[Korean Fanfiction/Straight/Series] Whether I Hate You or Not (Chapter 9)

Title                      : Whether I Hate You or Not

Author                  : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating                   : PG13/NC17/Straight/Series/On Writing

Genre                   : Romance/Angst/Tragedy/Family/ Marriage Life/School Life

Cast                       :

Main Cast            : Super junior – Lee Donghae

Kim Yoonmi

Kim Saena a.k.a Choi Saena

Kim Yoonhee

Support cast           : SHINee – Choi Minho,Kim Jonghyun

SS501 – Kim Hyun joong

Super junior – Cho Kyuhyun

Other Cast : FIND BY YOURSELF!

Disclaimer           : Super junior is belong to God,SM Entertaiment,and their parents.SS501 Kim Hyun joong is belong to God,DSP Entertaiment,and his parents.SHINee Choi Minho is belong to God.SM Entertaiment,and his parents.It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic.Please take with full credit.

Warning :  Lolicon,A little bit violence,and NC

Chapter  9 – The Past is Come back

#NP

Soyu Sistar – Should I Confess (OST. Playfull kiss)

BoA – Only One

Sebenarnya apa yang diinginkan oleh pusaran waktu bernama masa lalu? Kenapa ia mengirimkan tokoh-tokohnya untuk masuk dan ikut mengambil andil dalam kehidupan mendatang padahal seharusnya masanya sudah berlalu?

***

Author Pov

“ Chukae..” Jonghyun mengulurkan tangannya ke hadapan Yoonhee. Tersenyum dengan caranya yang biasa,namun ada yang lain dari tatapan sendu itu. Kesedihan yang tergambar di sana tidak dapat teruraikan.

Yoonhee hanya memberikan senyumannya yang seperti biasa. Tidak ada tatapan kebahagiaan yang meluap-luap di sana. Seolah-olah beberapa hal yang terjadi belakangan ini,menyangkut dirinya dan Minho,sama sekali tidak ada apa-apanya. Semua perjuangannya dalam pencarian titik itu terasa hampa,bahkan cinta yang selama ini diimpikannya sama sekali tidak memuaskan.

“ Sepertinya kau tidak bahagia..” tanpa disuruh Jonghyun menarik kursi kosong yang berada di sebelah gadis itu,lalu meletakkan tubuhnya di sana.

“ Kalau kau ke sini hanya untuk mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Silahkan pergi.. pintu keluar ada di sana..” Yoonhee menunjuk pintu kelasnya yang terbuka dengan dagunya.

“ Kenapa kau tiba-tiba berkata ketus seperti itu.” Jonghyun tidak bia menangkap adanya sinyal lain dari tatapan mata gadis itu. Yoonhee terdiam dalam pikirannya,terlalu lelah untuk beragumen.

“ Sepertinya hubunganmu dan Minho itu tidak berjalan terlalu baik,bukan begitu nona sok kuat?”

Yoonhee melotot mendengar Jonghyun memanggilnya dengan panggilan yang menurutnya ‘merendahkan’. Jonghyun terkekeh pelan mendalami arti tatapan Yoonhee padanya.

“ Siapa yang mengatakan aku adalah nona sok kuat? Aku tidak pernah berpura-pura kuat asal kau tahu Kim Jonghyun,aku selalu kuat.”

Bibir bawah Yoonhee bergetar saat mengatakan kalimat itu. Ia memang tidak pernah terlihat lemah dalam hidupnya. Tidak pernah sekalipun sejak masih kecil,Yoonhee tidak pernah benar-benar merasakan kasih sayang ayahnya,membentuknya menjadi pribadi yang keras. Ia tidak tampak menyedihkan pada saat ia harus rela melepaskan Minho dan bahkan saat ia tahu kenyataan terpahit dalam hidupnya.

“ Terkadang menangis itu perlu..”

Yoonhee mengabaikan kata-kata yang keluar dari mulut Jonghyun. Ia tetap fokus pada pandangannya terhadap buku pelajaran di tangannya.

“ Itu membuktikan kau adalah manusia normal. Bisa merasakan sakit dan terkadang kita harus menyerah pada keadaan. Tetapi jangan sampai terperosok terlalu dalam pada kesedihan. Semuanya harus berjalan dengan seimbang.” Jonghyun melanjutkan perkataannya,tanpa memperdulikan Yoonhee yang kelihatan tidak begitu peduli pada apa yang dikatakannya.

“ Aku tidak mengerti ke mana arah pembicaraanmu,Kim Jonghyun..”

“ Aku hanya berusaha mengatakan kenyataan,Yoonhee… Kita tidak bisa memaksakan sesuatu,jika kau merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Keluarlah dan pergilah dari lingkaran yang menyesatkan itu… Pergi sebelum kau benar-benar menyesal.”

“ Aku sepertinya mulai paham apa yang kau bicarakan,kau bermaksud menyindir hubunganku dan Minho,benar begitu? Aku tahu Jonghyun kau menyukaiku dan kau menginginkan aku berpisah dengannya,tapi aku tekankan padamu,aku tidak akan pernah melepaskannya.”

“ Aku tidak pernah menyuruhmu melepaskannya,Yoonhee… Kau harus melihat ke dalam dirimu,apakah tindakanmu ini menyulitkanmu atau tidak? Salah satu sifat terburukmu adalah terlalu memaksakan diri.”

Yoonhee menoleh pada Jonghyun. Pria itu menyentuh salah satu ruang privasinya,membuat emosi gadis itu tersulut.

“ Pergilah,Jonghyun..”

“ Aku hanya mengingatkanmu,Kim Yoonhee..” Pria itu bangkit dari kursi yang didudukinya dan menepuk pundak Yoonhee sekilas sebelum meninggalkan gadis itu.

Jonghyun hanya melihat sekilas ke arah beberapa gadis yang sedang bergerombol di koridor,berbisik-bisik. Dari gelagat mereka Jonghyun tahu,kalau gadis-gadis itu sedang membicarakannya dan Yoonhee. Tanpa diberitahu oleh siapapun Jonghyun mengerti bahwa mereka entah sengaja atau tidak mendengar pembicaraannya dan Yoonhee,tetapi pria itu tidak menegur mereka yang jelas-jelas telah melanggar privasinya,pria itu hanya berjalan santai di tengah-tengah bisikan gadis-gadis itu yang terdengar semakin jelas menyebutkan namanya dan Yoonhee.

“ Astaga,coba lihat itu.. Kim Jonghyun dan Kim Yoonhee. Aku tidak tahu kalau Yoonhee adalah gadis yag serakah. Ia sudah mendapatkan Minho,sang pangeran sekolah,tetapi ia masih bermain api dengan Jonghyun.”

“ Ne,Yoonhee sama sekali tidak mengerti arti bersyukur.Sudah mendapatkan Minho yang jelas-jelas adalah incaran kita semua,sekarang ia dan Jonghyun..”

“ Jonghyun dan Minho.. Jauh sekali.”

“ Tetapi Jonghyun itu yang mendekati Yoonhee sepertinya tidak mungkin dia tidak tahu Yoonhee dan Minho sudah bersama.”

“ Ahh Yoonhee bisa saja menolaknya,tetapi sepertinya ia sama sekali tidak menolak kehadiran Jonghyun tadi…”

“ Eh ia tadi pagi,sewaktu aku datang ke sekolah aku melihat Minho dan Yoonhee  sepertinya terlibat perkelahian kecil..”

“ Jinjja? Sudah kuduga ada yang bermasalah dengan perempuan itu..”

“ Memang benar,perempuan itu..”

Serentetan kalimat pedas mulai berluncuran dari para gadis yang masih bergerombol di koridor. Membicarakan tentang nama tiga orang insan. Tanpa tahu salah satu dari tiga insan itu mendengar dengan jelas setiap penuturan itu.

“ Yoonhee dan Jonghyun,bisa kalian jelaskan?”

Kata-kata yang meluncur bebas dari mulut seseorang yang baru saja tiba di koridor dengan sigap menghentikan celotehan riang gadis-gadis itu.

Whether I Hate You or Not©2011-2012 by Ksaena

Chapter 9-The Past is comeback

ALL RIGHT RESERVED

        Jessica masih terus merapatkan tubuhnya pada tubuh Donghae,berusaha melepas rindunya yang kian menggebu-gebu,ia tahu perbuatannya tidak benar apalagi Donghae baru saja menjadi milik orang lain. Tetapi menyadari perlakuan Donghae yang seolah-olah menerimanya,membuat Jessica mengabaikan kenyataan bahwa pria itu sudah menikah dan sah menjadi milik orang lain.

        Jessica memejamkan matanya,indera penciumannya menangkap harum tubuh Donghae yang lama tidak dirasakannya,menggelitik tubuhnya,membuatnya bergerak gelisah dalam pelukan Donghae.

        “ Ada apa?” Donghae yang menyadari perubahan gerak-gerik Jessica,berbisik pelan ditelinga gadis itu.

“ Aku sudah tidak terbiasa lagi dengan bau tubuhmu,hae.” Jessica melepaskan pelukan tangannya pada leher Donghae. Gadis itu menjauhkan wajahnya untuk mengusir perasaan menggelitik dalam tubuhnya.

Donghae terdiam,sebelah tangannya masih memegang pinggang gadis itu,seolah tidak rela melepaskannya. Pikirannya melayang pada sisi masa lalunya dengan Jessica,bagaimana kedekatan mereka berdua. Bagaimana mereka menghabiskan wkatu bersama dan bagaimana Jessica mengungkapkan kesukaannya memeluk laki-laki itu karena harum tubuhnya yang khas dan menenangkan. Semuanya itu mengitari memori Donghae dan melemparkannya pada kenangan masa lalu yang sudah ditinggalkannya selama bertahun-tahun,semua itu terasa indah sampai bayangan Yoonmi menghampirinya. Tatapan dingin gadis itu saat pertama kali mengenalnya.

Donghae tersentak dan seolah baru kembali sadar pada dunianya,ia melepaskan pegangan tangannya dari pinggang Jessica. Gadis itu cukup terkejut dengan tindakan Donghae yang tiba-tiba. Bisa dikatakan ia terlanjur terlena dalam bius pesona pria itu dan sekarang ia harus menelan kekecewaan.

“ Jessica,pergilah…” Donghae mengalihkan pandangannya ke arah layar laptopnya menghindari tatapan menusuk Jessica yang terhunus padanya.

“ Ada apa,hae? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?”

“ Aku sudah menikah dan aku rasa kau sudah mengetahuinya.” Nada bicara Donghae tiba-tiba berubah menjadi ketus,setengah mengusir.

“ Tadi kau tidak menolak pelukanku,hae…” Gadis itu berusaha tertawa hambar,ia memainkan ujung rambutnya yang dikeriting gantung.

Donghae menyadari kesalahannya namun ia tidak mengakuinya,ia berusaha menjaga agar tatapannya tidak mengarah pada gadis itu,namun kenyataannya ia sangat ingin melihat kedua bola mata gadis itu. Entah perasaan macam apa yang sebenarnya berkecamuk di dalam dadanya.

“ Baiklah kalau kau ingin aku pergi…” Jessica mengambil tas tangannya yang terdapat di atas meja kerja Donghae.

Gadis itu melebarkan senyumannya ke arah Donghae sebelum benar-benar melangkah keluar dari ruangan pria itu. Gadis itu tidak benar-benar tersenyum,karena ketika pintu berbahan kayu itu tertutup senyuman di wajahnya menghilang,terhapus oleh semburat-semburan kesedihan yang menaunginya.

Gadis itu melangkah ringan menjauhi ruangan Donghae. Sedikit kecewa karena pria itu mendadak menolak kehadirannya,tetapi ia tidak bisa memaksakan diri berada di sana. Ia sendiri tidak yakin mengapa ia berada di sini,di tempat pria yang mengisi kenangan-kenangan indah masa lalunya berada. Hatinya terlalu sempit untuk menerima status baru pria itu,baginya pria itu masih berhutang penjelasan padanya.

