[Korean Fanfiction/Straight/ Series/ Remake Version] Life of Lies (Prolog) (REMAKE VERSION OF LOVE SCANDAL)

Cover ff Life of Lies Prolog-Chapter 2

Title : Life of Lies

Author : Kim Saena a.k.a Devi

Rating  : PG 13/Straight/Series/On Writing

Genre   : Romance/Angst/Comedy/Star Life

Cast:

Main Cast :  Kim Saena(OC)

SHINee- Key, Minho

Support Cast : SHINee – Jonghyun,Taemin,Onew

Jung Yue Lee(OC)

Park Hye soo(OC)

Tvxq –  Jung Yunho

SNSD – Jessica, Tiffany, Seohyun

Other Cast : FIND BY YOURSELF!

Disclaimer:

SHINee,Tvxq, SNSD are belong to God, SM entertainment and their parents

It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.

Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic.

Please take with full credit.

WARNING : AU, OOC

A/N : Alohaaaaa sebelum meneruskan untuk membaca cerita ini, aku ingin memperingatkan pada kalian bahwa cerita ini dibuat cuma untuk kesenangan belaka, semua karakter tokoh berdasarkan imajinasi aku dan hanya sedikit terinspirasi dari dunia nyata mereka. Tolong bagi yang tidak menyukai couplenya, silahkan tinggalkan ff ini. Please No Bashing Don’t Like, Don’t Read.

Baca cuap2 aku di bawah ^__^

Prolog

Seberapa keraspun aku berusaha mempertahan cintaku padanya, namun takdir berkata duniaku tidak akan bisa bersatu dengan dunianya

Life of Lies │© 2013 by Ksaena

Prolog

ALL RIGHT RESERVED 

Author Pov

SHINee’s room

10.00 KST

“ Setelah sesi latihan pertama selesai, diharapkan semuanya segera berkumpul di ruang pertemuan…”

Suara yang terdengar dari speaker yang terdapat di sisi lain dinding bercat putih itu berhasil mencuri perhatian beberapa manusia yang sedang berada di sana. Semua orang serentak menghentikan aktivitas mereka dan sibuk mencari fokus mereka untuk mendengarkan pengumuman itu.

“ Tidak biasanya ada pertemuan mendadak…” salah seorang dari mereka, memiliki mata kucing yang tajam memulai komentarnya.

“  Apakah ada hubungannya dengan SHINee World Concert yang direncanakan akan diadakan beberapa bulan lagi? Bukankah semua itu masih dalam tahap perbincangan?

“ Memang benar tapi… “ Pria yang merupakan leader dari grup memutuskan jawabannya dan sejenak berpikir sebelum melanjutkan kata-katanya.

“… pasti bukan itu masalahnya, Jjong-ah, karena yang dipanggil bukan hanya kita melainkan semuanya.” Pria berambut cokelat gelap itu kemudian mengangguk, entah mengerti atau terlalu lelah untuk melanjutkan argumentasinya, kemudian mengambil tempat di sebelah seorang pria lainnya yang tampak tidak tertarik untuk membahas lebih jauh makna pengumuman dadakan itu.

“ Apakah ada masalah besar yang terjadi belakangan ini?” sang leader kembali bertanya, namun sambutan atas pertanyaannya itu hanyalah kesia-siaan, dilambangkan dengan gelengan kepala hampir setiap manusia yang berada di sana, kecuali satu orang yang tetap diam, menatap lurus-lurus ponsel ditangannya.

“ Minho-ah, kenapa daritadi kau diam saja?” pria itu kehilangan senyumannya, ia menoleh dari tatapan lurusnya ke arah pria yang memanggilnya.

Nde, hyung?” pria itu seolah baru kehilangan kesadarannya, menatap sekelilingnya dengan pandangan bingung.

“ Kau tidak tahu apa yang sedang kita bicarakan tadi?”
“ Ahh, aku… mianhae, aku tidak mendengarkan tadi.” Pria itu mengusap tegkuknya dengan wajah memerah, menahan malu.

