[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] When I Sleep (Spesial ultah)

 

Credit Cover : Lee Haeyeon

Title       : When I sleep

Author : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating   : PG15/ Straight/Oneshoot

Genre   : Fantasy/Action

Cast       :

Main Cast            : SHINee – Lee Taemin

Lee Hyun nie (OC)

Support Cast      : SHINee – Key,Jonghyun

Other cast : FIND BY YOURSELF

Disclaimer          : SHINee is belong to God,SM Entertainment,and their parents. It’s just for fun. Please don’t sue me.This fanfic is mine. Please don’t take this fanfic without permission from me.If you want to take this fanfic. Please take with full credit.      

A/N : Kali ini aku datang membawa fanfic spesial buat ultah salah satu sahabatku. Jujur aku akui ini fanfic jadinya jauh banget dari harapan. Tiba2 pas nulis feel aku ilang. Jadi buat PH,met ultah ya sayang,maaf kalo kadonya ga memuaskan. Aku udah berusaha nulis semampuku ditengah feel yang ilang2an -__-a

Semoga kamu suka ya ,sebenernya aku ada FF laen cadangan FF ini cuma ga keburu aku ketik hari ini. Jadi nanti deh ya aku ketiknya barengan ff lain hehehe ^^V.

Buat semua reader,Enjoy this fic!

WARNING : AU,GAJE 

Author Pov

‘ Di mana aku berada? ‘

‘ Apakah di suatu dimensi lain alam bawah sadarku?’

‘ Siapa dia?’

‘ Darimana dia berasal?’

‘ Apa dan bagaimana kami dipertemukan dalam satu garisan takdir yang lain?’

 

When I Sleep │ ©2012 by Ksaena

Special Fanfic for my beloved sister

ALL RIGHT RESERVED

“ Kau tidak bisa memaksaku untuk pergi ..” Seorang gadis muda berparas cantik mengambil busur dan panah peraknya. Hendak melangkah ke suatu tempat tersembunyi. Mengindari rentetan tugas yang seharusnya sudah dijalaninya beberapa waktu lalu. Namun entah darimana,ada sebagian dari dirinya yang menolak mati-matian tugas itu. Sesuatu yang sulit untuk dimengertinya,membentuknya menjadi pribadi lain.

“ Hyun nie.. sadarkah kau kalau ini sudah menjadi masamu? Kau tidak bisa menolak terus-terusan dari tugas yang harusnya kau jalani..” gadis muda lain berparas sama sempurnanya dengan gadis yang dipanggil Hyun nie itu menapaki jalan yang berada di depannya,sedikit berlari menyusul langkah panjang dan cepat milik Hyun nie.

“ Bagaimana kalau aku menolaknya? Bukankah aku sudah pernah mengatakan pada ratu kalau aku tidak mau mengemban tugas itu? Masih banyak malaikat lainnya yang bisa mengambil tugas itu..” Hyun nie melepaskan anak panah itu dari busurnya. Anak panah itu melesat cepat menembus angin dan tertancap sempurna pada batang sebuah pohon.

Gadis muda yang sedari tadi terus mengikuti Hyun nie hanya tersenyum melihat kemampuan gadis itu. Hyun nie menyimpan sesuatu..

“ Kau tahu apa kegunaan kedua benda itu,Hyun nie?”

“ Aku tahu dengan jelas kemana arah takdirku melangkah dan jangan paksa aku dengan menunjukkan kemampuanku.”

Mengepakkan sayapnya yang mengembang sempurna. Menembus awan dengan anggunnya,meninggalkan tatapan gadis itu dalam kesunyian. Dilindungin rimbunnya pepohonan yang menghijau,senyuman gadis itu mengembang. Menyembunyikan sesuatu..

“ Harusnya kau tahu darimana kau berasal dan di mana kau bisa mendapatkan duniamu kembali.”

***

Someone Pov

“ Selamat datang dan selamat bergabung..”

Aku melihat sayap hitam melebar di kedua sisi punggungku. Aku tidak tahu bagaimana kedua sayap itu berada di sana. Aku tidak bisa mengingat apapun sejak aku tiba-tiba dilempar ke sini.

Aku hanya bisa mengingat dengan jelas tentang lorong-lorong yang kulewati selama … aku bahkan tidak bisa mengingat rentang waktu yang kuhabiskan untuk melewati lorong panjang dan kosong itu. Aku hanya bisa melihat kekelaman tanpa akhir di sepanjangnya dan di satu titik terang,yang kuanggap sebagai akhir lorong. Aku terdampar di sini..

“ Siapa kalian?” Aku bertanya sarkastis pada mereka. Bukan awalan yang bagus jika mengingat aku terdampar di tempat ini.