“ Kim Yoonmi… Kau… lagi.” Gadis itu menggumamkan sebuah nama,penuh nada sarkastis di dalamnya.

Yoonmi melihat bayangan Jessica melintas beberapa meter dari tempatnya berdiri.Otomatis Yoonmi merapatkan dirinya ke arah dinding,takut-takut kalau gadis itu melihatnya. Pikiran-pikiran negatif mulai bergelantungan di benaknya melihat kemunculan gadis itu di kantor Donghae. Apalagi menurutnya urusannya dengan gadis itu harusnya sudah selesai,mengingat acara resepsi pernikahannya dan Donghae yang berjalan sukses.

“ Kenapa dia ada di sini?”

Yoonmi mengurungkan niatnya untuk keluar,ia melangkahkan kakinya menuju lift dan menekan tombol anak panah ke atas. Pikirannya melayang ke arah pertemuan pertamanya dengan Jessica. Wajah gadis itu yang familiar mengingatkannya pada…

Ting!

Pintu lift di hadapan Yoonmi terbuka,gadis itu langsung melangkah masuk dan menekan tombol angka 7,lantai di mana ruangan Donghae berada. Gadis itu menunggu dalam diam sambil memperhatikan angka-angka yang terus berjalan naik.

Donghae dan Jessica apa mereka?

Yoonmi melangkah keluar menuju lorong yang akan menghubungkannya dengan sebuah pintu kaca buram menuju ruang kerja seseorang yang kini berstatus sebagai suaminya itu.

“ Annyeong nyonya Lee…”

Yoonmi tertawa kecil saat Jaehwa berdiri dari kursinya dan menyapanya dengan formal,canggung mengingat mereka sebenarnya sudah saling mengenal cukup lama. Mungkin perubahan statusnya yang cukup mendadak membuat sebagian besar karyawan di perusahaan itu menaruh kecurigaan padanya.

Yoonmi sadar hal itu sejak dirinya masuk perusahaan Shining Dream,sejak dirinya tiba-tiba menjadi designer utama di sana,membuat semua rekan kerjanya memalingkan wajah ketika melihatnya,atau hanya tersenyum sekedarnya ketika tidak sengaja bertemu mata dengannya. Yoonmi tidak pernah peduli dengan hal itu,sejak dulu Yoonmi tidak terbiasa mempunyai teman yang benar-benar dekat,ia terbiasa melakukan semuanya sendirian dengan sikap tak acuh yang melekat pada dirinya.Teman-temannya selama ini mengenal sikap Yoonmi yang pemalu dan pendiam,tetapi mereka tidak tahu siapa Yoonmi sebenarnya.

Perubahan masa depan yang tiba-tiba saat umurnya masih kanak-kanak membentuk Yoonmi menjadi pribadi yang dewasa sebelum waktunya. Membuatnya secara tidak langsung terelimininasi dalam pergaulan dengan anak-anak sebayanya.

“ Tidak udah canggung denganku Jaehwa… Apa Donghae ada di ruangannya?”

“ Tentu saja,nyonya…Silahkan masuk.”

“ Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”

“ Ne? Ada yang bisa saya bantu?”

“ Apakah tadi ada seseorang yang menemui Donghae?”

“ Ne,salah seorang utusan dari perusahaan yang akan bekerja sama dengan Shining dream dalam memasarkan produk-produknya dalam butik fashion kita.”

“ Begitukah? Bukankah Shining Dream hanya menerima karya-karya asli designernya dalam produk pemasaran?”

“ Mianhamnida,nyonya,saya tidak tahu mengenai hal itu… itu semua adalah keputusan Presdir Lee.”

***

Jessica melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul Sembilan lewat lima belas. Gadis itu mengumpat pelan,ketika ia menyadari dirinya sudah terlambat. Memang tidak akan ada yang menegurnya atau memarahinya ketika ia terlambat menjejakkan kaki di butik pribadinya. Itulah keuntungan menjadi pemilik,bisa datang dan pergi sesuka hatinya. Hanya saja di mana letak profesionalisme seorang Jessica Jung,yang terkenal dengan kedisiplinannya. Tidak pernah meremehkan pekerjaan sekecil apapun sampai semuanya terlihat sempurna.

Layar ponselnya yang semula gelap berubah menjadi terang disusul dengan lagu Irreplaceable dari Beyonce yang samar-samar bisa menutupi lagu Stop it B.A.P yang sedang diputar oleh salah satu frekuensi radio yang sejak tadi menemani gadis itu mengendarai mobilnya.

Dengan satu tangan Jessica menyambungkan headset yang sudah dihubungkan ke ponselnya dan satu tangan lagi tetap fokus memegang stir mobil.

“ Yeoboseyo?…”

“Ini dengan Jessica Jung?”

“ Ne,anda siapa ya dan ada keperluan apa?” Jessica berusaha fokus pada jalanan di hadapannya,selagi pikirannya terbagi pada sang penelpon misterius.

“ Huh… Beberapa tahun tidak bertemu kau sudah melupakan suaraku?”

Jessica mempertajam pendengarannya. Suara sang penelpon memang tidak asing baginya,tetapi ia tidak bisa mengenali sang penelpon dengan mudah.

“Aku memang tidak mengenalimu… kalau kau hanya ingin bermain denganku,sebaiknya cari waktu yang lain karena aku sangat sibuk.”

“ Chamkanman nona Jung… Baiklah kalau kau memang sudah melupakanku,wajar saja aku pergi meninggalkanmu saat kau berumur 11 tahun. Mungkin kenangan masa kecil itu sudah terlupakan olehmu…”

        Pikiran gadis itu berkelana liar menuju masa kecilnya yang selalu dihiasi tawa bersama seseorang yang sudah dianggapnya sebagai ibu,menggantikan ibu kandungnya yang selalu sibuk karena pekerjaannya dan mengabaikan kenyataan kalau ia memiliki anak yang harus dirawat.

“ Hyehwa ahjumma?”

***

Yoonmi mengarahkan pandangannya pada kursi di hadapannya yang terisi angin. Ini sama seperti hari-harinya menjadi Yoonmi yang tidak mempunyai siapa-siapa untuk diajak bercengkrama. Beberapa karyawan atau rekan kerjanya yang melewati meja tempat gadis itu duduk,hanya menyapanya singkat atau yang lebih parah pura-pura tidak melihatnya.

Untungnya semua rekan kerjanya,atau bisa dibilang semua designer Shining Dream,adalah orang-orang yang professional sehingga bisa menyampingkan urusan pribadi mereka dan tetap mau bekerja sama dengan baik. Siapa yang tidak iri atau bahkan menaruh dendam padanya,seseorang yang baru masuk ke perusahaan itu,yang notabene anak bawang dan tidak tahu apa-apa,tiba-tiba menjadi Designer utama,yang jika ingin karyanya dipasarkan harus melewati tahapan pemeriksaan olehnya,lalu bukan hanya itu secara mengejutkan,gadis itu menikah dengan pemimpin perusahaan tempatnya bekerja padahal ia baru saja masuk ke perusahaan itu kurang dari satu tahun.

Satu prestasi yang benar-benar luar biasa oleh seorang Kim Yoonmi,pantas saja ada orang yang iri pada keberhasilannya. Tetapi ada juga beberapa yang mengakui kinerjanya selama ini dan juga menilai dari hasil kerjanya selama di Paris,ia pantas mendapatkan jabatannya sekarang.Tetapi tetap saja pembicaraan negative tentangnya semakin bertumbuh ditambah dengan status barunya sebagai istri dari Lee Donghae,Presdir Shining Dream.

“ Kemana dia? Bukankah dia sudah berjanji akan makan siang denganku?” Yoonmi melirik jam tangannya. Waktu istirahat tinggal 15 menit dan jika pria itu tidak datang sekarang,maka mereka berdua akan terlambat kembali ke kantor.

Sebuah kecupan mendarat di pipinya. Tanpa menoleh pun,Yoonmi tahu pria itu sudah datang. Dengan gerakan angkuh Yoonmi menekuni buku menu yang berada di depannya,yang sedari tadi hanya menjadi hiasan mejanya. Donghae tahu gadis itu marah padanya,tetapi pria itu berpura-pura tidak tahu dan tetap memasang tampangnya yang biasa.

“ Kau mau pesan apa?”

Yoonmi tidak menjawab dan hanya menunjuk gelas Franpuccino lattenya yang sudah ¾ kosong. Donghae hanya tertawa kecil,melihat tingkah Yoonmi yang menurutnya sedikit kekanakkan mengingat gadis itu sudah menjadi seorang ibu.

“ Apa kau kenyang hanya dengan minum?”

“ Aku sudah kenyang menunggumu Donghae,selama kau tidak ada aku terus memakan kesabaranku sampai hampir habis.”

“ Mianhae…”

Yoonmi tidak tahu kenapa ia bertingkah kekanakkan,pikirannya melayang ke arah sosok gadis bernama Jessica dan entah apa hubungannya gadis itu dan Donghae. Kemungkinan-kemungkinan negative terus memenuhi pikirannya,apalagi ditambah kenyataan sikap Donghae yang berubah-ubah sejak kehadiran gadis itu.

“ Sebaiknya kalau kau mau memesan sesuatu,jangan cari yang lama cara memasaknya,waktu istirahat kita tingga tujuh menit Presdir Lee.”

Donghae memanggil salah seorang pelayan dan mulai memesan. Setelah pelayan itu mencatat pesanannya dan pergi meninggalkan meja mereka,barulah Donghae membalas kata-kata Yoonmi.

“ Kau lupa jabatanku,yeobo?”

“ Huh… aku pikir kau bukan tipe orang yang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.”

“ Aku sedang rapat keluar tadi,kalau kau tidak percaya kau bisa tanya dengan …”

“ Baiklah tuan Lee,aku percaya…”

“ Kenapa kau tidak jadi pergi kunjungan ke Inv.G? Bukankah kau sendiri yang meminta izin padaku untuk mengontrol hasil penjualan?”

“ Tiba-tiba aku tadi meras tidak enak badan…”

“ Apa kau sakit?” Donghae menjulurkan tangannya ke arah Yoonmi,tangan gadis itu dengan sigap menahan tangan Donghae.

Ya,aku sakit pikiran karenamu,Tuan Lee

Yoonmi menurunkan tangan Donghae dan menatap kedua mata pria itu. Donghae merasakan atmosfer kebekuan menyerang mereka berdua. Perilaku Yoonmi yang tiba-tiba berubah menjadi aneh tak urung menjadi beban pemikirannya. Apalagi ditambah kejadian tadi pagi saat Jessica menemuinya. Seolah ia terhisap oleh pesona semu yang dimiliki gadis bermata indah itu.

“ Apa benar kau akan mengizinkan karya designer dari perusahaan lain untuk memasukkan produk-produknya ke Inv.G?

“ Hahahahaha…tentu saja tidak,chagi… Inv.G,adalah butik yang khusus menampung karya-karya designer Shining Dream.”

“ Jinjja?”

“ Ne,jadi kau terlihat murung karena rumor itu? Siapa yang menyebarkannya? Kau takut karya-karyamu tersaingi?” Donghae tertawa renyah. Yoonmi menunda pembicaraannya sampai pelayan yang mengantar pesanan Donghae selesai meletakkan pesanan pria itu di meja dan pergi.

“ Lalu kenapa tadi padi Designer utama DFuz Coorporation,Jessica Jung,menemuimu tadi pagi?”

Seketika itu juga senyuman di wajah Donghae lenyap…

***

Seorang wanita berjalan dengan angkuhnya masuk ke dalam sebuah café. Ia melepas kacamata hitam yang dikenakannya dan memandang ke sekeliling café yang cukup ramai dipadati pengunjung. Wajar saja karena itu adalah waktu makan siang.

