[Korean Fanfiction/Straight/Series] Whether I Hate You Or Not (Chapter 4)

Title                       : whether I hate you or not

Author                  : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating                   : PG13/NC17/Straight/Series/On Writing

Genre                   : Romance/Angst/Tragedy/Family/Life

Cast                       :

Main Cast            : Super junior – Lee Donghae

Kim Yoonmi

Kim Saena a.k.a Choi Saena

Kim Yoonhee

Other cast           : SHINee – Choi Minho

SS501 – Kim Hyun joong

Super junior – Cho Kyuhyun

Disclaimer           : Super junior are belong to God,SM Entertaiment,and their parents

SS501 Kim Hyun joong is belong to God,DSP Entertaiment,and his parents.

SHINee Choi Minho is belong to God.SM Entertaiment,and his parents.

It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.

Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic.

Please take with full credit.

Warning               : Lolicon,a little bit violence and NC

A.N : Annyeongg aku kembali lagi membawa chapter 4. Seperti yang udah aku bilang di sekilas tentang silent reader~,chapter 5 dan seterusnya akan aku protect. Jadi chapter ini adalah chapter terakhir tanpa password. Cara untuk mendapatkan passwordnya nanti aku kasih tau di bawah ^^

gomawo  *bow

If you don’t like this fanfic. Please No Bash.

Don’t like. Don’t read.

Chapter 4

Author pov

“ Noona,apakah masih sakit? Sebenarnya kau bertengkar dengan siapa tadi? Omoo.. Sudut bibirmu berdarah.” Minho mengambil sapu tangan dari saku celana seragamnya dan mengelap darah yang mengalir dari bibir Saena yang luka.

“ Ahh,biar aku saja.” Saena mengambil sapu tangan itu dan mengelap bibirnya yang terluka. Ia meringis kecil saat mengelap luka yang masih meneteskan darah itu.

“ Kau bertengkar dengan siapa noona?”

“ Dengan teman sekelasku tadi,ia tiba-tiba saja menghadangku dan menyerangku.Tidak usah terlalu khawatir Minho-ah,nan gwechana,ia juga sudah terluka sama parahnya denganku.Noonamu ini hebat,Minho,aku tidak akan kalah.”

“Noona,kau tidak pernah berkelahi dengan siapa pun sebelumnya. Apa ini karenaku?”

“ Ahh aniya,dia memang tukang cari masalah dan mungkin kali ini aku korbannya.”

“ Noona,aku tahu sejk kejadian kemarin,hari ini hampir seluruh yeoja memusuhimu dan menghinamu dan aku yakin kau menjadi seperti ini juga karena aku? Jangan berbohong,noona.”

“ Hhhh,aku harusnya bisa lebih pintar menyembunyikan perasaan darimu. Ne,tapi aku sudah bilang kan,Minho-ah,kalau aku baik-baik saja.Sudahlah jangan pikirkan itu lagi.”

“ Siapa?”

“ Mwo?”

“ Siapa yang membuatmu seperti ini,noona? Katakan padaku!”

“ Kau tidak mengenalnya Minho,dia kan teman satu kelasku. Hahahahahaha… Tapi yang pasti ia salah satu fansmu.”

“ Aku tidak akan peduli. Apakah ia fansku atau bukan,kalau ia sudah menyakitimu,aku tidak akan membiarkannya.”

“ Minho,luka-luka ini akan segera sembuh,kau tidak perlu secemas itu.”

“ Akan aku obati lukamu,noona.”

“Perkataanmu itu membuatku ingin tertawa..”

“ Mwo? Kau meragukanku,noona? Aishhh.. chamkanman,aku akan mengambil kotak P3K.”

Saena memandang kepergian Minho sambil tersenyum kecil. Mungkin sudah saatnya ia menurunkan sedikit rasa egoisnya. Tidak dapat dipungkiri ia sangat menyanyagi Minho,walaupun ia sudah tahu kalau Minho bukan adik kandungnya.

“ AWWW..” Saena meringis saat Minho mengoleskan obat pada luka di tangannya.

“ Minho… pelan-pelan..kau ini kasar sekali.” Saena memukul tangan Minho yang sedang mengoleskan obat.

“ Noona,kau tenang saja,memang awalnya perih,tapi ini supaya lukamu cepat kering.”

Saena melihat wajah Minho yang sedang mengobati luka-lukanya. Minho menyadari wajah mereka berdua yang terlalu dekat,ia sedikit menjauh dan membuat Saena tersadar dan melepaskan tangan Minho dari tangannya. Membuat mereka berdua menjadi salah tingkah dan berdiam diri.

“ Euhmm,gomawo,Minho-ah,kau memang dongsaengku yang paling manis.” Saena mengacak pelan rambut adiknya itu.

“ Noona,aku ini tidak hanya manis aku ini tampan. Ayolah akui ketampananku ini.”

Saena hanya mendengus pelan menanggapi kenarsisan adiknya itu. Minho tertawa melihat ekspresi Saena yang menurutnya sangat aneh dan tidak cocok. Sayangnya tawa Minho terdengar oleh Saena,sehingga menimbulkan perkelahian sehari-hari mereka.Yaitu perang mulut dan tentu saja lagi-lagi Minho kalah debat dengan Saena,karena ia terlalu pengalah,dan tentu saja Saena menolak alasan Minho yang menurutnya tidak masuk akal.