“ Kau akan tahu siapa kami nanti.. Yang harus kau tahu sekarang adalah kenapa kau dibawa ke sini..” Mereka membawaku ke sebuah buku yang terbuka lebar. Halamannya dipenuhi tulisan-tulisan dengan bahasa yang tidak bisa kupahami.

“ Takdirmu membawamu ke sini..”

“ Takdir? Apa itu takdir?” Aku mulai tidak bisa mengerti apa yang mereka bicarakan.

“ Kau akan tahu nanti pada pertemuanmu selanjutnya..”

Mereka membawaku masuk ke dalam ruangan berpintu besi. Ruangan asing,namun aku bisa mencium aroma yang menusuk di sini. Darah membanjir di mana-mana,mereka terus menarikku masuk ke dalam. Semakin dalam,bau darah itu semakin menyengat dan telingaku bisa mendengar suara-suara seperti lolongan dari bawah sana.

“ Lepaskan… Kami…”

Suara-suara itu terdengar lebih menyanyat,menusuk ke dinding hati yang terdalam. Memohon belas kasihan terhadap siapapun yang bisa menolong mereka. Entah penderitaan macam apa yang telah dilimpahkan pada mereka.

“ Ada apa?” sebuah suara yang menegur,membuatku mundur beberapa langkah dari celah-celah bebatuan yang sedang berusaha kulihat. Didorong rasa penasaran.

“ Kau tentunya mendengar apa yang mereka berusaha teriakkan.. Kau akan bergabung bersama mereka suatu saat nanti.. Jika kau tidak bisa menyelesaikan masa ini dan kembali.”

Aku merenungkan kata-katanya. Aku tidak mengerti apa yang sesungguhnya berusaha ditanamkan olehnya dalam benakku yang sempit. Memberikan sebuah celah memori di antara bayangan-bayangan tidak nyata dalam pikiranku.

“ Masuk..” Mereka memaksa tubuhku masuk ke dalam sebuah ruangan gelap. Hanya cahaya-cahaya kemerahan dari luar yang menerobos masuk melalui jendela kecil di pintu yang menjadi penerangan utamanya.

Aku harus bersyukur karena setidaknya ruangan ini tidak menimbulkan jeritan atau lolongan seperti yang aku dengar tadi. Begitu menakutkan untuk diingat.

End of the Pov

***

             “ Kau mau ke mana?”

“ Aku mau pergi bertugas,Hyun nie-ah,mau ikut?” gadis cantik itu mengedipkan sebelah matanya. Gaun putih yang dikenakannya berkibar indah,semakin menambah auranya ketika dua sayap putih yang menggantung di punggungnya mulai melebar,menampakkan cahayanya.

“ Kau bercanda?”

“ Ayolah,Hyun nie.. Kau tahu aku tidak pernah bercanda..”

Sedikit ragu gadis yang dipanggil Hyun nie itu melangkah ke sebelah gadis yang tersenyum dengan sosok cahaya yang memikat. Dengan tegas ia melebarkan kedua sayapnya sambil memejamkan mata,menikmati tikaman-tikaman cahaya yang meluncur  turun memenuhi tubuhnya.

“ Jadi kau mau ikut?” gadis itu terlihat senang dengan kemajuan yang dialami oleh sahabatnya. Ia merasa sedikit berhasil membuat sahabatnya turun tangan dalam andil yang sama.

“ Kalau ada pilihan lain mungkin aku akan mengambilnya..” Hyun nie tersenyum datar melihat pemandangan asing yang terhampar di hadapannya. Ia seperi mengenal semuanya,tetapi tidak bisa dilukiskannya itu semua dengan benar.

Kedua gadis itu melayang di udara bebas,membiarkan semilir angin membelai wajah mereka. Hyun nie memejamkan matanya sejenak berusaha mengusir bayang-bayang aneh yang menggerogoti pikirannya.

“ Hyun nie,buka matamu.”

“ Ah,ne?” Hyun nie membuka matanya kembali mendapatkan fokusnya,ia melihat ke arah bawah dan menyadari mereka hampir sampai. Waktu yang singkat harusnya,tetapi mengingat gaya santai mereka saat terbang sudah sewajarnya mereka tiba lebih lambat.

“ Kita sudah hampir sampai..” Gadis itu mengurangi kecepatan terbangnya dan perlahan kakinya mulai menapak di tanah yang lembab sehabis terkena guyuran hujan.

“ LLuvia melakukan tugasnya dengan baik.”

“ LLuvia?” Hyun nie mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

“ Dia adalah malaikat hujan. Tugasnya seperti yang kau lihat menurunkan hujan di saat yang tepat,sehingga tidak ada lagi ladang yang kering,ataupun manusia yang kekurangan air.”

Hyun nie melihat sekelilingnya,merasa familiar dengan semuanya seolah-olah ia pernah tinggal di sana atau pernah memimpikan atau mungkin membayangkan semua yang terjadi di sana. Walaupun ini kali pertama ia menginjakkan kaki ke bumi. Dorongan kuat yang menjadi sarana kekuatannya.

