[Korean Fanfiction/Straight/Series] Wasurenaide (chapter 6)

Title : Wasurenaide

Author : Deviyana cassiopeia a.k.a Yunnie_Dv a.k.a Kim Sae na

Rating : PG 13

Genre : Straight/On writing

Cast :

Kim Chae eun

Lee Jang mi

Kim Sae na

All member TVXQ

dislaimer : Tvxq are belong to SM entertaiment and their parents

I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun

Please don’t sue me.

 

If you don’t like this fanfic. Please no bash.

Don’t Like Don’t read

Chapter 6

            Hee jin membuka album foto yang berada di atas meja riasnya. Ia melihat banyak sekali foto dirinya dengan seorang anak laki-laki. Ya saat itu umurnya memang baru 8 tahun.Sesekali Hee jin tersenyum apabila ada adegan lucu yang ikut terfoto. Anak laki-laki yang berada di foto itu adalah Yoo chun.

Entah sudah berapa lama ia tidak bertemu Yoo chun,sampai seminggu yang lalu omma Yoo chun menghubunginya dan meminta bantuan padanya. Hee jin awalnya ingin menolak,namun melihat Park ahjuma yang memohon padanya. Hati kecilnya ikut luluh,Park ahjuma sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.

Dulu Yoo chun dan Hee jin sangat dekat sampai sudah seperti saudara. Namun kedekatan mereka diartikan salah oleh Hee jin. Perlahan ada perasaan lain yang berada di hati Hee jin,ia tidak bisa lagi menganggap Yoo chun hanya sebagai teman,ia ingin lebih. Namun ia kecewa,karena Yoo chun ternyata mencintai orang lain.

Oleh karena itu setelah lulus SMA dengan program akselerasi,Hee jin memutuskan kuliah di London selama dua setengah tahun. Lalu kembali ke Seoul dengan harapan memulai lembaran baru tanpa Yoo chun. Selama ini ia berusaha menutupi kesedihan dan kekecewaannya dengan belajar dan bekerja namun semua itu membuatnya jenuh. Ia ingin kembali menemui Yoo chun dengan harapan Yoo chun sudah berpisah dengan kekasihnya,tetapi ia tidak melakukan itu,ia takut sakit untuk yang kedua kalinya.

Tanpa disangka takdir mempertemukan ia dan Yoo chun lagi,namun dalam keadaan yang sama sekali berbeda. Yoo chun bahkan tidak bisa mengingat dirinya sama sekali,walaupun ia sudah membawa semua album kenangan ia bersama Yoo chun dari mulai TK sampai SMA.

           

Flashback

            Hee jin berjalan pelan ke arah kamar yang ditunjukkan oleh Park ahjuma. Setelah sampai di depan pintu kamar Yoo chun,ingatan Hee jin berputar ke arah kejadian 14 tahun yang lalu. Memang dulu kejadiannya bukan di rumah ini,namun masih sangat jelas dalam ingatan Hee jin masa-masa indah yang dihabiskannya bersama Yoo chun.

          Hee jin menguatkan hatinya,ia mulai mengetuk pintu kamar Yoo chun, beberapa saat kemudian pintu kamar itu terbuka dan tampaklah wajah Yoo chun. Hee jin tertegun,Yoo chun tidak berubah sama sekali masih sama seperti dulu mungkin hanya rambutnya saja yang bertambah panjang dan umurnya yang bertambah. Sisanya semuanya masih sama,masih seperti dulu,masih seperti Yoo chun 3 tahun yang lalu.

          “ Nuguseyo?” Yoo chun bertanya dengan wajah heran.

          Hee jin kecewa Yoo chun tidak mengingatnya,Hee jin memang sudah tahu kalau Yoo chun lupa ingatan,lagipula penampilan Hee jin memang sudah jauh berbeda dibandingkan 3 tahun yang lalu. Kalaupun Yoo chun tidak lupa ingatan,maka mungkin saja Yoo chun tidak akan mengenalinya.

          “Chonun Hee jin imnida,mungkin ommamu sudah bercerita tentang aku?” Hee jin berkata sambil mengulurkan tangannya ke arah Yoo chun.

          “ Ohh ne,mian aku belum bisa mengingatmu.” Yoo chun tersenyum kecil sambil mempersilakan Hee jin masuk ke kamarnya.

