[Korean Fanfiction/Straight/Mini Drama] You are…? (chapter 3)

Title : You are…?
Author: Kim Sae na a.k.a Devi
Rating : PG 15
Genre : Fantasy romance / straight/mini drama
Cast:
main cast :
Kim Sae na
Park Hye soo
SHINee- Minho
Onew
Taemin
2PM – Junsu

other cast :
Jung Yue lee
SHINee – Key & Jonghyun
2PM – Junho

Disclaimer : SHINee are belong to SM entertainment and their parents
2PM are belong to JYP entertainment and their parents
I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun. Please don’t sue
me. This story is mine. Don’t take this fanfic without permission from me.If you want to take this. Please take with full credit.

 

If you don’t like this fanfic. Please no bash.

Don’t Like Don’t read

Chapter 3                 

“ Benar kan ini rumahnya?” Hye soo menunjuk sebuah rumah yang berada di hadapan mereka saat ini.

Sae na melihat kertas di tangannya dan mencocokannya dengan nomer yang berada di samping pintu depan rumah itu. Lalu ia mengangguk.

“ Lalu kita bagaimana sekarang?”

“ Ayo kita cari tahu rumah siapa ini dan apa benar Junho ada di sini?” Sae na mengetuk pintu rumah itu pelan. Setelah lima menit menunggu,akhirnya ada seorang pria yang keluar dari sana.

“ Mianhaeyo,kalian cari siapa ya?” pria itu berkata dengan nada ketus dalam suaranya. Sae na melihat mata pria itu memerah,mungkin pria itu mabuk pikir Sae na.

“ Kami ingin bertemu dengan Junho.” Sae na memberanikan diri untuk menatap mata pria itu.

“ Tidak ada yang bernama Junho di sini. Mungkin kalian salah rumah.” Pria itu masuk ke dalam dan hendak menutup pintu saat tangan Sae na menahan pintu itu agar tidak tertutup.

“ Kau yakin?” Sae na ingin memastikan kejujuran pria itu.

“ Buat apa aku berbohong padamu?” pria itu menutup pintu dengan satu bantingan keras. Sae na dan Hye soo hanya berpandangan dan Hye soo segera merangkul Sae na dan mereka berdua pergi dari sana.

“ Yaa,aku sudah mengusir mereka seperti yang kau suruh.” Jinki berkata kepada pria yang sedang duduk di sofa.

“ Bagus,aku yakin mereka akan kembali dan saat mereka kembali itulah saat kita menjalankan aksi kita.” Pria itu menyeringai memamerkan sederetan gigi putihnya,tetapi senyum itu sangat mengerikan.

“ Sebenarnya kau sembunyikan di mana si Junho itu?” Jinki mengambil sebutir apel yang berada di meja dan menggigitnya.

Pria itu tidak menjawab pertanyaan Jinki,ia hanya tersenyum licik. Ia bahagia karena rencananya berhasil dengan sukses.

***

Sae na Pov

          Aku berjalan di tempat yang tidak asing bagiku. Aku mengenal tempat itu. Ya itu adalah rumah yang tertulis di kertas misterius Junho. Aku tidak mengerti mengapa aku ke sini lagi. Padahal jelas-jelas Junho tidak ada di sini. Anehh.. aku terus melangkah menuju ke sana dan masuk ke dalam rumah itu.

          Kakiku seakan melangkah sendiri,aku seperti tahu rumah itu dan seluk beluknya,kakiku terus melangkah menyusuri koridor rumah itu dan berhenti pada sebuah pintu yang paling ujung dari koridor panjang itu.

          Aku membuka pintu itu dan aku menutup mulutku. Aku melihat pemandangan paling menjijikkan yang pernah ku lihat. Aku merasa mual dan ingin muntah melihat semua itu. Ugh…

          Aku melihat sekelompok orang yang sedang memakan tubuh manusia. Mayat!! Astaga aku merasa menggigil karena ngeri dan jijik. Lalu aku melihat Minho berada diantara mereka. Ia juga ikut memakan tubuh yang sudah tidak bernyawa itu. Aku merasakan nyeri di dadaku. Aku tidak percaya Minho melakukan itu.

“ Arghhhhh…” Aku berteriak dan memegang dadaku yang terasa nyeri akibat mimpi buruk yang ku alami. Aku tidak sanggup membayangkan mimpi itu menjadi nyata. Walaupun mimpi itu terasa nyata,aku tidak mau dan tidak akan mau menerima kalau sahabatku Minho melakukan hal itu.

Aku takut bahkan ini mimpi terburuk yang pernah ku alami selama ini. Mimpi yang aku harap tidak akan pernah menjadi nyata selamanya. Aku berharap Minho sudah menepati janjinya padaku.

Minho berasal dari keluarga yang benar-benar hancur. Kepribadiannya menjadi hancur seiring dengan kematian ayahnya karena kecelakaan dan ibunya pergi meninggalkan dia begitu saja. Sedangkan kakaknya yang tidak sanggup untuk menanggung beban hidupnya,mulai mengikuti aliran gelap dan tanpa sadar Minho terjerumus ke dalam dunia kakaknya.