“ Lalu apa tugasku,Elaine?”

Gadis yang dipanggil Elaine hanya tersenyum dan menunjuk ke satu arah. Hyun nie bisa melihat yang terjadi di sana dengan jelas. Seorang wanita yang memandang kosong ke arah di depannya,tangannya menggenggam pisau berukuran sedang namun tingkat ketajamannya tetap sama seberapapun ukuran benda itu. Di belakang wanita itu,ada seseorang dengan jubah hitamnya,membisikkan sesuatu di telinga wanita itu. Bagai sebuah candu,secara terus-menerus.

“ Kita adalah malaikat peperangan,Hyun nie,tugas kita adalah menghalau para iblis yang mengganggu pikiran manusia.”

Elaine melangkah ke sebelah kiri wanita itu. Membisikkan sesuatu yang terdengar seperti alunan sendu. Terlihat jelas sosok  berjubah hitam itu perlahan menghilang ditelan api yang menyala merah membakar habis tubuhnya. Sosok itu berteriak menyakitkan. Sesuatu yang terasa baru bagi Hyun nie.

Terjadi pergolakkan batin pada wanita itu,sesuatu yang biasa terjadi pada pertarungan antar dua kubu. Hitam dan Putih.. Tidak berlangsung lama,sosok berjubah hitam itu hangus menjadi debu.

“ Dia baru.. tanpa pertarungan..” Elaine berjalan mendekati Hyun nie yang masih terpaku di tempatnya.

“ Apa yang akan terjadi padanya?”

Elaine hanya tersenyum. Sedikit membuat Hyun nie merasakan pesona lain yang terpancar dari tubuh gadis itu. Pesona cahaya yang begitu menyilaukan.

“ Hanya Tuhan yang tahu.. Kau mau ikut ke tempat lainnya? Mungkin kau bisa mencoba tugas barumu..”

“ Aku tidak mengerti caranya bertarung..”

“ Kau akan mengerti dengan sendirinya,Hyun nie.. karena itu adalah bakat alami yang dimiliki setiap kita.”

***

             “ Kau dipanggil..”

Suara decitan pintu yang dihempas dengan keras menyadarkan sosok pria itu dari lamunannya.

“ Ke mana?” Sosok lain yang membuka pintu besi itu menghampiri sosok pria yang masih bergelut di sana.

“ Mungkin kau akhirnya mendapatkan tugas.”

“ Secepat itukah?” Pria itu bertanya dengan nada datar yang sama seperti awal kedatangan pria itu di sana.

“ Haruskah aku memberitahukannya padamu?”

“ Beritahu aku siapa namaku..”

Sosok itu hanya menyeringai aneh. Ia memegang erat borgol yang membelenggu tangan pria itu.

“ Kau akan tahu nanti..”

Jawaban yang sama yang diberikan orang-orang padanya. Satu misteri yang maish menyisakan tanda tanya besar padanya. Kenapa orang-orang begitu merahasiakan identitas aslinya? Bahkan pria itu ragu siapa dan darimana ia berasal sehingga harus tersesat dalam satu ruang yang sama sekali terasa jauh.

“ Kenapa harus nanti jika jawaban itu bisa diberikan sekarang?” Kedua sosok itu menoleh pada sosok lain yang baru saja memasuki jalan yang sedang kedua sosok itu lalui.

“ Kim Kibum,memang itulah yang harus kita lakukan..”

“ Kuberitahu satu hal padamu..” sosok itu mendekatkan bibirnya pada telinga pria yang sedang menundukkan kepalanya.

“ Kau akan mendapatkan satu tugas berat..mungkin bisa membawamu kembali.”

***

             Aku berjalan dalam kesunyian. Aku tidak mengenal tempat ini namun seakan ada yang menuntunku untuk tetap berjalan lurus ke satu titik cahaya di sana.Sinar terang membuatku harus menutup mata. Menghindari kontak langsung dengan sinar-sinar itu.

             Semakin lama tempat yang tadinya hanya merupakan sebuah lorong panjang tanpa jeda berganti dengan sebuah ruangan lain..Ruangan yang terdiri dari beberapa makhluk yang wajahnya diliputi cahaya keemasan. Aku sama sekali tidak bisa melihat siapa mereka.Tetapi perlahan suara-suara halus yang secara halus dibisikkan tepat di telingaku,mengunciku untuk tetap mendengarkan.

             “ Selamat datang..”

             “ Siapa kalian?”

             Suara-suara itu terus-menerus menggema. Aku mengatupkan kedua bibirku rapat-rapat,tetapi seakan aku bisa berkomunikasi dengan mereka.

             “ Kau yang akan bergabung bersama kami..”

***

Someone Pov

“ Selamat datang pada tugas pertamamu..”

“ Apa yang harus kulakukan?”