“ Memang kau sedang berkencan dengan ponselmu itu, hyung, kelihatannya serius sekali.” Member yang mendapatkan gelar maknae di grup itu mulai angkat bicara, setelah sebelumnya hanya menjawab dengan isyarat-isyarat bahasa tubuhnya.

“ Ahh, aniya,Taemin-ah… Aku mendengar pengumuman tentang kita yang harus ke ruang pertemuan sehabis sesi latihan ini, lalu di mana letak masalahnya? Paling kita hanya akan me-review rencana kegiatan kita ke depannya.”

“ Tapi tidak biasanya semua harus berkumpul.”

“ Kau tidak perlu sampai secemas itu, Kibum-ah…” pria bermata besar yang dipanggil Minho itu menjawab dengan nada biasa. Datar. Seolah yang akan menjadi topik perbincangan nanti sesuatu yang tidak wajib diketahuinya.

“ Entahlah…” Pria bernama Kibum atau biasa dipanggil Key, tidak membalas argumen perdebatan yang seolah-olah diajukan Minho. Pria itu lebih memilh diam padahal biasanya ia yang paling ‘ribut’ di grup itu.

“ Tidak ada waktu untuk menebak-nebak… Saatnya kalian melanjutkan latihan, saat jam pertemuan nanti kalian akan tahu ada apa.” Seorang pria lain masuk, dengan wajah asing khas Western-nya, ditambah dengan caranya mengucapkan kata-kata dalam bahasa Korea dengan aksen yang terdengar berbeda, bisa ditebak orang itu adalah warga asing yang menetap atau tinggal sementara di negara itu. Tetapi di sini pria itu bekerja sebagai koreografer  SHINee, grup beranggotakan liam pria itu.

Ne, hyung…” kelima manusia itu segera kembali ke posisi mereka masing-masing untuk meneruskan waktu latihan mereka yang terpotong waktu istirahat selama beberapa menit.

***

Girls Generation’s room

10.00 KST

          “ Neomu banjjak banjjak nunibusyeo No No No No No… Neoumu kkamjjak kkamjjak nollan naneun Oh Oh Oh Oh Oh… Neomu jjaritjjarit momi tteollyeo Gee Gee Gee Gee Gee… Jeojeun nunbit Oh Yeah joheun hyanggi Oh Yeah Yeah Yeah…” 

Klep!

Sembilan orang wanita cantik yang berada di ruangan itu, bertatapan bingung, karena gerakan meraka dipaksa berhenti tiba-tiba, karena music yang menjadi latar belakang tarian mereka dimatikan.

“… Ada beberapa hal penting yang akan disampaikan Lee Sooman sajangnim kepada kalian langsung, diharapkan bagi kalian yang setelah ini ada jadwal acara dan tidak bisa hadir dalam pertemuan, menemui Lee Sooman sajangnim di ruangannya secara pribadi bersama manager kalian…”

 “ Kita disuruh apa?”

“ Aku tidak mendengarnya…”

“ Tadi kan kita sedang latihan dengan volume music keras, jelas saja tidak kedengaran.”

“ Ahh, jadi ini penyebab Eunjae eonni mematikan musiknya.”

Ne, tadinya kukira dance kita jelek lagi.”

Geumanhaeyo semua, dengarkan aku!” Eunjae, seorang waita blasteran Jepang- Korea berumur 27 tahun, berprofesi sebagai koreografer SNSD atau yang mempunyai nama lain Girls Generation, berkata dengan suara lantang, menyuruh secara tidak langsung pada gadis-gadis itu untuk mendengarkannya.

“ Kalian diminta berkumpul setelah sesi latihan ini di ruangan pertemuan, ada yang ingin di sampaikan Lee Sooman sajangnim pada kalian.”

Mwo? AishhhJinjja! Aku ada acara pemotretan sehabis ini.” Seorang gadis berwajah imut, memanyunkan bibirnya, tanda tidak menyetujui pemberitahuan itu.

