[Korean Fanfiction/Straight/Ficlet] When Love Stop

Title       : When Love Stop

Author  : Kim Saena a.k.a Devi

Rating   : PG13/Straight/Ficlet

Genre   : Romance/Angst

Cast       : B.A.P – Jung Daehyun

Shin Minrin (OC)

Disclaimer           : B.A.P is belong to God,TS Entertaiment,and their parents.It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic.Please take with full credit.

A/N : Annyeong😀 aku balik lagi membawa FF yang aku bilang bakalan terbit di Minggu Surprise B.A.P ini,ya walaupun FFnya juga beginian semua >.<,sebenernya aku udah mau post yang lanjutannya Cry For You cuma berhubung aku mau hiatus buat ujian jadi aku belom sempet ngetik tuh FF T.T. 

Sehubungan dengan FF ini,sebenernya FF ini media pembelajaran aku,aku pengen memperbaiki bahasa penulisan aku yang masih acak-acakan,jadinya aku bikin yang ringan dulu nih. Hehehehehehe. Mian ya semua kalo Minggu ini FFnya agak gimana gtu. Aku udah ada FF laen loh buat  Minggu Surprise B.A.P yang berikutnya. Jadi sampai jumpa di Minggu Surprise berikutnya😀

Minrin pov

            Apa yang akan kau lakukan jika melihat orang yang sekarang telah berstatus milikmu,tiba-tiba berpaling pada orang lain?

          Menangis tanpa henti dan berharap jalan keluar dari masalahmu adalah hanya dengan tangisan? Berharap luka dan goresan itu hanya akan hilang dan terobati dengan butiran air mata yang mengalir?

          Andai semuanya bisa sesederhana itu..

          Ataukah tidak akan ada tangisan yang keluar,melainkan cacian dan makian yang hanya akan mengotori bibirmu jika kau mengucapkannya? Sebuaan kalimat pedas dan bermakna terkutuk yang akan kau lontarkan pada makhluk yang kau pikir berkhianat?

          Lalu dengan kekuatan fisikmu,ingin kau layangkan sebuah tamparan yang bahkan tidak akan membekas di fisiknya maupun hatinya,mungkin ia akan berpikir tamparanmu hanyalah sebuah pukulan kecil yang tidak berarti,mungkin juga kau akan mencakar-cakar dan menjambak wanita yang dalam kenyataannya merebut apa yang kau pikir adalah milikmu?

          Apa yang seharunya aku lakukan sekarang?

          Melihatnya bersama dengan wanita yang sama sekali tidak aku kenali. Mungkinkah aku haru melakukan apa yang aku katakan tadi?

          Aku melangkah mendekati mereka,lalu berdiri tepat di depan pria itu,sengaja tidak mengucapkan kata apapun,berharap dengan sendirinya ia akan sadar dengan keberadaanku. Mungkin aku hanya akan menjadi pengganggu di sini,tetapi apa peduliku?

          Akhirnya kedua bola mata itu melihat ke arahku,sebuah tatapan yang sejak tadi aku tunggu. Aku pun hanya membalas tatapan terkejutnya dengan tatapan kosong,berusaha menyembunyikan luka yang harusnya terpampang jelas di sana.

          “ Mi…Minrin?” ia berkata dengan nada terbata-bata,mungkin ia tidak akan menyangkan kenapa langkahku bisa sampai di sini dan bahkan aku tidak melakukan apapun untuk menutupi perbuatan kotornya.

          “ Ne.. harunya aku tahu,Daehyun.” Aku hanya tersenyum dan meninggalkan mereka berdua yang masih membisu,bahkan sempat kulihat senyuman kemenangan muncul pada bibir wanita itu.

          Silahkan ambil pria itu,aku tidak akan menuntutmu untuk mengembalikannya padaku. Harusnya dari awal aku tidak sebodoh ini untuk mempercayainya,karena memang tidak ada yang bisa dipercayai dalam suatu hubungan.