Misteri ini terasa semakin membingungkan,setelah perkataan sosok itu padaku. Tugas ini seperti tantangan yang sudah disiapkan untukku. Jika aku berhasil melewatinya aku bisa kembali.

“ Kau akan mendapatkan satu tugas berat..mungkin bisa membawamu kembali.”

Satu hal yang berhasil kuyakini adalah tugas ini tidaklah mudah. Aku bahkan tidak tahu ke tingkat mana aku akan melangkah,ke satu tempat yang mungkin adalah tempat asalku. Setidaknya itu yang bisa aku tangkap dari kata-kata kunci yang mereka katakan.

“ Jonghyun,kau.. antarkan dia.” suara berat itu sudah memberikan perintah kepada sosok yang sejak tadi masih berdiri di belakangku.

Sosok itu melangkah maju,mensejajarkan posisinya dengan posisiku. Membungkukkan badannya hormat sebelum menarik rantai belenggu yang masih mengunci kedua tanganku.

“ Semoga beruntung pada tugas pertamamu..” Aku mendengar suara sosok yang dipanggil Kibum,berdentang di telingaku. Seperti bunyi lonceng peringatan.

“ Kemana kita akan pergi?” Aku bertanya pada sosok yang dipanggil Jonghyun. Ia membentuk api kecil dari kedua tangannya,api berwarna biru itu perlahan membentuk sebuah kunci dan membuka rantai besi itu dan menghempaskannya di lantai menjadi abu.

Aku menggerakkan kedua pergelangan tanganku yang terasa kaku seolah rantai besi itu masih tergeletak di sana mengunci pada titik yang tepat.Menjadikan tanganku seperti batu.

“ Kita akan ke bumi..”

“ Bumi?”

“ Satu tempat yang dulunya indah,tetapi sekarang dipenuhi berbagai makhluk egois..Mungkin suatu saat tempat itu akan semengerikan tempat ini..”

Aku tidak merasa asing dengan nama tempat itu. Mungkin aku pernah berada di tempat itu sebelumnya pada dimensi waktu yang berbeda.

“ Boleh aku bertanya sesuatu?” Aku dan Jonghyun berjalan menuju satu gerbang. Megah dipenuhi batu Kristal hitam yang berkilau,tetapi gerbang itu terkunci rapat.

Jonghyun hanya menggangguk sekilas sebelum membentuk gumpalan api lain yang lebih besar. Berwarna merah,sama seperti langi tdi tempat ini. Semuanya berwarna merah menyerupai darah.

“ Siapa namaku sebenarnya?”

“ Namamu Lee Taemin..”

End of the pov

***

Hyun nie pov

“ Bagaimana hari pertamamu di bumi,Hyun nie? Kau menemukan sesuatu yang menarik?”

Aku menoleh pada Elaine yang berada di belakangku. Sejujurnya banyak hal yang bisa kupelajari hari ini. Termasuk tugasku selama aku berada di sini. Penolakan yang dulu sempat menggelayuti hatiku perlahan mulai mencai. Aku menikmati peranku sebagai malaikat penjaga perdaiman. Tidak secara langsung turun berperang,namun tetap harus bersiaga menghadapi serangan makhluk ‘dunia hitam’.

“ Mungkin seharusnya aku berperan sebagai malaikat pembawa cinta.” Aku mengambil anak-anak panah berwarna keemasan yang berada di sampingku. Memandangi guratan-guratan emas yang tercetak di sana.

“ Itu bukan takdirmu,Hyun nie-ah.. Apa yang kau pikirkan dari tugas membawa benih-benih cinta pada hati setiap insan manusia?”

“ Aku lebih suka memanah mereka dengan panah berisi perasan cinta dibandingkan harus memanah makhluk-makhluk itu hingga hangus menjdi debu. Pekerjaan baru yang berat.”

“ Apa kau betah berada di sini,Hyun nie-ah?”

“ Ini dunia paling indah yang pernah kulihat. Aku merasa pernah tinggal di satu dunia lain yang dipenuhi berbagai perasa kotor dari makhluk yang berada di dalamnya. Tetapi aku merasa kosong…”

“ Apakah kau mau tinggal di sini selamanya?”

“ Mungkin tidak..”

Aku merasa ada yang ganjil di sini. Aku merasa sebagian dari diriku menolak tinggal di sini. Bagian lain dari diriku menginginkan tempat ini sebagai rumahku namun sekarang bukan waktu yang tepat.

“ Aku merasa harus pergi ke satu tempat lain,tapi aku tidak tahu di mana.”

Elaine tersenyum padaku. Satu senyum yang menyimpan segudang misteri di dalamnya. Aku tahu dia menyembunyikan sesuatu namun aku tidak pernah tahu apa yang ada di balik senyumannya.

“ Baiklah,Hyun nie,kalau kau sudah tahu tugasmu,lebih baik kau kembali ke bumi.”

