[Korean Fanfiction/ Straight/ Vignette] Together

together poster

Title       : Together

Author  : Ksaena

Rating   : PG15/ Straight (BOY X GIRL)

Length  : Vignette (300-1000 words)

Genre   : Romance, Angst

Cast       :

Main Cast            : Ikon – Kim Donghyuk

Min Jinhye (Original Character)

Disclaimer : Ikon is belong to God, YG Entertainment, and their parents. It’s just for fun. Please don’t sue me.  If you don’t like this fanfic please don’t bash. Don’t Like… Don’t Read. Please don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic, please take with full credit.

AN: Annyeong semuaaa, sekali lagi ngepost ff enam bulan sekali bahkan lebih, kegiatan kuliah menjelang semester akhirr semakin sibuk dan saya datang membawa bias baru#plak #biasbarumulu, okeh daripada kelamaan mending simak aja (?). FF ini aku buat karena mengikuti event di blog Ikon Fanfiction Indonesia ( 3RD EVENT- MAKE IT WITH COLOR), silahkan bagi yang berminat ikutan juga yaa…

We have to be together… forever

 

Author Pov

Mematut penampilannya yang tergambar jelas dari cermin satu sisi di dalam kamarnya, gadis itu menghela napas panjang. Ia merapikan tatanan rambut hitamnya dan menyelipkan jepitan peach di ujung poninya yang mulai memanjang. Sekali lagi melihat pantulan dirinya, seolah memastikan bahwa ia telah benar-benar siap untuk pergi.

Gadis itu memandang matanya yang membengkak, hasil dari tangisannya sepanjang malam. Walaupun sudah mati-matian mengompres matanya agar kelihatannya normal, nyatanya hal itu tidak berpengaruh banyak. Polesan make up ringan yang digunakan untuk menutupi lingkaran hitam di sepanjang garis matanya pun tampak sia-sia.

Tapi rencananya hari ini harus berhasil…

Harus!

Berusaha tersenyum sambil merapikan pakaiannya, gadis itu kembali merasa aneh. Sesuatu yang mengganggunya sejak semalam, namun kali ini benar-benar membuatnya urung mengambil tasnya yang terletak di atas tempat tidurnya yang belum dirapikan.

“Ada apa dengan dirimu, Jin-ah? Ayo melangkah…”

Menyemangati dirinya sendiri, gadis itu kembali berusaha tersenyum, walaupun dengan tangan yang bergetar, ia mengambil tas selempangnya dan segera melangkah menuju pintu keluar. Diiringi perasaan sesak yang semakin lama semakin mengganggu, langkah gadis itu terdengar pasti.

Eomma, aku pergi dulu…”

***

Hamparan rumput yang luas terlihat di mana-mana, cerah, indah, riang, seolah memanggilnya untuk ikut masuk dan larut bersama mereka semua. Ditambah lagi sang raja langit yang seolah ikut tersenyum, hari yang terlalu indah untuk dipenuhi kesedihan.

Oleh karena itu Jinhye tersenyum…

Walaupun dengan sangat berat, ia tetap melangkah, menyusuri rerumputan yang menggelitik kakinya. Gadis itu terus meyakinkan dirinya sendiri, untuk tetap berdiam dalam keputusan yang sudah diambilnya. Salah satu keputusan terberat dalam hidupnya, karena ia tidak pernah mampu berbohong.

Keputusan yang akan ia benci atau mungkin ia sesali sepanjang sisa hidupnya, tetapi gadis itu sudah memantapkan hatinya untuk terus berjalan walaupun setelah ini berakhir, ia tidak tahu bagaimana ia harus menghadapi hari esok.

Dari kejauhan ia melihat sesuatu yang sudah menunggunya, sesuatu atau seseorang?

Gadis itu menarik napas, mulai merasa sesak saat melihat punggung laki-laki itu berdiri tegak, menantang sinar matahari yang semakin menyiksa.

Langkahnya kian melambat, mempersempit jarak antara dirinya dan laki-laki itu, yang tidak kunjung membalikkan badannya walaupun mungkin ia tahu ada seseorang yang berada tepat di belakangnya saat ini, karena derap langkah kaki yang bersentuhan dengan rerumputan itu, tidak mungkin bisa direkayasa.

“Maaf…”

Bukan kata-kata sapaan seperti biasa, bukan nada riang yang menyambut. Namun hanya satu kata, datar, dingin, dan dipenuhi kesedihan. Donghyuk menoleh.

“Untuk apa?” Donghyuk bahkan enggan untuk membalikkan badannya. Lelaki itu hanya menoleh sekilas untuk kemudian kembali memalingkan wajahnya.

“Aku terlambat?”