“ Sunny-ah, kau kan sudah mendengarnya, kalau sehabis sesi latihan ini kau ada acara, kau bisa menemui Lee Sooman sajangnim sendiri… ah, aniya, bersama manager.”

“ Lalu bagaimana denganku?”

“ Ada apa, Yuri-ah?”

“ Aku juga ada jadwal acara sehabis ini.”

“ Penjelasannya sama seperti yang aku berikan pada Sunny.”

“ La…”

“ Yoona! Kau mau bertanya hal yang sama seperti Yuri dan Sunny?”

Gadis itu mengangguk dengan polosnya, sehingga membuat Eunjae berdecak kesal dan menggelengkan kepalanya.

“ Semuanya! Dengarkan, aku harap tidak ada pertanyaan yang sama sehabis ini… Kalian yang tidak bisa menghadiri pertemua hari ini, diharapkan menemui Lee Sooman sajangnim bersama manager kalian nanti. Arraseo?”

Ne, Arraseo.” Hampir semua gadis itu menjawabnya dalam ritme waktu yang bersamaan, namun ada dua orang gadis yang tidak terpaku pada perintah itu, entah apa yang masing-masing mengurung mereka dalam ruang situasi yang berbeda dari rasa penasaran yang memenuhi benak hampir semua orang di sana.

“ Sedang apa kau? “ gadis itu mengalihkan pandangannya saat ada seseorang yang menyiku lengannya.

“ Ah, eonni, aku… aku tidak sedang melakukan apa-apa… hahaha…” gadis itu tertawa canggung dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.

Gadis itu tidak sepenuhnya percaya, namun ia tidak bertanya lebih lanjut, karena ia merasa tidak sepantasnya melanggar batas privasi orang lain.

Sedangkan seorang gadis lainnya yang berada di ujung barisan, menyembunyikan tubuhnya agak ke sudut ruangan, seolah tidak ingin menyatu dengan lainnya. Ada yang lain dari tatapan matanya, memandang kehampaan di depannya, keringan dingin mengalir membasahi tubuhnya. Ekspresinya menyaratkan ketakutan akan sesuatu.

“ Baiklah, apakah masih ada yang ingin ditanyakan?” Eunjae memandang satu per satu para gadis itu. Ada yang menjawab dengan menggelengkan kepala, ada juga yang hanya diam.

“ Tiffany?”

“ Ah yeEonni ada apa?”

“ Kenapa kau diam saja di pojok? Ada yang ingin kau tanyakan?”

“ Tidak ada, eonni.”

Eunjae memperhatikan wajah gadis itu dengan lebih detail. Menemukan satu keganjilan di sana.

“ Tiffany, wajahmu pucat, apa kau sakit?”

Aniya, eonni, nan gwenchana…”

“ Baik, kita lanjutkan sesi latihannya…” Eunjae berjalan menuju radio yang terletak hampir di sudut ruangan dan menyalakan musiknya.

Satu per satu gadis cantik itu berjalan menuju posisinya masing-masing. Gadis yang dipanggil Tiffany hanya bisa meurunduk, tidak bisa lagi memfokukan pikirannya pada latihan mereka.

Habislah aku…

***

DBSK’s room

11.00 KST

“ Aku curiga…” salah seorang pria berwajah cantik dan bermata tajam memulai pembicaraan diantara mereka berlima. Seharunya pagi ini jadwal mereka adalah syuting CF salah satu perusahaan parfum, namun jadwal mereka tiba-tiba berubah, syuting CF yang seharusnya mereka jalani ditunda sampai besok pagi karena cuaca tidak mendukung. Alhasil mereka berlima mempunyai jadwal kosong, yang tadinya akan dihabiskan di dorm untuk beristirahat.

Namun saat perjalanan kembali ke dorm mereka, mereka mendapat kabar untuk datang ke kantor management karena akan ada pengumuman mendadak oleh Lee Sooman, selaku pemimpin perusahaan entertainment mereka.