Elaine menyisir rambutnya yang berwarna hijau terang menggunakan jari-jarinya. Tatapannya lurus menghantam kedua bola mataku. Seolah memberikan perintah.

“ Aku .. sendiri?”

“ Tentu saja,Hyun nie,satu hari cukup untuk mengajarimu beberapa hal. Aku yakin kau bisa melakukannya.”

“ Aku..”

“ Cukup satu hari untuk membimbingmu,Hyun nie..Kau sudah tercipta sedemikan rupa dengan semua bakatmu.”

End of the pov

***

Author Pov

“ Tugas kita adalah mengganggu mereka..” Taemin melihat ke arah yang ditunjuk Jonghyun menggunakan dagunya.

Sekelompok anak-anak kecil yang sedang bermain bersama. Wajah mereka terlihat berseri-seri,senyuman tidak pernah lepas dari wajah mereka.

“ Kita lebih memilih korban anak-anak karena kepolosan mereka. Mereka lebih mudah dipengaruhi.”

Taemin memperhatikan wajah anak itu satu per satu. Aura yang terpancar jelas berbeda. Taemin merasakan adanya aura kegelapan pada salah satu anak yang berdiri di pojok melihat pemandangan teman-temannya yang sedang bermain dengan tatapan dengki. Bakat terpendamnya mulai keluar di hari ia menjalankan tugas pertamanya.

“ Kau lihat aura anak itu?” Jonghyun menujuk satu anak yang aura hitamnya paling jelas.

“ Kita tidak harus berusaha keras mempengaruhinya berbuat jahat. Ia sudah mempunyai bibit itu di dalam,kita hanya perlu membisikkan kata-kata penyesatan ke dalamnya.”

“ Biar aku yang memberi contoh..” Jonghyun melangkah mendekati anak itu. Jubah hitamnya berkibar bebas,seolah menandakan keperkasaannya.

Jonghyun berlutut di sebelah anak itu dan mulai membisikkan beberapa kata di sana. Taemin bisa melihat dengan jelas aura hitam hitam itu semakin menggelap. Perlahan Jonghyun menjauhkan tubuhnya dari tubuh pria mungil itu. Dengan tatapan penuh kepuasan,Jonghyun berjalan mendekati Taemin.

“ Kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya.”

Anak itu berjalan mendekati teman-temannya yang sedang bermain dan tertawa. Menarik salah satu di antara mereka menjauh. Kemudian anak itu dengan tegas berbicara beberapa kata sebelum menghempaskan tubuh anak yang ditariknya ke tanah. Refleks anak itu menangis.

“ Tangisan mereka,perbuatan jahat mereka.. adalah kesempurnaan tugas bagi kita.”

Jonghyun tersenyum dan hendak melanjutkan kata-katanya,ketika sebuah panah menusuk bagian belakang tubuhnya. Taemin mundur beberapa langkah saat tubuh Jonghyun mulai terbakar habis. Erangan dan jeritan menyayat pilu terdengar keluar,Taemin berusaha menyentuh tubuh Jonghyun namun yang bisa ditangkap oleh tangannya adalah lelehan tubuh Jonghyun yang perlahan berubah menjadi abu.

Taemin menoleh ke belakang melihat siapa sosok yang melakukan itu. Tidak mungkin manusia adalah pelakunya,mereka tidak bisa menyadari keberadaan makhluk hitam itu.

Rambut hitamnya berkibar di tengah semilir angin yang menerbangkan beberapa bagian gaun putihnya. Sayap putihnya terbentang lebar,tatapannya membekukan. Sejenak Taemin dan sosok itu saling berpandangan,menghentikan waktu yang terus bergulir di antara mereka.

Keheningan terus berlanjut di antara mereka sampai sosok bergaun putih itu mengangkat anak panahnya yang berwarna keemasan ditimpa cahaya matahari. Tepat mengarah ke tubuhnya. Seakan mendapatkan suntikan kekuatan Taemin menghindari serangan makhluk itu,panahnya hanya berhasil menembus angin dan tergeletak di tanah kemudian menghilang.

Kedua bola mata mereka kembali bertemu sebelum Taemin melebarkan sayap hitamnya dan meninggalkan tempat itu. Hyun nie memandang kepergian Taemin dengan geraman kecil. Ia merasa gagal karena telah meloloskan satu makhluk dunia hitam itu.

“ Suatu saat kita akan dipertemukan lagi.”

***

             “ Mungkin sudah menjadi takdirnya. Kita memang selalu hidup berdampingan bersama makhluk dunia putih itu.” Kibum menepuk pundak Taemin ringan.Tidak dipungkiri binasanya Jonghyun membuat Taemin sedikit merasa terpukul. Terlebih hari itu adalah hari pertamanya bertugas.

“ Seperti apa makhluk dunia putih itu?”

