[Korean Fanfiction/Straight/Series] Whether I Hate You or Not (Chapter 8b)

Title                      : Whether I Hate You or Not

Author                  : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating                   : PG13/NC17/Straight/Series/On Writing

Genre                   : Romance/Angst/Tragedy/Family/ Marriage Life/School Life

Cast                       :

Main Cast            : Super junior – Lee Donghae

Kim Yoonmi

Kim Saena a.k.a Choi Saena

Kim Yoonhee

Support cast           : SHINee – Choi Minho,Kim Jonghyun

SS501 – Kim Hyun joong

Super junior – Cho Kyuhyun

Other Cast : FIND BY YOURSELF!

Disclaimer           : Super junior is belong to God,SM Entertaiment,and their parents.SS501 Kim Hyun joong is belong to God,DSP Entertaiment,and his parents.SHINee Choi Minho is belong to God.SM Entertaiment,and his parents.It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic.Please take with full credit.

A/N : Seperti janji aku sebelumnya,chapter 8bnya ga lama kan? *maksa  hehehe

Dan masih ada chapter 8c loh *ditabokin,ini dikarenakan cerita yang panjang di chapter ini,karena ini adalah chapter utama hohohoho.. Sampai di chapter 8b ini adakah yang bisa menebak apa konflik utama dalam FF ini?

Di chapter ini Donghae sama Yoonmi belom nikah lohhh tapi jangan pada galau dulu nyangka mereka ga akan nikah karena ada Jessica.. itu tidak akan terjadi! Mereka bakalan tetep nikah dan adegan itu bakalan ada di Chapter 8c,jadi semuanya silahkan menunggu😀

Oh ya tadiny chapter ini bakalan aku bikin bahagia banget loh alias ga ada adegan galau karena chapter ini pernikahan. Ehh tak disangka2 otakku dan hatiku berkata lain,jadinya chapter ini masih ada galau2an walaupun ga sebanyak chapter 7 kemarin sih. hehehehe

Dan seperti yang kalian semua tahu,di chapter 8 ini Tidak akan ada adegan NC21 tapi chapter 8c bakalan tetap aku proteksi karena menghindari Silent reader. Ya bukannya aku sombong atau gimana padahal FF jelek begini😦 tapi aku cuma mau SR itu munculin diri lah sekali2 kita kenalan😀. Kalian pengen kenal kan sama aku? Masa ia reader2 setia aja yang mau kenal😀

Syarat buat dapetin pwnya masih sama kok tinggalkan jejak anda di chapter 8a atau 8b buat dapet pw chap 8c😀

Author Pov

“ Apa salahnya kalau seorang anak ingin berbicara dengan ayahnya?” Yoonmi melangkahkan kakinya menuju meja kerja ayahnya dan menarik kursi di hadapannya,sehingga sekarang manik mata Yoonmi tepat menghunus manik mata pria paruh baya itu.

Pria itu hanya mendiamkan Yoonmi,menahan kecewa di dadanya,bertemu mata dengan anak yang mewarisi kegelapan mata yang sama,membuat luka lamanya terkuak kembali. Seakan menjadi hal yang lumrah baginya untuk menjauhi anak gadis satu-satunya. Satu-satunya orang yang mengalirkan darah keturunan miliknya.

“ Appa ,aku mohon kali ini saja dengarkan aku. Aku tahu appa masih memendam kekecewaan padaku karena kesalahan itu,aku benar-benar minta maaf padamu. Selama hampir tujuh belas tahun ini kau terus-menerus menganggapku seperti angin,aku terluka appa. Aku merasakan sakit yang sama tanpa kau tahu betapa menderitanya aku selama ini. Aku hanya ingin meminta restu darimu,aku akan menikah. Aku akan segera keluar dari rumah dan mungkin juga membawa Yoonhee,kau akan terbebas dari bayanganku dan masa lalu kelamku,appa. Itukah yang kau inginkan?” Yoonmi mengucapkan sederetan kalimat itu dengan suara angkuh yang dibuat-buat,padahal hati gadis itu sedang teriris bersamaan dengan kata per kata yang diucapkannya pada sang ayah.

“ Menikahlah… kalau itu memang yang kau inginkan.” sang ayah hanya berkata dengan nada dingin yang sama. Tanpa adanya perubahan emosi berarti,membuat Yoonmi harus menelan semua kekecewaannya dalam-dalam mendapati sikap sang ayah yang tak kunjung reda padanya.

“ Aku menunggu restumu,appa. Kau adalah ayahku,seharusnya kau menilai sendiri calon suamiku,seharusnya kau memarahiku karena merencanakan pernikahan tanpa meminta pendapatmu. Seharusnya kau marahi aku,appa,sama seperti saat kau tahu aku mengandung Yoonhee tujuh belas tahun yang lalu. Marahi aku,appa! Marahi aku..” Air mata lolos begitu saja dari sudut kedua mata indahnya.

Yoonmi mengambil tasnya dan melangkah keluar dari sana.Tidak ingin berlama-lama terlihat lemah di depan ayahnya. Tuan Kim memandang sosok Yoonmi yang lama-lama menghilang di balik pintu ruang kerjanya. Tanpa disadarinya,air matanya juga menetes melihat kepergian Yoonmi. Melepas putri satu-satunya untuk berdiam bersama suami dan keluarga barunya adalah keputusan yang berat dan sebentar lagi ia harus melakukan hal itu. Hal yang paling menyakitkan lagi adalah ia tidak bisa memaafkan Yoonmi dan juga dirinya sendiri.

***

        Kenapa sosok itu muncul lagi di saat hati kita terpaut pada satu sosok lain yang sama indahnya?

Donghae memandang langit-langit ruang kerjanya dengan tatapan kosong. Ia membiarkan kertas-kertas dokumen yang selama ini menyita perhatiannya,berserakan di lantai dan di meja kerjanya.

Donghae senang mengetahui reaksi eomma dan appanya saat melihat Yoonmi,mereka terlihat senang dengan kehadiran gadis itu. Berarti itu pertanda baik bagi hubungannya dan Yoonmi,hanya saja sekarang yang menjadi masalah adalah hati Donghae sendiri yang masih ragu-ragu untuk melangkah.

Donghae bukanlah sosok plin-plan,ia adalah sosok tegas dan bahkan ia begitu tegar saat meninggalkan sosok itu di masa lalunya. Ia sudah memikirkan dengan jelas saat melamar Yoonmi,ia menginginkan gadis itu melebihi apapun.Tetapi ketika sosok Jessica muncul di hadapannya kemarin,semuanya menjadi samar dan penuh tanda tanya.

Kenapa hanya satu sosok itu saja yang sekarang ada di benaknya? Kenapa bukan Yoonmi yang jelas-jelas adalah calon istrinya?

Pemikiran itu terus-menerus muncul dalam benaknya. Mengacaukan semua memori dan kenangannya bersama Yoonmi,memunculkan kembali masa lalunya yang sempat sirna dan tekubur di dalam sana.

Tok Tok Tok

Donghae menggeram emosi saat mendapati ketukan di pintu ruangan kerjanya. Ia sedang dalam posisi dan kondisi yang tidak baik untuk menerima tamu. Tapi ia harus professional dalam menjalani pekerjaannya,tidak mencampurkan urusan kantor dan urusan pribadinya.

“Masuk..” Donghae berkata dengan suara tegas,setelah membereskan beberapa dokumen yang berserakan.

Yoonmi masuk ke ruang kerja Donghae dengan senyuman yang sama. Mampu menularkan senyuman itu pada Donghae.

“ Apa kau terlalu sibuk?”

“ Annyeong,chagi,bukankah kau meminta cuti dariku hari ini?” Donghae tersenyum simpul. Tipuan tak kasat mata..