“ Mwo?? Mengaku saja kalau kau kalah debat lagi denganku. Jangan memakai alasanmu yang sudah basi itu,Minho-ah.”

“ Noona,aku memang baik hati dan tidak sombong,jadi aku mengalah darimu.”

“ Aishh,sudahlah… bertengkar denganmu membuatku sakit kepala.”

***

        Yoonmi memandangi putri tunggalnya itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia mengelus pelan rambut Yoonhee yang masih menceritakan pertengakarannya dengan Saena.

“ Eonni,apa aku salah kalau aku ingin mempertahankan orang yang aku sayang? Yeoja itu mau merebut namja yang aku sukai dengan cara yang kotor eonni.”

“ Sebenarnya apa yang kau bilang itu tidak salah,Yoonhee,tapi apa perlu sampai bertengkar?”

“ Dia yang menyerangku duluan,eonni.” Yoonhee memasang tampang tersedihnya.

“ MWO?? Aishh.. anak macam apa dia itu? Kasar sekali.. Lihatlah dia membuat tubuhmu penuh luka seperti ini.Apa kita perlu ke rumah sakit,Yoonhee?”

“ Aniya,eonni,aku sudah merasa lebih baik ketika kau obati. Gomawo eonni.” Yoonhee menghamburkan pelukannya pada Yoonmi dan Yoonmi membalasnya sambil mengelus pelan pundak Yoonhee.

“ Besok aku akan pergi ke sekolahmu,Yoonhee,aku harus tahu yang mana anak yang sudah membuatmu terluka seperti ini.”

“ Aishhh,tidak usah,eonni. Kalau kau melapor ke sekolah aku akan dikira sebagai anak kecil lagipula bukankah harusnya yang melapor itu omma? Kenapa eonni sampai harus repot begitu?”

Yoonmi kesulitan menjawab saat Yoonhee melontarkan pertanyaan itu. Ia ingin sekali memberitahu anak itu kenyataannya,ia ingin Yoonhee memanggilnya ‘omma’ bukan ‘eonni’ lagi,tapi Yoonmi tahu itu adalah hal yang sensitive dan mungkin akan melukai Yoonhee.

“ Aku hanya terlalu bersemangat ingin membalas dendam pada anak itu. Ah ya siapa namanya?”

“ Saena.. Choi Saena,eonni.Aigoo… dia benar-benar menyebalkan.Beraninya ia bertingkah seperti itu di depanku tadi.”

“ Yoonhee,aku tidak mau kau bertengar seperti itu lagi,itu sangat berbahaya bagimu,bagaimana kalau kau terluka parah? Ini saja kau sudah memar-memar.”

“ Eonni tenang saja,ia tidak akan bisa membuatku seperti ini lagi.” Yoonhee mengembangkan senyum liciknya.

Saena kau tunggu saja,aku punya kejutan untukmu besok..

“ Aishh,baiklah aku percaya padamu.”

“ Bagaimana  pertemuan hari ini,eonni? Apakah kau jadi bekerja sama dengan perusahaan itu? Ayolah eonni terima saja.”

“ Akumasih mempelajari kontraknya,kau tenang saja,kemungkinan besar aku akan menerima tawaran perusahaan itu.”

“ Jinjja?”

“ Ne,tawaran mereka sungguh menarik dan sangat sulit untuk ditolak.”

***

Saena pov

“ Ada apa dengan wajahmu,Saena? Wajahmu memar dan tanganmu juga penuh bekas cakaran,kau berkelahi di sekolah?” Appa bertanya padaku saat makan malam dan itu sukses membuatku bingung.

Selama ini aku dikenal sebagai anak yang tidak pernah terlibat masalah apalagi sampai perkelahian seperti ini. Apa yang harus aku katakan pada appa dan omma? Aku tidak mau mereka menganggapku kasar dan liar,aku tidak mau membuat mereka kecewa padaku,terutama aku takut mengecewakan appa.

“ Ah mianhaeyo,appa,aku memang berkelahi di sekolah.” Aku menunduk setelah mengatakan hal itu,aku menunggu reaksi dari appa.

“ Noona tidak salah,ini semua salahku.” Minho berbicara pada appa,aku tahu ia bermaksud baik dengan membelaku,tapi entah mengapa aku merasa aneh.

“ Mwo? Salahmu bagaimana,Minho-ah?”  Omma langsung ikut dalam pembicaraan ini,padahal sebelumnya omma hanya diam saja saat melihat tubuhku yang penuh luka seperti ini. Rasanya dadaku sesak sekali.

“ Saena noona hanya berusaha membelaku yang sedang dikejar-kejar oleh para fansku omma,sehingga ia yang terluka.”

“ Fans? Aigooo.. kau itu bukan artis,Minho-ah,bagaimana bisa kau mempunyai fans?” Omma terdengar kaget saat Minho mengatakan hal itu.

“ Molla,mereka selalu mengejarku dan itu membuatku cukup risih.”

“ Apakah mereka menganggumu? Apa perlu omma menghubungi pihak sekoal dan mengatakan kalau kau terganggu dengan ulah mereka?”