“ Jwesonghamnida nyonya… apakah anda sudah memesan tempat?”Seorang pelayan menghampirinya dan membungkukkan badannya,member hormat.

“ Ne,atas nama Park Hyehwa,apakah tamuku sudah datang?”

“ Ah,ne,nyonya Park,tamu anda sudah menunggu di ruangan yang anda pesan… Mari saya antar.”  Pelayan itu membawa wanita paruh baya itu melewati lorong-lorong dengan ruangan-ruangan berpintu kaca grafir buram di sisi kiri dan kanannya. Wanita itu bisa menduga itu adalah ruangan-ruangan kelas VIP.

Pelayan itu mengantar Hyehwa ke salah satu ruangan yang terletak ketiga dari ujung lorong panjang itu. Wanita itu tersenyum sekilas ketika sang pelayan meninggalkannya di dalam ruangan yang kapasitasnya cukup untuk sepuluh orang. Wanita itu memandang ke arah salah kursi yang sudah terisi sosok seorang gadis yang duduk membelakanginya. Hyehwa tidak yakin apakah gadis itu mengetahui kehadirannya atau tidak,karena tampaknya gadis itu tidak terusik dengan suara pintu yang terbuka dan tertutup.

“ Mianhae,sudah lama menunggu,Soyeon…”

Gadis itu mengangkat wajahnya dan memandang sosok wanita yang sudah menarik kursi di hadapannya dan duduk di sana. Hampir dua puluh tahun tidak bertemu membuat keduanya canggung,apalagi pertemuan mereka yang mendadak. Keduanya tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana,selain basa-basi singkat.

“ Jangan panggil aku dengan nama Soyeon,panggil aku Jessica…”

“ Baiklah nona Jessica Jung…Designer terkenal DFuz Coorporation,pemilik butik 4 Season dan Wedding Organizer Spring Tale yang sudah terkenal sampai keluar Korea,bukankah begitu?”

“ Baiklah,Ahjumma apa tujuanmu memanggilku?”

“ Sudah hampir dua puluh tahu aku tidak melihatmu,Sica,bagaimana kabarmu?”

“ Aku pikir kau tahu ahjumma,aku bukan orang yang suka diajak berbasa-basi.”

“ Kau tidak berubah,Jessica… A…”

“ Ohhh… Tunggu sebentar,sepertinya aku tahu apa tujuanmu,ahjumma…”

Jessica memotong perkataan Hyehwa dengan pemikirannya sendiri,membuat wanita paruh baya itu menelan kembali kata-kata yang hampir dilontarkannya.

“ Kau ingin kembali menjadi bagian dari keluarga kami,bukankah begitu? Kau ingin meminta maaf pada halmoni atas perbuatanmu dua puluh tahun yang lalu?”

“ Huh… Perkataanmu membuat aku ingin tertawa,Jessica. Kau adalah keponakan kesayanganku yang bahkan sudah aku anggap seperti anakku sendiri,kenapa kau jadi begitu sinis? Aku jadi menyesal meninggalkanmu waktu itu,padahal aku tahu kau kekurangan kasih sayang dari appa dan eommamu yang super sibuk itu.”

“ Kalau bukan itu tujuanmu,lalu apa?”

“ Aku ingin meminta bantuanmu untuk membujuk eommamu,atau harus aku bilang kakak kandungku,untuk membantuku memenangkan kasus di pengadilan.”

“ Kasus? Apa?” Jessica mengerutkan keningnya. Selama ini ia mengenal sosok Hyehwa sebagai wanita yang bijaksana dan tidak gegabah dalam mengambil tindakan. Kalau tiba-tiba wanita ini datang dan meminta bantuan untuk memenangkan kasus pengadilan,ini pasti bukan hal yang main-main.

“ Bagaimana kalau kita memesan makanan? Aku akan menjelaskannya setelah ini.” Hyehwa menekan salah satu tomboh yang terletak di belakangnya,untuk memanggil pelayan. Beberapa saat kemudian salah seorang pelayan membawa dua buku menu,setelah Jessica dan Hyehwa selesai memesan dan pelayan itu meninggalkan mereka berdua,barulah Hyehwa melanjutkan pembicaraannya.

“ Tenang,Sica,ini bukan kasus seperti yang ada dalam pikiranmu… walaupun namaku mungkin sudah sejak lama dicoret dari keluarga,aku tidak akan mencoreng nama keluargaku sendiri.”

“ Lalu apa maksudmu dengan memenangkan kasus di pengadilan?”

“ Aku hanya ingin mengambil hak atas anakku…”

“ Anakmu? Memang anakmu kenapa?”

“ Jessica,aku punya tawaran yang menarik untukmu… Aku tahu kau pasti akan membantuku bukan hanya karena aku adalah ahjummamu tapi karena…”

“ Karena?”

Hyehwa melebarkan senyumannya,ia tahu Jessica akan membantunya.Seharusnya gadis itu tanpa diiming-imingi sesuatu pun,sudah dengan sendirinya membantunya mendapatkan anaknya kembali,tetapi selama beberapa tahu terakhir perkembangan Jessica yang diterimanya. Gadis kecil kesayangannya sudah berubah menjadi lebih dingin dan tertutup,walaupun kelihatannya dari luar gadis itu ramah dan terbuka.

“ Dua puluh tahun yang lalu saat aku memutuskan meninggalkan rumah dan menikah dengan pria pilihanku,walaupun itu artinya aku bukan lagi bagian dari keluarga. Pada awalnya semuanya baik-baik saja,sampai akhirnya pria itu meninggalkanku dan menikah lagi dengan wanita lain,saat itu pikiranku kacau dan aku mulai menyesal mengabaikan perkataan eomma tentang pria itu.

…aku ingin kembali ke rumah namun aku tahu eomma dan appa akan mengusirku karena aku sudah melawan mereka. Di saat aku sedang kalut,aku mengetahui kalau aku sudah mengandung benih dari pria itu,aku sadar aku tidak mungkin membesarkan anak itu dengan keadaanku yang kacau seperti itu. Setelah anak itu lahir,aku menitipkan anak itu ke salah satu sahabatku dan aku berjanji akan mengambilnya ketika keadaanku sudah membaik.

…bertahun-tahun aku berusaha membangun lagi semuanya dari awal dan akhirnya bertemu dengan seseorang yang mencintaiku dan siap menjagaku. Aku tidak langsung mengambil anak itu,karena kondisi kami yang tidak memungkinkan dan aku yang tidak bisa jujur padanya.

…barulah setelah anak itu sudah menginjak usia remaja aku berniat mengambilnya kembali,tetapi mereka tidak mau mengembalikannya padaku.”

“ Aku rasa pilihan mereka untuk tidak mengembalikannya padamu,itu semua karena kesalahanmu…” Jessica membiarkan tatapan tajam Hyehwa menusuknya. Ia tetap melanjutkan kata-katanya.

“ Kenapa kau tetap melahirkan anak itu kalau kau tahu kau tidak akan mengurusnya dengan baik,lalu kenapa baru setelah anak itu menginjak usia remaja kau baru akan mengambilnya? Kau pikir mereka adalah tempat penitipan anak? Lantas apa yang bisa kau berikan pada mereka yang sudah merawat anakmu selama bertahun-tahun? Menyeret mereka ke pengadilan dengan tuduhan tidak mau mengembalikan hakmu? Kau sungguh wanita yang baik,ahjumma!”

“ Sebenarnya aku merasa malu meminta bantuan pada keluarga yang sudah aku tinggalkan. Aku sendiri yang memutuskan pergi dari sana tetapi aku tidak akan menyangka kalau aku akan membutuhkan bantuan dari orang-orang yang mungkin sudah melupakanku. Jadi,Jessica,kasus ini tidak serumit yang kau pikirkan,sewaktu aku menitipkan anak itu ke keluarga mereka,kami sepakat tidak menggunakan jalur hukum,hanya atas dasar saling percaya. Aku tidak menyangka kalau mereka tidak mau mengembalikan anak itu padaku.

…masalahnya adalah keluarga mereka bukan keluarga yang bisa dengan mudah menerima ancaman hanya dengan jalur hukum.Semuanya bisa berbalik menimpaku dan akhirnya aku yang akan kalah dengan mereka. Aku tahu Jung Hyera,ibumu adalah pengacara yang hebat dan bukan hanya itu,beliau bisa memenangkan banyak kasus bukan hanya karena kepiawaiannya dalam menangani itu semua tetapi karena… Kau tahu maksudku,Jessica.”

“  Aku rasa pengacara yang memakai koneksi orang dalam untuk memenangkan kasus pengadilan bukan hanya eomma,banyak yang lainnya… Aku mengenalmu dengan baik,ahjumma,walaupun kau pergi saat aku berumur 11 tahun. Aku tahu ini pasti ada hubungannya dengan hipotesisku di awal.”

“ Kembali ke keluarga yang sudah membesarkanku dan memberiku banyak kelimpahan memang adalah impian tetapi sayangnya aku tidak bermimpi seperti itu. Aku ingin menunjukkan pada mereka kalau aku bisa hidup berhasil tanpa bantuan mereka.”

“ Buktinya kau sekarang meminta bantuan eomma…”

“ Anggap saja ini kali terakhir aku meminta bantuan… Setelah semuanya selesai aku akan menjauh dari keluarga kalian,sejauh mungkin yang kalian inginkan.”

“ Oh,benarkah? Memangnya sepenting apa anak itu untukmu? Kau bukan orang yang ingin membuang waktu untuk hal yang tidak penting.”

Hyehwa tersenyum tipis mendengar penuturan Jessica. Ia tahu gadis itu tidak akan luluh begitu saja dengan penjelasannya,walaupun ia memohon dan berlutut di hadapan gadis itu sekalipun,Jessica belum tentu akan mengabulkan permintaannya. Hyehwa mendekatkan tubuhnya pada tubuh gadis itu dan membisikkan sesuatu di telinganya.

“ Aku tahu rahasia besar keluarga yang mengasuh anakku saat ini… Jika rahasia itu bocor sudah dapat dipastikan keluarga itu akan berantakan… Ini semua akan sangat menguntungkanmu untuk mendapatkan…” Wanita itu merapatkan tubuhnya semakin dekat,seolah-olah tidak ingin satu makhluk pun yang mendengar desisan suaranya.

“… Lee Donghae.”

***

Minho Pov

        “ Kenapa kau patah hati lama sekali,noona?”

“ Lama? Sepertinya pria itu baru menikah kemarin dan apakah rentang waktu kurang dari 48 jam kau bilang lama? Aish… kau lucu sekali Minho,sepertinya aku yang seharusnya berkata seperti itu padamu,waktu kau patah hati karena Yoonhee,rentan waktu yang kau butuhkan untuk memperbaiki diri adalah seminggu kurasa…”

Aku tersenyum,mengetahui kondisi Saena noona sudah jauh lebih baik daripada saat aku tinggal ke sekolah tadi pagi. Setidaknya ia bisa membalas candaanku dengan kata-kata sinisnya yang biasa bukan hanya dengan berdiam diri,menanggapku seolah-olah tidak ada.

“ Seminggu? Mungkin lebih…” Aku mengingat-ingat saat di mana aku masih terpuruk dalam dunia menyedihkan. Patah hati…

“ Sayangnya aku tidak masuk hari ini,seandainya aku masuk aku pasti akan melihat bagaimana reaksi Yoonhee.”

Aku hanya tersenyum tipis,aku sendiri belum memahami dengan benar bagaimana rasa bahagia ketika cinta yang kita miliki terbalaskan. Coba lihat saja bagaimana keadaanku saat ini,aku sama sekali tidak terlihat sedang jatuh cinta. Aku tidak mengerti dengan keadaan ini namun inilah yang terjadi.