“ Ne,urusanku sudah selesai,kalau pekerjaanmu masih banyak aku bisa menunggu.”

“ Menunggu?”

“ Astaga,hae,kau lupa? Hari ini kita harus memesan undangan..”

“ Aisshhh Jinjja! Aku lupa! Ne,pekerjaanku masih banyak,chagi..Tapi aku janji besok aku akan menemanimu.”

Yoonmi hanya mengangguk. Ia merasa firasatnya akan sesuatu itu telah menjadi nyata perlahan-lahan. Sosok Donghae yang berbeda membuatnya kalut,membuatnya menjadi tidak yakin pada diri sendiri,membuatnya meragukan pernikahan mereka yang tinggal menunggu hari.

***

        Saena mebiarkan angin mengacak-acak rambutnya. Ia terus berjalan menyusuri koridor sekolah yang sedikit ramai karena jam istirahat. Saena memutuskan untuk bersandar pada salah satu pilar,ia berusaha menopang tubuhnya agar tidak terjatuh. Gaya gravitasi seolah tidak berlaku lagi bagi tubuhnya,ia ingin sekali melayang ketika melangkah.

“ Kalau kau merasa bukan gadis jahat,biarkan mereka bersatu setidaknya kau tidak akan membunuh dua jiwa,kalau kau membiarkan mereka terpisah kau hanya akan menyelamatkan banyak hati dari kehancuran,tetapi kau akan membunuh dua orang yang tersiksa oleh perasaannya masing-masing. Mungkin akan banyak gadis yang patah hati karena terlalu memuja-muja Minho,tetapi rasa kagum dan cinta yang mereka punya tidak akan sama seperti yang dipunyai oleh Yoonhee.”

Memang tidak sepantasnya ia melarikan diri ketika Minra sedang mengintrogasinya.Ia memang gadis penakut yang selalu menghindar dari kenyataan. Apa yang dikatakan oleh Minra memang benar adanya,Minho dan Yoonhee adalah dua individu yang ditakdirkan untuk saling memiliki,tidak sepantasnya Saena yang bukan ditakdirkan sebagai ‘malaikat cinta’ ataupun ‘malaikat takdir’ memisahkan mereka tanpa adanya alasan yang jelas.

Perlindungan,pembalasan dendam,kekecewaan,sakit hati..

Itu semua hanyalah beberapa alasan dibalik keegoisaannya sendiri untuk memisahkan mereka berdua. Bukankah perbuatan Yoonhee padanya berakhir sia-sia? Walaupun Minho terpaksa membocorkan indetitasnya sebagai putri sulung keluarga Choi. Saena tersenyum sedih saat menyadari makna kalimatnya yang ambigu. Putri sulung keluarga Choi,bukankah seharusnya putri ‘angkat’ sulung keluarga Choi?

Kesalahan terletak pada dirinya yang tidak mau mengakui bahwa ia perlahan-lahan sudah memasuki wilayah bukan sebagai Saena yang lama,Saena yang lemah dan hanya bisa pasrah. Ia memutuskan untuk memisahkan Yoonhee dan Minho bukan karena hanya semata-mata ingin melindungi Minho,melainkan karena ia tidak ingin kedua insan itu berbahagia.

Alasan yang jahat?

Apa definisi jahat sebenarnya? Siapa yang jahat sebenarnya? Saena hanya tidak suka ketika ia harus melihat dua orang itu bahagia,tersenyum,bersenang-senang di atas semua deritanya. Penderitaan sebenarnya adalah ketika ia tidak bisa lagi tersenyum. Saena tidak bisa tersenyum lagi sejak ia mengetahui kenyataan ia bukanlah anak kandung di keluarga yang selama ini merawatnya.

Saena membenci Minho,hal itu yang membuatnya memutuskan untuk memisahkan Yoonhee dan Minho. Karena Saena membenci Minho,Saena membenci seseorang yang sudah merebut semua kebahagiaannya sejak kecil. Seharusnya Saena membenci Minho dari dulu,bukannya mencurahkan kasih sayang apda orang itu. Tetapi kenyataan ternyata lebih menyakitkan dari itu. Saena tidak bisa membenci Minho seperti seharusnya.

Aku benci Minho

        Aku benci ketika anak itu tertawa

        Aku benci ketika anak itu menangis

        masih ada yang memeluknya

        Aku benci ketika semua orang tersenyum padanya

        Aku benci jika dia BAHAGIA!!

Saena membiarkan rambutnya menutupi sebagian wajahnya. Menutupi air matanya yang sudah mengalir. Saena membenci kenyataan bahwa ia sama sekali tidak bisa membenci Minho. Ia terlalu menyayangi anak itu,ia ikut hancur saat Minho hancur. Bukankah itu berarti ia harus membiarkan Minho dan Yoonhee bersama?

“ Noona,kau kenapa?” Saena merasakan sentuhan ringan pada tubuhnya. Tanpa diberitahu pun ia sudah tahu siapa yang sedang memeluknya saat ini.

“ Apa ada yang mengganggumu lagi?” nada suara Minho terdengar khawatir. Saena semakin memendamkan kepalanya di dada pria itu. Menangis tanpa suara di sana.

“ Minho,apa kau benar-benar mencintai Yoonhee?”

***

        Mau tidak mau Yoonmi harus menyadari bahwa keputusannya menikah dengan Donghae mungkin adalah keputusan yang terburu-buru. Apa sebenarnya yang ia pikirkan saat menerima lamaran Donghae?

Ia memang merasa yakin saat itu,ia merasa Donghae memang dikirimkan Tuhan sebagai malaikat pelindungnya,menggantikan serpihan kenangan lama yang terasa menyakitkan ketika ia mencoba untuk mencabut serpihan itu. Tetapi kenapa sekarang ia ragu?

Mungkinkah karena ayahnya yang belum memberikan restu padanya? Menikah adalah impian setiap orang di hidupnya dan bayangan pernikahan bagi Yoonmi adalah saat-saat di mana ayahnya sendiri yang menyerahkan ia ke tangan Donghae,sebagai pelindung seumur hidupnya,bukannya menikah tetapi ayahnya sendiri bahkan tidak mau menemui calon suaminya.

“ Apa yan sedang kau pikirkan,Yoonmi?”

“ Apakah ini adalah keputusan yang benar,eomma?” Yoonmi memandang kalender di hadapannya. Ia sudah melingkari hari besar dalam hidupnya itu menggunakan spidol,seakan tidak sabar menunggu hari itu datang. Tapi satu hal membuatnya ragu-ragu.

“ Ada apalagi Yoonmi? Bukankah orang tua dari pria itu sudah merestui kalian,tidak ada lagi masalah bukan?”

“ Eomma lupa satu hal,appa.. appa tidak pernah memberikan restunya padaku,eomma,apa ..apa aku bisa menikah dengan tanpa restu darinya? Siapa yang akan menajdi pendampingku saat menikah nanti?” Yoonmi meletakkan kalender itu di meja dan mulai menunduk memainkan ujung rambutnya. Satu kebiasaan yang dilakukannya saat sedang gelisah.

“ Kau tidak usah khawatir,Yoonmi-ah,appamu pasti setuju.”

“ Aku tidak yakin,eomma.. Appa sudah sangat membenciku,bahkan menatap wajahku saja appa sudah tidak mau.” Yoonmi berusaha kelihatan tegar dengan tidak meneteskan air mata.Walaupun dadanya terasa sesak.

“ Yoonmi,sebenarnya appamu sangat mencintaimu,percayalah ia pasti setuju..”

***

        “ Aku rasa kita perlu bicara..”

