[Korean Fanfiction/ Straight/ Series] Never Reachable (Prolog)

 

Never Reachable prolog part 1 part 2

Title       : Never Reachable

Author : Kim Saena a.k.a Devi

Rating   : PG13/ NC17 *SMUT SCENE, Straight

Length  : Series

Genre   : Romance, Angst, Drama, Family, Married Life, Tragedy

Cast       :

Main Cast : EXO M – Luhan a.k.a Xi Luhan

Han Heeyoung (Original Character)

Park Jihyo ( Original Character)

Support Cast      : EXO K – Oh Sehun, Park Chanyeol

Infinite – Kim Myungsoo and  Nam Woohyun

Other Cast          : FIND BY YOURSELF!

Disclaimer:           Infinite is belong to God, Woolim Entertainment, and their parents.

EXO is belong to God, SM Entertainment, and their parents.

It’s just for fun. Please don’t sue me.

   If you don’t like this fanfic please don’t bash. Don’t Like… Don’t Read.

Please don’t take this fanfic without permission from me.

If you want to take this fanfic, please take with full credit.

Summary :  Han Hee young selalu bermimpi untuk menjadi istri dari Luhan karena pria itu adalah satu-satunya manusia yang bisa membuatnya panas dingin setiap waktu. Apalagi pria itu merupakan oksigen dan obat penyembuh paling mujarab bagi dirinya yang mengalami broken home sejak smp dan terpaksa tinggal dengan ayahnya yang jarang pulang ke rumah karena terlalu patah hati akibat sang ibu yang meninggalkan ayahnya demi pria lain. Namun impian itu tidak akan pernah terwujud karena Luhan tiba-tiba  dijodohkan dengan Shin Jihyo sahabat Heeyoung sendiri. Sakit hati dirasakan oleh Heeyoung melihat sahabat terdekatnya yang tahu semua kisahnya malah akan menikah dengan pria yang diperjuangkannya mati-matian.

Lalu bagaimanakah nasib Heeyoung selanjutnya?Bisakah ia merelakan pria yang dicintainya menikah dengan orang lain? Lalu bagaimana nasib persahabatannya dengan Jihyo akankah persahabatan mereka berdua benar-benar berakhir?

Prolog

Pernahkah kau menyadari kalau suatu saat cinta bisa berubah menjadi sangat menyakitkan?

Author Pov

Pertemuan dua keluarga itu harusnya terlihat nyaman, apalagi senda gurau yang terdengar dari kedua belah pihak, semakin memberikan spekulasi bahwa mereka semua berbahagia. Hanya saja di tengah kebahagiaan itu ada dua orang yang terlihat tegang. Sang pria duduk tegak sambil menatap seorang wanita yang sedang duduk dengan anggun di matras beludrunya. Wanita itu bahkan tidak berani menatap langsung mata pria yang sedang mengintimidasinya.

“ Kau setuju kan, Jihyo sayang?”

“ Tentu saja eomma…” Gadis itu tersenyum, tapi tetap menyembunyikan tatapannya di balik rambut cokelat gelapnya.

“ Luhan juga setuju…”

“ APA? TIDAK!”

Luhan berteriak atas keputusan sepihak yang dilakukan oleh orang tuanya. Kapan ia pernah mengatakan ia setuju pada rencana kedua orang tuanya yang terdengar konyol itu? Luhan mendengus sebal, ia menatap wanita yang berada di depannya dengan tatapan membunuh. Ia tidak mengerti apa yang ada di jalan pikiran wanita itu, mengapa ia menyentujui ini semua?

“ Luhan… kau harusnya mendengar apa kata kami…” Sang ibu membisikkan beberapa kata-kata di telinga Luhan dan berhasil membuat emosi pria itu reda.

“ Maafkan kami Tuan dan Nyonya Park… Luhan hanya bercanda…” Tuan Lu segera menyenggol Luhan untuk mengatakan sesuatu.

Pria itu tetap diam, ia sesekali melihat ke arah keluarga Park yang menatapnya dengan tatapan penuh harap dan juga ketulusan yang terpancar dari sana. Hanya saja Luhan masih tidak bisa menerima perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya dengan alasan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Luhan tahu, ia tidak boleh egois, sebagai anak tunggal, harusnya ia menuruti keinginan orang tuanya.

N… Ne, aku menyetujui perjodohan ini.” Kata-kata itu keluar dari mulut Luhan, dalam sekejap pria itu segera menyesalinya, walaupun ia tahu, ini mungkin adalah satu-satunya jalan yang dapat ia gunakan untuk menolong kedua orang tuanya.

“ Baiklah, mari kita segera tentukan tanggal pertunangan mereka…”

Luhan menatap Jihyo yang sejak awal selalu menunduk, menghindari tatapannya.

“ Boleh aku berbicara berdua dengan Jihyo?”

Jihyo mengangkat wajahnya, tatapannya bertubrukkan dengan tatapan Luhan. Pria itu menatapnya dengan tatapan yang menyeramkan, Jihyo menundukkan wajahnya lagi. Ia terlalu takut untuk menghadapi Luhan secara langsung.