“ Mereka adalah makhluk pilihan bercahaya,bergerak mendampingi manusia berdasarkan perintah Tuhan. Tugas kita ada menyesatkan banyak umat manusia dan mereka melakukan sebaliknya,dunia kita dan mereka berlawanan.”

Taemin hanya terdiam merenungkan kata-kata Kibum. Semuanya terasa begitu cepat di benaknya. Tatapan mata gadis itu tidak asing baginya. Ia pernah melihat tatapan itu sebelumnya.

Sekelebat kejadian memasuki ruang pikirannya. Wajah gadis itu,ketegasan yang tercipta di sana membawa tanda tanya besar. Namun sesuatu yang diinginkan Taemin adaah bukan karena wajah gadis itu yang familiar melainkan karena gadis itu membunuh Jonghyun. Walaupun itu adalah tugasnya.

Sesuatu yang membakar bagian dalam hatinya,menimbulkan satu tekad kuat untuk kembali masuk ke dalam pertarungan bersama dengan gadis itu.

“ Kau masih memikirkan kejadian tadi?”

“ Ne,aku merasa terbakar.. Aku merasa terbunuhnya Jonghyun adalah satu kenyataan yang harus dibalas.”

“ Untuk itu,Taemin,kerjakan tugasmu dengan baik.. Bukan tidak mungkin kau akan bertemu lagi dengannya dalam waktu yang lain.”

***

             Darah tercium di mana-mana,jeritan dan langkah kaki orang yang berlarian terdengar memecah suasana tegang yang sempat tercipta. Decitan ban mobil akibat direm secara mendadak turut menambah suara di antara kepanikan.

             “ Hubungi ambulans sekarang..”

             Beberapa orang berkerumun di antara bangkai-bangkai mobil yang mengeluarkan asap tipis. Di sana terletak manusia yang bersimbah darah. Tubuhnya terkulai lemas tidak sadarkan diri. Salah satu orang yang bersimpuh di sisinya menangis keras,berteriak histeris saat tangannya ikut bermandikan darah yang masih membanjir di sekeliling tubuh orang itu.

             Beberapa orang lainnya hanya bisa menonton dan menyaksikan kejadian memilukan itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Berniat menolong tetapi tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu bantuan medis datang.

             Kemacetan parah ditimbulkan oleh kerumunan itu. Suara klakson yang saling bersahut-sahutan tidak bisa meredam suara sayatan itu. Hanya suara sirine mobil ambulans yang menimbulkan ekspresi kelegaan di sana,membawa secercah harapan di wajah orang-orang itu.

             “ Tenanglah..mereka akan baik-baik saja..”

***

             “ Harusnya kau merasa bangga,kenapa wajahmu suram?”

“ Aku tidak berhasil memanah salah satu di antara mereka..” Hyun nie memandang sungai berair jernih di hadapannya. Memainkan jari-jarinya di antara ikan-ikan kecil bercorak warna-warni yang berlalu di sana.

“ Kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik,hyun nie..”

“ Aku merasa mengenalnya.. Tatapan matanya yang dalam mengingatkanku pada sesuatu..”

“ Berarti kau sudah bisa bertugas tanpaku,bukankah begitu,Hyun nie?”

Hyun nie hanya menjawab dengan senyuman. Pertemuannya dengan makhluk dunia hitam itu membawanya pada satu arah,tercermin dengan jelas dalam ingatannya. Pertemuannya dengan makhluk itu seakan membuka kunci ruang berisi tanda tanya besar yang selama ini selalu menggantunginya.

Hyun nie bangun dari posisi duduknya,melangkah dengan pasti menuju satu arah. Pikirannya masih terpatri kejadian yang baru saja dialaminya.

“ Kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya,Hyun nie.. Takdir yang akan membawamu ke sana.”

***

             Bunyi itu masih menandakan kehidupan. Kehidupan semua yang dijalani manusia yang masih terbaring lemah di sana. Hanya alat itulah satu-satunya acuan untuk mengatakan kalau ia masih hidup. Semuanya menandakan keputusasaan,sisa-sisa harapan yang masih bisa digali hanya terletak di alat pemicu itu,yang masih memandakan garisan-garisan detakan yang tersisa.

“ Berapa lama?”

“ Hampir 1 minggu tetapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh mereka selain menunggunya membuka mata.”

Beberapa orang itu melangkah keluar dengan sisa-sisa air mata yang masih menetes di sudut mata mereka. Terlalu menambah putus asa dan aura kesedihan jika mereka menangis di dalam ruangan. Terlalu banyak sendu yang harus diredam.

Hanya berjarak beberapa ruangan dari ruangan itu,terletak takdir kehidupan yang sama. Manusia yang berbaring di sana,hanya seperti menunggu sesuatu. Sesuatu yang akan membawanya pergi dari kehidupannya selama ini.