Tuan Kim yang baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya,hanya mendiamkan istrinya yang sedang berusaha berbicara kepadanya. Tanpa diberitahu pun ia sudah bisa menduga ke arah mana pembicaraan itu akan berlanjut.

“ Yoonmi akan menikah..”

“ Aku sudah tahu..” pria itu hanya menjawab singkat sambil meletakkan jas kerjanya pada tempat cucian kotor.

“ Kenapa kau terlihat seolah-olah tidak peduli? Yoonmi masih putrimu!!”

“ Lalu aku harus berbuat apa? Yoonmi sudah berusia 31 tahun! Ia bisa mengatur urusannya sendiri,jika ia ingin menikah,maka itu sudah menjadi keputusannya,untuk apa berbicara padaku?”

“ Apa kau masih membencinya karena kejadian tujuh belas tahun yang lalu?”

“ Jangan mengungkit-ungkin kejadian itu..”

“ Aku tidak akan mengungkitnya kalau kau tidak bersikap seolah-olah Yoonmi adalah patung di rumah ini. Sudah cukup selama ini kau tidak menganggap Yoonmi ada!”

“ Apa yang kau inginkan sebenarnya?” suara Tuan Kim mulai melembut.Ia merasa tidak ada gunanya berteriak-teriak pada istrinya.

“ Bicaralah pada Yoonmi,katakan bahwa kau merestui ia menikah dengan Donghae dan temuilah calon suaminya.”

“ Aku akan melakukannya.”

“ Apakah itu artinya kau sudah merestuinya?”

“ Aku selalu mendukung apapun yang ia kerjakan. Jangan kira selama tujuh belas tahun ini aku benar-benar menganggapnya tidak ada. Aku selalu memperhatikan perkembangannya dari waktu ke waktu. Tapi jangan suruh aku bersikap layaknya seorang ayah seperti dulu karena aku sudah lupa bagaimana caranya.”

Tuan Kim melepaskan dasi yang terasa mencekiknya. Ia sendiri tidak benar-benar serius saat mengatakan ia sudah lupa bagaimana cara memperlakukan Yoonmi layaknya seorang anak,tetapi yang ia lupakan adalah bagaimana caranya memaafkan dan menerima Yoonmi kembali.

“ Lalu bagaimana dengan Yoonhee?” Tuan Kim bertanya balik.

“ Apanya yang bagaimana?”

“ Kau tahu apa yang aku maksudkan..”

***

        Yoonhee hanya diam ketika Saena menarik tangannya. Yoonhee merasa ia tidak perlu khawatir Saena akan memukulinya atau mencelakainya atau semacamnya,karena itu berarti Saena yang akan bersalah.

“ Kau tidak takut padaku?” Saena bertanya di sela-sela kegiatannya menarik Yoonhee. Saena harus menggunakan tenaga ekstra karena Yoonhee seperti patung dalam genggamannya. Tangan gadis itu pun terasa dingin,Saena merasa sedikit takut saat menyentuhkan permukaan kulitnya pada kulit Yoonhee. Sehebat itukah pengaruh Minho dalam hidup Yoonhee?

“ Memangnya apa yang akan kau lakukan? Membunuhku,huh?!”

“ Sayang sekali walaupun aku ingin melakukan hal itu,tetapi aku bukan kau,nona Kim Yoonhee.”

Yoonhee hanya melemparkan senyuman mengejek. Tetapi Saena tidak menghiraukan senyuma penghinaan itu karena ia sudah tahu siapa lawannya saat ini dan tidak ada gunanya jika mereka berdua bertengkar lagi.

Saena terus menarik Yoonhee melewati beberapa lorong sampai mereka berdua berhenti di sebuah lorong kecil yang menghubungkan keduanya dengan gudang. Saena merasa sedikit takut dengan kondisi tempat itu yang sedikit mengerikan tetapi ia memang ada urusan dengan gadis itu,jadi ia terpaksa mengabaikan rasa takutnya.

“ Apa kita tidak bisa mencari tempat lain yang lebih baik?” Yoonhee bersuara sambil mengibaskan tangannya di depan hidung. Aroma debu yang menusuk sangat mengganggu pernapasannya.

“ Aku tidak akan lama,Yoonhee.”

“ Ada apa?”

“ Apakah kau benar-benar mencintai,Minho?”

Yoonhee melepaskan tangannya yang sedari tadi menutup hidungnya.Ia memamerkan seringaian khasnya. Saena tidak merasa tersinggung sama sekali melihat perlaukan Yoonhee,ia hanya ingin jawaban jujur dari gadis itu.

“ Kenapa kau bertanya,mrs.Choi? Bukankah kau sendiri yang tidak percaya kalau aku benar-benar tulus mencintai Minho?”

“ Jawabannya hanya ya dan tidak.”

“ Baiklah.. baik,aku mencintainya.. benar-benar mencintainya.” Saena memicingkan kedua matanya mencari kebohongan di mata Yoonhee. Tidak ada.. Gadis itu berkata jujur dan itu adalah jawaban yang dicari Saena.

“ Kalau seandainya Minho tidak mencintaimu?”

“ Aku akan terus menunggunya sampai ia mau melihatku.”

“ Kalau ia sama sekali tidak seperti harapanmu?”

“ Cinta itu buta,bukankah begitu?”

“ Kalau Minho sudah menemukan orang lain?”

“ Aku akan terus mengejarnya,tidak ada kata menyerah dalam kamusku,walaupun Minho bahagia dengan gadis itu,aku akan membuktikan bahwa aku bisa lebih membahagiakan Minho daripada gadis itu.”

Saena terdiam dengan kata-kata argumentasi dari Yoonhee. Kata-kata itu juga pas ditujukan untuknya,untuk hatinya yang terluka karena seseorang. Seseorang yang datang dengan harapan dan orang itu juga yang membuat lukanya semakin dalam.

“ Kenapa kau diam?”

Saena tersadar dari alam pikirannya,ia kembali memandang Yoonhee dengan tatapan tajam yang sama.

“ Hanya itu yang ingin aku tahu darimu.” Saena melangkah mendahului Yoonhee.

“ Aku harap kau berubah pikiran Saena,aku benar-benar mencintai dongsaengmu.” Yoonhee berkata pelan sebelum meninggalkan tempat yang menjadi saksi bisu perjuangan cinta keduanya.

***

        Yoonhee berjalan beriringan dengan Jonghyun. Setelah kejadian di café waktu itu Jonghyun dan Yoonhee menjadi lebih dekat walaupun Yoonhee masih menganggap Jonghyun sebagai teman dan ia tidak mungkin bisa secepat itu melupakan perasaannya pada Minho,sekeras apapun ia berusaha untuk melakukan itu.

“ Apa yang kau lakukan bersama Saena noona?”

“ Noona? Aigooo.. kau bahkan tidak pernah memanggilku dengan sebutan noona,kau tidak lupa kan kalau aku lebih tua darimu?”

Jonghyun hanya tersenyum menanggapinya,ia merasa belakangan ini sikap Yoonhee melembut padanya walaupun belum bisa dibilang ia berhasil meluluhkan gadis itu,setidaknya ia sudah maju satu langkah.

“ Jadi apa kau mau bercerita padaku?”

“ Ne,baiklah,Saena hanya bertanya tentang apakah aku benar-benar mencintai Minho atau tidak dan aku menjawab iya.”

Serasa ada ribuan jarum yang menusuk hati Jonghyun secara bersamaan. Walaupun ia sudah tahu jawaban itu yang akan didapatnya dari Yoonhee,tetap saja rasanya lebih menyakitkan ketika tahu bahwa gadis itu masih mencintai Minho sepenuhnya.

“ Kenapa kau jadi diam,Kim Jonghyun?”