          Hubungan pernikahan,hubungan antar kekasih,hanyalah sebuah ilusi samar untuk menandakan adanya suatu kerenggangan yang mungkin akan tercipta bila ikatan tak kasat mata itu terlalu longgar atau terlalu kuat mengikatmu.

          Jika mereka menemukan orang lain yang dirasa lebih pantas untuk mereka,setidaknya itulah definisi selingkuh menurutku. Jauh lebih baik untuk melepaskan mereka,dibandingkan mempertahankan mereka tetap di sisi kita tetapi tidak ada lagi rasa kepercayaan dan tidak ada lagi perasaan indah itu.

          Hubungan dengan ikatan kasat mata itu bisa runtuh hanya dengan sentuhan ringan pada tali-tali pengikatnya,tidak perlu tenaga ekstra,atau bahkan alat khusus hanya untuk memutuskan tali itu,hanya butuh nafsu dan keegoisan untuk menghancurkannya,hanya butuh cinta dan sedikit bumbu kebohongan untuk menyatukannya. Sesederhana itu..

          Bukankah semua yang kusebutkan adalah sifat dasar manusia? Dan itu sudah tertanam dengan sendirinya pada tubuh manusia sejak mereka lahir,diturunkan dari orang tua mereka dan berkembang dengan sendirinya sesuai dengan kebutuhan dan sifat egoisme mereka.

          Apa yang harus dipertahankan dari sebuah hubungan rusak? Bahkan sudah cacat dari awal hubungan itu dimulai. Mungkin hanya sedikit polsesan yang menutupi itu semua,lalu semakin lama polesan itu memudar dan menyisakan kecacatan yang terlihat jelas.

          Sama halnya seperti sebuah meja yang yang memiliki lubang pada permukaannya,tidak ada yang akan tahu tentang lubang itu jika kau menutupinya dengan taplak sulaman sutra yang indah,mata mereka hanya akan terpaku pada keindahan taplak itu dan melupakan kecacatan dalam yang dimiliki meja. Semuanya hanya kamuflase untuk menutupi apa yang sebenarnya sudah rusak.

          Kita tidak harus membuang tenaga hanya untuk bertengkar mempertahankan mati-matian orang yang jelas ingin berpisah dan melepaskan diri dari kita. Kalau mereka berselingkuh,artinya mereka telah memiliki orang lain yang mungkin lebih baik dari kita atau lebih pandai menyembunyikan kecacatan tak terlihat dalam diri mereka.

          Bukankah tidak semua kisah cinta harus berakhir bahagia? Bukankah jika kita mencintai kita harus merelakan?

          Definisi sederhana namun menyakitkan memang,kita akan sakit jika melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain namun akan jauh lebih menyakitkan jika melihat orang yang kita cintai tidak bahagia bersama kita.

          Kalau kita mengatakan kita mencintainya,bukahkah kita sudah harus siap untuk kehilangannya?

***

          “ Kenapa kau ke sini?” aku hanya bisa terdia melihat keindahan semu ini tiba-tiba muncul dan mengawali pagiku. Aku hanya bisa berharap dia adalah bayangan sehingga aku bisa menembusnya dan pergi tanpa memperdulikan kehadirannya.

          “ Bisakah aku menjelaskan semuanya?”

          “ Kurasa tidak..”

          Bukankah memang tidak ada yang perlu dijelaskan? Ia sudah memiliki orang lain sebagai pelengkap hidupnya,lalu apa gunanya aku?

          “ Dia.. bukan siapa-siapa.”

          “ Untuk apa kau berbohong,Daehyun? Aku rasa aku tahu siapa dia dan sudar berapa lama kau menjalin hubungan khusus dengannya,jangan mencoba untuk menipuku dengan racun manismu lagi,aku sudah terlalu banyak menelan pil pahit dan jika kau memberikanku sesuatu yang manis aku akan mati rasa karena kepahitan itu akan menguasai semuanya.”

          “ Minrin..” ia memanggil namaku dengan nada perih. Ia membuatku ikut merasakan apa yang ia rasakan,kepedihan dan keperihan itu. Aku tidak begitu yakin memang rasa perih dan pedih yang ada dalam suaranya saat ini adalah kenyataan atau hanya fatamorgana.