“ Aniya omma,aku baik-baik saja, Saena noona yang terluka karena melindungiku.”

Omma mengalihkan tatapannya padaku,bisa kurasakan tatapan menilai keluar dari kedua bola matanya dan jujur saja itu membuatku takut.

“ Saena,apa kita perlu ke rumah sakit?” Omma berkata dengan nada yang sedikit ketus padaku. Aku menoleh padanya,aku cukup kaget karena omma memberikan perhatian padaku. Aku bahagia melebihi apapun saat tahu omma masih peduli padaku.

“ Ahh aniya omma,omma tidak perlu khawatir padaku.” Omma hanya terdiam dan meneruskan makan malamnya. Aku hanya tersenyum tipis saat menyadari sikap omma masih dingin padaku.

“ Saena,benarkan yang dikatakan Minho itu? Siapa yang sudah mecelakakanmu? Appa akan melaporkannya ke pihak sekolah. Kau tenang saja,dia pasti akan dihukum.”

“ Tidak usah,appa,aku juga sudah lebih baik,appa tidak perlu memikirkanku lagi,aku akan baik-baik saja di sekolah.”

“ Minho,bagaimana dengan anak yang kau bilang akan mewawancarai appa? Apakah kau sudah mengatakan padanya kalau appa akan menemuinya minggu depan?”

“ Ne,appa,Yoonhee noona sangat senang mendengarnya,Ghamnsahamnida appa.”

“ Uhuk…uhukk..” Aku tersedak dan segera mengambil gelas di sampingku dan meminumnya sampai habis.

“ Mwo?? A..apa tadi kau bilang Yoonhee?”

“ Ne,noona,Yoonhee noona meminta tolong padaku agar ia bisa bertemu appa untuk tugasnya. Apakah kau kenal dengannya?”

Yoonhee? Huh! Pintar sekali caramu mendekati Minho,sampai membuatnya terpana seperti itu. Kita tunggu saja,aku tidak akan membiarkanmu mendekati dongsaengku lagi.

“ Ahh ne,ia satu kelas denganku.”

“ Mwo? Omo..aku tidak menyangkan noona cantik itu sekelas denganmu. Euhmm bagaimana sifatnya,noona?”

Puihh.. kau pasti tidak akan memujinya lagi setelah tahu ia yang bertengkar denganku. Anak itu benar-benar tidak tahu diri.

“ Ahh mollayo,aku tidak dekat dengannya. Yaa! Kenapa kau tanya soal dia? Dan tadi kau menyebutnya cantik?”

“ Ne,Hahahahaha.. dia memang cantik,noona,kau tidak usah iri.”

Cihh.. iri dengannya? Mungkin aku sudah gila kalau sampai iri dengan yeoja aneh dan emosian seperti Yoonhee!

End of the pov

***

Author pov

“ Sudah aku duga kau akan tertarik padanya Donghae-ah..” Eunhyuk tersenyum  dan menampilkan sederetan gigi putihnya.

“ Ne,aku memang tertarik merekrutnya bekerja di perusahaanku. Hanya itu saja,memang kau berharap aku tertarik apa?” Donghae berkata dengan nada malas.

“ Ah jeongmal? Hahahaahaha… Kau hanya tertarik untuk merekrutnya sebagai desainer baru? Apa kau juga tertarik merekrutnya sebagai calon istrimu? Huh? Ayolah,hae-ah,dia itu cantik dan cerdas,seleramu seperti itu kan?”

“ Memang aku hanya tertarik merekrutnya sebagai desainer. Calon istri? Kau sudah gila? Aku bahkan baru saja mengenalnya,hyuk..”

“ Bekerja di satu perusahaan yang sama dan aku dengar juga kau langsung merekrutnya sebagai desainer utama. Hmm,kau sudah mengambil langkah terlalu jauh,hae-ah,bukankah selama ini tidak ada desainer utama dalam Shining Dream? Mengapa tiba-tiba ada? Apakah itu adil untuk desainermu yang lain?”

“ Selama ini aku sudah mempunyai rencana untuk merekrut satu desainer sebagai senior dan pengawas dan sebagai media pembelajaran dari desainer-desainer baru,tapi nyatanya desainer lulusan Drxra tidak ada yang menenuhi standar untuk itu.”

“ Huh! Kau masih tidak mau mengakui kalau sejujurnya kau tertarik bukan hanya pada pekerjaannya kan? Tapi lebih pada urusan pribadi.”

“ Mungkin..”

“ Akhirnya kau mengakui juga kalau kau tertarik padanya.”

“ Itu agar kau puas. Lagipula kalau memang aku benar-benar tertarik padanya aku juga tidak tahu apakah ia akan tertarik padaku atau tidak.”

“ Sejak kapan seorang Lee Donghae putus asa seperti itu?”

“ Aishhh.. sebenarnya apa tujuanmu ke sini? Kalau untuk menggangguku saja,lebih baik kau pulang,aku masih banyak pekerjaan.”

“ Sombong sekali kau,aku sudah pernah bilang agar kau lebih bersantai,Donghae-ah.”

Tok tok tok

Pembicaraan Donghae dan Eunhyuk terputus saat ada sebua ketukan di pintu. Dongahe segera berpura-pura sibuk dengan file-filenya,sedangkan Eunhyuk melihat ke arah i-phonenya.