“ Kurasa biasa saja,mungkin ia akan lebih bahagia bersama…”

Aku mengingat kejadian tadi pagi saat mendengar beberapa gadis yang sedang membicarakan Yoonhee di koridor depan kelas gadis itu. Pada awalnya telingaku panas mendengar mereka membiacarakan hal-hal yang jelek tentang Yoonhee,siapapun gadis yang akan menjadi pilihanku,semuanya adalah tergantung padaku,bukan penilaian mereka semua. Aku rasa bukan hanya Saena noona dan Yoonhee yang akan menjadi korban,semua gadis yang dekat denganku mungkin akan bernasib sama. Aku tidak mengerti kenapa garisan takdirku jadi begitu rumit.

“ Bahagia bersama siapa?”

“ Ah,aniya…”

Jonghyun…

Nama pria itu yang terus berkeliaran di sekitar hubunganku dan Yoonhee. Aku tahu ia tidak akan secepat itu melupakan Yoonhee,seperti yang ia katakana padaku saat itu. Aku tidak bisa melarangnya mengekspresikan rasa cintanya,tetapi tidak untuk Yoonhee… Gadisku.

“ Aku ingin bertanya padamu,sebenarnya apa hubunganmu dan Yoonhee? Apa kau sudah meresmikan hubunganmu dengannya?”

“ Mwo?”

“ Minho,pria yang selalu merasa paling tampan dan mempunyai tingkat kenarsisan akut,kau tidak lupa kan ini zaman modern? Memang ada beberapa yang mengatakan kalau satu hubungan katakanlah pacaran bisa diketahui dari saling jujur mengatakan perasaan masing-masing. Tetapi sebenarnya tidak sesederhana itu Minho. Kalau kau mengatakan kau mencintainya dan ia membalasnya dengan kata ‘aku mencintaimu’,kau pikir itu bisa dikatakan sudah berpacaran? Huh… Itu baru namanya saling jujur… Sekarang kalau kau tidak meresmikan hubunganmu dengannya,atau dengan kata lain memintanya dengan resmi menjadi kekasihmu,hubunganmu dan dia sekarang adalah hubungan tanpa status.”

“ Hubungan tanpa status?”

Aku terdiam mendengar penuturan Saena noona,selama ini memang aku menganggap Yoonhee adalah bagian dari diriku,tetapi bagian seperti apa aku tidak tahu bagaimana cara ia memandangnya. Hubungan tanpa status… cukup mengerikan untuk dikatakan tetapi sebenarnya hubungan kami belakangan ini memang belum bisa dikatakan berpacaran. Jadi sebenarnya aku menjalin hubungan yang seperti apa?

“ Sebenarnya kau berniat menghiburku atau tidak?” Saena noona tertawa kecil. Memang seharusnya aku menghiburnya yang sedang patah hati tetapi kenapa lagi-lagi aku harus menghadapi situasi sulit terhadap perasaanku sendiri.

“ Minho kau yakin kalau kau mencintainya?”

“ Ah? N..ne tentu saja,noona…”

“ Tetapi kenapa aku sepertinya melihat kau tidak secerah yang kubayangkan… Aku pikir keputusanku untuk membiarkan kalian menyatu adalah benar.”

“ Noona,aku akan kembali ke kamarku dulu…”

Sebelum Saena noona membalas kata-kataku,aku sudah melangkah keluar dari kamarnya. Semua niatku untuk menghiburnya,menguap. Aku senang setidaknya ia sudah bisa tertawa walaupun ia tertawa karena melihat kebodohanku sendiri. Tetapi noona benar,setidaknya kalau aku mencintainya,aku harus memintanya menjadi milikku seutuhnya.

End of The pov

***

Author Pov

“ Mianhaeyo Donghae,menyuruhmu ke sini…”

Pria itu hanya tersenyum canggung terhadap wanita paruh baya yang berada di hadapannya saat ini. Walaupun status wanita itu adalah ibu kandungnya sendiri,yang melahirkan dan membesarkannya,berpisah dalam jarak yang waktu yang cukup lama membuat Donghae sulit menyesuaikan diri dengan ibunya.

“ Kau tidak perlu meminta maaf,eomma… Kau bisa menyuruhku datang kapapun.” Donghae memandang sekeliling ruangan itu,sekelebat rasa rindu menghantam kalbunya. Beberapa hari yang lalu,ia sudah meletakkan barang-barangnya di apartement yang akan ditinggalinya dengan Yoonmi. Secara resmi kemarin ia sudah tidak meninggali rumah yang memang milik orang tuanya. Namun sejak orang tuanya pergi,hanya ia seorang diri yang tinggal di rumah itu.

“ Seharusnya kau tidak usah membeli apartement baru,hae-ah… apa rumah ini tidak cukup besar untuk kau tinggali? Eomma dan appa tidak akan menetap di sini,kau tahu itu. Sebentar lagi kami akan pulang ke London ,sebaiknya kau dan Yoonmi pindah ke sini.”

“ Ta… Tapi eomma.”

“ Kenapa kau sepertinya keberatan? Eomma yakin Yoonmi akan setuju tinggal di sini.”

“ Aku hanya ingin istri dan anak-anakku kelak tinggal di rumah yang aku beli dengan usahaku sendiri,eomma…” Donghae tersenyum kecil,membayangkan hari-hari yang akan dihabiskannya bersama Yoonmi dan juga anak-anak mereka.

“ Tentu saja kau akan melakukannya,Donghae-ah… tetapi untuk saat ini pikirkan keadaanmu sendiri,eomma tahu kau bisa membeli rumah mewah dengan model apapun,hanya saja apa kau tega meninggalkan rumah penuh kenangan masa kecilmu ini hanya ditinggali pelayan dan penjaga rumah?”

Belum sempat Donghae membalas perkataan wanita yang sangat dihormatinya itu,wanita itu melanjutkan kata-katanya.

“ Bagaimana kalau kalian memiliki anak? Apartement yang kau beli memang eksklusif dan luas tetapi tidak akan cukup untuk anak kalian nanti… Camkanman Lee Donghae,kau tidak memiliki keinginan untuk menunda memberikan kami cucu,bukan begitu?”

“ Tentu saja tidak,eomma,aku tahu selama ini sudah terlalu lama mengecewakan kalian.”

“ Baguslah kalau begitu dan…” Nyonya Lee meletakkan sebuah amplop di atas meja dan menggesernya ke hadapan Donghae.

“ Apa ini,eomma?”

“ Bukalah…”

Donghae meraih amplop putih tersebut dan membukanya perlahan,jari-jarinya mengeluarkan dua buah tiket pesawat dengan tanggal keberangkatan di akhir minggu itu.

“ Apa maksud dari semua ini,eomma? Kenapa kau memberikan tiket pesawat ke Paris?”

“ Kau dan Yoonmi harus pergi berbulan madu,Donghae… Eomma sudah memesan tempat di sana selama seminggu,bersenang-senanglah… Oh ya,lagipula Paris adalah tempat Yoonmi menghabiskan waktu selama 14 tahun,pasti Yoonmi merindukan tempat itu.”(Read Next : Sweet Moment*Whether  I Hate You or Not side story*- Yoonmi and Donghae honeymoon)

        Bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman. Pria itu bahkan melupakan taradisi orang-orang yang baru menikah dan biasanya selalu dilakukan,bulan madu. Menurutnya hal itu tidak terlalu penting,apalagi pekerjaannya di kantor tidak bisa ditinggalkan,tetapi ia sadar kalau menghabiskan waktu bersama Yoonmi adalah hal yang diperlukannya untuk menyegarkan pikirannya dari bayangan Jessica dan juga memperbaiki perasaannya yang kacau balau.

“ Ghamsahamnida,eomma…”

“ Donghae…”

Pria itu mengangkat wajahnya dari dua buah tiket yang masih dipegangnya. Ia bisa melihat tatapan mata eommanya berubah serius.

“ Ada apa,eomma?”

“ Kemarin aku melihat ada Sooyeon di pernikahanmu. Kenapa kau tidak cerita padaku kalau hubungan kalian sudah membaik?”

“ Ah,itu… eomma sebenarnya kami menikah menggunakan jasa Wedding Organizernya dan aku sama sekali tidak tahu itu adalah miliknya,Yoonmi yang memilih semuanya.”

“ Ah begitu… Alangkah baiknya hubungan kalian tidak dibiarkan menjadi kaku,hae. Berdamailah dengannya walaupun kalian sudah lama berpisah.”

Satu orang lagi hari ini yang mengingatkannya akan keberadaan gadis itu. Gadis itu kembali…

***

“ Eonni kenapa kau ada di sini?”

“ Memangnya sejak aku menikah rumah ini bukan lagi rumahku?” Yoonmi tertawa renyah sambil meletakkan tasnya di atas meja. Yoonhee mengikuti langkahnya kea rah sofa dan ikut menyandarkan tubuhnya di sana.

Yoonmi merasa bosan berada di apartement yang sekarang ditinggalinya bersama Donghae. Walaupun apartement itu indah dan mewah,tetap saja tidak bisa menghapus dengan mudah aroma kekakuan yang mencuat keluar dari setiap sudutnya,ditambah lagi Donghae sedang pergi menemui ibunya dan belum pulang sampai malam. Sebenarnya Yoonmi ingin ikut,tetapi Donghae melarangnya dengan alasan ibunya ingin membicarakan sesuatu yang bersifat pribadi.

“ Hubunganmu dengan Donghae oppa baik-baik saja kan?”

“ Kenapa kau bertanya seperti itu? Memangnya kau pikir kami kenapa? Ada-ada saja kau ini…”

“ Lalu kemana Donghae oppa?”

“ Ia sedang ada urusan dengan eommanya, dan aku bosan tinggal di rumah sendirian,Yoonhee-ah… Ah ya,kenapa kau tidak tinggal bersama kami saja?” Yoonmi memandang Yoonhee dengan mata berbinar-binar,menurutnya sekarang ia,Yoonhee dan Donghae bisa menjadi keluarga untuh.

“ Euhmm… mungkin ada baiknya aku tetap tinggal di sini,eonni,mianhae aku… aku tetap menyayangimu seutuhnya hanya saja perubahan status yang begitu cepat belum bisa aku terima.” Yoonhee menundukkan wajahnya dalam-dalam,tidak sanggup memandang kedua mata Yoonmi yang memandangnya penuh harap.

“ Ah,ne,gwecahana,Yoonhee… Aku akan sering mengunjungimu ke sini.”

Sakit… Itu yang dirasakan Yoonmi saat ini,melihat penolakan tidak langsung dari putri kandungnya sendiri,namun apa daya ia juga harus menyesuaikan status barunya sebagai istri Donghae dan juga sebagai ibu.

Memang kelihatannya Donghae menerima kehadiran Yoonhee,tetapi kenyataan tidak semudah itu berpihak padanya,ia masih belum tahu bagaimana tanggapan Donghae mengenai Yoonhee. Bukan perkara mudah untuk menyatukan dua orang yang paling berarti baginya saat ini.

Gadis cantik itu hanya memberikan seulas senyuman pada ibunya. Pikirannya melayang pada kejadian tadi siang,gadis itu menghela nafas panjang. Bingung…

Flashback

“ Sejauh apa hubunganmu dengan Jonghyun?”

        “ Mwo? Jonghyun? Aku tidak pernah ada hubungan khusus dengannya.” Yoonhee tertawa ringan,tangannya dengan setia mengaduk-aduk minuman yang dipesannya. Gadis itu berusaha cuek dengan beberapa tatapan tajam yang mengarah padanya dan Minho,di saat mereka berdua berada di kantin.

        “ Jinjja? Lalu kenapa sepertinya ia sering sekali menemuimu?”

        “ Menemuiku? Ah itu… Aku hanya menganggapnya teman,tidak lebih,kenapa kau jadi menanyakan hal itu?”