“ Curiga apa, hyung? Curiga kalau kita tidak akan syuting CF ? Bukankah memang hari ini cuacanya mendung , sedangkan CF itu mengambil teman suasana terang, tidak lucu kan kalau tiba-tiba saat sedang syuting kita ke…”

Geumanhae, chunnie-ah, bukan itu…”

“ Lalu apa maksudm, jae?” sepasang mata rubah itu menyorot langsung kedua mata pria yang memulai pembicaraan.

“ Tidak biasanya, Lee Sooman sajangnim  memanggil kita semua secara mendadak, kalau hanya akan membicarakan rencana konser, perubahan jadwal, dan lain sebagainya itu, kita tidak akan dipanggil secara mendadak begini. Pasti ada hal kuat yang mendasarinya.”

Ne, kau benar, hyung, apa jangan-jangan…”

“ Apa maksudmu, suie?” Jaejoong mengalihkan tatapannya dari bantal yang sedang dipegangnya.

“ Yunho hyung, kau ini kenapa begitu ceroboh?”

Mwo? Ap…” Junsu menunjukkan ponsel yang sedari tadi diotak-atik olehnya ke arah Yunho dan tatapan pria itu berubah.

“ Aku digosipkan dengan…”

Tanpa menunggu waktu lama, ponsel Junsu berpindah tangan ke semua orang di rungan itu dan yang terakhir kembali ke tangan sang pemilik. Semua wajah di sana menunjukkan ekspresi yang sama. Shock

“ Yun, kau dan dia benar-benar ada hubungan khusus?”

“ A… aniya, jae, kau kan tahu hubungan kita semua termasuk aku hanya sebatas profesionalisme kerja saja, tidak lebih.”

“ Tapi bagaimana dengan berita ini dan ditambah bukti foto itu? Tidak mungkin kan diambil saat syuting CF kemarin?” Yoochun bertanya dengan nada suara tegas, membuat Yunho terdiam, mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan pria itu.

“ Katakan saja, hyung, kau mempunyai hubungan khusus dengannya, benar?” kali ini Changmin, sang magnae yang sedari tadi berdiam diri, menyuarakan pendapatnya.

“ A…”

Kreek!

“ Kalian semua  menuju ruang pertemuan sekarang…”

***

          “ Kalian semua mengerti? Mulai hari ini larangan berpacaran dengan sesama artis di dalam entertainment ini resmi diberlakukan.”

Semuanya terdiam, tidak ada yang membuka suara untuk sekedar berkomentar, bahkan ada yang terang-terangan menganggap pertemuan ini tdak penting dan membosankan, dengan mennjukkan wajah jenuhnya yang kentara jelas.

“ Kami tidak melarang kalian berpacaran dengan artis dari entertainment manapun kecuali sesame aris dalam entertainment ini, dengan syarat kalian harus menjaga profesionalisme kalian untuk bertahan di sini.”

Semuanya tetap diam, sibuk dalm pemikiran masing-masing. Bukan masalah besar sebenarnya, apalagi mereka masih boleh berpacaran dengan orang lain asal bukan dari entertainment yang sama. Namun hal ini tentunya memberatkan berbagai pihak yang diam-diam menjalin hubungan khusus.

“ Kalau semuanya sudah paham, silahkan kembali melanjutkan aktivitas kalian. Ghamsahamnida…”

Semuanya dalam waktu yang hampir bersamaan berdiri dari kursi mereka dan berjalan tertib menuju pintu keluar.

Chamkanman… Yunho, Tiffany… kalian tetap di sini.”

***

          Kedua manusia itu kini hanya menunduk memandangi meja kayu licin yang menjadi alas mereka meletakkan pandangan.

“ Berat memang mengatakan hal ini pada kalian berdua, tapi sejak pemberitaan kalan turun ke media kemarin malam, hal itu berdampak buruk bagi popularitas kalian. Banyak yang tidak setuju akan hubungan kalian. Jujur saja hal ini akan berdampak jangka panjang pada perusahaan.”