Sudah cukup lama mereka menunggu dan membiarkan dia seperti itu. Beberapa kata menyerah sudah diucapkan terhadap kondisinya yang tidak membaik namun tidak memburuk.

“ Satu bulan..”

“ Cukup lama kita menunggu tanpa hasil..”

“ Apakah kita harus membiarkan dia pergi?”

“ Satu ketenangan yang mungkin bisa didapatkannya..”

“ANDWAEEE!!! DIA MASIH HIDUP..”

“ Dengan kondisinya yang seperti ini mungkin harapannya untuk kembali normal hanyalah sia-sia.”

***

             “ Akhirnya kita bisa bertemu..” Hyun nie memalingkan wajahnya pada satu sisi lain. Sosok itu berjarak tidak kurang dari lima meter di sebelahnya.

Hari itu merupakan hari tenang baginya. Dari awal tugas berjaganya tidak ada tanda-tanda kehadiran makhluk asing di sekelilingnya. Tidak ada makhluk yang bisa diubahnya menjadi debu. Tidak dipungkiri kehadiran makhluk hitam itu membuat Hyun nie merasa sedikit lega. Bukan karena ia bisa menghabisi makhluk itu menjadi serpihan debu seperti yang dikatakannya,melainkan karena makhluk itu seperti menyimpan kunci identitasnya.

“ Silahkan kalau kau ingin mengacau.. Aku akan dengan senang hati menembakkan panah ke arahmu.”

Sosok itu hanya menyeringan penuh misteri. Tidka berniat beranjak sedikitpun dari posisinya.

“ Memang itu sudah menjadi jalan untuk kita berdua.”

Taemin menghapus senyum di wajahnya. Ia merentangkan kedua tangannya dan memejamkan mata. Ketika kedua mata itu kembali terbuka,Taemi membentuk bola api dengan kedua tangannya. Bersiap menyerang makhluk yang bersinar terang tidak jauh darinya.

Hyun nie yang seperti sudah tahu apa yang akan dilakukan Taemin padanya bergegas menghindar dari pohon yang tadi menjadi tempatnya berpijak. Dengan jelas bola api yang diluncurkan Taemin menghantam pohon itu kemudia lenyap bagaikan sinar. Senjata-senja mereka tidak bisa merusak benda dalam dunia manusia karena senjata dan kekuatan tidak diperuntukkan untuk menyerang manusia.

“ Serangan pertama,huh?!” Hyun nie mulai waspada saat dilihatnya Taemin membentuk bola api lain di tangannya. Namun pria itu tidak langsung melemparkan api di tangannya,ia hanya menunjukkan senyumannya.

“ Anggap saja sebagai salam perkenalan dariku..”

“ Perkenalan atau pembalasan?”

Perkataan Hyun nie menyulut emosi lain dalam diri pria itu. Taemin melemparkan serangan keduanya namun tidak berhasil melukai gadis itu sedikitpun.

“ Apa maumu sebenarnya?” Hyun nie bersiap menyerang Taemin. Ia membentu bola cahaya dari kedua tangannya.

“ Kau sudah tahu di mana takdir kita berpijak.. Berlawanan dan seharusnya aku menghanucrkanmu..”

Secara mendadak Taemin melemparkan pisau yang terselip di jubahnya. Pisau itu berhasil menggores lengan atas gadis itu. Hyun nie meringis kecil,tidak ada darah yang keluar dari sana.Tetapi irisannya cukup luar bisa,memperlambat gerakan gadis itu.

“ Kau yang memintanya..” Hyun nie berjalan mendekati Taemin,tangannya digunakan untuk menahan luka yang terdapat di tangannya yang lain. Wajahnya tampak kesakitan namun semangat yang membara di sana tidak tergantikan.

Jarak antara dirinya dan Taemin hanya terpaut beberapa meter. Ia dan Taemin saling berdiri berhadap-hadapan. Melemparkan tatapan mautnya masing-masing. Taemin merasa lebih beruntung karena gadis itu tidak langsung menyerangnya.

Walaupun gerakannya melambat,tenaga Hyun nie masih cukup untuk membumi hanguskan Taemin. Ia membuat bola cahaya dengan kedua tangannya,wajahnya meringis menahan sakit. Kekuatan itu membuat lukanya seperti terbakar.

Taemin sudah bersiap menerima serangan,ia membentuk bola api lainnya. Namun Hyun nie melemparkan bola cahaya berkekuatan penuh itu ke arah kaki makhluk itu. Membuat Taemin melepaskan bola apinya ke sembarang arah. Ia mengerang saat kakinya seperti mendapat tusukan ribuan pisau. Tetapi matanya tetap tidak menunjukkan penyerahan.

Walaupun masih berada dalam posisi meringis di tanah. Taemin melemparkan senyuman ejekan lain. Seolah tidak merasakan sakit pada bagian tubuhnya yang diserang. Terlalu mudah baginya untuk menyerah.

