[Korean Fanfiction/ Straight/ Mini Drama] Without Words (Prolog) (Special Gift for Lestrina Eonni)

cover ff without words prolog

Title       : Without Words

Author  : Kim Saena a.k.a Devi

Rating   : PG13/NC17/ Straight

Length : Mini Drama (8-10 Chapter)

Genre   : Romance, Married Life, Friendship, Hurt,  Angst, A Little Bit Comedy

Cast       :

Main Cast            : Super Junior- Lee Donghae

Kim Saena (OC)

Support Cast      : Ahn Seorin (OC)

Super Junior – Lee Sungmin, Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Han Sohee (OC)

Other Cast          : FIND BY YOURSELF!

Disclaimer          : Super junior is belong to God, SM Entertaiment, and their parents. It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine. Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic. Please take with full credit.          

#NP – Jang Geum Seuk & Park Shin Hye – Without Words (OST. You’re Beautiful)

Prolog

Kita yang membentuk masa kecil itu… kita juga yang menggenggam masa depan itu bersama…

Without Words │©2013 by Ksaena

Special Gift for Lestrina Eonni

ALL RIGHT RESERVED

Author Pov

Yaa! Hippoo…” seorang anak laki-laki datang dengan menggenggam mainannya, disertai tawa khas anak-anak yang menyita ekspresinya.

“ Siapa yang kau panggil hippo?” anak perempuan berbaju pink, duduk sendirian di taman itu, memeluk sebuah boneka.

“ Kau…” tunjuknya sambil tertawa. Sedangkan anak perempuan itu langsung memamerkan wajah cemberut yang terlihat menggemaskan di mata sang anak laki-laki. Memancingnya untuk terus meledek.

“ Aku bukan hippo dasar kau ikan…”

“ Kau itu hippo… buktinya kau sering bermain dengan boneka jelek itu…”

Anak perempuan itu langsung melihat ke arah boneka miliknya dan menyadari penampilan boneka itu memang usang. Banyak tambalan di sana sini, namun itu boneka kesayangannya walaupun orang tuanya sudah memberikan banyak boneka lain sebagai pengganti boneka itu.

“ Namaku Barbie dan boneka ini bernama Kitty, tidak ada yang benama hippo… mungkin kau salah orang ikan.”

“ Aku juga bukan ikan… lagipula kau tidak pantas dipanggil Barbie, kau lebih pantas dipanggil hippo…”

“ Kalau kau masih memanggilku dengan hippo aku akan memanggilmu dengan ikan, bagaimana?”

“ Tidak! Kau tidak bisa lihat wajahku yang tampan ini? Aku tidak mau dipanggil ikan… kalau kau pantas dipanggil hippo…”

“ Tidak! Awas kau…”

Anak perempuan itu meletakkan bonekanya dan menghampiri si anak lelaki namun anak itu terlanjur berlari menjauh membuat sang anak perempuan harus mengejarnya.

Yaa! Tangkap aku kalau bisa!”

Mereka berdua akhirnya tertawa sambuil berkejaran di padang rumput yang disinari langsung oleh sang mega langit. Keceriaan khas anak-anak terpancar jelas dari ekspresi wajah mereka, yang berhasil membuat iri siapapun yang melihat keakraban mereka, walaupun pertengkaran kecil hampir selalu berhasil mendominasi pertemuan mereka namun keduanya bertumbuh dalam keakraban lain.

“ Hah…. hah… hah…berhenti kau!”

Anak perempuan itu menghentikan langkahnya dan mengatur nafasnya yang tersenggal. Anak laki-laki yang dikejarnya memang memiliki kemampuan berlari jauh lebih baik di atasnya, membuat ia tertinggal jauh di belakang.

“ Hahahahaha… segitu saja kemampuanmu?! Ayo kejar aku…”

YAA! Tunggu kau! Aku akan menangkapmu, ikan! Lalu kau akan kuberikan pada Kity, ia pasti suka jika memakan ikan jahat sepertimu.”

Siang itu, disaksikan awan dan matahari, mereka berdua membagi kebahagiaan dalam arti yang berbeda, membentuk sebuah tali pengikat semu yang pada akhirnya akan mengubungkan mereka berdua suatu saat nanti.

***

      “ Andwae! Hiks…hikss, eomma, andwae, hippo tidak boleh pergi, dia tidak boleh pindah, eomma…” anak laki-laki yang biasanya tertawa dengan lepas itu kini hanya bisa menangis sambil menarik-narik baju ibunya.