          “Aku punya sesuatu untukmu.” Hee jin mengambil sebuah album foto dari bungkusan yang dibawanya.Lalu menyerahkannya ke Yoo chun,Yoo chun membuka album foto itu dan memperhatikan setiap foto yang ada di sana. Matanya berhenti pada salah satu foto yang menapilkan dua orang anak yang sedang bermain.Anak perempuan dalam foto itu sedang duduk di ayunan dan anak laki-lakinya mendorong ayunan itu.

          “Kau pasti heran siapa mereka.Anak perempuan itu adalah aku dan anak laki-laki itu adalah kau.” Hee jin berkata sambil menunjuk foto itu.

          “Ini… aku?” Yoo chun berkata sambil mengerutkan dahinya berusaha mengingat-ingat sesuatu.

          “ Jangan berusaha terlalu keras Yoo chun.” Hee jin bangun dari tempat duduknya dan berjalan pelan menghampiri Yoo chun yang sedang kebingungan memandang semua foto-foto itu.

          “Tapi,Hee jin-ssi,aku ingin mengingat semuanya lagi. Tapi setiap aku berusaha mengingat sesuatu hanya bayangan kosong yang aku dapatkan.”

          “ Aku akan membantumu,Yoo chun,kau tenang saja.”

Flashback end

 

“ Aku tidak tahu,Yoo chun,kau akan masuk lagi ke kehidupanku. Takdir telah mempertemukan kita lagi. Dan kali ini aku tidak akan melepaskanmu.”

***

          “ Jang mi kau kenapa murung begitu?” Sae na menegur Jang mi yang sedang bengong di depan televisi. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Sae na memang baru saja pulang kerja.

“ Ada masalah sedikit dengan nilaiku.” Jang mi berkata sambil menatap kosong ke arah televisi.

“ Jangan berbohong Jang mi,aku tahu nilai ujianmu kemarin mendapat A. Aku saja hanya dapat B+.” Sae na berkata sambil melepas ikatan rambutnya membiarkan seluruh rambutnya tergerai menutupi sebagian wajahnya.

Jang mi menghela nafas. Begitulah Sae na hampir tahu segala hal tentang Jang mi begitupun sebaliknya.

“ Jang mi?” Sae na sudah duduk di sebelah Jang mi  menunggu Jang mi mengatakan sesuatu.
“ Mian,Sae na,aku ingin menyimpan masalah ini sendiri dulu. Nanti kalau aku sudah siap aku pasti cerita denganmu.”

“ Aku mengerti,aku hanya ingin kau tahu bahwa setiap kali kau membutuhkanku. Aku ada untukkmu.”

Jang mi merasakan nyeri di hatinya. Sae na baik padanya,namun ia telah melakukan satu kesalahan besar yang mungkin membuat Sae na membencinya seumur hidup. Kesalahan yang membuat Jang mi menyesal dan tidak bisa memaafkan dirinya.

“ Sudah,kau tidur sana. Untung saja besok kita kuliah siang,kalau tidak aku akan terlambat lagi.”Sae na mengambil tasnya dan melangkah menuju kamarnya.

Jang mi mematikan televisi dan mulai melangkah mendekati balkon. Bintang atau bulan. Jang mi sama sekali tidak tertarik melihat keduanya. Jang mi hanya memandang gelapnya langit malam yang segelap keadaan hatinya saat ini.

 

***

          Chae eun tidak bisa tidur. Ia teringat perlakuan manis Yun ho tadi. Chae eun malah semakin bingung. Ia tahu sudah ada perasaan lain yang tumbuh di hatinya,selain perasaan cinta untuk Yun ho,ia mempunyai rasa untuk Jae joong. Memang belum bisa dikatakan sebagai cinta,tetapi ada perasaan hangat dalam hatinya setiap kali ia bersama Jae joong. Perasaan yang tidak ia dapatkan dari Yun ho.

 

Flashback

            “ Chae eun,aku sungguh mencintaimu. Would you marry me?” Yun ho mengambil sebuah kotak kecil berwarna biru tua dari sakunya dan membukanya di hadapan Chae eun.

          Chae eun tertegun,ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.Di dalam kotak itu terdapat sebuah cincin berlian berwarna perak. Chae eun ingin sekali berkata ia,aku mau. Tetapi sesuatu di dalam dirinya membuat Chae eun tidak sanggup berkata apa-apa.