“ Boleh… Jihyo, ajak Luhan ke taman belakang yaaa…” keluarga Park kelihatan senang, begitu juga dengan keluarga Lu, mereka mengharapkan Jihyo dan Luhan segera akrab.

Ne…”

***

“ Apa yang mau kau bicarakan?” Jihyo berjalan di belakang Luhan, ia menatap punggung pria itu yang semakin menjauh. Luhan melangkah sangat cepat, meninggalkan Jihyo di belakanganya. Luhan yang sekarang, jauh berbeda dengan sosok Luhan yang dikenalnya. Luhan yang ramah dan tidak segan-segan menebarkan senyumannya.

“ Jihyo, aku tidak menyangka kau bisa setega ini dengan Heeyoung…”

Jihyo terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Luhan, walaupun dalam hati, ia sudah berteriak-teriak, mengeluarkan perasaannya.

“ Kau adalah sahabatnya, bahkan sebelum ia mengenalku… kau yang lebih tahu tentangnya dan sekarang kau mengkhianatinya dengan cara seperti ini…”

“ Ini bukan kemauanku!”

“ Huh?!”

“ Kau pikir aku mau dijodohkan denganmu? Kau pikir aku sengaja mengkhianati Heeyoung ? Kau pikir aku tidak merasa bersalah? Kau pikir kau menderita, Luhan? Aku jauh lebih menderita… tapi sekarang kita bisa apa? Kau tidak mau mengecewakan orang tuamu kan? Aku juga…”

Jihyo dengan berani menatap ke arah manik mata Luhan, pria itu terdiam, ia melihat kesedihan yang jelas tertera di kedua bola mata gadis itu. Ia tersentuh, kemudian menjadi diam. Ia tidak tahu harus membalas Jihyo dengan kata-kata seperti apa, agar gadis itu tidak merasa sakit. Namun ia sendiri, masih merasakan rasa sakit itu, harus meninggalkan gadis yang ia cintai demi bersama gadis lain. Hal yang paling menyakitkan adalah ternyata ia harus menikah dengan sahabat dari kekasihnya sendiri. Apa yang akan dikatakan Heeyoung nantinya?

“ Maaf…”

Hanya satu kata itu yang bisa diucapkan Luhan, ia sadar, mungkin ia terlalu kasar pada gadis itu.

“ Suatu saat kau akan mengerti Luhan, mengapa aku melakukan semua ini…” Jihyo menundukkan kepalanya, setetes air mata jauh di pipinya, dengan cepat gadis itu menghapusnya. Luhan hanya terpaku di depan Jihyo.

Kenapa gadis itu menangis?

Luhan tidak merasa perdebatan yang dilakukan mereka cukup berat sehingga harus membuat Jihyo menitikkan air matanya. Tapi apa daya yang dilihat Luhan saat ini adalah gadis itu yang menitikkan air matanya. Mungkin merasa bersalah pada Heeyoung, mengingat Heeyoung adalah salah satu sahabat Jihyo. Sahabat yang paling baik, sama seperti Heeyoung menganggap keberadaan Jihyo. Luhan tahu itu. Ia sangat tahu itu…

‘Heeyoung maafkan aku…aku mencintaimu’

          Luhan mendekati Jihyo, ia menghapus air mata gadis itu, mungkin tidak ada salahnya mencoba membuka hatinya untuk gadis itu, walaupun ia tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya.

“ Jihyo… aku… aku akan belajar menerima semua ini…”

Jihyo menatap Luhan tidak percaya? Benarkah apa yang dikatakan pria itu?

Luhan sendiri bingung dengan apa yang baru terucap dari bibirnya. Hei… benarkah itu? Ia sendiri tidak yakin … ia sangat mencintai Heeyoung lebih dari apapun… gadis itu adalah hidupnya… Luhan bahkan tidak tahu bagaimana kehidupannya setelah ini… bagaimana ia harus menyampaikan semua itu pada Heeyoung tanpa menyakiti gadis itu…

Luhan tidak tahu jawaban atas pertanyaannya sendiri…

***

To Be Continued

Annyeong… duhh bertemu lagi dengan saya di fanfic baruu hahaha… padahal yang lama ga ada yang tuntas duh -___- tapiii sepertinya karena ide ini terus-menerus masuk ke mimpi saya, saya harus menuntaskannya dan satu pengumuman lagii ff children lover ditunda kemunculannya bukan hanya karena komennya tidak memenuhi kuota tetapi karena ide ff ini lebih menguasai pikiran saya daripada ff itu ^^V

Ditunggu komen, saran, kritik, dan masukkannya ^^

NEXT : Never Reachable Chapter 1 – Silent

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 thoughts on “[Korean Fanfiction/ Straight/ Series] Never Reachable (Prolog)

  1. Wkwkwkwkwk…..boleh boleh…. lanjut…. seru dah…. si jihyo pasti kan tuh fix kan nikah sama luhan? #senyumsetan

    • Annyeong chingu ^^
      sebenernya luhan ga 100 % mau juga
      dia masih galau2 gitu ceritanya
      masih akan terjadi sampai beberapa chapter ke depan

      makasih udah baca + komen
      salam kenal ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s