        “ Sepertinya ia bisa lebih baik dalam memperlakukanmu dibandingkan ketika aku memperlakukanmu…”

        “ Atas dasar apa kau berkata seperti itu? Aku hanya menganggapnya teman,percayalah…” Yoonhee menoleh ke arah gadis-gadis yang senantiasa selalu berbisik-bisik sambil menunjuk ke arahnya. Gadis itu hanya memberikan lengkungan tajam pada wajahnya.

        Gadis itu menundukkan wajahnya ke arah meja berlapis taplak meja putih.Ia sendiri tidak mengerti apa yang dirasakannya saat ini. Bersama dengan Minho sekarang hanya berisi rasa beku.

        “ Aku percaya padamu,Yoonhee…” Minho meletakkan kedua tangannya di pipi Yoonhee dan membuat gadis itu memandang kedalaman kedua mata pria yang diidamkannya itu. Tetapi tatapan mata yang pernah menjadi suatu getaran baginya,kini tidak lagi sama.

        Kau tidak sepenuhnya percaya Minho…

        Gadis itu tidak bisa menyuarakan pikirannya secara langsung. Hubungannya dengan Minho baru saja terbentuk tetapi ia sendiri masih meragukan perasaan pria itu padanya,sama seperti pria itu yang seperti menaruh rasa curiga padanya. Sesungguhnya hubungan seperti apa yang akan terlahir dari rasa egois dan pembentukkan pikiran yang sama sekali berbeda? Menyatukan dua individu dalam hubungan transparan yang bahkan tidak diketahui akan bermuara di mana.

        “ Sebaiknya aku kembali ke kelas sekarang.” Yoonhee menyentuh tangan Minho yang masih menempel pada wajahnya,melepaskannya dengan gerakan perlahan. Yoonhee bisa merasakan sentuhan pria itu jadi terlalu dingin padanya. Bahkan ketika ia melangkah keluar dari sana,pria itu tidak berusaha menahannya.

        “ Sebenarnya aku kenapa?” Yoonhee menoleh sekilas ke arah Minho yang masih duduk diam di sana.

Flashback End

        “ Yoonhee? Gwechanayo?” Yoonmi mengibaskan tangannya ke wajah Yoonhee,membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.

“ Ah,ne eonni,aku hanya memikirkan sesuatu.” gadis itu kembali memfokuskan pandangannya ke arah layar televisi yang menampilkan drama. Sejujurnya Yoonhee tidak begitu menyukai drama,tangan kanannya bergerak menelusuri remote televisi yang berada di depannya,bersiap mengganti channelnya,ketika adegan dalam drama itu berganti. Kamera dengan tegas menyorot wajah seorang gadis yang kelihatan bosan.

Berkali-kali mata gadis itu melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya. Ia menghentakkan kakinya dengan kesal sampai ruangan restaurant yang tadinya hanya diisi beberapa manusia yang tampak tidak memperhatikannya,diisi oleh suara dentingan piano yang berasal dari sudut ruangan.

Gadis itu tampak tertarik dan menoleh ke arah sumber suara,di mana terdapat seorang pria sedang memainkan jarinya di atas tuts-tuts hitam putih itu. Gadis itu tertegun saat sang pria mulai bersuara,kata demi kata yang keluar dari mulutnya,membuat  gadis itu kehilangan kata-katanya.

If I see you next to never
How can we say forever
Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

Mata gadis itu tampak berkaca-kaca,ketika pria itu selesai menyanyikan lagunya. Pria itu mendekat ke arah gadis yang masih tertegun sambil menutup mulutnya dengan sebelah tanganya,bulir-bulir air mata dengan setia membasahi pipinya. Kedua orang itu berpelukan di bawah terpaan tepuk tangan membahana dari seluruh penjuru restaurant. Gadis itu menoleh dengan bingung ke arah wajah-wajah yang tidak asing untuknya.

Yoonhee memandang kejadian demi kejadian yang terpeta jelas pada layar televisi itu,membuat hatinya sesak. Yoonhee merasakan matanya memanas dan ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Andwae! Air mata! Itu menjijikkan..

        Yoonhee mengusap sudut matanya yang basah dan serta merta tangan yang satunya digunakan untuk mematikan televisi yang masih menampilkan adegan romantis penuh haru itu. Berbeda dengan reaksi Yoonhee yang tampak tidak menyukai adegan itu. Yoonmi memandang layar televisi yang sudah menghitam dengan senyuman di wajahnya. Mengingat hari di mana Donghae mengucapkan kata-kata yang paling diinginkan semua wanita di dunia keluar dari mulut orang yang mereka cintai,Donghae memintanya menjadi pendamping pria itu.

“ Kenapa televisinya dimatikan?”

“ Aku benci adegan romantis itu.” Yoonhee memandang layar televisi di hadapannya dengan beragam pemikiran yang muncul. Apalagi Minho sesungguhnya belum mengatakan apa-apa tentang kelanjutan hubungan mereka. Semua itu mau tidak mau membuat Yoonhee harus melihat kembali ke dalam hubungan mereka.

“ Lalu kenapa kau menangis? Huh?!” Yoonmi mengusapkan ibu jari tangannya ke wajah Yoonhee,menghapus sisa-sisa air mata di wajah gadis itu.

“ Eonni aku tidak menangis… Itu tadi… itu…” Yoonhee tidak bisa menjawab,pikirannya melayang menemui titik buntu.

“ Sssstt… Ne,Nan arrasseo,Yoonhee,tapi suatu saat nanti kau akan menceritakannya kan?”

***

“ Apa ini?” Yoonmi meraih amplop yang Donghae berikan padanya. Mata gadis itu melebar ketika membaca tujuan yang tertulis pada tiket pesawat itu.

“ I.. Ini…”

“ Ini adalah tiket bulan madu kita,chagi…Eomma yang memberikannya tadi.“ Donghae terseyum melihat ekspresi Yoonmi yang lucu menurutnya.

“ AHH…Darimana eommonim tahu aku merindukan Paris?” Yoonmi menghambur ke pelukan Donghae. Bagaimana pun juga Yoonmi merindukan kota tempat tinggalnya selama 14 tahun itu. Walaupun ia baru menetap di Korea selama dua tahun lebih,ia tetap merindukan salah satu negra paling romantis di dunia itu.

“ Itulah hebatnya eomma… Walaupun kelihatan dingin,ia mengetahui segalanya.”

Yoonmi melepaskan pelukannya dan membulatkan matanya. Ia menatap Donghae dengan kedua bola matanya yang berlapiskan lensa kontak berwarna hijau zamrud itu.

“ Ada apa?” Donghae cukup kaget melihat ekspresi Yoonmi yang berubah dari senang menjadi sedikit pucat.

“ A.. Apa eo..eomonim tahu kalau a.. aku su..sudah mempunyai anak?” Yoonmi berkata dengan suara yang sedikit bergetar.

Donghae meraih Yoonmi kedalam pelukannya lagi,pria itu mengusap punggung Yoonmi dengan hati-hati,seolah gadis itu adalah kaca yang rapuh. Yoonmi memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan pria itu.

“ Aniya,Yoonmi… Aku rasa eomma tidak akan tahu sedalam itu,lagipula tidak ada seorang pun yang tahu mengenai hal ini selain keluargamu,bukan begitu?”

Yoonmi menganggukkan kepalanya,gadis itu yakin keluarganya akan menyimpan rahasia itu dengan sangat baik,apalagi mengetahui relasi ayahnya yang cukup kuat untuk membungkam setiap orang yang penasaran dengan kepergiannya yang tiba-tiba ke Paris 14 tahun yang lalu.

“ Tenanglah,Yoonmi… Aku bersamamu…”

“ Donghae aku punya permintaan…”

“ Katakanlah.”

“ Bisakah kau menerima kehadiran Yoonhee? Bisakah kau menyayanginya seperti anak kandungmu sendiri? Bisakah kau… bisakah kau sabar menghadapi tingkahnya sama seperti kelak kau sabar menghadapi tingkah anak kita?”

“ Kau tidak usah memintanya padaku,Yoonmi… Sejak awal kau menceritakan tentang Yoonhee padaku,aku sudah menerimanya dan aku akan berusaha menyayanginya seperti anakku sendiri.”

***

Dua hari berlalu tanpa adanya sesuatu yang memuaskan untuk Jessica. Gadis itu sudah menghubungi ibunya yang super sibuk hanya untuk memenuhi permintaan Hyehwa. Salah satu orang yang menjadi arti penting hidupnya bahkan melebihi arti orang tuanya sendiri. Masih segar dalam ingatannya ketika Hyehwa pergi,seluruh dunia seakan runtuh menimpanya.

Tidak akan ada lagi orang yang membelanya saat dimarahi kakek atau neneknya. Tentu saja orang tuanya tidak akan peduli,mereka hanya peduli pada kepentingan usaha mereka masing-masing bahkan mungkin mereka sudah lupa bahwa mereka memiliki seseorang untuk dilimpahi kasih sayang merekadan perhatian mereka.

Sampai Tuhan mengirimkan Donghae padanya,satu-satunya alasan yang membuatnya masih bertahan hidup saat itu sampai pria itu meninggalkannya dan dunianya kembali runtuh namun gadis itu sudah lebih siap menghadapinya,tetapi tetap saja bertahun-tahun berlumur dalam dunia dingin,penolakan,dan kehilangan,membuat pertahanan Jessica menjadi kuat,ia bisa menghadapi semuanya tanpa tangisan,bahkan mungkin ia sudah melupakan caranya menangis.

Bau sabun menguar ke seluruh penjuru kamarnya,gadis itu masih sibuk mengeringkan rambutnya yang basah dan mengeluarkan tetesan-tetesan air yang membasahi lantai kamarnya. Gadis itu melangkah pelan ke arah meja riasnya,sensasi rasa dingin yang berasal dari keramik yang menjadi bahan dasar lantai kamarnya membuat tubuhnya sedikit menggigil.

Jessica melirik ponselnya yang berkedip-kedip menandakan adanya pesan masuk. Gadis itu meletakkan handuknya di atas meja dan mengelap tangannya yang basah sebelum meraih benda itu.

Kau mendapatkan apa yang kau inginkan,datanglah ke kantor eomma besok siang dan pastikan ini kali terakhir Hyehwa mengganggu hidupmu dan keluarga kita… Kalau dia masih mengganggumu,eomma akan mengirimmu keluar negeri.

Seulas senyuman menghiasi wajahnya yang sedikit pucat. Gadis itu meletakkan ponselnya dan memandang pantulan wajahnya di cermin meja rias.

“ Aku tahu eomma kau sangat menyayangi Hyehwa ahjumma bahkan kau sering menangis setelah ia pergi… Kau memang terlalu dingin dan sayangnya sifat itu menurun padaku.”

Jessica meraih lagi ponselnya dan menekan nama Hyehwa ahjumma dalam daftar kontak ponselnya.  Ia menunggu beberapa saat sampai wanita paruh baya itu mengangkat panggilannya.

“Aku harap kau membawa berita yang bagus,Jessica Jung…”      

“ Tentu saja ahjumma,aku akan mendapatkan apa yang kau mau dan pastikan kau menepati janjimu untuk membawaku kembali dekat dengan Lee Donghae.”

***

“ Senang melihatmu kembali,noona… sepertinya kau sudah merasa jauh lebih baik daripada waktu itu.”

Gadis itu hanya tersenyum misterius,membawa Minho berusaha memahami arti senyumannya yang berbeda. Dua hari berlalu dan Saena seperti manusia yang bangkit kembali dari kematian semu.Ia berubah menajdi gadis yang berbeda,tetap sama sewaktu di sekolah,dingin dan datar tetapi ketika gadis itu menginjakkan kakinya di rumah,gadis itu seakan melepas topeng kekakuan yang selama di sekolah menutupi wajahnya.

“ Aku sadar berlama-lama berdiam diri di dalam kesedihan tidak terlalu baik untukku… Aku tidak ingin mempermasalahkan yang dulu tidak menjadi beban untukku.”