          “Kau tidak harus menjawab sekarang,Chae eun,aku akan menunggumu.” Yun ho menutup kotak itu dan mendorongnya perlahan ke arah Chae eun.

          “Ne,Mianhaeyo,Yun ho,aku juga mencintaimu,tetapi aku butuh waktu untuk berpikir.”Chae eun berkata sambil tersenyum ke arah Yun ho.

          “ Aku mau kau menyimpan cincin ini.Kalau kau merasa siap,kau tinggal mengenakannya saja.” Yun ho meraih tangan Chae eun dan meletakkan kotak itu di atas telapak tangan Chae eun.

          “Tapi,yun…”

          “Chagiya,ayolah.Lakukan itu untukku.”

          Chae eun tidak mampu berkata apa-apa.Yun ho terlalu baik untuknya. Harusnya ia langsung menerima Yun ho,namun entah mengapa ada keraguan di dalam dirinya.

         

Flashback end

 

            Di suatu tempat yang lain,Jae joong juga belum tidur. Tiba-tiba pikirannya mengarah ke Chae eun. Gadis yang unik,kemarin adalah pertama kalinya ia mau memainkan piano khusus untuk seseorang yang belum dekat dengannya. Entah mengapa Jae joong ingin membuatnya selalu tersenyum. Jae joong suka senyum Chae eun. Ramah dan hangat,membuat siapapun yang melihatnya juga ingin ikut tersenyum.

Jae joong melirik jam dinding di kamarnya. Jam setengah dua pagi dan ia belum bisa tidur. Padahal besok acara pangeran dan putri campus itu diadakan pukul 10 pagi. Jae joong bersungut-sungut,coba saja ia tidak menerima tawaran Jun su. Tentu tidak akan begini hasilnya.

Jae joong bahkan tidak tahu besok ia akan memakai baju yang mana.Ia hampir saja menolak ikut,hanya karena alasan baju,namun Junsu bersedia membawakannya beberapa baju dan datang ke rumahnya besok pagi-pagi.

Chae eun

Jae joong menggelengkan kepalanya,berusaha mengusir bayangan Chae eun dalam pikirannya. Entah mengapa sejak pertemuan terakhirnya dengan Chae eun,hanya bayangan wanita itu yang ada di dalam pikirannya. Jae joong berusaha menutup wajahnya dengan bantal,namun setiap kali ia memejamkan mata hanya wajah gadis itu yang ada. Akhirnya Jae joong menyerah dan memutuskan untuk bangun dan mengambil ipodnya.

 

          Semoga saja musik dapat membuatku tertidur.

 

***

          Chae eun mengambil hair dryer dan berusaha memngeringkan rambutnya secepat kilat. Jam sudah menunjukkan pukul setengan sepuluh. Dan itu artinya kontes itu mulai setengah jam lagi dan Chae eun baru saja selesai mandi. Chae eun berlari secepat kilat ke arah lemari pakaiannya dan mengambil gaun pertama yang dilihatnya. Kemudian ia memasukkan gaun itu ke dalam kantung plastik,ia mengambil tasnya yang tergeletak di meja kemudian berlari ke bawah.

“ Nona,anda mau sarapan dulu?” seorang pelayan datang menghampiri Chae eun yang sedang memakai sepatu sambil membawa nampan berisi susu dan beef sandwich.

“ Aniya,aku pergi dulu ya.” Chae eun berlari keluar rumah dan segera masuk ke mobilnya.

Chae eun terduduk lesu di salah satu bangku yang terdapat di aula tempat diadakannya pemilihan pangeran dan putri campus. Ia merutuki kebodohannya sendiri. Kontes pemilihan pageran dan putri campus akan diadakan setengah jam lagi,aula itu masih sedikit kosong. Karena sebagian dari kontestan masih belum datang atau sedang berganti pakaian.

Tadi pagi ia terbangun dengan panik dan melihat jam dinding di kamarnya yang ternyata mati. Jam tersebut menunjukkan pukul setengah sepuluh padahal saat itu baru jam setengah Sembilan. Chae eun benar-benar merasa bodoh,ia salah mengambil gaun. Gaun yang sekarang diambilnya mempunyai model yang ribet.