“ Sae na…. ayo bangun sudah jam 6.” Teriakan ommaku membuat aku tersadar dari lamunanku. Aku segera bangun dan meraih handuk yang terletak di samping lemariku. Aku berusaha melupakan mimpi itu dan aku percaya Minho sudah bersih dari aliran jahat itu.

End of the pov

***

          “ Kau yang bernama Sae na kan?” seseorang menepuk pundak Sae na dari belakang. Sae na menoleh dan mendapati pria yang tidak dikenalnya sedang berdiri di belakangnya. Sae na mengangguk mengiyakan.

“ Namaku Taemin.Aku temannya Minho.”

Mendengar nama Minho disebut-sebut. Sae na langsung was-was dan tiba-tiba seluruh bayangan mimpi itu berkelebat di benaknya.

“ Aku hanya ingin menyampaikan kalau hari ini Minho tidak masuk. Jadi aku yang akan menemanimu ke toko buku.” Taemin duduk di sebelah Sae na.

“ Memangnya Minho ke mana?” hari ini memang Minho sudah berjanji akan menemani Sae na ke toko buku. Tetapi sudah setengah jam Sae na menunggu Minho di taman sekolah,Minho belum muncul juga.

“ Mollayo,ia hanya mengirimiku SMS dan menyuruhku menemanimu ke toko buku.”

“ Ahhh ne.Ayo kita jalan.” Sae na mengambil tasnya dan berjalan bersama Taemin.

“ Taemin,kau mau menemani aku ke suatu tempat tidak?” Sae na berusaha mensejajarkan langkahnya dengan langkah Taemin yang panjang dan cepat.

“ Ke mana?”

“ Memastikan sesuatu.” Tanpa menunggu jawaban Taemin,Sae na berjalan cepat ke sebuah gang.

“Sae na-ssi,tunggu.” Taemin berlari menyusul Sae na yang belum jauh.

Sae na membuka pintu rumah itu,ia berharap tidak menemukan apa yang dia mimpikan semalam.

“ Ini rumah siapa,Sae na?” Taemin merasa takut,kalau Sae na ke sini berarti dia akan tahu apa yang dilakukan Minho.

Sae na tidak menjawab pertanyaa Taemin,kakinya terus melangkah meyusuri koridor rumah itu. Ia merasa semakin takut,tetapi ia harus tahu kalau Minho sudah benar-benar bebas.

Sampai di sebuah pintu,Sae na berhenti. Pintu itu yang berada di dalam mimpinya. Dengan gemetar ia membuka pintu itu. Tidak ada siapa-siapa di dalam sana. Hanya ada sebuah sofa dan rak buku. Sae na menduga ruangan itu adalah perpustakaan pribadi. Hati Sae na diliputi perasaan lega luar biasa.

“ Yaa,ada anak-anak siapa di sini?” Jinki meletakkan belanjaannya di lantai dan menghampiri Sae na dan Taemin yang masih terpaku di depan pintu.

“ Bagaimana kalian bisa masuk?” menyadari kalau Taemin dan Sae na hanya diam saja,Jinki mulai mendekati mereka.

“ Mianhaeyo,kami akan keluar.” Taemin menarik Sae na dan membawanya,setengah menyeret lebih tepatnya,karena Sae na tidak kunjung bergerak setelah melihat apa yang ada di balik pintu itu.

“ Kau kenapa,Sae na?” Taemin berusaha menyadarkan Sae na.

“ Gwechana,mianhaeyo,ayo kita pulang.”

***

          “ Untung saja kau tidak keluar,kalau bisa kau akan bertemu dengan anak-anak itu.” Jinki menaruh belanjaannya di meja.

“ Aku tahu mereka ke sini. Makanya aku bersembunyi,lagipula malam ini akan ada kejutan untuk gadis itu.”

“ Kau benar,aku jadi tidak sabar menantikan malam ini.” Jinki mengambil gelas dan mulai mengisinya dengan juice.

“ Dan aku yakin malam ini dia tidak akan pernah macam-macam lagi dengan kita.”

“ Ne,kalau dibiarkan terus seperti ini,dia akan membocorkan perkumpulan kita ke dunia luar,dan kalau itu terjadi maka habislah kita.”

“ Tetapi setelah malam ini,aku yakin sekali kalau dia tidak akan pernah bisa membocorkan perkumpulan rahasia kita.”

“ Ne. kau memang hebat,tidak salah aku percaya padamu.”

Kedua orang itu tertawa dengan rencana mereka yang sudah mendekati sempurna.

***

Sae na Pov

Belum pernah dalam hidupku aku merasa sebahagia dan selega ini. Ternyata mimpi itu tidak menjadi kenyataan. Mungkin itu berasal hanya dari ketakutanku saja. Ahhh bahagianya aku.