“ Tidak kusangka,kau akan pulih secepat ini…”

“Kau ini aneh! Sepertinya dua hari yang lalu kau mengatakan kenapa aku lama sekali berendam dalam sungai patah hati,lalu baru saja kau mengatakan kenapa aku cepat sekali pulih… Kau ini kenapa? Apa ada hubungannya dengan Yoonhee?”

Minho tidak langsung menjawab pertanyaan Saena. Pria itu hanya memandang hampa ke arah piring kosong di hadapannya. Tangannya mengetuk-ngetuk meja kayu berlapis taplak sutera bersulam benang merah yang menjadi alas mereka meletakkan makanan.

“ Sepertinya kau akan menajdi mayat hidup lagi,Minho…”

“ Aniya,noona,hubunganku dan Yoonhee… Bisa dikatakan menemui titik jenuh.”

“ Jenuh?! Kedengarannya lucu sekali hubungan kalian bahkan baru mau dimulai,itupun kalau kau berani dengan cepat meresmikannya.”

“ Molla,aku belum bisa memastikannya.”

“ Yaa! Minho sadarlah…” entah sejak kapan Saena meninggalkan kursinya yang berada di depan Minho dan menduduki kursi di sebelah pria itu,yang seharusnya menjadi tempat duduk ibu mereka. Orang tua Minho dan Saena memang sedang pergi mengunjungi kerabat mereka yang berada di Jepang.

Saena meletakkan kedua tangannya di kedua bahu pria itu dan mengguncangnya pelan,namun cukup keras membuat pria itu memfokuskan pandangannya ke arah Saena.

“ Bertindaklah cepat Minho,aku lihat sepertinya gadis itu merasakan hal yang sama… Aku memang tidak pernah menyukainya,tetapi aku juga masih mempunyai hati nurani untuk melihat keadannya. Sepertinya ia tidak terlalu bahagia bersama denganmu.”

“ Aku tiba-tiba mendapatkan ide untuk melakukan sesuatu untuknya,noona,dan aku mau kau terlibat di dalamnya.”

“ Aku harap kau tidak menyuruhku melakukan hal-hal aneh…”

“ Tentu saja tidak,noona… kau tenang saja… dan aku akan melakukan apa saja untuk membayar jasamu jika hal ini berhasil. Deal?” Minho mengulurkan tangannya ke arah Saena.

“ Baiklah,deal…” Saena tertawa kecil sambil menyambut uluran tangan Minho dengan tegas.

“ Ah ya Minho,nanti aku akan pergi sebentar dan kurasa aku akan pulang agak lama…” Saena mengambil gelasnya dan membiarkan sensasi dingin yang tercipta dari minuman itu membasahi tenggorokkannya.

“ Kau mau ke mana,noona?”

“ Ke suatu tempat…”

“ Perlu kuantar?” Perasaan Minho mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi ketika gadis itu pergi.

“ Aniya…percayalah aku akan baik-baik saja.”

***

Saena Pov

“ Nanti aku akan pulang sendiri…Tolong katakan pada Minho agar tidak mengkhawatirkanku…”  Aku membuka pintu mobil dan melangkah turun dari sana. Aku melangkah canggung menuju pintu itu. Aku tahu jam segini ia belum pulang dari kantor dan di sanalah aku akan menemuinya.

Mungkin semuanya akan mengatakan aku adalah gadis yang tidak tahu malu,karena masih nekat menemui Donghae oppa dengan tujuan yang belum berubah. Mungkin saja tadi Minho bisa tertipu oleh tingkah lakuku yang terlihat ceria dan baik-baik saja.Tetapi sebenarnya aku belum bisa meredakan sakit hatiku. Memang aku sudah merasa lebih baik dari waktu itu,bahkan aku sudah bisa bersikap biasa saja ketika di sekolah,tetapi tidak ada yang tahu isi hatiku selain aku dan Tuhan tentunya.

“ Bisakah aku bertemu dengan Tuan Lee Donghae?”

“ Kau datang lagi?” Aku tahu mungkin saja sekretaris Donghae oppa yang bahkan tidak kuketahui namanya ini,masih kesal karena tindakan-tindakanku beberapa waktu yang lalu. Tapi apa peduliku?

“ Ne…” Aku menjawab singkat dan berharap ia segera mengizinkan aku masuk,aku merasakan atmosfer yang aneh ketika berdekatan dengannya.

“ Tunggu sebentar di sana…” Ia menunjuk ke arah ruang tunggu yang berisi sebuah meja dan satu set sofa berlapis beludru biru lembut. Aku melangkah ke sana dan menunggu dalam diam.

“ Masuklah…” Aku mendongak ke arah pintu di mana nona sekretaris sedang berdiri di sana dan memegang gagang pintu. Terlihat dari ekspresinya yang menyeramkan sepertinya ia sangat sangat sangat tidak menyukai kehadiranku di sini. Sudahlah,tujuanku bukan untuk bertemu dengannya.

“ Apa kabar,Saena?” Bagus sekali kata penyambutannya yang serasa ringan dan tanpa dosa itu. Baiklah mungkin membuatku patah hati bukanlah satu kesalahan yang patut dipermasalahkan secara luas dan mungkin saja bisa membuatnya menyesal seumur hidup. Kuakui itu terlalu berlebihan.

“ Aku tidak tahu harus menjawab apa.” Aku berdiri beberapa meter dari meja kerjanya. Aku bisa melihat ekspresi lelah yang tercetak jelas di wajahnya. Lelah menghadapi gadis keras kepala sepertiku? Aku lebih lelah untuk memberikan cintaku padamu,oppa.

“ Sepertinya aku tidak melihatmu di resepsi pernikahanku kemarin.”

“ Kau berharap aku ada di sana?” Aku memandang tajam kedua matanya. Ia menghela nafas berat.

“ Duduklah,Saena…” Donghae oppa menunjuk sofa yang berada di ruang kerjanya.

Aku melangkah menuju ke sana dan sekelebat memori mengelilingiku,aku ingat pertama kali aku bertemu dengannya. Satu moment berharga yang bahkan tidak bisa aku bayar dengan apapun untuk mengulangnya kembali.

“ Saena… Saena?”

“ Ah nde?”

“ Aku tahu ini berat untukmu tetapi aku tidak bisa bersamamu,Saena.Harusnya kau mengerti.”

“ Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu,oppa… Tidak akan,aku tahu kau akan terganggu dengan perbuatanku,tetapi aku yakin suatu saat aku bisa bersama denganmu… Jangan takut aku akan berbuat nekat,oppa,aku tidak serendah itu untuk mendapatkanmu. Biarkan takdir yang menentukan jalan kita tetapi aku tidak akan berhenti berusaha.”

“ Saena,dengar… aku menikah dengan pilihanku bukan berarti aku akan menghilang. Kau masih bisa menghubungiku kapanpun kau mau tetapi aku hanya bisa menjadi kakak untukmu.”

“ Baiklah,oppa untuk saat ini kau akan menjadi kakak bagiku,tetapi nanti kau akan menjadi…” Aku tidak meneruskan kata-kataku,saat aku merasa tidak ada gunanya aku lebih lama berada di sini. Bukan cara yang tepat untuk meluluhkan hati seorang Lee Donghae,tetapi tidak juga dengan cara berlutut dan memohon.

“ Aku pulang dulu,oppa…”

Aku bahkan tidak sempat mendengar balasannya,karena aku sudah menjauhi ruangannya.Bahkan mungkin ia tidak membalas ucapanku karena terlalu sibuk mencerna ucapanku yang terdengar seperti ancaman untuknya. Aku mungkin akan terdengar seperti gadis lemah yang memohon cinta dari seorang pria.

“ Harusnya aku sudah menduga kau akan pergi ke sini,noona…” Aku menoleh dan mendapati Minho yang menyandarkan tubuhnya di salah satu sisi dinding lobi gedung Shining Dream.”

“ Mi…Minho apa yang kau lakukan di sini?” Aku seolah kehilangan kata-kata saat melihatnya berada di sini. Aku tahu tidak semudah itu menipunya dengan tindakanku,ia pasti bisa membaca dengan mudah kalau aku akan berada di sini.

“ Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan di sini,noona?”

Aku mundur beberapa langkah saat ia mendekatiku dengan tatapan kemarahan yang jelas seakan membakar kedua pupil matanya. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada tanganku dan menarikku keluar dari sana.

“ Lepaskan,Minho… Aku bisa jalan sendiri tanpa harus kau tarik seperti itu!”

“ Kau kelewatan,noona! Tidak sadarkah kau kalau ia sudah menjadi milik orang lain?!”

End of the pov

***

Author Pov

“ Aku pikir kau sudah merasa hebat sehingga berani meninggalkan keluarga yang membesarkanmu dan melimpahimu dengan segala gelimangan harta.”

Hyehwa tersenyum kala mendengar celetukan sinis yang keluar dari mulut orang yang selamanya akan berstatus kakak kandungnya bagaimanapun juga keadaannya.

“ Harusnya kau tidak berkata sesinis itu,nyonya Jung,atau harus kupanggil eonni? Aku yang melimpahi Jessica,anak kebanggaanmu,dengan kasih sayang yang cukup,sedangkan kau? Apa yang bisa kau perbuat untuk membahagiakannya?”

“ Cukup pembahasan mengenai putriku,aku yang melahirkannya dan aku yang tahu bagaimana seharusnya memperlakukan dia. Jadi kenapa sekarang kau membutuhkanku?”

“ Aku ingin kau membantuku menyeret keluarga Kim Youngjae ke pengadilan terutama istrinya yang sombong itu.”

“ Huh… aku tidak pernah mendengar keluarga mereka tersangkut kasus apapun… Kenapa tiba-tiba kau mau menyeret mereka? Jangan asal menuduh tanpa bukti,itu semua akan menjadi bumerang untukmu.”

“ Aku tahu kau bisa memunculkan bukti itu,nyonya Jung… Kau ada pengacara yang sangat hebat bukan?”

“ Aku tidak menyangka kau tahu cukup banyak tentangku…”

“ Aku tahu kasus seperti ini adalah hal yang sangat mudah untukmu.”

“ Setelah aku membantumu kali ini,bisa kau pastikan kau akan menjauhi keluarga kami? Jangan ganggu Jessica lagi! Karena dirimu hubunganku dan Jessica rusak! Dia tidak mempercayaiku lagi sebagai ibunya,ia bahkan mungkin lebih menyayangimu,Hyehwa…”

“ Jadi itu alasanmu membenciku?”Mata wanita itu menyorot tajam lengkap dengan senyuman mematikannya ke arah lawan bicaranya yang kelihatan gugup karena tanpa sengaja membocorkan sesuatu yang seharusnya tidak dibicarakannya.

“ Lupakan! Berjanjilah kau akan menjauh dan kau akan mendapati dirimu menang di pengadilan.”

“ Kau tidak usah memperingatkan aku lagi tentang hal itu,anakmu,Jessica,bahkan sudah memperingatiku lebih dulu. Keuntungan ganda bagimu dan baginya,bagimu,aku akan memperbaiki hubunganmu dengannya.”

“ Aku rasa kita sudah terlalu banyak bicara. Bagaimana kalau kita langsung ke intinya saja?”

***

“ Apa semuanya sudah siap,Yoonmi? Pesawat kita akan berangkat dua jam lagi… kalau kita tidak segera berangkat,kita akan terlambat…”

Gadis itu masih mematung di depan cermin,matanya tidak mengarah pada bayangan yang terbentuk di sana,tetapi mengarah pada ponsel yang sedari tadi di genggamnya. Foto Yoonhee yang memenuhi layar ponselnya menjadi sorot utama pandangannya.

“ Yoonmi…”

“ Ah,nde? Mianhaeyo aku tadi sedang melamun…”

“ Aku tadi mengatakan apa kau sudah siap?” Donghae berjalan mendekati istirinya yang masih termenung memandangi foto itu.Donghae ikut melihat foto itu dan tersenyum. Jari-jarinya bergerak perlahan di bahu Yoonmi.