“ Ah,gwechana,Yoonhee.. noona.” Jonghyun menambahkan kata ‘noona’ di akhir kalimatnya sambil tersenyum jahil. Membuat wajah Yoonhee sedikit memerah karena perlakuan pria itu.

Ini adalah pertama kalinya Yoonhee merasa jantungnya seakan-akan ingin keluar dari rongga dadanya selain bersama dengan Minho. Selama ini keberadaan Jonghyun seakan-akan tidak pernah dianggap olehnya,tetapi entah mengapa setelah ia menemukan seseorang yang benar-benar masuk ke dalam hatinya,ia merasa kalau keberadaa Jonghyun merupakan salah satu arti penting dalam hidupnya.

Tidak perlu dijabarkan seperti apa arti penting Jonghyun baginya,karena Yoonhee masih meragukan perasaannya sendiri. Mungkinkah ia sudah luluh pada Jonghyun? Yoonhee menggeleng pelan saat menyadari pikiran itu sudah merasukinya.

“ Ada apa,noona?”

“ Ah,tidak ada.. aku rasa aku lebih suka kau memanggilku dengan sebutan Yoonhee saja,kalau kau memanggilku noona aku merasa tua.”

“ Berhentilah bersikap plin-plan dan labil,Yoonhee..”

“ Siapa yang plin-plan dan labil?”

“ Tentu saja kau!” Yoonhee memukul lengan Jonghyun pelan dan keduanya tertawa. Tanpa disadarinya,ada sensari rasa hangat dan nyaman yang mulai menjalari hati Yoonhee.

***

        “ Aku akan terus mengejarnya,tidak ada kata menyerah dalam kamusku,walaupun Minho bahagia dengan gadis itu,aku akan membuktikan bahwa aku bisa lebih membahagiakan Minho daripada gadis itu.”

Bukankah saat ini kasus yang dialami Saena adalah seperti itu? Harus merelakan pria yang dicintainya menikah dengan wanita lain?

Kata-kata Yoonhee terus berputar dalam benaknya. Ia memang mengakui kalau ia tidka bisa melepaskan Donghae begitu saja. Pertemuan yang singkat dan tergolong cepat memang kalau mengatakan perasaan yang dirasakannya saat ini adalah cinta. Tapi haruskah Saena lagi-lagi berkorban demi orang lain? Mengorbankan perasaannya sendiri demi melihat kebahagiaan orang yang dicintainya?

Kalau ia masih bisa menghalangi pernikahan itu terjadi,kenapa bukan hal itu saja yang dilakukannya? Bukankah Donghae masih belum mengetahui perasaannya? Bisa saja jika Donghae mengetahuinya,ia akan merubah pemikirannya untuk menikah.

“ Noona,kau mau kemana?” Minho menahan tangan Saena ketika gadis itu beranjak pergi.

“ Aku sedang ada urusan,Minho,kau pulang saja duluan.” Saena berlari keluar dari gerbang sekolah.

Pikirannya hanya satu,ia harus bertemu dengan Donghae secepatnya..

Saena bergerak gelisah di dalam taxi yang dinaikinya. Sesekali matanya terpaku pada traffic light di depannya yang masih menunjukkan tanda berhenti. Ia tidak sabar untuk menemui dan mengatakan pada Donghae apa yang sebenarnya ia rasakan. Tindakan yang terbilang nekat memang,apalagi itu adalah tindakan spontan yang timbul akibat pembicaraannya dengan Yoonhee.

Tidak disangka-sangka tujuan utamanya tadi hanyalah bertanya mengenai kejelasan perasaan gadis itu,tetapi ia malah mendapatkan gagasan lain untuk memperjuangkan kisah cintanya sendiri.

“Sudah samapi,nona.” Saena menyerahkan beberapa lembaran won sebelum turun dari taxi yang ditumpanginya.

Ia melangkah masuk menuju kantor Donghae. Memang ia belum membuat janji dengan President Direktur Shining Dream itu,tetapi ini adalah kepastian dan jawaban untuknya.

“ Apa Tuan Lee Donghae ada?” Saena bertanya pada sekretaris Donghae yang pernah ditemuinya beberapa bulan yang lalu. Saena tidak yakin sekretaris itu masih mengingatnya karena pertemuan mereka hanya sekali dan singkat.

“ Ne,apakah kau sudah membuat janji?”

“ Belum,tapi aku harus menemuinya.”

“ Mianhae,tetapi Presdir Lee sedang sibuk.”

Saena meninggalkan meja itu dan berjalan cepat ke arah pintu ruangan Donghae. Walaupun ia hanya sekali ke kantor itu,ia seakan sudah mengingat dengan jelas di mana ruangan Donghae.

“ Mianhae,nona,tapi Presdir Lee sedang tidak ingin diganggu.”

Saena tidak mendengarkan kata-kata itu,ia mengetuk pintu ruangan Donghae sebelum masuk ke dalamnya. Donghae terkejut melihat sosok Saena yang berdiri beberapa meter di depannya.

“ Saena?”

“ Jwesonghamnida..Presdir Lee,saya sudah melarangnya.”

“ Biarkan dia di sini,kau boleh keluar.”

Saena masih berdiri mematung walaupun pintu ruangan Donghae sudah tertutup.

“ Ada apa,Saena?”

“ Saranghae..”

Saena tidak memperdulikan reaksi Donghae yang sangat kerkejut mendengar kata-kata yang meluncur dari bibirnya. Ia tetap berdiri di posisi yang sama dan melanjutkan kata-katanya.

“ Memang kau akan terkejut,oppa,tapi itulah yang terjadi..”

“ Sae..”

“ Sejak pertama kali kita bertemu aku merasa menemukan apa yang aku butuhkan di dalam dirimu. AKu mencintaimu,oppa..” Saena merasakan air matanya akan jatuh.

“ Saena,apa yang terjadi padamu?” Sepertinya Donghae belum sepenuhnya sadar dengan kata-kata Saena.

“ Melepaskanmu bukanlah satu hal yang mudah. Biarkan aku.. biarkan aku berdiri di atas keeegoisannku.” mata gadis itu sudah tidak lagi berkaca-kaca,air mata yang hampir jatuh itu sudah dihapusnya dan digantikan tatapan penuh emosi.

Donghae tidak bisa menjawab apa yang sudah dilontarkan gadis itu. Gadis polos yang dikenalnya beberapa bulan lalu itu,sudah sama sekali berbeda. Entah dirinya atau hal lain yang sudah merubahnya menjadi sebanyak itu. Donghae merasakan getaran yang berbeda ketika melihat gadis itu,bukan getaran cinta yang dirasakannya untuk Yoonmi,melainkan getaran  kasihan. Kasihan.. hanya sebatas itu rasa yang dipunyai Donghae untuk gadis yang berada di depannya. Bahkan rasa sayang seorang kakak terhadap adik yang selama ini dikiranya ternyata hanyalah sebuah refleksi rasa lain yang jauh lebih menyakitkan.

“ Mianhae,Saena..jeongmal mianhae..”

“ Kau meminta maaf karena kau ingin aku pergi,bukankah begitu,oppa?”

“ Saena,mengertilah,aku hanya menganggapmu sebagai dongsaengku.”

“ Bukan itu yang ingin aku dengar darimu,oppa,aku hanya ingin kau tahu akau tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu.”

***

        Minho melihat lampu kamar Saena masih padam dan itu tandanya gadis itu belum kembali setelah tadi ia tiba-tiba pergi tanpa menjelaskan akan kemana. Minho menghela nafas lega,bukan karena ia senang Saena pergi dan belum kembali,ia juga mengkhawatirkan kakaknya itu,tetapi jika Saena sedang tidak ada di rumah,itu artinya ia mempunyai kesempatan.