          “ Ne?”

          “ Saranghae..”

          “ Sayangnya mantra itu tidak akan berpengaruh padaku,Daehyun,kita sudha berakhir dan harusnya kau tahu itu.”

          “ Aku.. tidak pernah mengkhianatimu.”

          “ Omong kosong? Huh?!”

          “ Kumohon percayalah padaku.”

          Aku menepis tangannya kasar,sudah muak dengan semua perlakuannya yang membuatku akan kembali terjerat pada jebakan yang sama,berputar pada aliran yang serupa,berjalan pada tempat yang sama,bergerak dalam rotasi yang hanya akan melemparkanku ke satu titik kekelaman di mana hanya ada luka dan jeritan menyayat.

          “ Carilah orang lain yang mungkin akan percaya kepadamu,Daehyun,tapi bukan aku orangnya.”

          Aku berjalan meninggalkannya tanpa berniat menoleh lagi ke belakang,karena sekali aku menoleh aku hanya akan terjebak dalam tatapan itu. Tatapan yang mampu meluluh lantakan semua pertahananku,sehingga akan membuat semuanya menajdi sia-sia.

          Aku memang tidak bisa berbohong,aku terluka karena perbuatannya tapi aku mencoba berpikir realistis pada kenyataan hidup. Jika kami berpisah itu murni adalah goresan takdir. Tidak ada yang bisa disalahkan dari perpisahan ini,tidak aku dan juga tidak dia.

          Jenuh..

          Satu kata itu yang mampu mengoyakkan semua rasa sakit itu,membuat luka ini mungkin akan mengering dengan sendirinya. Menyatukan fakta demi fakta yang terurai seiring dengan berjalannya waktu. Aku dan dia sudah sama-sama mengabaikan satu rasa itu. Rasa yang awalnya hanya berupa keeogisan namun lama-lama berkembang menjadi satu alasan kuat dibalik berakhirnya hubungan ini.

          Aku dan dia akan sama-sama merasa bahagia walaupun kami tidak lagi bersama sebagai pasangan. Walaupun kami tidak lagi saling mengikat satu sama lain,kami akan baik-baik saja.

***

Daehyun pov

             Mungkin aku adalah orang paling bodoh karena telak menelantarkan dia,salah satu harta berharga yang kumiliki. Jika boleh,ingin aku meminjam lorong waktu dan kembali ke masa lalu di mana aku masih bisa menjangkaunya,di mana aku masih bisa menemuinya dan merengkuhnya ke dalam dekapanku.

          Tetapi satu hal yang bisa kusyukuri dari kejadian ini adalah ia tidak meraung dan menangisi perlakuanku padanya,seperti banyak wanita lain yang dicampakkan oleh pria,ia tidak seperti itu,ia dengan tegar menerima semuanya bahkan mengabaikan permohonan maafku.

          Aku tahu ia adalah wanita yang kuat dan ia sangat hebat dan kuakui dengan semua kelebihan yang dipunyainya ia lebih pantas mendapatkan pria yang lebih baik daripada aku.

          Aku tidak bermaksud menyakitinya atau berusaha melepaskan ikatan dari hubungan kami walaupun pada kenyataannya itulah yang aku lakukan padanya. Percuma saja berteriak dan berlutut memintanya kembali,karena ia hanya akan mengabaikan semua usahaku.

          Seperti yang terjadi barusan,ia dengan tegas menolak mendengar permintaan maafku yang sudah jelas akan sia-sia. Percuma saja aku berusaha merayunya dengan untaian kata dan janji-janji manis,karena ia adalah wanita yang tidak mempercayai itu semua,ia menyukai tindakan nyata dan bukan hanya janji palsu.

          Aku melakukan kesalahan yang fatal dengan merusak kepercayaan yang dia berikan padaku dan aku pantas mendapatkan semua itu.

          Hanya karena kejenuhanku atas hubungan ini..