“ Kau merindukannya,eoh? Nanti setelah kita pulang dari Paris,kita akan mengunjunginya… Kau tenang saja.”

“ Bukan hanya itu,hae… Firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu terhadap Yoonhee selama kita pergi ke Paris. Aku merasa tidak enak dari kemarin,bukan hanya karena soal Yoonhee tetapi karena…aku tidak tahu.”

“ Chagi… Aku yakin dia akan baik-baik saja,buktinya saat kemarin kita menemuinya ia dalam keadaan baik,bukan begitu? Itu hanya perasaanmu saja yang terlalu mengkhawatirkannya.”

“ Ta…”

“ Ssssttt…” Donghae meletakkan jari telunjuknya di bibir Yoonmi,menyuruh gadis itu berhenti menyuarakan ketakutannya.

“ Baiklah,hae,aku harap kau benar… Kita berangkat sekarang?”

“ Ne,kajja…”

Dengan berat hati Yoonmi mengambil tas tangannya dan menarik koper berisi baju-baju dan beberapa barang pribadinya,menyusul langkah-langkah kaki suaminya yang sudah menjauhi pintu kamar mereka. Hatinya berkata lain,tentang sesuatu yang mungkin akan terjadi ketika ia dan Donghae menikmati bulan madu mereka. Sesuatu yang berbahaya…

***

Wanita itu melepas kaca mata hitam yang sejak tadi membingkai kedua matanya. Ia melihat sekeliling tempatnya berdiri dengan teliti seakan mencari jejak seseorang. Ia mendesah kecewa saat didapatinya orang yang sejak tadi ditunggunya tidak kunjung memunculkan dirinya. Mungkin ada penyebab lain dari keterlambatan kehadiran orang itu,tetapi sang wanita dengan gaya angkuhnya tetap berdiri di samping ferarri hitam yang membawanya ke tempat itu.

Seyuman sang wanita mengembang setelah mendapati sosok itu kian berjalan mendekat ke arahnya,bukan ke arahnya lebih tepatnya ke arah pintu gerbang utama yang menjulang di hadapannya. Kening wanita itu berkerut seiring dengan matanya yang melihat tegas tangan sosok itu bertautan dengan tangan seorang pria. Wanita itu melihat dengan teliti sosok pria yang dengan terang-terangan menggandeng tangan seseorang yang dicarinya.

Beberapa saat kemudian sosok itu berbelok ke arah lapangan parkir tempat mobil-mobil beraga jenis tersusun dengan barisan rapi di sana. Wanita itu segera berjalan masuk ke arah pintu gerbang yang terbuka lebar dan menyeruak di antara banayaknya siswa-siswi berseragam keluar dari sana.

“ Kim Yoonhee…”

Merasa namanya dipanggil Yoonhee melepaskan genggaman tangannya dari Minho dan menoleh ke belakang.

“ Ada apa?”

“ Sepertinya ada yang memanggilku barusan…” Gadis itu mencari sumber panggilannya dan matanya mengarah ke arah sosok wanita asing yang tersenyum ke arahnya dan mendekat.

“ Mianhamnida… Apa ahjumma yang memanggilku barusan?”

“ Ne,bisa kita bicara sebentar?” wanita itu melirik sekilas ke arah Minho yang memandangnya dengan pandangan ingin tahu.

“ Minho,pulanglah duluan… Aku yakin Saena sudah menunggumu.”

“ Baiklah… Sampai jumpa besok.”

“ Mianhae,ada apa ahjumma memanggil saya? Sepertinya saya tidak mengenal ahjumma…”

“ Memang sekarang kau tidak mengenalku Yoonhee tapi ada beberapa hal yang harus kau ketahui tentangku.”

Yoonhe merasa was-was terhadap wanita berdiri di hadapannya saat ini. Senyuman wanita itu terasa mengerikan berikut kabar yang mungkin akan dibawanya.

“ Aku… adalah ibu kandungmu,Yoonhee…”

***

Next Whether I Hate You or Not series : Sweet Moment- Side Story of Whether I Hate You or Not *Yoonmi-Donghae Honeymoon

To Be Continued

Annyeong semua lagi-lagi aku telat ngepost chapter 9 ini >.<,kalian udah pada bosen kali ya denger alesan aku yang sibuklah apalah dan segala macemnya itu. Maaaf banget tapi aku emang bener-bener sibuk dan ga tau kenapa munculin feel buat ff ini agak susah belakangan mungkin karena faktor aku stress juga.

Oke di Chapter 9 ini apakah ada konflik yang tidak terduga?

Yup! Itu memang disengaja untuk membuat jembatan antara WIHYON dan TCD nantinya tapi jangan pada khawatir dan galau dulu soal Hyehwa dan Jessica… Hubungan mereka ga akan berlanjut jadi konflik yang gede kok… Mereka kan fungsinya di FF ini Support Cast jadinya paling munculnya juga timbul tenggelem di FF ini. Tetep Yoonmi dan Donghae selaku Main Cast yang bakalan banyak berperan di sini.

Nah aku pengen ngasih teaser nih buat semuanya soal chapter-chapter WIHYON kedepannya supaya kalian pada tahu gambaran cerita FF ini kayak gimana. Soalnya aku bakalan lama lagi ngepostnya T.T,aku mau ulum soalnya jadi bakalan hiatus dulu.Mudah-mudahan FF ini bisa selesai akhir tahun ini jadi tahun depan udah fokus ke TCD.

Tanpa berlama-lama lagi,ini dia…😀

Satu hal lagi,Jangan ada yang ngebash tokoh Jessica SNSD,Yoonhee,Jonghyun SHINee ataupun Hyehwa dalam FF ini,salahkan aja aku yang bikin karakter mereka jadi antagonis

Teaser Whether I Hate You or Not Chapter 10-16 (Bisa berubah sewaktu-waktu)

Chapter 10 -Relationship Without Status

” Kau dan dia pernah mempunyai hubungan khusus? Kapan?”

” Kenapa tidak kau katakan saja? Kau pikir selama ini hubungan macam apa yang kita jalani?”

” Rasa itu sudah lama pergi… Kau saja yang tidak menyadarinya.”

” Semua ini… semua ini sudah cukup untuk membuatku mati.”

” Selamanya… Selamanya kita akan bersama,aku pastikan itu.”

Chapter 11 -Let Me Find Another Love

” Donghae ceraikan dia! Eomma tidak mau kau bersama dengan gadis sepertinya… Selama ini kita tertipu oleh tampang manisnya.”

” Jika kau bertanya apa yang terbaik untukku… Sebaiknya kau pergi dari kehidupanku,maka hal itulah yang terbaik untukku!”

” Aku tidak akan melepaskanmu.”

” Kau dan aku sama-sama memiliki masalah cinta…Hidup kita menyedihkan bukan?”

” Bagaimanapun juga rasa itu pernah ada… Tidak sulit untuk memunculkannya kembali.”

Chapter 12- Save me from this pain

” Hamil? Terima kasih Tuhan… Semoga anak ini dapat menyelamatkan hubungan kita.”

” Eomma belum bisa menemukan anakmu,ada baiknya kau benar-benar melupakannya.”

” Kau sudah memastikannya? Siapa tahu ada kesalahan…”

” Aku sudah mengatakannya sejak lama dan kali ini kita tidak bisa menundanya lagi. Kembalikan dia pada orang tuanya!”

” Di… dia putriku?”

Chapter 13 – Fragile

” Ada lagi benalu yang harus kusingkirkan… Mengapa begitu sulit untuk mendapatkannya kembali?”

” Mulai hari ini aku akan tinggal di rumah eomma…”

” Aku tahu siapa kau… Apa masalahmu denganku?”

” Kenapa kau kembali lagi setelah sekian lama aku berusaha melupakanmu?”

” Menikahlah dengannya Lee Donghae… Nikahi dia demi aku.”

Chapter 14 – Take Me Away

” Walaupun pernikahan ini mendadak,aku tetap ingin semuanya istimewa.”

” Ke..Kecelakaan? Kenapa? Apa yang terjadi dengannya? Bagaimana keadaan dia sekarang?”

” Mianhamnida,tuan… aku sama sekali tidak tahu konstruksi bangunan butikku ada masalah sehingga menimbulkan kecelakaan.”

” Kau? Kenapa kau jadi begini? Kalau kau tidak lagi merasakannya,lalu apa artinya semua ini?”

” Aku hanya manusia biasa… Aku bisa merasakan sakit dan lelah,kalau seperti ini sulitnya mempertahankannya tetap di sisiku maka aku akan belajar untuk melepaskannya.”

Chapter 15 – Your Love is Too High

” Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkannya sepenuhnya?”

” Donghae apa kau sudah gila? Ceraikan dia Donghae! Ceraikan kalau kau masih menganggap eomma adalah ibu kandungmu.”

” Aku sudah melakukan semuanya… SEMUANYA! Kenapa itu semua belum cukup bagimu untuk melihat ke arahku?”

” Aku pikir selama ini kau sudah belajar untuk melupakannya.”

” Apa ini? Da… Darah?!”

Chapter 16 – Sadness thing in my life

” ANDWAE! Kalian semua bohong… Bayiku…Bayiku… Tidak mungkin.”

” Sekarang tidak ada lagi alasan bagimu untuk mempertahankan pernikahan dengannya.”

” Aku mengatakan ini karena aku peduli denganmu… Lepaskan dia.”

” Kau brengsek! Kenapa kau tidak berhenti menyakitinya?!”

” Aku akan menceraikannya… Aku akan melepaskannya dan pergi jauh dari kehidupannya.”

47 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/Series] Whether I Hate You or Not (Chapter 9)

  1. saeng…….akhirnya ada juga lanjutannya
    aduh jessica kok pengen ngerebut donghae dr yoonmi sih -,-
    apalagi tantenya tau rahasianya yoonmi yg udah punya anak
    next part jgn lama2 dong, pengen liat bulan madu mrka nih

    aduh…….teasernya malah bikin kepo
    yoonmi tambah tersiksa aja kayanya
    disuruh cerai sama donghae trs itu kayanya dia hamil ya tp malah keguguran
    ah makin penasaran saeng u.u

    • Yuhuuuu eonni first nih si eonni😀
      selalu deh eon yang paling cepet update ;D
      terharu aku *nangis di bahu kyu

      Jessica emang di sini karakternya sebagai ‘pengganggu’ hubungan HaeMi
      Sip deh eon diusahain ga lama-lama ;D
      and nanti di Sweet Moment ada NC nya loh eon tapi NC 17 sih wkwkwkwk soalnya aku sendiri masih umur sgtuan :p

      Huwaa iya eon maaf malah bikin penasaran
      soalnya aku pengen ngasih gambaran konfliknya aja
      nah sialahkan deh eon ngebayangn sendiri gimana selanjutnya kisah mereka :p
      Yoonmi? Hamil? Keguguran?
      hmm iya ngax ya? *plak
      ditunggu aja ya eon😀

      makasih udah baca + komen ^___^

  2. Akhirnya muncul juga…isi ceritanya makin menenggangkan n kemungkina konflik yang akan dtg semakin berat. Kasihan yoonmi, masalah trus dtg ke dy.
    Keep writing ya, dtunggu kelanjutannya.