Minho menekan beberapa angka yang sudah dihafalnya luar kepala. Mengarah pada satu nomor ponsel. Minho menunggu dengan sabar sampai pemilik ponsel itu mengangkat telepon darinya.

“Yoboseyo?”

Minho menahan nafasnya saat mendengar suara itu mengalun di telinganya.Suara seseorang yang benar-benar dirindukannya. Mengobati rasa rindu yang semakin lama semakin menumpuk hanya dengan mendengar suaranya.

“ Minho-ah?”

“ Yoonhee aku merindukanmu.. Saranghae..” akhirnya kata-kata itu keluar setelah sekian lama terpendam di bagian hatinya. Menyuarakan rasa yang tak tersampaikan dalam jiwa.

“…”

“ Yoonhee?”

“ A..A..Aku juga merindukanmu,Minho.. Nado bogoshipo..”

Minho tersenyum mendengar suara Yoonhee yang jernih. Ia memutuskan sambungan teleponnya,tidak ingin berlama-lama dengan gadis itu,walaupun hatinya mengatakan hal yang sebaliknya. Minho tidak ingin mengkhianati kakaknya,walaupun itu akan menyiksanya semakin dalam. Untuknya,Saena lebih penting,bahkan jika dibandingkan dengan dirinya sendiri.

Yoonhee memandang layar ponselnya datar. Ia ingin menghubungi Minho ,menyuarakan semuanya,apa yang selama ini dirasakannya. Tetapi ia mengerti kalau hubungannya dan pria itu masih dihalangi. Yoonhee mengerti kalau Minho pasti akan memilih Saena jauh di atasnya.

Tetapi ada yang berbeda saat ini,rasa sakitnya sudah tidak separah dulu. Efek dari kerinduannya yang sedikit terobati hanya karena ia bisa mendengar suara Minho,ia bisa memastikan kalau Minho hidup dengan baik tanpa kehadirannya. Satu kenyataan pahit yang harus diterimanya.

Yoonhee sendiri tidak mengerti,rasa sakit yang dirasakannya sudah tidak parah karena memang ia bisa mendengar suara Minho atau karena rasa cintanya untuk pria itu yang sudah semakin pudar,digantikan oleh rasa lain yang memenuhi ruang hatinya?

***

        Beberapa minggu setelah kejadian itu semuanya masih sama,bertahan dengan ego masing-masing. Tidak ada kejelasan dalam hubungan Yoonhee dan Minho,mereka masih sama-sama berdiam di titik semula,seolah kejadian pengakuan rasa rindu yang mereka lakukan waktu itu hanyalah ilusi belaka.

Hubungan Saena dan Donghae yang sebelumnya baik-baik saja sekarang seperti merenggang karena pengakuan tiba-tiba Saena. Donghae masih menganggap anak itu labil,sehingga apa yang diucapkannya adalah sesuatu yang tidak serius dan masih terlalu tabu untuk diucapkan anak berumur tujuh belas tahun,walaupun pada usia itu seorang anak sudah dianggap masuk usia dewasa.

Hubungan Yoonmi dan Donghae masih baik-baik saja,walaupun keraguan dan cerita masa lalu yang terputus masih menghantui mereka berdua. Tetapi mereka sudah memutuskan untuk tetap melangkah walaupun serpihan-serpihan itu tumbuh semakin besar setiap harinya.

Hingga satu hari satu kejadian muncul,memperbaiki satu hubungan dan semakin memperburuk hubungan yang lainnya.

Yoonhee memegang sebuah dimensi tipis perpaduan warna gold dan warna orange terang. Bertuliskan ukiran nama dua insan. Ia memandang undangan di tangannya dengan pandangan gamang,ia ingin memberikan undangan itu pada Minho,tetapi ia seperti sudah lupa caranya berbicara pada pria itu.

Ia ingin melemparkan semua keraguannya dan masuk ke dalam kelas Minho,meletakkan undangan itu di laci meja pria itu dan pergi. Harusnya itu saja yang ia lakukan. Tetapi kenyataannya ia ingin menemui pria itu,ia ingin berbicara dengannya,ia ingin menunjukkan betapa ia membutuhkan pria itu.

Yoonhee menoleh ke dalam kelas Minho yang masih sepi. Tidak ada satu pun orang yang sedang berdiam di sana karena memang hari itu Yoonhee sengaja menampakkan dirinya lebih awal di sekolah. Dengan langkah gemetar namun pasti,Yoonhee masuk ke dalam kelas Minho dan mencari tempat duduk pria itu,seseorang yang berhasil mencuri hampir semua jiwanya.

Yoonhee meletakkan undangan itu di laci meja pria itu dan terdiam. Harusnya ia pergi dari sana jika ia tidak ingin orang-orang tahu ia ada di sana. Harusnya ia pergi dari sana setelah melaksanakan tujuannya,tetapi hatinya menyuruhnya tetap tinggal di sana,menunggu sesuatu..

Yoonhee menarik kursi itu dan duduk.. Memandang ke arah papan tulis dengan pandangan hampa. Kosong.. raga tanpa jiwa..

“ Kau menungguku,Yoonhee?”

Yoonhee  tidak menyadari saat sosok yang mengisi relung hatinya itu sudah berdiri di sampingnya. Yoonhee terlonjak kaget dengan pertanyaan Minho,ia segera bangkit dari kursi yang sedang di dudukinya.

“ Jangan pergi..” Minho menahan tangan Yoonhee yang sudah bersiap meninggalkan kelas Minho.

Yoonhee menoleh dan melihat Minho masih tidak mau menatap wajahnya secara langsung,hanya tangan pria itu saja yang masih menggenggam erat tangan Yoonhee,tidak mengizinkan gadis itu pergi.

“ Jangan pergi.. aku mencintaimu..”

“ Aku juga mencintaimu,Minho..” Yoonhee berkata lirih,tetapi Minho masih bisa mendengar perkataan itu dengan jelas.

Senyuman tersungging di bibir pria itu,ia melonggarkan genggaman tangannya dan menarik Yoonhee ke pelukannya. Kedua kalinya Yoonhee merasakan hangatnya pelukan itu,pelukan yang mampu menerbangkan fantasi dan khayalannya ke atas melampaui batas ambangnya.

“ Tidak perlu memaksakan diri untuk terus bersamaku,Minho.. Percayalah padaku kalau aku akan terus mencintaimu apapun yang terjadi..”

***

        Hari-haru berlalu tanpa kejadian yang benar-benar berarti bagi Saena. Sejak kejadian itu memang hubungannya dan Donghae merenggang,entah pria itu memikirkan keseriusan dalam kata-kata Saena atau hanya menganggapnya seperti mainan,Saena tidak akan peduli. Ia sudah bertekad akan meluluhkan pria itu.. Suatu tindakan jahat dan mustahil memang mengingat pria itu akan menikah.

“ Nona,ada surat untuk anda..”

Saena menghentikan kegiatan melamunnya dan menoleh ke arah kiri di mana salah seorang pelayan mengulurkan sebuah amplop dengan ukuran sedang ke arahnya.

“ Ah ne,Ghamsahamnida..”

Saena menerima uluran amplop itu dengan tangan sedikit bergetar. Sepertinya ia bisa menebak apa isi amplop itu bahkan tanpa membukanya sama sekali. Tetapi tangannya perlahan membuka amplop itu,sekedar memastikan firasatnya. Ia berharap firasatnya salah.. dan isi amplop itu tidak seperti bayangannya..

Mata Saena memanas dan hatinya seperti dicakar saat melihat isi amplop itu adalah seperti dalam bayangannya. Undangan pernikahan Donghae..

“ Noona,undangan siapa itu?”

“ Undangan pernikahan..euhmm.. kau masih ingat tugas wawancaraku?”