“ Tidak cukup untuk membuatku hangus..”

Hyun nie tertunduk,serangan tadi walaupun hanya dilakukan sekali cukup membuat tangannya terluka semakin parah. Ia berusah mengambil busur dan anak panahnya. Bersiap melemparkan serangan lain pada Taemin.

Taemin melihat gerakan Hyun nie yang terpatah-patah akibat luka yang ditimbulkannya. Taemin memejamkan matanya menelan rasa sakit yang menggelayutinya. Ia berusaha berdiri walaupun akhirnya yang bisa ia lakukan hanya berlutut. Kakinya seakan tidak mampu lagi menopang berat tubuhnya.

Ia membentuk bola api lain dengan ukuran cukup besar. Serangan demi serangan melukai keduanya. Dalam kekuatan yang seakan sama besar,tidak ada kata menyerah yang diucapkan keduanya seakan mereka tidak terluka. Walaupun yang terjadi sebenarnya adalah keduanya ingin sekali berteriak menyerah.

Namun karena bendera peperangan sudah dikibarkan tidak ada kata seri. Harus ada yang menang dan berjaya dan harus ada yang kalah dan hancur.

Hyun nie mengambil anak panah terakhirnya dengan sisa-sia kekuatan yang dipunyainya. Taemin tidak sanggup membuat bola api,ia mengambil senjata lain yang terselip di jubahnya.

Mereka saling melemparkan tatapan maut. Seakan ingin menunjukkan seberapa besar kekuasaan yang mereka miliki. Hyun nie menatap tajam bola mata hitam itu,sebelum melepaskan anak panahnya dengan pasti ke arah pria itu. Dengan kecepatan angin panah itu berhasil menusuk bagian tubuh pria itu dan membakarnya.

Hyun nie tidak bisa menyaksikan kemenangannya karena pisau yang dilemparkan Taemin tepat mengenai bagian tubuhnya. Membuatnya limbung dan terjatuh. Tubuhnya diliputi cahaya terang.

Pertarungan selesai tanpa ada yang menang maupun kalah..

***

             “ Kau sudah menemukan siapa dirimu.. kembalilah..”

             “ Jika kau sudah tersadar ingatlah kalau kau pernah menjadi bagian dari kami.”

             “ Kami akan mengirimkan tanda kalau kau pernah bersama kami. Jadi jangan pernah melupakan kami.. Anggaplah kenangan bersama kami adalah bagian dari kotak memorimu yang terbuka..”

             “ Di suatu kesempatan lain kita akan bertemu di garisan takdir yang lain..”

***

             Mata yang masih terpejam itu bergerak cepat.Seakan baru mendapat suntikan mimpi buruk yang panjang. Alat pendeteksi detak jantungnya yang selama ini bergerak stabil perlahan mulai menunkjukkan efek lain,garis-garis yang naik dan turun dengan cepat.

Manusia yang berada di sana yang menggantungkan hampir seluruh hidupnya di alat-alat itu. Perlahan menggerakan bagian tubuhnya.. Tidak ada yang berada di sana untuk menyaksikan perubahan drastis itu. Keluarganya sudah terlanjur putus asa dengan keadaannya yang tidak berubah selama beberapa waktu.

Perlahan mata yang selama ini menutup mulai terbuka. Berusaha menyesuaikan matanya yang selama ini tertutup rapat dengan keadaan lampu di ruangannya yang menyala terang langsung menyerbu masuk,menusuk-nusuk indera penglihatannya.

Suara decitan pintu yang dibuka,membuatnya refleks menoleh,menyambut siapapun yang berada di sana seolah memamerkan keadaannya yang sudah berubah dari sejak pertama kali ia menempati ruangan itu.

“LEE HYUN NIE..”

***FIN***

 

4 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Oneshoot] When I Sleep (Spesial ultah)

  1. Aish… Pertama.. Kecup pipi kanan dan kiri buat sahabatku yang satu ini.. Gomawo sayong.. hahaha.. and then… Terimakasih banyak.. Jeongmal Gomawo :* Bagusnya.. Suka karakter Taemin and diriku sendiri #ngarep.. Bertengkar antara si hitam dan putih.. hahaha Gomawo.. Sukses selalu =D

    • Huwaaa sayang maaf ya baru bales komenmu😛
      syukur deh kalo kamu suka padahal aku sendiri udah hopeless sama ini ff >.<
      mau dibawa kemana ga tau T.T

      iya makasih sayang
      kmu juga sukses selalu dalam berkarir😀

  2. Aku kira Taeminnie juga bakal diceritain lebih kkk~ bagus eonnie yaaa.. . ҉~(˘▿˘҉) (҉˘▿˘)~҉ . ҉~(˘▿˘҉) (҉˘▿˘)~҉ \=D/èèé♪•\=D/•♪àäâ\=D/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s