Alasan yang sia-sia, karena memang bukan hal itulah yang ingin dikatakan Jinhye di balik kata maaf yang beberapa detik lalu diucapkannya. Bukan… bukan itu, tetapi kata-kata yang ingin disampaikannya hanya tertahan di lidah, tidak mampu ia ucapkan, bahkan kali ini dadanya terasa ribuan kali lebih sesak dibandingkan tadi malam. Di saat ia merenungkan keputusannya dan bahkan menangisi keputusannya sendiri.

“Katakan saja, aku tahu ada yang ingin kau bicarakan makanya kau menyuruhku datang ke sini, kan?”

“Maaf, karena kau harus datang, aku tidak mungkin mengunjungimu, maaf karena kau…”

“Katakan saja…”

Suara Donghyuk meninggi, Jinhye mulai ketakutan. Donghyuk yang berdiri tepat satu meter  di depannya itu, tampak tidak seperti Donghyuk yang biasanya. Donghyuk yang selalu tersenyum setiap kali mereka bertemu, Donghyuk yang selalu bahagia, Donghyuk yang selalu ramah. Hari ini, semuanya lenyap tak berbekas, seolah pria itu tahu apa yang akan disampaikan Jinhye.

“Donghyuk, aku mencintaimu, aku bahkan rela menunggumu, tapi kau tahu kan semuanya akan sia-sia pada akhirnya? Jadi, aku sudah memutuskan berhenti…”

Akhirnya, kata-kata itu lolos dari mulut Jinhye, gadis itu bahkan terkejut, tidak tahu darimana datangnya keberanian untuk mengucapkannya.

“Hanya itu saja?” Donghyuk kelihatan jauh lebih dingin dari biasanya.

“Aku memang pengecut, baru berani mengatakannya sekarang, aku menyembunyikan semuanya, biarlah sekarang rumput-rumput ini yang menjadi saksi, mungkin hanya hamparan rumput hijau inilah yang tahu, bahwa kita tak mungkin bersatu.

“Selamat kalau begitu…”

“Apa?”

“Kau akan menikah bulan depan? Kau sudah menjalin hubungan dengan pria itu selama dua bulan, kau dijodohkan, kau tidak mau menungguku lagi, aku sudah divonis mati oleh dokter, aku tidak memiliki harapan hidup lagi, bahkan keluargaku menyerah, kau juga memutuskan menyerah dan meninggalkanku, kau ingin mengatakan itu, kan?”

Jinhye gemetar, air matanya meleleh. Darimana Donghyuk tahu semua itu?

Ia memang berusaha merahasiakan semuanya, bahkan ia sudah mengatakan pada keluarga dan teman-temannya agar merahasiakan semua tentang perjodohannya, agar pria yang berada di depannya itu tidak perlu merasakan sakit karena mengetahui informasi itu dari orang lain. Tetapi tampaknya tahu dari orang lain atau tahu dari mulutnya sendiri itu akan sama saja. Bukankah Donghyuk akan tetap merasa sakit?

“Aku…”

“Tidak usah menghiburku, aku tahu kalaupun bukan kau yang meninggalkan aku, aku yang akan menginggalkanmu pada akhirnya…”

“Donghyuk…”

“Bolehkah aku memberikanmu pelukan selamat tinggal?”

Jinhye diam pada tempatnya, membiarkan Donghyuk yang berjalan menghampirinya, pria itu masih sama, hanya saja wajahnya berkali lipat lebih pucat dari saat terakhir kali Jinhye melihat pria itu. Jinhye bergetar, ia ingin mengatakan bahwa ia mencintai Donghyuk, sekali lagi. Namun, itu akan sia-sia karena kata-kata perpisahan sudah diucapkannya.

“Kita akan terus bersama, sayang, dalam keabadian…”

Tepat saat Donghyuk memeluknya dan membisikkan kata-kata magis itu, Jinhye merasakan sesuatu yang mampir tepat di ulu hatinya. Gadis itu tidak sempat menjerit, tidak ada rasa sakit yang benar-benar pasti. Jinhye berlutut, matanya terbelalak, sebelum semuanya berubah menjadi gelap, bersamaan dengan darah yang merembes keluar dari kemeja yang dikenakan gadis itu. Kemeja putih yang perlahan berubah menjadi merah.

Di sana, gadis itu terbaring dengan genangan darah yang seolah membentuk jubah kemerahan untuknya.

Donghyuk berjalan menjauh sambil melemparkan senyuman terbaiknya, ia yakin, gadis itu akan selalu bersamanya. Pria itu terus berjalan menjauh, bahkan membiarkan rumput-rumput itu menenggelamkannya, sampai di satu titik, ia berbaur dengan kegelapan.

Drrtt drrtt

Ponsel Jinhye tergeletak di sebelah tasnya yang ikut jatuh, bergaul bersama rerumputan.

Satu pesan masuk…

‘ Jinhye-ah, Donghyuk sudah tidak ada, semalam ia koma, dan pagi ini ia benar-benar menyerah…’

***FIN***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s