“ Masuk..” Donghae berkata sambil memandangi layar laptopnya.

Seorang yeoja dengan dress selutut dan sepatu hak tinggi 12 cm,masuk ke ruangan Donghae. Ia melangkah dan berdiri tepat di depan meja Donghae. Eunhyuk melirik sekilas ke arah yeoja itu dan tertegun beberapa saat.

“ YOONMI..” merasa ada yang memanggil namanya,yeoja itu menoleh dan mendapai Eunhyuk yang sedang melambaikan tangan padanya.

“ Annyeong,Eunhyuk,lama tidak bertemu,bagaimana kabarmu?”Yoonmi melangkahkan kakinya ke arah Eunhyuk.

“ Aku? Baik tentu saja. Kau sendiri?”

“ Ne,aku baik,kenapa kau ada di sini?”

Donghae hanya bisa terdiam melihat dua orang yang sedang ‘merusuh’ di ruang kerjanya,membuatnya kehilangan konsentrasi.

“ Ehemm..”

Yoonmi dan Eunhyuk segera menghentikan aktivitas reuni mereka karena melihat tampang kesal terpancar dari wajah Donghae.

“ Ah ya,Yoonmi,aku pulang dulu,selamat bekerja.”

Eunhyuk menepuk pelan bahu Donghae sambil mengedipkan matanya sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan itu. Donghae yang mengerti arti kode itu hanya bisa diam dan menggelengkan kepalanya.

“ Annyeong Donghae-ssi,Mianhae karena sudah menganggu waktu kerja anda.”

“ Ahh gwechana,kau dan Eunhyuk teman lama?”

“ Ne,kami pernah satu sekolah waktu aku masih di Paris dulu.”

“ Ahh begitu.. Jadi kau sudah siap bekerja hari ini,Yoonmi-ssi?”

***

Yoonmi pov

Inilah awal kehidupanku yang baru. Mungkin omma benar,aku haru mulai membuka hatiku pada lembaran baru dan meninggalkan semuanya di belakang. Aku memang masih tidak bisa melupakan kejadian 17 tahun yang lalu,kejadian yang menyebabkan lahirnya Yoonhee.

Hal itu pula yang menyebabkan aku menutup rapat hatiku pada setiap namja yang berusaha mendekatiku. Sangat sulit memang berada dalam posisiku saat ini,bayangkan saja menjadi omma dalam usia 13 tahun,hal itu sunggu di luar perkiraanku. Itu membuat masa kecilku rusak,untung saja appa berbaik hati mau mengirimku ke Paris dengan tujuan memulihkan masa depanku.

Memang semuanya berjalan mulus,kecuali kondisi hatiku yang tidak kunjung membaik. Aku masih trauma berdekatan dengan namja,selama ini aku tidak pernah serius berpacaran dengan namja mana pun,aku tidak mau kejadian itu terulang lagi dalam hidupku. Sekarang saja,setiap kali melihat Yoonhee,dua sisi muncul dalam diriku.

Sisi pertama,aku ingin menyayanginya selayaknya kasih sayang orangtua terhadap anaknya. Aku ingin memberinya perhatian yang cukup,sesuatu yang selama ini belum berhasil aku berikan padanya. Sisi lainnya,aku selalu terluka jika melihatnya,aku teringat kejadian itu.Aku juga belum siap menjadi single parents,walaupun aku ingin Yoonhee tahu bahwa aku adalah ommanya.

Tapi sekarang,di awal aku ingin memulai lembaran baru. Muncul satu sosok dalam kehidupanku,yang mampu membuatku merasa nyaman. Walaupun pertemuan kami terbilang baru dan singkat,ia sudah berhasil masuk dalam area terlarang dalam hidupku. Apakah ini cinta pada pandangan pertama? Bahkan aku tidak mau menyebut kata cinta lagi. Tapi bagaimana jika cinta memang benar-benar muncul dalam hidupku? Haruskah aku menolaknya lagi?

Flashback

“ Jadi ini adalah area desain. Di sini tempat para desainer Shining Dream bekerja dan memajang hasil karyanya.” Donghae menunjuk suatu area yang penuh berisi ruangan-ruangan khusus para desainer. Aku melihat di dinding ruangan mereka masing-masing terdapat foto hasil rancangan mereka dan aku akui mereka sangat berbakat.

        “ Mereka sangat berbakat,aku rasa mereka sudah cukup untuk memajukan Shining Dream. Lalu kenapa anda masih perlu merekrut satu desainer baru?”

        “ Memang mereka sangat berbakat,tapi saya rasa anda adalah salah satu desainer yang berbeda,mengambil sudut pandang lain dalam suatu hasil karya.”

        “ Ah.. saya hanya berusaha menonjolkan sisi lain dalam berbusana,bukankah itu hanyalah hal yang biasa?”

        “ Menurut saya anda luar biasa dan Shining Dream membutuhkan desainer seperti anda,nona Yoonmi.”

        Aku merasa tersipu mendengar pujian dari Donghae. Aku rasa ia terlalu banyak memujiku,mungkin aku akan terbang sebentar lagi.