    • Iya eon maaf lama >.<
      Konflik yang berikutnya emang sedikit lebih ribet eon tapi tenang aja nih ff ga akan kyk sinetron lagi kok *mudah2an *plak
      aku sih berusaha membuatnya simple aja
      apalagi chapter 10 kemungkinan chap terakhir sbelum TCD yang fokus membahas masalah Yoonhee-Jonghyun-Minho
      jadi sisanya chap 11-16 khusus masalah Yoonmi-Donghae dan para 'pengganggunya' gtu eon

      Weheheheh sebenarnya yang paling menderita di ff ini bukan cuma Yoonmi eon tapi semua *ketawa evil

      sip deh eonni makasih dukungannya :*
      makasih juga udah baca + komen ^^

  3. akhirnya setelah sekian lama *halah*
    Ya ampunn makin ruwet aja ini masalahh.
    Yoonmi juga hidupnya gg pernah jauh2 dari masalah ya?
    poor Yoonmi😦

    huweee itu teaser udah sampai part 16 ajaa
    waa baca teasernya malah tambah bikin penasarann,
    critanya juga tambah cmplicated ..
    aa gg sabar buat baca yang selanjutnya,
    mari dilanjut saeng🙂

    • Hahahahah iya maaf ya eon lama banget *bow
      Bukan salah Yoonmi eon akunya yang ribet bikin konflik
      tapi aku berusaha sederhana aja kok eon *sederhana tapi ribet *plak

      Iya eon itu rencana-rencana aku aja per part mau ngapain n nyeritain konflik siapa dan apa
      bisa berubah eon
      bisa kurang dari 16 chap tapi ga bakalan lebih
      tapi kyknya sih pas 16 *apa sih nih orang

      sip eon pasti dilanjut kok😀
      makasih udah baca + komen ^__^

    • Wahhh akhirnya eonni muncul juga ;D
      gapapa eon aku juga blm bales WA eonni >.<
      nanti yah eon hp aku lagi di charge soalnya

      Makasih dukungannya eonni :*
      ceritanya ada yang kurang ga?
      kritik dan saran diterima dengan lapang dada eon :p

      • karena jalan cerita yang makin ribetm jadi bacanya gak bisa pake teknik baca cepat,, wkwkwkwk
        tambah seru kok ceritanya, lanjut mabro…..chap selanjutnya eonni tunggu…

  4. heemmm chiepz daaah…akhirx muncul jg ni epep…
    yaelah sica g tobat apa…udah tau donghae beristri msh ja ngejar2…
    saena jg gt…npa c g bsa brpkir lbih jernih lg…donghae udah menikah ankq, npa kau tk melupakanx sja,#emag lho ibux pggil ankq sgla plaaak hehe
    udah saena-ah ma minho ja…lgian donghae adlah swmi dr ibu mu # sok tau

    tyus npa jg nieh minho ma yoonhee knp jd ribet ndiri c…sbnrx pa c mslah mreka??? agak g ngeeeh gt bca kisah mreka bdua yg tba2 pda kyk ilag rsa…tp dr awal g dpt feelx liat ksah yoonhee ma minho..mending minho ma saena #jgn2 aq yg mag trlalu lemot y mkirx…

    ttp smgat saeng…q bkal nuggu next chaptx…tp jgn pke lama yach…pa lg honeymoonx donghae yoonmi #yadong hehehe

    • Annyeong eonni ^___^
      Iya eon maaf banget ya nunggu lama
      Jessica sama Saena itu ibarat pewarna eon jadi ff ini ga garing2 banget
      jalan critanya datar gtu hehehehe
      aku lebih suka yang cukup banyak konflik eon

      Kalo buat Minho-Yoonhee karena mereka bukan main couple or main cast
      jadi ga terlalu dibahas2 banget soal mereka
      hehehehe
      trus kenapa mereka jadi ilang rasa?
      itu karena Minho kelamaan ngomong sama Yoonhee
      jadinya Yoonhee keburu jenuh sama hubungan mereka*Bocorin cerita
      trus Minhonya juga sebenernya belom yakin sama perasaan dia jadinya dua2nya udah mulai ga ngerasain cinta yang sebenarnya gtu eon

      trus chap 10 itu chap terakhir buat bahas konflik Yoonhee-Minho sisanya bakalan ada di TCD,jadi chap 11-16 mereka berdua bakalan jarang banget muncul berduaaan palingan beberapa scene ada Yoonhee ma Minho tapi ga tentang cerita mereka berdua

      Ohh sip deh eonni😀 hahaha
      makasih udah baca + komen ^__^

  5. Akhirnya😀
    Saena POV nya kog brasa kurang ._.
    Lanjut eon xD
    Next part panjangin lagi yaa :p #plak
    jan lama2 updatenya. Tar aku gabisa tidur (?)

    • Hahahaha iya saengiii maaf nunggu lama ^___^
      kurang apa saeng?
      kurang nancep? kurang pedes? kurang asin? kurang manis? kurang panjang? *lebay kumat

      sip deh tapi kyknya chap depan engga bisa panjang2 deh saeng soalnya belom konflik yang ‘jleb’ *halah
      mungkin chap 11 x baru panjang😀

      makasih udah baca + komen saeng ^__^

      • saena POV kurang cetar membahana (biar sekalian)
        hahaha xD
        doh doh.. iya iya xD cepetan yaahh *modus

  6. pas awal2 baca udh agak kesel dgn sikap hae-sica, tp tertahan lg krn sikap hae ke yoonmi. tp pas udh kebawah2 dibikin shock dgn hyehwa yg katanya bs bikin sica sama hae & yg tiba2 ada yg blg yoonhee anak kandungnya?! jd bener gak sih slma ini dugaanku klo saena-yoonhee ketuker?
    part ini udh bikin penasaran di ending, eh ditambah penasaran lg sama teaser2nya. nebak2 siapa aja dipercakapan itu & bikin gregetan dgn percakapannya yg kyknya menyulitkan buat yoonmi X-(
    hrs jd reader ekstra sabar nih -___-

    • Maaf baru bales komenmu chingu
      iyaaa aku juga kesel kok sama momen Haesica *lah kok dibikin
      hehehehe
      saena sama yoonhee ga ketuker kok beneran deh
      salah paham aja nih chingu kmunya ^^V
      nah di chap ini kan udah dijelasin Yoonhee anak siapa
      dan kenapa dia bisa ada di rumah keluarga Kim hehehe
      penjelasan lebih lanjut ada di chap 10 ya😀

      menyulitkan buat Yoonmi? Aduh engga juga kok
      ke semuanya iya :p

      maaf juga ya chingu kalo nunggu lama -___-a
      diusahain cepet deh ^^v

      makasih udah baca + komen😀

    • u.u part selanjutnya ga sedih kok chingu cuma ngeselin aja *halah
      ahh belom kok
      itu teasernya baru rencana aku haha
      soalnya aku udah bikin kerangka chapter
      jdi chap 11 misalnya mau masukin konflik apa dan kenapa gtu2 chingu jadinya aku bkin teaser ^^V

      sip deh selamat menunggu
      makasih udah baca + komen😀

  7. annyeong ^^
    new reader’s hear.
    Belum bisa komen banyak, soalnya emang bener2 baru di blog ini, ini aja aku langsung loncat ke part 9 mgkn ntar kalo udah baca part sebelumnya bakal ngerti😀
    tp selama aku baca part ini aku ngerasa cara penulisannya keren kok, tp scene yg main castnya kurang, jadi ngerasa bkn mereka main castnya😀
    mian yah, baru dateng udah kritik kayak gini ^^v

    • Annyeong chingu😀
      selamat datang dan selamat berpetualang di blog aku
      hahahah sip deh chingu ditunggu kehadirannya di part2 sebelumnya
      untuk memudahkan bisa cek di fanfiction library
      aku selalu update di situ kok😀

      Hahahaha iya ya chingu?
      hehe mianhae itu karena buat jembatan konflik ke chap2 selanjutnya chingu jadi kesannya scene 1 tokoh yang support cast jadi kebanyakkan
      diusahain deh chap depan lebih banyakkin scene main cast
      lebih tepatnya mulai chap 11 karena chap 10 mau nuntasin konflik Yoonhee-Minho dlu sebelum ke TCD

      gagapapa kali chingu
      akunya seneng malah ada yang kritik
      makasih banyak chingu😀

  8. feelnya dapet..kerenlah.
    oh iya un,donghae karakternya diff ini labil ya,kasian si yoonmi..si jessica lagi,udah tau si hae punya istri tetep aja digangguin.

    • Ah masa? *malu
      padahal aku ngetiknya menurut aku pribadi kurang feel heheheheeh ^^V
      hmm awalnya iya labil
      tapi lama2 engga kok
      coba liat di chapter 11 nanti *ngasih bocoran

      makasih udah baca + komen😀

  9. Eonnie😀
    trnyta aku blm baca part 9 ._. Aku kira udh wkwk sblm nya mian ya eon baru bisa baca skrg :s.
    sbnr nya aku rada bingung sih sama akhirnya. Yoonhee bkn ny anak ny yoonmi? Tapi kok tiba” ada ahjumma” (?) Yg ngaku eomma nya yoonhee?? Next chapt nya jangan lama” ya eon😀 jadi penasaran nasib saena nanti gmn. Sbner nya aku kalo jadi saena nyesek juga sih. namja yg disukain malah udh nikah </3 duhh. Oh iya aku minta pass side story ny yg full ya :3

    • Hehehehe iya eon
      emang si Yoonmi mah aku buat menderita di sini *plak *jdorr
      tapi tenang aja eon di TCD nanti dia ga terlalu menderita2 amat kok *halah

      makasih udah baca + komen😀

    • Annyeong chingu😀
      wah reader baru?
      selamat datang dan selamat berpetualang di sini😀

      ah? masa chingu? *malu >.<
      oke udah aku post di depan ya

      salam kenal juga ^__^
      makasih udah baca + komen ^__^

  10. Aduh jess hae udah nikah jangan diganggu ya …
    Itu tantenya juga …
    Haduuuhhh begimana ini begimana …

    Saena sabar yeii ‎​( ˘ з˘ )ʃ(⌣́_⌣̀)
    Cari yg lain aja gih …
    Donghae udah punya istri

  11. ishhh jessica mau gangguin hub hae ma yoonmi??
    yoonhee brarti bkn anak kandung nya yoomi ya??
    trus anak yoonmi sapa dong????

  12. sumpah muncul bnyak pertanyaan dibenakku
    yeonhee sebenarnya anak siapa?
    ap yeonmi sbenarnya putri hyewa?
    hyewa mau menuntut hak atas anaknya yg d titipkan d keluarga Kim, siapa yg d maksud?
    siapa orang tua saena sebenarnya??
    bener2 keren eonnie kemas ceritanya..
    bkin ak penasaran teruss🙂

    • Annyeong saeng😀
      wetsss simpan pertanyaanmu untuk chapter selanutnya karena nanti satu per satu akan dibahas secara tuntas (?)
      ahh engga kok saeng biasa aja aku mah >.< *blush

      okee saeng tinggalin ID twittermu ya nanti aku DM😀

  13. Okay, ini tambah complicated..

    Jadi Yoonhee bukan anak Yoonmi, terus anak-nya Yoonmi kemana???

    Ya ampun.. Masalah mereka aja belum selesai, ini masalah datang lagi!!!

    Ayo kita ke next chapter!!!

  14. Yoonhee bukan anak nya yoonmi? Trus anak nya yoonmi siapa dong? Apa saena ya?? Aduh kok makin ribet ya,,
    donghae bingung menghadapi si yoonmi, saena, sama jessica,,
    Jesica eonnie kok gangguin hubungan Haemi sih -_-
    kok kayak nya setiap baca ff donghae pasti yg nama nya jessica yg jadi pengganggu,, ckckckckkc
    Entahlah hanya author dan allah lag yg tau xD

    • Annyeong chinguu🙂

      hmmm jawabannya bisa ditebak kok kalo baca ff ini sampe abis *evilsmirk *ditabok

      Hahahaha soal penggunaan tokoh jessica
      mungkin kebeneran aja chingu
      klo aku sih makenya gegara mukanya pas aja gitu (?) buat aku masukkin di sini
      tapi ga ada maksud bashing jessica or gimana kok
      just ff🙂

      makasih udah baca + komen yaaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s