Pria paruh baya itu menghela nafas panjang, sebelum melanjutkan kata-katanya. Ia mendekat ke arah kedua anak didiknya itu dan meletakkan tangan kanannya pada bahu Tiffany dan tangan kirinya pada bahu Yunho.

“ Kalian harus memilih… putus dan tetap berada di sini dan menjalani hari seperti biasanya, kalian tetap melanjutkan hubungan kalian namun dengan berat hati kalian berdua harus keluar dari sini atau diantara kalian harus ada yang keluar.”

“ Ta… tapi sajangnim.”

“ Yunho, mianhamnida, hanya ketiga pilihan itu yang bisa dipilih.”

Ne, nan arraseo. A… aku akan memilih…”

Tiffany segera mengalihakn pandangannya pada pria itu. Pria yang kian hari membuat hati dan hidupnya berwarna, namun kini ia harus memilih.

“ Pilihan…”

Yunho jangan katakan kau akan pergi dan menyerah!

Tiffany meremas tangannya gelisah, gadis itu menggigit bibir bawahnya, menahan sensasi pedih yang tiba-tiba menyelusup ke dalam hatinya. Ia tahu tdak akan mudah mempertahankan semuanya, apalagi setelah kisah cintanya dan Yunho terekspos luas ke public, karirnya dan Yunho akan berada diambang kehancuran.

          “ … pertama.”

***

To Be Continued

Next Life of Lies series : Life of Lies chapter 1 – Meet SHINee?! Is this a dream?

Annyeonggg semuaaaaaa akhirnya setelah mendapat pencerahan, aku memutuskan untuk memberikan remake untuk ffku yang sebelumnya yakni Love Scandal. Di ff itu banyak banget adegan yang salah n bahasa yang menurut aku acak2an, maklum lah dulu waktu aku ngepost itu ff, aku baru banget comeback ke dunia ff lagi setelah long hiatus jadi yahhh ffnya ancur begitu A.A

Sayang sih sebenernya, soalnya itu ff udah ampe chapter 12 dan udah mau ending, cuma setelah aku pikir2, itu ff udah bener2 salah… jadi aku males aja lanjutinnya. Tapi sayang kalo di stop gtu aja, olehhhh karena itu… munculah remake dari ff tersebut, dengan cast, konflik, dan jalan cerita yang sama. Pembedanya hanyalah perbaikan bahasa dan alur. Jadi jangan khawatir bagi pecinta FF Love Scandal… FF ini bakalan sama kok, ga beda jauh😄

Sebenernya aku merasa aku ga berhasil2 amat sih remake ff ini, terbukti masih agak2 jauhh dari harapan aku A.A. Kenapa aku memutuskan untuk mempertahankan gaya bahasa lamaku untuk Love Scandal? Itu semua disebabkan jalan cerita yang aku angkat memang mengandung unsur komedi yahhh walaupun agak2 gagal juga sih *nangis kejer di pojokkan* T___T

Jadi kalian pasti ga akan nyaman kalo baca ff dengan genre seperti itu, tapi gaya bahasanya aku buat agak2 berat kyk beberapa ff aku lainnya. Jadi aku mohon maaf kalo hasil dari remake ini belum memuaskan T.T. Aku akan berusaha maksimal ke depannya.

Itu posternya agak2 salah sih, mengingat ff ini genrenya ceria bukan angst T___T cuma berhubung aku emang ga bisa2 banget ngedit foto dan ga tau kenapa tiap ngedit mau ceritanya comedy kek, horor kek, fantasy kek, dkk, pasti hasilnya selalu poster glommy, soalnya aku ga bisa bkin poster cute A.A, jadi mohon maklum lagi ya ^^v

5 thoughts on “[Korean Fanfiction/Straight/ Series/ Remake Version] Life of Lies (Prolog) (REMAKE VERSION OF LOVE SCANDAL)

    • Hehehe iyaa eon
      ga full remake sih adegannya banyak juga yang sama A.A cuma yg beda penggunaan alur sama bahasa aja eon wkwkwk ^^V
      Nah eon tau tuh kebiasaan aku :p

      makasih udah baca + komen eon😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s