        Kami berjalan sambil berbincang-bincang mengenai perusahaan ini. Salah satu perusahaan fashion paling terkenal di Korea. Sungguh suatu keberuntungan bisa menjadi bagian dari perusahaan ini. Aku terlalu asyik memperhatikan interior kantor ini,tanpa sadar aku terpeleset lantai kantor yang licin. Aku hampir saja jatuh,kalau saja Donghae tidak menahan tubuhku.

        “ Ghamsahamnida,Donghae-ssi..” Wajahku memanas karena malu. Lain kali aku akan lebih berkonsentarsi,agar kejadian itu tidak terulang lagi. Memalukan sekali kalau aku sampai jatuh di depannya.

        “ Ne,cheonmaneyo,hati-hati,Yoonmi-ssi,lantainya memang licin.”

        “ Ne,aku akan lebih berhati-hati..”

        “ Sekarang akan aku tunjukkan bagian produksi.”

        Kami sama-sama berjalan dalam diam,aku masih malu karena kejadian tadi,sehingga aku hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahku yang memerah. Sedangkan Donghae mungkin larut dalam pikirannya,aku hanya berharap ia tidak sedang memikirkan kejadian tadi.

Flashback End

          “ Yoonmi..” Aku tesadar dari lamunanku saat omma memanggil namaku.

“ Ahh ne,ada apa,omma?”

“ Kenapa kau melamun?”

“ Aniya,aku hanya teringat kejadian lucu.Hahahaha..” Aku tertawa untuk menutupi kecanggunganku karena memikirkan Donghae. Aishh…

“ Omma dengar dari Yoonhee,katanya kau akan ke sekolahnya. Apa benar?”

Aigoo~Aku lupa kalau hari ini aku harus ke sekolah Yoonhee. Ini semua karena aku terlalu asyik memikirkan Donghae. Aish bahkan menyebut namanya saja,hatiku langsung tidak karuan seperti ini.

“ Ah,ne,omma,aku hanya ingin melapor pada pihak sekolah soal Yoonhee yang terluka.”

“ Apa omma perlu ikut?”

“ Hmm aniya omma,aku hanya ingin mencoba mengurus Yoonhee.”

“Baiklah..Omma percaya padamu.”

***

        “ YOONHEE!!” Aku melihatnya sedang berjalan bersama teman-temannya. Ini memang sudha jam pulang sekolah dan ini pertama kalinya aku menjemput dia di sekolah.

“ Annyeong,eonni,tumben sekali kau ke sini,ada apa?”

“ Ah,aku hanya ingin melapor tentang kejadianmu,Yoonhee,anak itu perlu diberi hukuman yang pantas.”

“ Aniyaa,eonni,aku sudah lebih baik,aku tidak ingin pihak sekolah tahu,itu saja..”

“ Tapi Yoonhee..”

“ Eonni-ya,aku sudah lebih baik,kajja kita pulang.”

“ Chamkanman,Yoonhee,baiklah aku tidak akan melapor pada pihak sekolah,tapi setidaknya bisakah kau beritahu aku siapa orangnya?”

“ Euhmm,ne,eonni..”

Aku dan Yoonhee menunggu anak yang sudah membuat Yoonhee seperti itu. Aku tidak tahu seberapa marahnya aku terhadap anak itu,wajah Yoonhee yang mulus sekarang terdapat lebam-lebam kebiruan dan itu membuat hatiku sakit setiap melihat wajah anakku seperti itu.

“ Eonni,itu dia!” Yoonhee menunjuk ke suatu arah,terdapat seorang anak perempuan yang sedang berjalan menuju gerbang.

Aku langsung menghampirinya.Ia terlihat terkejut melihat kedatangan Yoonhee bersamaku. Bisa kulihat aura membunuh terpancar dari tubuhnya karena melihat Yoonhee.Sebenarnya ada masalah apa antara dia dengan Yoonhee? Benarkah hanya karena masalah namja?

“ Apa maumu sebenarnya? Kenapa kau membuat Yoonhee terluka seperti itu? Ada masalah apa diantara kau dan dia?”

“ Minahae,bukankah masalah antara aku dan Yoonhee sudah selesai?”

“ Belum! Saena.. aku tidak bisa menerima kau membuat wajahku sampai seperti ini belum lagi karena kau..” Yoonhee sudah hampir menampar wajah anak yang bernama Saena,aku segera menahan tangannya.

“ Sudahlah,Yoonhee,masalah ini masih bisa dibicarakan tanpa jalan kekerasan.”

“ Saena,aku adalah eonninya Yoonhee,aku hanya ingin tahu kenapa kau bertengkar dengannya?”

“ Aku..aku tidak tahu di mana letak kesalahanku,tiba-tiba ia menyerang dan menghadangku,lalu apa aku tidak berhak membela diri?”

“ Kau itu sudah merebut namja yang kusukai!! Itu kesalahanmu!”

“ Tapi kau tidak harus membuat Yoonhee terluka sampai seperti itu kan? Bahkan luka yang dialaminya lebih banyak daripada luka di tubuhmu.” Aku memperhatikan wajah dan tubuh yeoja itu dan aku memang menemukan beberapa bekas luka,tapi tidak separah yang ada di tubuh Yoonhee.

“ Aku hanya berusaha membela diriku. Aku tidak tahu kalau ia akan terluka sampai seperti itu,itu saja.”