Chae eun merasa tidak nyaman memakainya. Padahal ia sudah membeli gaun yang bagus untuk kontes ini. Malah sekarang gaun itu masih berada dengan aman di lemari kamarnya. Chae eun jadi uring-uringan.

“ Chagiya,tadi aku ke rumahmu. Dan kata pelayanmu aku sudah berangkat.” Yun ho mengelus pundak Chae eun dan duduk di sebelahnya.

“ Ne,tadi ada sedikit kecelakaan. Jadi aku berangkat duluan.” Chae eun tidak ingin membicarakan kebodohannya di depan Yunho. Bisa-bisa Yunho menertawakan kebodohannya.

“ Kecelakaan apa? Gwechanayo chagiya?” Yunho tampak khawatir.

“ Ne,gwechana,ahh hanya hal kecil,kau tidak perlu khawatir Yunho.” Chae eun jadi menyesal berkata begitu pada Yunho

“ Ahh ya,aku ke sana sebentar ya.” Yunho pergi keluar meninggalkan Chae eun yang masih BT karena kejadian itu.

 

Chae eun melangkahkan kakinya di koridor depan aula,karena Yunho tidak juga kembali. Chae eun menjadi bosan,ia memutuskan untuk jalan-jalan keluar sendirian.

“ Itu kan Chae eun sunbae.Sedang apa ya dia di sana?” Sae na menunjuk Chae eun yang sedang kesulitan berjalan karena gaun yang dipakainya terlalu panjang.

“ Molla,bukankah dia ikut pemilihan pangeran dan putri campus?” Jang mi melihat ke arah yang ditunjuk Sae na.

“ Ne,ayo kita ke sana.”

“ Untuk apa? Dia kan sombong.”

“ Sudah,ayo kita ke sana,aku ingin meluruskan masalah tabrakan yang waktu itu,entah mengapa hal itu masih mengganjal.”

“ Apa lagi yang perlu diluruskan?”

 

“ Annyeong,Chae eun sunbae.” Sae na memberanikan diri menyapa Chae eun walaupun dalam hatinya ia merasa sedikit takut.

“ Ada apa ya?” Chae eun melipat tangannya di depan dada. Ia merasa sedikit terganggu dengan kehadiran Jang mi dan Sae na.

“ Aku hanya ingin meminta maaf karena kejadian waktu itu.” Sae na sedikit menunduk dan tidak berani menatap mata Chae eun.

“ Ohh,sudah aku lupakan.” Chae eun berkata dengan nada ketus. Tetapi hal itu tidak membuat Sae na menyerah.

“ Ghamsahamnida,Chae eun sunbae. Euhm,mungkin kita bisa menjadi teman?” Sae na mengulurkan tangannya.Jang mi menyenggol lengan Sae na. Ia tidak mengerti mengapa Sae na ingin berteman dengan orang sombong.

“ Apa yang membuatmu yakin kalau aku ingin menjadi temanmu?”

“ Karena aku ingin berteman dengan semua orang,termasuk denganmu,sunbae.”

“ Kalau begitu buktikanlah.” Chae eun menyerahkan tasnya ke arah Sae na. Sae na mengambil tas Chae eun,Jang mi semakin memelototinya,tetapi Sae na tidak peduli.

“ Kalau ingin menjadi temanku,kau harus mau mengikuti semua aturan yang aku buat.” Chae eun berjalan meninggalkan Jang mi dan Sae na. Sae na membawa tas Chae eun dengan santai,sedangkan Jang mi merasa panas karena merasa Chae eun telah menginjak harga dirinya.

 

***

To Be Continued

Teaser Chapter 7

Kenapa kau baru memberikan perhatianmu padaku sekarang? Di saat semua terlambat?      

 “ Kau sibuk? Bisakah kau temani aku di rumah? Aku rasa kita perlu bicara..”

“ Ahh ternyata kau adalah sunbaeku. Namaku Lee Jang mi dan aku baru semester dua.”

“ Kau tenang saja,biarpun omma mendekatkanku padanya dan menajuhkanmu dariku. Aku akan tetap berpaling padamu.”

One thought on “[Korean Fanfiction/Straight/Series] Wasurenaide (chapter 6)

  1. kasian saena…. koq mau sih dijadiin babu..
    tapi tenang saengie… aku yakin dia bakalan berubah koq…. hehhe… hwaiting… !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s