewaktu-waktu,tapi aku ingin kau hidup dan bergaul dengan manusia nyata bukan dengan makhuk khayalan.”

Seulas senyum terkembang di bibirku. Kalau memang waktunya ia harus pergi,aku tidak akan melarangnya,karena aku tahu ia tetap ada di hati dan pikiranku.

***FIN***

3 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] Imaginary Love (spesial ultah Yunho)

  1. Awalnya aku kira Sagwa itu dulu manusia, terus mati dan sekarang menghantu Yunho.
    Ternyata dia memang cuma hayalannya Yunho, ya!? Hehe

    Nice FF, saeng.
    Keep writing. ^^9

  2. kirain aq sagwa itu tmn masa kecil yunho yg pergi entah kmn atw korban tabrak lari yunho yg koma..
    tp pas aq liat jdul’a tnyta ttg imaginary love jd bisa kebayang deh..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s