          Setiap orang dalam menjalani suatu hubungan pasti pernah mersakan kejenuhan. Suatu rasa yang timbul akibat hubungan yang memang sudah rapuh,karena benih-benih pertahanan yang perlahan mengering,warna-warna yang tadinya ditorehkan dengan sangat jelas perlahan memudar dan akhirnya hanya meninggalkan bekas-bekas abstrak yang sulit hilang.

          Aku bosan dengan sifatnya yang terlalu monoton,atau kadang ia bisa bersikap seperti anak kecil yang manja,dua sifat yang bertolak belakangan namun bisa muncul bergantian dalam dirinya. Sifat yang membuatku menyadari kalau selama ini aku tidak begitu mengenalnya.

          Aku lelah menghadapi emosinya yang naik turun dan ia kadang sering menganggapku tidak ada. Hubungan macam apa yang sebenarnya sedang kujalani dengannya?

          Pertanyaan itu terus berputar dalam benakku,memaksaku untuk menggali kembali lebih dalam di mana pusat dari semua rasa ini. Di mana rasa indah yang dulu menghantui bisa hilang dan hanya meninggalkan kehampaan.

          Kami telah sama-sama memaksakan diri untuk hubungan yang sudah diambang kehancuran. Hubungan rahasiaku dengan wanita lain itu hanyalah suatu alasan logis untuk benar-benar menghancurkan apa yang sudah tidk bisa dipertahankan/

          Aku tidak percaya ini semua berhasil..

          Aku bukan satu orang egois yang ingin melepaskan diri dari ikatan kekasihnya dengan menggunakan media lain sebagai alasan. Aku hanya ingin tidak terus-menerus membohonginya dengan perasaan yang sebenarnya sudah lama hilang.

          Aku tidak mau menghujaninya dengan kata-kata cinta yang palsu. Hanya keluar dari bibirku tanpa aku tahu apa sebenarnya maksudku mengucapkannya. Aku tidak ingin ia semakin terlena dan terbuai oleh semua bayangan kepalsuan yang kuciptakan itu.

          Mungkin jalanku untuk mengakhiri ini semua yang salah dan aku tahu ia pantas untuk membenciku dan ia pasti bisa mendapatkan yang lebih baik dariku.

***

          “ Kau puas sudah putus darinya?”

          “ Ne,setidaknya itu baik untuknya dan untukku.” Aku hanya tersenyum walaupun sebenarnya hatiku merasakan sebaliknya.

          “ Kau memaksakan diri,Daehyun,lalu kenapa tadi kau memintanya kembali?”

          “ Kau cemburu,huh?!”

          “ Apa gunanya aku mengatakan hal itu karena dari awal kau hanya membutuhkanku untuk membuatnya lepas darimu kan?”

          Aku terdiam dan hanya membenarkan kata-katanya dalam hati.

          “ Aku tahu kau tidak mencintaiku dan kau sudah jenuh dengannya,kau ingin dia mendapatkan yang lebih baik darimu,tetapi kau tahu dia tidak akan memutuskan hubungannya duluan denganmu,sehingga kau yang mengambil tindakan ekstrim membuat fakta seolah-olah kau berkhianat lalu selesailah semuanya.”

          “Kau sudah tahu semuanya..Lalu apalagi yang perlu aku jelaskan padamu?”

          “Tidak ada.. Yaa! Bukankah lebih baik kalau kita berakhir juga sama seperti hubunganmu dan Minrin?”

          Aku menggeleng penuh keyakinan. Keegoisanku mulai merambahi hati dan pikiranku lagi,entah mengapa aku tidak ingin melepaskan wanita ini.

          “ Jadi?”           

          “ Memulai sesuatu yang baru? Aku yakin Minrin akan melupakanku secepatnya,ia adalah wanita yang kuat jadi apa salahnya kita  menjalani hubungan yang serius bukan hanya kepura-puraan?”

          “ Tidak,Daehyun,kau hanya akan membuatku sama rapuhnya dengan dia.”