“ Jangan berbohong! Kau sengaja ingin merusak wajahku kan?”

“ Aniyaa! Jaga mulutmu,Yoonhee,kau.. aku peringatkan padamu kau tidak pantas untuknya jadi jauhi dia,dasar yeoja tidak tahu malu!”

PlAKK!

Tanganku melayang begitu saja saat mendengar ia menghina Yoonhee. Anak ini.. sungguh membuat emosiku terkuras. Aku tadinya ingin menyelesaikan masalah ini secara baik-baik,tapi dia membuatku harus menggunakan jalan kekerasan.

“ Aku sudah sabar menghadapimu,Saena,apa maumu dengan menghina Yoonhee?”

“ Mianhaeyo,aku tidak akan mencari masalah dengan Yoonhee lagi.”

“ Huh! Apa kata-katamu itu bisa dibuktikan?”

Anak itu hanya terdiam sambil memalingkan wajahnya. Sepertinya ia bukan tipe anak pencari masalah,entah mengapa ia bisa bertengkar dengan Yoonhee.

“ Eonni,dia tidak bisa dipercaya.”

“ Gumanaeyo! Yoonhee aku berjanji aku tidak akan mengganggumu lagi,Eonni aku akan memegang kata-kataku,tapi jika Yoonhee yang mencari masalah denganku,aku juga tidak bisa berada dalam posisi diam dan menerima.”

“ Kau jangan berbicara seperti itu,Yoonhee bukanlah tipe anak pencari masalah.”

Entah mengapa emosiku surut seketika.Aku bisa dengan mudah mempercayai kata-kata Saena,entah anak ini berbohong atau tidak ,yang aku tahu aku percaya padanya. Aku bisa melihat Yoonhee memandangnya dengan tatapan penuh kebencian. Aku tidak mengerti masalah apa yang sedang dihadapinya dan Saena,sepertinya Yoonhee sangat membenci Saena.

“ Aku juga tidak akan mengganggumu kalau kau tidak mencari masalah denganku di awal.”

“ Masalah? Huh! Bukankah kau yang bermasalah?”

“ Cukup! Kalian jangan bertengkar lagi,Kau.. Saena,aku pegang kata-katamu,dan jika kalian sampai bertengkar lagi,dan kalau sampai Yoonhee terluka lagi,aku yang akan memberikan pelajaran padamu.”

“ Yoonhee,kajja kita pulang.” Aku menarik tangan Yoonhee yang masih melemparkan tatapan sinis pada Saena.

End of the pov

***

Author pov

          “ Omonaaa… Hye hwa…sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu.Kajja.. masuklah.”

“ Kau sudah tahu kedatanganku ke sini untuk apa?” seorang yeoja dengan penampilan anggun dan paras wajah cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi,berbicara dengan nada angkuhnya,ia bukan tipe orang yang suka berbasa-basi.

“ Ada apa? Sudah lama kita tidak bertemu dan apa yang membawamu ke sini?”

“ Aku ingin mengambil anakku.”

Kata-kata yang keluar dari mulut yeoja berambut coklat gelap itu membuat lawan bicaranya terhenyak dan terdiam cukup lama.

“ Ada apa? Bukankah anak itu adalah hakku?”

“ Lancang sekali kau berbicara! Kau sudah menitipkannya padaku dan sekarang kau mau mengambilnya? Huh! Kau pikir rumahku adalah panti asuhan?!”

“ Aku adalah ommanya,aku berhak merawatnya. Aku memang bersalah telah menelantarkannya dulu,tapi sekarang aku benar-benar menyesal.” Suara yeoja itu mulai melembut,ia tidak lagi mempertahankan egonya.

“ Ne,memang kau yang mengandung dan melahirkannya,tapi anak itu sudah kau berikan padaku.”

“Aku menyesal,kau mengertilah posisiku saat itu sedang sulit dan tidak mungkin aku harus merawat anak itu.”

“ Lalu apa maumu sekarang? Mengambilnya? Huh! Kau pikir semudah itu? Kau akan menyakitinya kalau ia tahu kau menelantarkannya.”

“ Makanya aku datang untuk mengambilnya,aku akan merawatnya dengan baik,menggantikan tahun-tahun kasih sayang yang tidak ia dapatkan dariku.”

“ Memang ia tidak mendapatkan kasih sayang darimu,tapi aku merawatnya dengan sangat baik dan ia sama sekali tidak kekurangan kasih sayang dariku dan keluargaku,kami sangat menyayangi anak itu.”

“ Tapi kalian bukanlah keluarganya yang sebenarnya,akulah ommanya dan apa hak kalian jika aku ingin mengambilnya kembali?”

“ Kami mengadopsinya secara sah dan di mata hukum pun kami akan menang. Jangan bermimpi mengambil kembali apa yang sudah kau buang.”

“ Aku tidak membuangnya!”

“ Lalu apa? Jika kau menelantarkannya ketika ia lahir dan tidak pernah sekali pun menanyakan kabarnya,hingga sekarang tiba-tiba kau muncul dan mengatakan kau ingin mengambilnya dan merawatnya? Sudah terlambat!”

“ Annyeong omma.Apakah kau sedang ada tamu?” sebuah suara membuat keduanya menoleh.