“ Ssstt… sayang, uljima… siapa yang kau panggil hippo, huh? Dia memang harus pindah, sayang…”

“ Tapi kenapa, eomma? Lalu kenapa aku tidak bertemu dengannya tadi sebelum dia pergi?”

“ Sayang, tadi kau masih di sekolah sedangkan mereka sudah akan pergi, kau pasti bisa bertemu dengannya lagi nanti suatu saat, sekarang kau belajar yang rajin, nak… lalu kau bisa menyusulnya ke Seoul saat sudah besar nanti.”

Pria kecil itu menghapus air matanya dan menatap sang ibu penuh harap. Ibunya benar, ia harus bisa menyusul teman bermainnya itu.

“ Baiklah eomma, aku akan belajar dengan rajin supaya kelak aku bisa menyusulnya dan bertemu dengannya.”

Di bawah matahari senja kemerahan, di tengah suasana sore hari yang hening, pria kecil itu mengucapkan janjinya dengan lantang sementara sang ibu hanya tersenyum, menganggap anaknya hanya main-main dan melupakan niatan itu.

Namun sang ibu salah, anak itu tidak pernah main-main dengan ucapannya. Ia benar-benar serius akan melakukan hal itu dan takdir mendengar kesungguhannya.

***

Jika kita memang ditakdirkan bersama, kita akan bertemu lagi pada waktu dan dimensi yang lain.

Jangan pernah khawatir kau akan kehilanganku, aku akan selalu bersamamu… Itulah janji yang kuucapkan padamu waktu itu…

Aku akan bertemu lagi denganmu… lalu melaksanakan kepingan masa lalu kita yang tertinggal…

          Tunggu aku di sana, aku akan segera menghampirimu dan mengatakan hal yang sesungguhnya…

Hal yang selama ini hanya tertahan dibibirku tanpa pernah terucap padamu… satu hal yang paling penting untukku…

Aku merindukan caramu menatapku dalam diam… bahkan di dalam setiap tangis yang kau buang karena perkataanku

Tahukah engkau?

Bagiku itu semua kelewat indah, senyummu selalu membangkitkan sisi lain diriku, membuatku tidak pernah bisa lepas darimu

Aku janji… aku janji akan menutupi lubang semu yang pernah kita gali bersama

Menyusun kembali kepingan puzzle yang tak terselesaikan

Apapun itu akan kulakukan…

Semua demi kau, sayang…

***

WOHOOO akhirnya selesai juga😄 dari kemaren aku ngebet sebenernya pengen ngepost ini U.U cuma berhubung aku sibuk *plak

kali ini sibuk refreshing abis UN hahahahah jadinya pergi-pergi mulu deh tapi aku janji ga akan lama-lama lagi kok ngepostnya n maaf belom jadi ngepost sesuai jadwal A.A

Aku usahain ff2 itu ga pending lama deh kec nomer lima, kyknya itu bakalan agak lama deh mungkin aku ganti ff lain dulu😄

Prolognya gaje? Kependekan? hehehe

Abisnya aku bingung mau nulis apalagi, ini cuma sebagian kecil aja kepingan buat ffnya entar dan sisanya masih ribet kyk biasa :p

Daannn buat Lestrina eonniii😀 ff buatmu udah jadi nih eon prolognya mudah2an suka n puas ya ;D part satunya minggu depan aku post barengan TCD mungkin😀

Next Without Words story : Without Words chapter 1 – Married?!

11 thoughts on “[Korean Fanfiction/ Straight/ Mini Drama] Without Words (Prolog) (Special Gift for Lestrina Eonni)

  1. Hmm…ok koq. Ada kisah masa kecilnya ya..
    Jd diprolognya, mrka sdh kenal sebelumnya ya kirain kenal pas dewasa. Tp gpp, jd penasaran nieh klo mrka ketemu sikap ke satu sama lain spt apa. Part 1 dtunggu ya n yg panjang ya partnya hehehe

    • Hehehe itu masih rahasia eon :p
      wahhh seneng dehhh kalo eonni suka :*
      sepeti apa yaaa? yang pasti kyk yang eonni bilang
      A.A aku ga sabar pas mereka nikah nanti eon*plak

      oke deh eonni
      ditunggu aja ya ;D
      makasih udah baca + komen ;D

    • Hmmm mungkin iya mungkin juga engga *plak
      weheheh itu masih rahasia ya chingu :p

      iyaaa dong abang ikan kan emang romantis😄

      makasih udah baca + komen😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s