“ Ohh jadi direktur Lee itu akan segera menikah?”

“ Begitulah..” Minho bisa melihat dengan jelas raut wajah terluka milik kakaknya. Ia sengaja menyembunyikan udangan yang sama persis yang didapatkannya dari Yoonhee. Undangan pernikahan kakaknya,Yoonmi.

Minho tidak tahu persis ada hubungan apa antara Saena dan Donghae. Yang diketahui Minho hanyalah Donghae dan Saena hanya berhubungan seperti layaknya kakak dan adik,itulah yang dikatakan Saena ketika Minho bertanya. Minho tidak tahu bagaimana perasaan Saena sesungguhnya pada Donghae tetapi Minho bisa melihat kalau perasaan Saena lebih dari sekedar rasa sayang adik untuk kakaknya.

Saena memperhatikan undangan yang masih terbungkus plastik rapi. Ia membaca nama yang tertera di sana,deretan huruf-huruf yang melingkar membentuk nama Lee Donghae dan Kim Yoonmi.

Kim Yoonmi..

Nama yang tidak asing bagi Saena. Saena memang hanya berurusan beberapa kali dengan gadis bernama Kim Yoonmi itu,tetapi memorinya cukup kuat untuk mengingat siapa gadis itu.

“ Yoonmi.. Yoonhee..” Saena bergumam sambil menggenggam undangan itu kuat-kuat,meyalurkan rasa sakitnya.

“ Yoonmi? Kau.. mengenal eonninya Yoonhee,noona?” Minho yang mendengar gumamam Saena berkomentar.

“ Aniya.. hanya pernah bertemu beberapa kali saja.”

Saena meninggalkan Minho sambil membawa undangan di tangannya. Ia melemparkan undangan itu ke atas meja belajarnya. Lalu ia duduk di lantai kamarnya,membiarkan rasa dingin dari bahan marmer itu menusuk-nusuk persendiannya.

“ Ternyata kalian berdua sama saja,baik sang kakak maupun sang adik,semuanya hanyalah biang penghancur.”

***

        Brak!

Saena membuka ruangan kerja Donghae dengan perasaan dongkol menumpuk di dadanya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau pria itu tidak peka terhadap apa yang dirasakannya. Ia sudha memutuskan akan menemui pria itu dan meminta kejelasannya. Pria itu seolah memancing amarahnya dengan mengirimkan undangan yang jelas-jelas menghancurkan hatinya.

“ Saena?” untuk kedua kalinya Donghae melihat gadis polos itu berubah menjadi sosoknya yang lain.

“ Untuk apa kau mengirim ini ke rumahku?” Saena melemparkan undangan yang masih terbungkus rapi itu ke meja Donghae yang dipenuhi oleh berkas-berkasnya.

Donghae mengambil undangan itu,lalu menatap Saena dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia sudah tahu keputusannya mengirim undangan itu akan memperburuk keadaan.

“ Apa? Apa yang bisa kau jelaskan padaku,oppa? Tidak cukup jelaskan perkataanku kemarin?” Saena melontarkan kalimat lagi karena melihat Donghae sepertinya enggan menjawab pertanyaannya.

“ Saena.. aku tidak berharap kau seperti ini..Aku berharpa kau menerima keputusanku untuk menikah. Aku tidak tahu apa yang kau rasakan padaku,tetapi kalau kau memang menyayangiku harusnya kau mendukungku.”

“ Aku tidak menyayangimu,oppa! Aku mencintaimu! Berapa kali lagi harus aku katakan kalimat ini?”

“ Aku tahu,Saena,mianhae,aku hanya menyayangimu sebagai adik.”

Donghae perlahan mendekati Saena dan meletakkan undangan itu di tangan Saena kemudian memeluk gadis itu. Saena tahu itu artinya ia sudah kehilangan harapan,pelukan yang ia rasakan hanyalah sebagai pertanda perpisahan,sebagai pertanda bahwa rasanya untuk Donghae harus berakhir.

“ Percayalah Saena,aku akan tetap menjadi oppa untukmu,kau bisa menemukan pria lain yang lebih baik dari aku.”

***

        Bagian lain dari hati yang masih bisa di selamatkan,di tengah-tengah luka yang semakin menganga lebar..

Minho tidak dapat menyembunyikan lagi raut kekhawatiran yang terpeta jelas di wajahnya,melihat kelakuan kakak perempuannya menjadi aneh. Apalagi sejak kejadian  Saena melihat undangan pernikahan Donghae dan Yoonmi,gadis itu menjadi berbeda. Bisa dikatakan gadis itu sama seperti dirinya waktu itu. Apakah itu artinya Saena memang mempunyai perasaan lebih pada Donghae?

“ Noona.. kau mencintainya..” Minho berkata pelan pada Saena. Diingatkan akan perasaannya pada Donghae,sekujur tubuh Saena menegang. Ia mersakan rasa sakit itu mengikatnya semakin kuat,menyiksanya semakin dalam. Mungkinkah ini yang dirasakan Minho waktu Saena melarangnya bersama Yoonhee?

“ Benarkah perkataanmu waktu itu?” Saena bertanya pada Minho,mengganti topic pembicaraannya ke arah lain.

“ Perkataan yang mana?”

“ Bahwa kau benar-benar mencintai Yoonhee?”

Minho ragu-ragu untuk menjawabnya,kondisi Saena saat ini sedang rapuh dan labil mungkin saja kakaknya itu akan menjadi sangat marah karena kejujuran yang ia katakan. Tetapi percuma saja mengelak atau berbohong,karena memang kenyataannya ia mencintai Yoonhee.

“ Ne,noona,aku mencintainya.” sensasi rasa lain muncul saat Minho mengatakan kalimat itu,seolah ada beberapa bagian hatinya yang menolak kata-kata itu.

“Minho aku memang melakukan kesalahan dengan melarangmu mendekati Yoonhee,aku sadar aku sama sekali tidak pantas melakukan itu.Aku.. aku tidak berhak melarangmu. Pergilah dan bahagialah bersama Yoonhee,Minho,aku tahu mungkin pilihanmu tidak salah.”

“ Noona..”

“ Itukah yang ingin kau dengar dariku,Minho? Sekarang satu beban sudah terlepas,bukankah begitu? Aku tidak mau lagi melihatmu seperti sekarang. Kau hidup tetapi seperti tidak hidup,kau nyata tetapi seperti tidak nyata,kau ada tetapi sebenarnya tidak ada. Yoonhee.. gadis itu adalah sebagian dari jiwamu.”

“ Aku tidak ingin menyakitimu,noona,kalau bersama Yoonhee membuatmu sakit,aku akan melepaskan gadis itu.”

“ Tidak,Minho,bahagialah bersamanya,aku tidak akan mengekangmu lagi,Minho.” Saena berkata sambil tersenyum. Satu kesadaran sudah masuk ke dalam jiwanya,kesadaran bahwa dua jiwa itu tidak bisa dipisahkan.

“ Ghamsahamnida,noona..” Minho memeluk Saena,menyalurkan emosi  bahagia dan campuran emosi lain yang belum dikenalnya. Ia bahagia karena Saena akhirnya mengizinkannya bersama Yoonhee tetapi ada suatu rasa lain yang ikut larut dalam kebahagiaannya. Rasa kecewa..

***

          Donghae dan Yoonmi melangkah menuju butik tempat mereka memesan baju untuk pernikahan mereka nanti. Donghae dengan perasaannya yang masih kacau akibat pernyataan cinta tiba-tiba dari Saena dan kenyataan bahwa ia masih dihantui oleh Jessica,wanita yang dulu sempat ditinggalkannya.