Aku menoleh dan melihat Taemin memandangku dengan tatapan aneh. Mungkin ia berpikir aku tidak waras karena sudah menyeretnya masuk ke dalam rumah orang lain dan sekarang ia melihatku sedang tersenyum tanpa alasan yang jelas. Aku yakin sekali setelah hari ini Taemin tidak akan mau pergi bersamaku lagi.

“ Aku tahu kau menganggapku aneh sama seperti tanggapan orang lain terhadapku.” Aku berani membuka suara setelah sadar Taemin seperti menungguku menjelaskan sesuatu.

“ Mianhaeyo,Sae na,aku tidak berpikiran seperti itu hanya saja aku merasa ada yang ganjil pada dirimu. Apakah kau bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari manusia biasa?”

“ Mungkin bisa dibilang seperti itu mungkin juga tidak,tergantung dari orang lain melihatnya dari sudut seperti apa.”

“ Memangnya apa yang kau bisa lakukan?” Taemin memandang Sae na dengan tatapan takjub.

“Aku bisa melihat suatu kejadian yang mungkin akan terjadi lewat mimpiku,ya tidak semua mimpiku jadi kenyataan sih,tetapi mimpiku yang buruk yang biasanya jadi kenyataan.”

“ WAW!! Berarti kau bisa mencegah hal buruk yang akan terjadi ya…” Taemin jadi semakin takjub dengan gadis di depannya.

“ Tetapi biasanya hal yang aku mimpikan berhubungan dengan kehidupan sehari-hariku sendiri. Lagipula percuma saja aku mimpi dan mungkin aku bisa mencegah tetapi tidak ada satu orang pun yang mau percaya dengan apa yang aku katakana mereka bilang aku hanya pembohong dan pengkhayal dan aku hanya berbakat menjadi penulis atau pengarang cerita.” aku tertunduk sedih mengingat semua kenangan buruk itu.

“ Jangan besedih,Sae na,Minho sering bercerita padaku tentangmu tetapi dia belum sekalipun menceritakan tentang… euhmm mungkin bisa aku bilang bakat istimewamu.”

“ Bakat istimewa? Kau bercanda Taemin,belum pernah ada yang menganggap mimpiku istimewa selain Minho dan tentunya kau.”

“ Aku bersungguh-sungguh Sae na,aku melihatnya sebagai sesuatu yang harusnya disyukuri bukan membuatmu merasa tidak beruntung lahir dengan kekuatan seperti itu.”

“ Ghamsahamnida,Taemin,tetapi aku berharap seandainya aku bisa dilahirkan kembali,aku ingin menjadi gadis biasa-biasa saja tanpa harus takut memejamkan mata setiap malamnya.”

End of the pov

***

          “ Hye soo,kau itu lama sekali,ayo kita segera pulang.” Junsu menaruh ranselnya di meja yang tidak jauh dari tempat Hye soo duduk. Hye soo masih mebereskan peralatannya. Ia memang pulang terlambat karena tadi ia menyelesaikan ulangan paling terakhir. Sae na dan Yue lee sudah pulang duluan tadi.

“ Ne,aku juga sudah siap kok.” Hye soo memakai tasnya dan membereskan rambutnya. Junsu meraih ranselnya,sesuatu terjatuh dari sana. Hye soo melihatnya,sebiah benda yang berkilau ditempa sinar matahari. Ia mengambilnya dan ingin mengembalikannya ke Junsu.

“ Junsu,ini…” belum sempat Hye soo menyerahkan benda itu,Junsu keburu menariknya keluar kelas. Hye soo hanya bisa pasrah dan memasukkan benda itu ke saku blazernya. Mungkin ia akan mengembalikan benda itu nanti.

“ Hye soo,nanti malam aku tidak bisa ke rumahmu,aku ada urusan penting.” Hye soo hanya mengangguk menanggapi perkataan Junsu. Malam ini mungkin Hye soo bisa menghabiskannya dengan Sae na dan Yue lee.

***

 To Be Continued

Teaser Chapter 4

“ Aniya,tetapi dia pernah beberapa kali memarahiku dan itu sangat menakutkan untukku.”

“ Tadi ketika aku sedang pergi ke rumah temanku yang berada di dekat sekolah. Temanku berkata ia melihat Junho masuk ke rumah yang berada di seberang rumahnya pada hari di mana Junho menghilang. Sejak hari ini temanku tidak melihat Junho keluar dari sana.”

“ Mwo??? Kau berbohong kan Junsu? Katakan kau bohong!!” 

“ Pergilah,Minho,aku tidak akan melaporkanmu ke polisi tetapi kau harus berjanji kau tidak akan muncul di hadapanku lagi.”

2 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Mini Drama] You are…? (chapter 3)

  1. bner gk orng yg bcra dgn jinki tuch minho,,..???
    pnsran nich gmna klow saena thu klow itu bner minho,,.!!!
    & dri preview kyknya saena udh thu ya,,.???
    pwnya donk next part,,..!!

    • Annyeong new reader ya?😀
      uhuyyy selamat datang dan selamat berpetualang di blog akuh

      Hmm Saena tau ngax ya? *plak
      oke deh aku kirim pw part 4 n 5 nya ke e-mailmu ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s