***

To Be Continued

Notification! [UPDATE,Sabtu,3 Maret 2012]

Mianhaeyo karena aku ga ngasih teaser untuk chapter 5. Salah satu alesannya adalah karena aku bakalan ngasih Preview buat setiap chapter yang aku protect. Tujuannya adalah untuk menarik reader baru dan juga supaya kalian ga penasaran sama chapter berikutnya yang lebih panjang daripada chapter 1-4,otomatis selesainya juga bakalan lebih lama. Tapi tenang aja,aku akan berusaha jarak 1 chapter ke chapter berikutnya tidak lebih dari sebulan. Tapi itu semua juga tergantung keadaan,tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin.

Jadi cara mendapatkan passwordnya adalah :

1. Silahkan memberikan komentar pada salah satu chapter saja *tidak harus semua chapter* dalam FF ini.

2. Hubungi saya di twitter DM @Yunnie_Dv, message ke Facebook Deviyana Cassiopeia, atau hubungi saya lewat e-mail Kim.Saena@yahoo.com dengan format :

Nama :

Id yang dipake buat comment :

Facebook/Twitter :

Alamat e-mail :

Itu aja caranya.. Mudah kan?

Nanti passwordnya bakalan aku kirim lewat e-mail. Untuk chapter 6 dan selanjutnya password bakalan aku kirim langsung ke e-mail kalian yang udah pernah minta. Jadi kalian tidak perlu meminta lagi ^^

Aku kasih bocoran nih.. Chapter utama dalam Whether I Hate You Or Not adalah chapter 8. Dan karena di chapter 8 ada adegan NC 21,maka passwordnya bakalan aku kasih bagi yang sudah berumur 14 tahun ke atas. Tapi tenang aja bagi yang masih berumur 14 tahun ke bawah,aku bakalan bikin SKIP Versnya.

Gomawo*bow

83 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Series] Whether I Hate You Or Not (Chapter 4)

  1. hae ud mli nksir am Yoon mi? wkwkwkwk
    trnyta c sae na am yoonhee sama sama memar toh :p
    hmm sapa tuh ygg mau minta anaknye balik? ==”

  2. Masih nggak habis pikir dengan Nyonya Choi yang tak kunjung berhenti bersikap dingin pada Saena.

    Gemes banget sama Yoonhee. Jadi pingin lihat dia mati kutu kalau sudah tahu Saena itu kakak Minho dan putri pemimpin perusahaan yang ingin diwawancarainya.

    Mungkinkah itu pembicaraan ibu kandung Saena dan Nyonya Choi? Tapi kok rasa nggak mungkin. Seharusnya Nyonya Choi senang kalau Saena diambil.

    Owh, part selanjutnya di-protect.
    Nice story. Lanjut!

    • Jawabannya ada di chapter 6 loh chingu *kasih bocoran*
      hehehehe
      sebenernya Nyonya Choi itu sayang sama Saena cuma itu semua ketutup sama sifat dia yang kelewat dingin dan angkuh.

      Chingu nanti pw buat chap 5
      aku krim lewat e-mail yang chingu pake buat komen ya😀

      gomawo udah comment ^^

    • mian baru bales commentmu
      soalnya aku kmrn cuma OL sebentar n ngirim pw buat kamu hehehe ^^V
      jinjja?
      hahaha
      padahal buat aku part 4 gagal dapetin feelnya T.T
      gomawo udah comment😀
      sering2 mampir ya

  3. hua!! keren ni thor crita na, bikin penasaran banget, laen dari yang lain ^.^
    klo minho and saena bukan saudara kandung, pangen na jdi couple, heheh..
    tapi itu si terserah author saja, saya cma mengemukakan pha yg saya ingin khan, wkwk..
    thor, minta pasword untuk chap 5 dong, pnasaran banget ni ma cerita na, please, gomawo..

  4. huaa!! keren banget thor cerita,
    sumpah, bikin penasaran!!
    cerita na ni laen dari yang lain, daebak!!
    klo minho dan saena bukan saudara kandung, pengen na dijadiin couple thor, hehe..
    tapi thu cma keinginan saya jha thor, klo gak mau jga gak pha..
    thor, mnta pasword chap k5 dong thor, please.. gomawo ya..
    keep writing, huating thor!!!

    • annyeong ;D
      new reader ya? welcome to my blog hehehe

      pengen mereka jadi couple? hmm hmm hmm*author mikir
      hahaha tunggu aja kelajutan ceritanya ya chingu *plak
      oke aku kirim ke e-mail mu ya😀
      gomao udah comment ^^

  5. hahhhh~akhirnya bisa baca juga. . .🙂

    yoonhee ngeselin banget sih disini #abaikan

    itu yg dateng pasti ommanya yoonhee kan??#sok tau🙂

    lari ke chapter berikut nya🙂

  6. akhirnyaaa akuu bisa baca jugaa…🙂 udag lama lum baca lanjutannya… akuu lum dikirimi pasword chingu… aku minta paswordnya yaaa

    gamshanhamida..🙂

    • emang belom ya eon? 0.0
      hehehe kmrn aku udah kirim ke e-mail eonni yang di u-name sebelumnya
      nanti aku mau kirim lagi e-mail ke u-name ini?