Yoonmi menyadari perubahan ekspresi Donghae ketika mereka memasuki butik itu. Yoonmi memang menyadari ada yang berubah pada diri pria itu beberapa minggu belakangan dan ketika ditanya pria itu hanya menjawab bahwa ia baik-baik saja dan ia menjadi sedikit murung hanya karena pekerjaan.

Yoonmi tidak semudah itu percaya karena ia yakin Donghae menyembunyikan sesuatu darinya. Sesuatu yang berakibat fatal…

“ Nona Kim Yoonmi dan Tuan Lee Donghae,kami sudah menyiapkan gaun dan jas yang anda pesan waktu itu. Silahkan ikut saya untuk melihatnya.” salah seorang pegawai di butik eksklusif itu mempersilahkan Donghae dan Yoonmi menuju satu ruangan.

Yoonmi langsung terlibat pembicaraan dengan pegawai itu mengenai detail gaun yang dipesannya. Yoonmi meraba bagian dengan gaun dengan sulaman-sulaman dan bordiran berwarna perak yang mewah. Tampak sangat kagum dengan karya indah yang tersalurkan lewat gaun itu.

Donghae tampak tidak tertarik dengan kemewahan gaun itu. Sesekali ia melirik ke bagian lain dari butik milik seseorang dari masa lalunya itu. Merasa kagum dengan desain butik itu yang terkesan klasik namun tetap mewah. Bertahun-tahun tidak bertemu dengan Jessica membuat Donghae merasa canggung ketika berdekatan dengan gadis itu.

Apa yang harus dikatakannya mengenai kepergiannya beberapa tahun lalu? Pantas saja jika Jessica membencinya,ia yang sudah meninggalkan gadis itu. Ia yang bersalah pada gadis itu,pantaskan ia menunjukkan lagi wajahnya pada Jessica?

“ Hae,kau kenapa?”

“ Ah aniya,mi-ah,aku hanya merasa sedikit lelah.”

“ Mianhae harusnya aku tidak memintamu menemaniku hari ini..” Raut penyesalah terpeta jelas di wajah Yoonmi.

“ Gwechana,chagi,aku tidak keberatan sama sekali,apalagi ini semua demi pernikahan kita.”

“ Gomawo,hae.. Aku akan mencoba gaun itu dan kau harus menilaiku dalam balutan gaun itu.”

Donghae hanya tersenyum memperhatikan Yoonmi dan salah satu pelayan dari butik itu masuk ke dalam fitting room. Sudah terbayang dalam benaknya kecantikan Yoonmi saat mengenakan gaun itu.

“ Jessica..” Donghae bergumam pelan saat matanya secara tidak sengaja menangkap siluet gadis itu dari pintu kaca penghubung ruangan khusus itu dengan bagian lainnya dari butik.

Donghae segera meninggalkan ruangan itu dan berjalan cepat menghampiri Jessica.

“ Lama tidak berjumpa denganmu,Jessica,bagaimana kabarmu?” Donghae berbicara tepat di samping gadis berbola mata cokelat itu. Gadis itu terkejut dengan kehadiran Donghae namun dengan cepat ia bisa beradaptasi dan menghapus rasa gugup yang sempat menggelayutinya.

“ Aku baik,hae.. Sangat baik,bahkan tanpamu..”

***

 To Be Continued..

Wait For Chapter 8C!!

53 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Series] Whether I Hate You or Not (Chapter 8b)

  1. awalnya baca ffnya nyesek bgt deh
    kasian bgt yoonmi dikacangin appanya cma gara2 masa lalu itu😥
    appanya msh ga bisa nerima mslh itu ya

    jdi saena ga setuju minho sama yoonhee gara2 ga pengen liat minho bahagia?
    kirain dia naksir minho -.-
    bener2 kasian bgt ya saena cintanya ditolak hae
    kok dia selalu sengsara ya disini

    hae gmn sih, kaya sejenis plin plan gt
    msh inget masa lalu tp pengen sama yoonmi jg
    hrsnya dia tu bsa dong nentuin pilihan
    kasian yoonmi kl tersakiti lagi
    tp mrka beneran bakal nikah kan saeng?
    kasian bgt kl liat yoonmi sakit hati lagi

    yah kirain di part c ada nc nya #plak
    tr onnie bakal dpt pwnya kan?

    • yuhuuuu eonni aku juga sesek pas ngetik part 8b ini
      ini part galau segalau-galaunya deh ah
      tapi part 8c engga kok😛
      cuma dikit sedih2nya

      iya eon mereka nikah kok😀
      ga bakalan deh aku biarin si Jessica ngerusak hub mereka :p

      ohh itu sudah pasti eon😀
      pw hanya untuk reader yang setia dan menghargai kerja keras aku😀

      makasih udah baca + komen eon😀

  2. Akhirnya dipost juga lanjutannya…
    Si Saena berani jg ungkapin perasaannya ke Donghae meskipun ditolak. Donghae jg binggung ama mikirin jessica n perkataan si sarna ampe yoomi di cuekin..kasihan bgt.
    Kira2 kpn saena ngaku ke minho klo mrka bukan saudara kandung…di part 8c diksh tau ga ya?hehehe.. Penasaran nieh ama kelanjutannya.
    Part8c di protect yg nanti, Aku minta PWnya ya…thanks

    • Iya noh Si hae kacau banget di part ini *ditabokin ma fishy

      ohh itu adanya di part 10 an gtu eon hohoho
      part 8c khusus ngejelasin konflik cinta antara mereka

      iya sip eon😀
      pasti aku kirim kok

      makasih udah baca + komen eon😀

    • iya saenya emang kasian di sini T.T
      hehe cuma nanti2 engga kok
      cuma bakalan ngenes aja *loh
      oke bakalan segera aku publish😀

      gomawo udah baca + komen😀

      • yah.. Cingu kau tega sekali ng-bully saena disini . Huhuhuhu #nangis d pojokan bareng temin . #plakabaikan .
        Sampek skrg tetep dukung ‘minsae’ couple nih . Hehhe
        Aku tunggu kiriman PW-nya yah cingu, DM @chachavip . Gomawo ^^

  3. Oenni, FF nya nyesek to the max!
    Penasaran oemma appa saena asli siapa
    Mau yoonhee sama minho
    Saena sm jjong
    Yoonmi sm donghae
    Jess nya buang._. #dirajam sone
    PW nya dikirim ke twitter ku boleh? @siwons4007
    Update nya jangan lmlm oeni._.

    • cihuuuyyyy ada yang mau Saena ama Jonghyun hioreee *dibuang ama blingers
      Tenang aja nanti bakalan ketauan deh siapa pasangan ma siapa :p

      oke nanti aku krim ya saeng
      sip lah😀

      makasih udah baca + komen😀

  4. Wahh eon baru aja kmren aku baca yang part 8A nya.. Hari ini udh ada yg 8B nya *joget twinkle*. Aduhh makin penasaran nih ntr saena sma siapa.. Aku sih mau nya saena sma minho aja kan kakak adik tapi ga sedarah.. Udh gitu ntr hae jadi nikah ga ya sma yoonmi.. Part 8C nya jangan lama” ya eon… Gasabar nih wkwkwk

    • hehhehe ini karena ada ide saeng
      lagipula sebenernya kan ini harunya masuk ke dalam 1 chpter
      cuma aku bagi2 aja^^v
      Hae jadi nikah kok sama Yoonmi
      cuma adanya di part 8c😀

      sip deh😀
      makasih udah baca + komen😀

  5. dsni aja ya sekaliannn….
    kamu lgi galau ya…??? masa galau gni sih ff nya…
    bnrn deh kirain saena demen m minho tp trnyta semua karna balas dendeam… nyesek bgt hidupnya saena..:D
    trs itu knpa fishy aku jd plinplan gtu… ya ampunnn g ada tegas2nya, bkin sebel aku aja… hahahaha
    ihhhh kamu ini seneng bgt protect ff, aku hrs dpt ya pw nya……….. :p
    SEMANGATTT… 8c nya jgn lamo-lamo yaaaa….
    hihihihi