***Fin***

15 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Ficlet] When Love Stop

  1. hueh mantap tuhhh hahay…
    tapi kurang nih penderitaan Dae… hahaha emang cerita komedi..
    betewe, Dae oppa, kalau begitu sama aku sajalahhh aku tak akan mengecewakanmu… halah #When Love Stop part2….hehe
    KEEP FIGHTING, AUTHOR! Lanjutkan!!!

    • Annyeong chingu😀
      maaf baru bales komenmu

      Wahhh kurang chingu? hehehe maaf chingu ini soalnya cuma ficlet jadinya ga panjang2 penderitaan si Dae2
      nanti di ff berikutnya deh aku tambah (?)
      Part 2? hmmmmm
      ada ngax ya?*plak

      Makasih udah baca + komen chingu😀

      • gak papah.. aku gak harap dibalas kok..#harap nya di kasih uang hehehe
        aku jadi lupa ceritanya kayak mana… tapi ingat2 dikit lahh
        aku tunggu dehh Dae nya…>.<

  2. saeng aku dateng#lambai2

    hihi, aku emang kalau dateng selalu memulai semuanya dari ficlet xD dan, aku sukaaa banget sama ficlet ini. rasanya aku menghayati gitu apa yang dirasain dae, yah semacam pengalaman pribadi gitu*terkadang keegoisan memang selalu menang* xD

    aku rasa untuk ukuran sebuah ficlet ff ini daebak banget ^^b walaupun pendek emosinya berasa :3 apalagi pakai pov dan aku suka juga sama bahasa kamu saeng, pemilihan diksinya itu looo :3.

    tapi… typo nya banyak banget saeng. tapi its oke, yang penting ceritanya bagus^^
    keep writing saeng^^ 9^o^)9 hihi, nanti aku ubek2 lagi deh blognya. nyari lagi^^

    • Sama eon *tos
      aku juga kalo mampir ke blog pasti nyarinya 1S dulu hehhe
      cuma aku jarang banget bkin drabble/Ficlet/ atau OS eon soalnya jadi nanggung banget T.T
      idenya terpaksa harus dihentikan di satu chapter saja
      makanya aku banyakkan bkin chaptered ehhh udahannya malah Taberstry Syndrom -___-”

      Waahhh jinjja eon? hehehe ia ini buat aku belajar meningkatkan kemampuan penataan bahasa aku yahh walaupun masih gtu deh eon >.< masih jauhhh dari kata bagus -__-a

      NAHHH ITU DIA kelemahan aku yang paling max
      aku males ngedit eon -__- hehehe
      jadinya typo udah ga keitung x hehehe
      tapi nanti aku berusaha buat rajin2 ngedit deh eon
      makasih kritiknya eonni
      makasih udah juga RCL😀

  3. waduh, kesian Daehyun, ditolak sana sini,
    tapi wajahnya Daehyun innocent innocent polos gimanaaa gitu, gak terlalu cocok buat jadi yang agak egois, but it’s nice fanfiction. aku bisa dapetin feelnya, bahasa rapi banget
    keep writing ya? FIGHTING!!!

  4. Kalo untuk ficlet ini bagus eonnie…
    Bagus sekali, angstnya ngenaaa…
    Tulisannya juga rapi. Untuk typo mungkin bisa diedit lagi nantinya. Pas udah selesai dibuat, langsung dicek lagi.
    Keep writing! Hwaiting! (,^^)/

  5. aku suka sama FF ini karenaaa…….
    MIRIP BANGET SAMA KISAHKU SAMA SI MANTAN *banting(?) mantan*
    kata-katanya ngena banget deh di hati ^^
    Keep writing thor!

  6. aku jadi kayak ngerasain yang mreka Rasain :3
    dari banyak ff yang aku baca (yang main castnya daehyun) rata2 daehyun karaktternya penyayang banget …, kyk bakalan bikin kekasihnya bahagia terus :3 jadi baper teruss klo baca ff yg main castnya daehyun hhuhuhu #melukzelo (?) *gknyampe ternyata :v #meluk daehyun erat2 :,v #foreverwithb.a.p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s