    • wahhh jinjja? padahal aku bikinnya kurang gmana gtu loh chingu ^^V
      ohh itu masih lamaa adanya di sequelnya wht *lamabener
      cuma biar konflik di ff ini ga makin ribut gtu chingu

    • makasih😀
      padahal aku masih amatiran loh chingu ^^
      lanjutannya udah ada ya
      kalo mau minta pw nanti aku kirim ke e-mail😀
      atau hubungi twitter aku juga boleh @Yunnie_Dv

  7. Mian,, saya baru buka FF ini. FF ini sanagt bagus jalan ceritanya, dan udh bisa di tebak siapa anak Younmii sebenarnya..
    oh iya, utk PW nya saya boleh minta chinggu??
    salam kenal ^–^

  8. waduh itu kenapa makin panjang urusannya si Saena sama Yoonhee… tapi bikin aku senyum-senyum juga sih, apalagi sampe bawa orang tua hahaha…
    ceritanya Donghae belum begitu keliatan ya… aku penasaran kira-kira Ny Choi itu bakaln nyearhin Saena gak ya ke ibunya?

    di protec ya Author? bolehkan aku minta PWnya? aku udah komen dari 1-4,

  9. Woahh… Daebak eonni!!!!
    Alurnya bagus,Feel nya juga dapet,kata2 nya juga bisa dimengerti…
    Ini FF udh setaun yg lalu ya?? Hehe aku telat baca *peace

  10. anyeong.. ak new reader…

    ovi imnida..

    thor ffny daebak banget..
    sumpah demi apa!!
    bikin penasaran.. ak bca dr prtama mpe yg k 4 start td mlam.. jd kurang tiduuurrr.. hoamm msih ngantuk.. tp pas bngun balik lg kesini..

    untuk apa?? jlas buat bca klanjutan kisah ini… haha..

    izin baca ya..

    lopun udah kubca dluan hehe

  11. uwaahhh. koq donghae nya dikit bgt eon…??? diperbanayk donk.. soalnya pnasaran ama dia. oiya, aq pngen minta pw nya donk.. aq udah komen dari part 1 ampe part ini..boleh tau ngga fbnya apa? nanti aq add trus aq inbox ok eon???

  12. klo lihat ke dekatan Saena & Minho buat ngiri y ^^
    liat Saena dpt perlakuan judes dr nyonya Choi, ikut sedih “prihatin”. Diposisi Saena benar2 sulit.

    bc ini, sempet g suka sama Yoonhee ni

  13. Yoonhee licik ya -___-
    jadi donge sama yoonmi ya?? Ugh molla~
    ceritanya gk bisa ditebak >,<
    hebat banget authornya kkk~
    wahh next chap protect ya ;o
    aku udah minta pw nya di fb author, jawab ya thor!
    Gomawo =)

  14. kata nya yoonhee anak baik-baik-__- baik darimana nya tu bocah *loh?*-__-
    oya ap adulu yang nge hamilin yoonmi itu eunhyuk yak.__.

  15. Masih bingung waktu baca akhirnya .
    Itu yng dimaksud anak siapa sih ?
    Saena apa yoonhee?

    Jd bingung sendiri bacanya heheh

  16. owahhhhh… tuh kan jadi yoonhee bkn anaknya yoonmi. dan sudah pasti saena adalah anak kandung yoonmi. Gimana yah perasaan saena jika tau yg menamparnya adalah ibu kandungnya sendiri. pasti sakit bgt tuhhh…

    yoonhee pasti ga nyangka kalo saena adalah kakaknya minho… biar tau rasa dia nanti..

    Lanjuut..
    ehh tapi di protect yahh͵minta PWnya dong. aku dah follow twitter kamu saeng.. jadi di FoLLbacK yaw. tar aku DM kamu. OKe..!!

    Gomawo^^

  17. aku kira yg disebut2 anak yg ditelantarkan itu saena, dan yg ngobrol (suami-istri) itu orgtua nya yoonmi. ternyata…
    insting seorang ibu emang kuat. baru ketemu dlm keadaan kurang baik aja langsung percaya (y).
    knp appa nya yoonmi bersikap kurang baik sama yonhee? apa krn dia cucu angkatnya? dan sebenernya ia mengharapkan cucu kandung nya?
    knp appa nya juga bersikap kurang baik sama yoonmi? apa beliau merasa bersalah krn membuang cucunya?
    lalu siapa ayah biologis saena?
    bakal dijelasin ga? >,<

  18. annyeong eonni aku reader baru disini🙂

    pas buka library langsung tertarik sama ini ff hehe.
    Aku suka ceritanya lebih ke keluarga, kasian saena terlalu rumit jalan hidup nya.
    Apakah saena bakal pergi dari rumah orangtua angkanya? Kasian juga mindo dia gak tau apa2 sering di musuhi saena.
    Nanti saena sama donghae aku tau penggaggunya yoonmi *asal nebak.

    Oia aku ada email eonni Ditunggu balasannya🙂

  19. Aku reader baru kakkk.. Yoonhee nya ngeselin wey-__- suka sama ceritanyaaa❤ gimana ya kelanjutan kisahnya saena pas tau ibunya dateng buat ngambil dia lagi. Terus gimana perasaan Donghae dan Yoonmi di part selanjutnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s