    • galau? engga juga sih eon hoho
      emang ni ff angst jadinya agak galau gimana gtu
      tapi tenang aja eon galau2 ada di part 8b, 8C-nya udah ga galau kok :p
      paling sedih2 dikit doang *plak

      u.u aku sedih eon karena banyak banget SR
      bt aku sama reader2 yang ga ngehargain kerja kerasku T.T
      aku bikin nih ff perjuangan muter otak
      walaupun aku sih ga masalah ada SR,cuma tetap aja pas liat stat FF ini makin ningkat tapi komennya makin dikit jadi sesek T.T

      makasih eonni😀
      sip deh😀

  6. kasian banget saena.
    Tapi kok waktu saena udh nyetujuin hubungan minho sama yoonhee, Minho malah bahagia sekaligus kecewa sih?
    ditunggu yaa chapter 8 c nya.
    minta pw nya ok?🙂

    • Hmmm jawabannya bisa ditebak2 ya chingu :p
      nanti jelasnya ada di part 10 an gtu
      hehehe

      Sip deh
      pwnya aku kirim ke e-mail nanti😀

      makasih udah baca + komen😀

  7. Dari awal chapter aku cuman fokus sm saena… Ya ampun saena malang sekali nasib mu nak ckckck…

    Lanjut aku msh penasaran sebenernya ank Yoonmi itu Yoonhee atau Saena ?

    Ntahlah aku lebih yakin anaknya Yoonmi itu saena🙂

    Lanjut thor jgn lupa ksh PW buat next chapter xD

    • Fokus sama Saena?
      Yoonmi-Donghaenya engga? wehehehe
      padahal mereka berdua main castnya looohh😛

      Ada di chap 9 ya jawabannya😀
      pwnya lewat e-mail ya
      makasih udah baca + komen😀

  8. sakit banget tuh jadi saena,
    ak jadi yakin kalo si saena malah anaknya yoonmi deh
    soalnya main castnya *tunjuk paling atas* kim saena a.k.a choi saena skeheheh~
    galau banget yyak ceritanya di part ini
    aku minta PWnya .
    Bisa kirimin ke twitterku @yuniati_flames ^^

    • wahhh sebenernya saena anaknya Yoonmi apa bukan
      ga diliat dari stu loh chingu
      itu karena sebenarnya di ff2 nama koreaku Kim Saena nah disini aku sodaraan sama Minho jadi nama koreaku Choi Saena wkwkwkwk

      oke nanti aku DM ya😀
      makasih udah baca + komen😀

  9. kasihan Saena jd kacau kyk gi2,,ungkapin perasaan’a k Hae,,benci Minho…
    Ya ampun kpn sih Saena tau tentang ortu kandung’a,?
    Appa’a Yoonmi juga keras bgt..
    Maaf bru bca kmrn sbuk ma UAS..

    • iya eon gapapa kok :p

      Appanya Yoonmi ga akan selamanya kyk gtu kok
      nanti ada saatnya dimana dia sadar

      Saena kaca di part ini doang kok
      di part depan… Lebih hancur *plak

      makasih udah baca + komen eon😀

  10. kasihan juga lhat saena gk bsa pshin minho&yoonhe, gk bsa dpetin cinta donghae ksihan bget ya saena,,..!!!
    mnta pwnya klow udh di pblish,,.!!!

    • mian baru bls komenmu eon😦

      iya haha emang Saena di awal2 kasian
      cuma nanti engga lagi kok :p

      sip deh eon😀
      makasih ya udah baca + komen😛

  11. aduh… saena nekat X-(. pdhl tetep aja hae cinta sama yoonmi. tp kasian yoonmi jg skrg malah jd agak ragu dgn pernikahannya semenjak sica muncul
    mdh2an tetep nikah!!!!
    mgkn keputusan saena buat nyatuin minho-yoonhee itu keputusan yg bener. y udh thor, mendingan pasangin saena sama jonghyun biar jd happy hahaha
    d tunggu kiriman pw 8C nya ya k emailku😉

  12. Hallo aku reader baru disini.
    Aku sebelumnya baca di ffindo tp agak lama ya klanjutannya. eh malah ktemu blog ini.

    Dr pertamaaku baca, gk tau knp malah simpati sama sosok Saena, ksian bgt dia ditolak sama Hae. Udah gitu abis nyatain cintanya eh bbrp hari kemudian malah dkasi undangan pernikahan Hae..
    Ditunggu next part nya yaa… Klo bs jangan di protect ya thor. hehee
    Hwaiting

    • Annyeong😀
      nyasar dari ffindo kah?
      hehe mian ya aku lama post di sana😛

      awal2nya saena emang kasian tapi lama2 dia jadi tokoh yang mengejutkan loh *sok rahasia :p :p
      Mian chingu aku ngax bisa kalo ngax aku protect hehe
      itu udah jadi keputusan aku😀
      mianhae😦
      tapi nanti pwnya aku krm ke e-mail deh😀

      Makasih udah baca + komen;D

  13. Annyeong😀
    seru ff nya, daebak deh, belum selesai 1 konflik udah nambah lagi konflik lain. Aku plg suka sama Saena.
    Pas baca2 ff ini sempet kepikiran Yoonhee ama Jonghyun trus Minho ama Saena #plakkk *reader bawel, abaikan*
    tp lanjut deh, buat author. n ditunggu chap 8c nya

    • hehehehe mian baru bales komenmu chingu
      aku emang gtu orangnya suka muter2in konflik
      mian kalo malah bikin bingung ^^V

      Yoonhee ama Jonghyun? hmm hmmm
      iya ngax ya?
      kalo Saena mah ama Donghae *plak *death glare Yoonmi

      oke deh ditunggu aja ya
      makasih udah baca + komen😀

    • Annyeong😀
      reader baru kah?
      selamat datang dan selamat berpetualang di blog akuh😀

      oke aku akan segera post ya lanjutannya
      makasih udah baca + komen😀

  14. Annyeong,chingu or eonni ya? aku reader baru tp uda jd sider 1mgguan,xD .. waduh mw dprotect next part? wah.. pdhl pgn bacaa.. huee T.T

    • hahaha gapapa kok chingu kalo pernah jadi SR
      tapi kan sekarang udah engga
      kalo di pw jangan tkt chingu
      ntar aku ksih pwnya asal janji bakalan komen😀

  15. aku rasanya appanya Yoonmi itu peduli tapi emank mungkin gengsi kalinya, mau baik lagi kayak dulu… wajar sih kalo udah di kecewain
    makin kesini, Saenanya makin kasian… huhuhu… semoga dia dapet orang lain, biar gak patah hati terus, dan cepet-cepet dech tau siapa orang tuanya

  16. Makin ribet ya hohoo ;D
    tapi satu masalah terselesaikan, minho yoonhee!
    Aduh masa saena cinta sama calon bapanya lol ;D

  17. salam kenal kavita imnida
    eonnie ak suka bgt sma FF ini..
    bkin pembacanya penasaran terus menerus..
    stiap ad waktu luang ak pasti searching bwt nyari kelanjutannya gak nyangka udh chap 15
    ak bru bca smpe chap 8b
    hehehe
    ak suka karakter yg ad d sini geregeten sma karakter minho sma donghae
    andai ak nemuin sosok mereka d kehidupan nyata🙂
    tolong kasih PW nya biar bsa baca part selanjutnya
    kamsahamnida🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s